Kulit Cerah dalam Waktu Singkat: Mengungkap Fenomena HB DOSTING

bahaya HB DOSTING d

Standar Kecantikan dan Kontradiksi Media Sosial

Kulit putih hingga saat ini masih menjadi salah satu representasi kecantikan ideal di sebagian kalangan masyarakat Indonesia. Anggapan bahwa kulit cerah atau putih terlihat lebih menarik kerap muncul dalam promosi produk kecantikan maupun berbagai narasi di ruang digital.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari fenomena colorism, yaitu kecenderungan memberikan perlakuan atau penilaian sosial yang berbeda berdasarkan warna kulit. Akibatnya, sebagian individu merasa terdorong untuk mengubah warna kulit agar sesuai dengan standar kecantikan yang dominan di masyarakat.

Fenomena ini turut disoroti oleh Sende et al. (2020) dalam penelitian berjudul “Peredaran Kosmetik Pemutih Ilegal di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya”. Penelitian tersebut membahas tingginya permintaan terhadap produk pemutih kulit yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengedarkan kosmetik ilegal, baik melalui jalur konvensional maupun platform digital. Temuan ini menunjukkan bahwa tuntutan terhadap kulit putih bukan hanya persoalan preferensi estetika, tetapi juga dapat membuka peluang bagi peredaran produk yang membahayakan konsumen.

Di sisi lain, penelitian Ifa, Sudrajat, dan Tedjomurti (2025) menyoroti pengalaman perempuan berkulit sawo matang di platform TikTok. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian tersebut menggambarkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang yang tidak hanya melanggengkan standar kecantikan tertentu, tetapi juga mendorong perlawanan terhadap bias warna kulit dan penerimaan diri (self-acceptance).

Kedua penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai hubungan antara standar kecantikan, media sosial, dan perilaku konsumen. Ketika tekanan sosial untuk memiliki kulit putih bertemu dengan keinginan memperoleh hasil secara instan, sebagian konsumen dapat menjadi rentan memilih produk pemutih tanpa mempertimbangkan aspek keamanan.

Mengenal Fenomena HB DOSTING

HB DOSTING atau Handbody Dosis Tinggi merupakan istilah populer yang merujuk pada praktik mencampurkan losion tubuh komersial dengan bahan aktif tambahan untuk memperoleh efek pencerahan kulit dalam waktu singkat. Istilah ini bukan nomenklatur sediaan farmasi resmi. Dengan demikian, tidak terdapat standar formula, takaran baku, maupun jaminan keamanan yang berlaku untuk seluruh produk racikan tersebut.

Praktik mencampurkan losion dengan bahan lain secara mandiri memiliki sejumlah risiko, terutama jika dilakukan tanpa pemahaman mengenai:

  • Jenis dan karakteristik bahan aktif yang digunakan.
  • Konsentrasi bahan aktif yang aman bagi kulit.
  • Kompatibilitas atau kesesuaian antarbahan.
  • Stabilitas formula setelah bahan tambahan dicampurkan.
  • Cara penggunaan dan potensi efek samping produk.

Anggapan bahwa semakin tinggi konsentrasi bahan aktif, semakin cepat pula kulit menjadi cerah merupakan pemahaman yang keliru. Penggunaan bahan aktif secara berlebihan tidak selalu meningkatkan efektivitas. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi, merusak lapisan pelindung kulit, dan menimbulkan efek samping lainnya.

Risiko menjadi lebih serius apabila bahan yang ditambahkan termasuk obat keras atau bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik, seperti merkuri. Penggunaan kortikosteroid topikal tanpa indikasi dan pengawasan medis juga dapat menimbulkan masalah kesehatan kulit. Produk losion yang semula diformulasikan untuk digunakan sesuai petunjuk produsen dapat mengalami perubahan karakteristik ketika dicampur dengan bahan lain yang tidak diperhitungkan dalam formulasi awal.

Produk racikan ilegal sering kali dipasarkan tanpa informasi komposisi, identitas produsen, dan legalitas yang dapat diverifikasi. Namun, konsumen perlu memahami bahwa warna, aroma, atau tekstur produk tidak dapat dijadikan bukti tunggal untuk menentukan ada atau tidaknya bahan berbahaya. Produk yang tampak normal sekalipun dapat mengandung bahan yang tidak diizinkan.

Karena itu, kewaspadaan sebaiknya diarahkan pada kejelasan komposisi, identitas produsen, izin edar, serta informasi penggunaan produk. Hindari produk yang tidak mencantumkan informasi secara memadai atau menjanjikan perubahan warna kulit secara drastis dalam waktu sangat singkat.

Risiko di Balik Janji Kulit Putih Instan

Secara fisiologis, kulit memiliki skin barrier atau lapisan pelindung alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi tubuh dari paparan zat berbahaya serta mikroorganisme. Penggunaan bahan aktif dengan konsentrasi yang tidak tepat atau kombinasi bahan yang tidak teruji dapat mengganggu fungsi lapisan pelindung tersebut.

Beberapa dampak yang dapat muncul akibat penggunaan kosmetik racikan yang tidak aman antara lain:

  • Iritasi dan peradangan kulit: Ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar.
  • Kulit kering dan mengelupas: Dapat terjadi ketika lapisan pelindung kulit mengalami gangguan akibat paparan bahan yang terlalu keras.
  • Atrofi kulit: Penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat, terutama dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kulit menipis dan pembuluh darah kecil lebih terlihat.
  • Gangguan kesehatan sistemik: Paparan merkuri melalui produk kosmetik yang mengandung bahan tersebut dapat menimbulkan dampak serius, termasuk gangguan pada ginjal dan sistem saraf.

Tingkat keparahan dampak tersebut bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis bahan kimia, konsentrasi, lama paparan, luas permukaan kulit yang terpapar, dan kemampuan zat untuk menembus kulit. Oleh sebab itu, perubahan warna kulit yang cepat tidak boleh dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan perawatan.

Keamanan bahan, legalitas produk, dan kesehatan kulit dalam jangka panjang harus menjadi pertimbangan utama sebelum menggunakan kosmetik.

Memilih dan Menggunakan Kosmetik secara Bijak

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran penting dalam mengawasi peredaran kosmetik di Indonesia untuk memastikan produk memenuhi ketentuan keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan sebelum membeli atau menggunakan kosmetik dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu:

  • Cek Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik, utuh, dan tidak rusak.
  • Cek Label: Periksa informasi produk, termasuk komposisi, petunjuk penggunaan, dan identitas produsen.
  • Cek Izin Edar: Pastikan produk memiliki nomor notifikasi atau izin edar yang sesuai dan dapat diverifikasi melalui kanal resmi BPOM.
  • Cek Kedaluwarsa: Pastikan produk belum melewati batas waktu penggunaannya.

Namun, perlu diingat bahwa produk yang memiliki izin edar resmi pun tidak otomatis aman apabila dicampur dengan bahan lain secara sembarangan. Perubahan formula di luar ketentuan produsen dapat mengubah stabilitas, konsentrasi, dan karakteristik produk. Dengan demikian, jaminan keamanan produk tidak dapat begitu saja diterapkan pada hasil pencampuran tersebut.

Masyarakat juga perlu bersikap kritis terhadap resep racikan yang beredar di media sosial. Informasi mengenai kosmetik dan bahan aktif sebaiknya diperoleh dari sumber tepercaya serta tenaga kesehatan yang kompeten, bukan semata-mata berdasarkan testimoni atau klaim hasil pemakaian.

Peran Apoteker dan Tenaga Kefarmasian dalam Edukasi Publik

Apoteker dan tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan penggunaan obat dan kosmetik. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa langkah berikut:

  • Edukasi informasi obat dan kosmetik: Membantu masyarakat memahami kandungan bahan aktif, fungsi produk, klaim yang dicantumkan, serta cara membaca label kemasan dengan benar.
  • Pencegahan penyalahgunaan obat keras: Memberikan edukasi mengenai risiko penggunaan obat keras, termasuk kortikosteroid topikal, tanpa indikasi dan pengawasan tenaga medis. Penggunaan hidrokuinon juga harus memperhatikan ketentuan yang berlaku dan pengawasan dokter.
  • Konsultasi dan rujukan medis: Menjadi sumber informasi awal ketika masyarakat meragukan keamanan suatu produk serta mengarahkan konsumen untuk memperoleh pemeriksaan medis apabila mengalami iritasi berat, penipisan kulit, atau efek samping setelah menggunakan produk racikan.

Melalui edukasi yang tepat, apoteker dan tenaga kefarmasian dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih rasional dalam memilih dan menggunakan produk perawatan kulit.

Cantik Sejati Berawal dari Kulit yang Sehat

Fenomena HB DOSTING menjadi pengingat bahwa keinginan memperoleh hasil secara instan dapat membuat seseorang mengabaikan risiko kesehatan jangka panjang. Penelitian mengenai peredaran kosmetik ilegal menunjukkan pentingnya pengawasan produk, sementara kajian tentang representasi warna kulit di media sosial memperlihatkan bahwa standar kecantikan yang diskriminatif dapat dikritisi dan diubah.

Sudah saatnya masyarakat memahami bahwa kulit putih bukanlah satu-satunya tolok ukur kecantikan. Memilih kosmetik yang legal dan teruji keamanannya, menghindari pencampuran bahan aktif secara mandiri, serta bersikap kritis terhadap klaim berlebihan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.

Pada akhirnya, kecantikan tidak semestinya diukur dari seberapa cepat warna kulit berubah, melainkan dari kesehatan kulit, terjaganya kelembapan, dan berfungsinya lapisan pelindung alami kulit dengan baik.

Daftar Pustaka

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). Cek produk. Diakses 28 Oktober 2026, dari https://cekbpom.pom.go.id/

Ifa, K., Sudrajat, A., & Tedjomurti, F. (2025). Warna kulit dan stratifikasi sosial: Perjuangan representasi di ruang media sosial TikTok. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(2), 58–66. https://doi.org/10.21831/dimensia.v14i2.81746

Sende, I. F., Pramudita, A. W., Salafuddin, M. G., & Yunianto, E. P. (2020). Peredaran kosmetik pemutih ilegal di Indonesia dan upaya penanggulangannya. Eruditio: Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 1(1), 48–62. https://doi.org/10.54384/eruditio.v1i1.30

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *