Pemberdayaan Anak Panti Asuhan melalui Pengembangan Kreativitas, Pengelolaan Keuangan, dan Pemasaran Produk Daur Ulang Kardus melalui TikTok

Pemberdayaan Anak Panti Asuhan

Sebagai sarana penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan manfaat konkret di tengah masyarakat dengan membagikan ilmu pengetahuan, wawasan wirausaha, serta teknologi yang relevan bagi pengembangan kapasitas warga binaan.

Pembekalan difokuskan pada anak-anak panti asuhan sebagai upaya memupuk kesiapan mental dan keterampilan hidup agar kelak dapat berdiri di atas kaki sendiri.

Program PKM ini bertempat di Rumah Yatim, Karang Tengah, Jakarta Selatan, pada 11 Oktober 2026.

Dengan mengusung tajuk “Pemberdayaan Anak Panti Asuhan melalui Pengembangan Kreativitas, Pengelolaan Keuangan, dan Pemasaran Produk Daur Ulang Kardus melalui TikTok”, tim pelaksana dipimpin oleh Mochamad Danies Septyan bersama dua anggotanya, Muhamad Bintang Setiaji dan Zaky Dwi Septa.

Pemilihan tema dilandasi oleh dorongan untuk mengubah barang bekas, khususnya kardus sisa, menjadi komoditas berdaya jual sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda panti akan kecakapan finansial dan digital.

Baca Juga: Melatih Keterampilan Anak-Anak Yayasan Assalam Shobuur Melalui Pembuatan Bucket Snack dari Bahan Kardus Bekas

Pada sesi awal, para peserta dibekali wawasan dasar mengenai tata kelola keuangan personal dan usaha.

Penjelasan mencakup prioritas alokasi uang (kebutuhan versus keinginan), penyusunan alur kas sederhana, kebiasaan menyisihkan uang, hingga kalkulasi sederhana terkait modal kerja dan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, serta perkiraan keuntungan.

Pembahasan dikemas secara interaktif melalui studi kasus sehari-hari sehingga anak-anak dapat menyerap prinsip finansial dengan mudah.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat tempat alat tulis kantor (ATK) dari kardus bekas.

Dalam lokakarya kriya ini, peserta diajak mengolah limbah kardus menjadi produk fungsional berupa wadah alat tulis.

Anak-anak dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempraktikkan alur produksi secara menyeluruh, mulai dari pemilahan dan pembersihan bahan baku, pemotongan pola sesuai ukuran, perakitan struktur, hingga dekorasi akhir.

Setiap kelompok diberi kebebasan mengeksplorasi ragam warna dan konsep hiasan untuk memancing daya cipta sekaligus melatih ketelitian serta semangat gotong royong antaranggota.

Baca Juga: Pelatihan Penyusunan Business Model Canvas dalam Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa SMK Kartini Surabaya

Memasuki tahap akhir, tim PKM memperkenalkan strategi pemanfaatan platform TikTok sebagai saluran pemasaran modern.

Peserta dipandu mengenai cara membuat profil toko, teknik pengambilan foto dan video produk yang estetis, penulisan deskripsi yang menarik bagi pembeli, pemilihan tagar yang tepat, hingga pengenalan mekanisme penjualan melalui fitur TikTok Shop.

Anak-anak kemudian berpraktik membuat cuplikan video promosi singkat yang memamerkan proses pembuatan serta hasil karya tempat ATK mereka.

Selain itu, edukasi mengenai keamanan digital dan etika bermedia sosial juga ditekankan agar aktivitas promosi digital tetap aman di bawah pendampingan pengurus.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta dan pengelola Rumah Yatim Karang Tengah sepanjang acara.

Pihak panti menyampaikan apresiasi atas metode pelatihan berbasis praktik ini karena memberikan pengalaman bernilai yang tidak sekadar berupa teori, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang siap dipasarkan.

Pembekalan terpadu ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mengasah kepekaan terhadap lingkungan, serta memperluas cakrawala berpikir anak-anak panti asuhan.

Baca Juga: Dari Penonton Menjadi Komunitas: Cara TikTok Content Creator Membangun Hubungan yang Bertahan Lama

Melalui program ini, diharapkan hubungan kemitraan antara dunia akademis dan lembaga sosial dapat terus terbina secara berkesinambungan.

Tim pelaksana berharap pendampingan lanjutan, seperti supervisi kualitas produksi serta pengelolaan akun media sosial, dapat terus dilakukan demi mengoptimalkan dampak positif bagi kemandirian anak-anak.

Artikel ini disusun sebagai laporan dokumentasi kegiatan ilmiah sekaligus sumber inspirasi bagi civitas akademika dan masyarakat luas mengenai pentingnya keterpaduan kreativitas daur ulang, literasi keuangan, dan strategi pemasaran digital dalam pemberdayaan masyarakat.


Penulis: Tim 1 Divisi BPH
1. Mochamad Danies Septyan (241010502473)
2. Muhamad Bintang Setiaji (241010502468)
3. Zaky Dwi Septa (241010502470)
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Ir. Dedik Supardiono, M.M.


Editor: Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *