Investasi asing terkadang hanya dianggap sebagai aliran uang dari negara maju ke negara berkembang, padahal investasi asing tidak sesederhana itu. Ia kadang bisa membawa sesuatu yang lebih kompleks melalui jaringan bisnis, kapasitas manajerial, akses pasar global, sekaligus risiko ketergantungan baru.
Dalam kasus kerja sama investasi Indonesia–Arab Saudi pada 4 Agustus 2026, terlihat kerja sama untuk memperkuat promosi dengan sektor prioritas meliputi hilirisasi industri, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, dan teknologi digital.
ACWA Power dan Kemitraan Strategis Berbasis Negara
Melalui kerja sama antara dua negara ini, ternyata juga melibatkan aktor multinasional yang akan menjadi pintu masuk utama, yaitu ACWA Power, perusahaan Arab Saudi yang bergerak di bidang pembangkitan energi, desalinasi air, dan hidrogen hijau. Perusahaan ini telah menandatangani kerja sama dengan Danantara Indonesia untuk mengembangkan investasi di energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air.
ACWA Power memakai strategi yang dapat disebut sebagai kemitraan strategis berbasis negara. Alih-alih hanya membangun proyek secara komersial, perusahaan ini menghubungkan dirinya dengan lembaga yang memiliki akses terhadap kebijakan, aset negara, dan proyek prioritas pemerintah.
Kerja sama dengan Danantara Indonesia memberi ACWA Power akses pada agenda investasi strategis nasional. Kerja sama dengan PLN Indonesia Power membuka jalur ke proyek pembangkitan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya terapung di Saguling dan Singkarak dengan kapasitas sekitar 170 MWp yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.
Sementara itu, kerja sama dengan PT Garam menunjukkan bahwa ambisi ACWA Power tidak terbatas pada listrik. Perusahaan ini menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk membangun fasilitas terintegrasi desalinasi air laut dan produksi garam industri di Manyar, Gresik, Jawa Timur, dengan nilai sekitar US$400 juta. Proyek ini dirancang menghasilkan sekitar 62.500 meter kubik air per hari dan 500.000 ton garam industri per tahun.
Kasus ini menarik karena menunjukkan bahwa MNC modern tidak selalu datang hanya untuk menjual listrik atau membangun pabrik. Ia dapat mengintegrasikan kebutuhan air, energi, dan bahan baku industri dalam satu model bisnis. Bagi Indonesia, ini peluang besar: kebutuhan air industri dan garam industri dapat dipenuhi sekaligus melalui teknologi yang lebih efisien.
Investasi Energi dan Hilirisasi
Indonesia membutuhkan investasi besar untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 34% pada 2034 dan 87% pada 2060. Dalam konteks ini, kehadiran ACWA Power dapat menjadi katalis penting. Pertama, investasi energi terbarukan dapat mempercepat pembangunan kapasitas listrik bersih. Proyek PLTS terapung, misalnya, membantu Indonesia memanfaatkan potensi energi surya tanpa harus selalu bergantung pada lahan darat yang sempit dan sering dipersoalkan dari sisi pertanahan.
Kedua, kerja sama di bidang hidrogen hijau membuka kemungkinan Indonesia tidak hanya menjadi produsen energi, tetapi juga bagian dari rantai nilai energi masa depan. Hidrogen hijau masih mahal dan belum sepenuhnya matang secara komersial, tetapi negara yang lebih awal membangun kapasitas teknis dan ekosistem industrinya akan lebih siap ketika pasar global berkembang.
Ketiga, proyek desalinasi dan garam industri menunjukkan bahwa investasi asing dapat mendukung hilirisasi non-energi. Garam industri bukan sekadar komoditas dapur; ia menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri. Jika Indonesia mampu mengolah garam secara lebih modern dan terintegrasi, nilai tambah domestiknya dapat meningkat.
Peluang dan Tantangan Kerja Sama Investasi
MoU investasi Indonesia dan Arab Saudi adalah peluang yang nyata, tetapi bukan jaminan kemajuan. Ia membuka ruang bagi modal asing masuk ke sektor strategis Indonesia, termasuk energi terbarukan, hidrogen hijau, desalinasi, infrastruktur, dan teknologi digital.
ACWA Power menunjukkan bagaimana aktor multinasional dapat mengubah kerangka kerja antarnegara menjadi strategi bisnis konkret. Melalui kemitraan dengan Danantara Indonesia, PLN Indonesia Power, PT Garam, dan PT Bina Karya, perusahaan ini membangun posisi di sektor yang menjadi prioritas Indonesia. Namun, keberhasilan investasi asing tidak diukur dari besarnya MoU atau jumlah dolar yang dijanjikan.
Ia diukur dari apakah Indonesia memperoleh listrik bersih yang andal, industri air dan garam yang lebih modern, lapangan kerja berkualitas, penguatan pemasok lokal, serta kemampuan teknologi yang bertahan setelah proyek selesai.
Pada akhirnya, pemerintah Indonesia harus berdiri sebagai mitra yang cerdas, bukan sekadar penyedia pintu masuk. Modal asing boleh datang, tetapi arah pembangunan harus tetap ditentukan oleh kepentingan nasional. Jika itu dapat dijaga, kerja sama dengan aktor seperti ACWA Power dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi investasi berubah dari janji di atas kertas menjadi fondasi transisi energi dan hilirisasi industri Indonesia.
Penulis: Angres Juhanna Sinaga
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Sriwijaya
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Antara News. (2026, 11 Oktober). Danantara dan perusahaan Arab Saudi kerja sama investasi Rp162 triliun. https://jatim.antaranews.com/berita/941405/danantara-dan-perusahaan-arab-saudi-kerja-sama-investasi-rp162-triliun
Antara News. (2026, 13 Agustus). Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT Garam untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri. https://www.antaranews.com/berita/5692069/acwa-menandatangani-perjanjian-pengembangan-bersama-dengan-pt-garam-untuk-proyek-integrasi-desalinasi-air-laut-dan-garam-industri
Antara News. (2026, 6 Agustus). Indonesia, Saudi Arabia sign MoU to boost foreign direct investment. https://en.antaranews.com/news/425757/indonesia-saudi-arabia-sign-mou-to-boost-foreign-direct-investment
ACWA Power. (2026, 12 Agustus). Acwa signs joint development agreement with PT GARAM for Indonesia’s first utility-scale integrated seawater desalination and industrial salt project. https://www.acwapower.com/en/media-center/latest-news/acwa-signs-joint-development-agreement-with-pt-garam-for-indonesias-first-utility-scale-integrated-seawater-desalination-and-industrial-salt-project/acwapower
ACWA Power. (2026). Danantara Indonesia forges strategic partnership with ACWA Power to drive sustainable energy future. https://acwapower.com/en/media-center/latest-news/danantara-indonesia-forges-strategic-partnership-with-acwa-power-to-drive-sustainable-energy-future/
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. (2026, 4 Agustus). Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama promosi dan fasilitasi investasi. https://bkpm.go.id/index.php/id/info/siaran-pers/indonesia-dan-arab-saudi-sepakat-memperkuat-kerja-sama-promosi-dan-fasilitasi-investasibkpm.go
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. (2026). Indonesia and Saudi Arabia strengthen investment promotion and facilitation cooperation. https://www.bkpm.go.id/en/info/press-release/indonesia-and-saudi-arabia-strengthen-investment-promotion-and-facilitation-cooperation
Otorita Ibu Kota Nusantara, dalam Antara News. (2026, 10 Oktober). ACWA Power berkolaborasi bangun pembangkit listrik hijau di IKN. https://sulteng.antaranews.com/berita/311802/oikn–acwa-power-berkolaborasi-bangun-pembangkit-listrik-hijau-di-ikn
Setkab RI. (2025, 3 Juli). Indonesia, Saudi Arabia sign US$27 billion investment agreements for strategic cooperation. https://setkab.go.id/en/indonesia-saudi-arabia-sign-us27-billion-investment-agreements-for-strategic-cooperation/
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















