Meningkatnya Kerjasama Bilateral Indonesia dan Arab Saudi dalam Ibadah Haji dan Umrah: Sebuah Tinjauan Mendalam

Kerjasama Bilateral
Jemaah Haji Indonesia Menuruni Pesawat (Dokumentasi: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)

Hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Indonesia telah menjadi fokus utama dalam kerjasama penerbangan haji dan umrah.

Kedua negara memiliki hubungan historis yang kuat, dengan Arab Saudi sebagai tempat kelahiran Islam dan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Kedua negara juga merupakan ekonomi global utama, dengan Arab Saudi sebagai ekonomi terbesar di Timur Tengah dan Indonesia di Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya
DONASI

Hubungan antara kedua negara mencapai puncaknya dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 2017 dan kunjungan balasan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.

Pada tahun lalu, ketika Indonesia memegang kepresidenan G20, Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman mengunjungi negara Asia Tenggara tersebut untuk menghadiri pertemuan pemimpin blok ekonomi terbesar di dunia.

Pertukaran tingkat tinggi ini menjadi “tanda besar” bahwa kedua negara tertarik untuk meningkatkan kemitraan mereka, kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amodi.

Menurutnya, kedua negara memiliki potensi yang tidak terbatas, dan saat ini adalah periode historis bagi keduanya untuk meningkatkan hubungan, terutama dalam hal ekonomi (Lai, 2023).

Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin, juga menyambut “era baru” dalam hubungan Saudi-Indonesia dan akan mendorong sektor swasta negaranya untuk melihat peluang terkait dengan Visi 2030 Kerajaan Saudi.

Hubungan bilateral antara kedua negara telah mencapai momentum besar dalam beberapa tahun terakhir setelah kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 2017, yang sejak itu memicu lebih banyak pertukaran bilateral di tingkat politik dan bisnis.

Riyadh dan Jakarta mendirikan Dewan Koordinasi Tertinggi Saudi-Indonesia yang dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Joko Widodo selama kunjungan terakhir ke ibu kota Saudi bulan lalu.

Pada sela-sela kunjungan Widodo ke Riyadh bulan lalu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Federasi Kamar Dagang Saudi setuju untuk mendirikan sebuah tim gabungan untuk mempromosikan kolaborasi baru.

Pemerintah kedua negara juga menandatangani perjanjian awal di sektor halal, pemuda dan olahraga, dan standarisasi produk.

Hubungan bilateral tradisional telah difokuskan pada haji dan umrah, dengan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia yang mengirimkan kontingen jemaah haji terbesar setiap tahun.

Baru-baru ini telah ada pembicaraan untuk mengeksplorasi potensi yang belum dimanfaatkan dalam perdagangan, dengan (Lai, 2023).

Dalam konteks pengaturan ibadah haji, implementasi ibadah haji di Indonesia sangat dipengaruhi oleh hubungan bilateral antara kedua negara.

Ini dapat dilihat dari perspektif historis, sejak kemerdekaan Indonesia telah banyak jemaah haji dari Indonesia.

Hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin sejak era kolonial hingga sekarang. Di masa depan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi dalam konteks pengaturan ibadah haji akan terus ditingkatkan.

Mengingat selama 2 tahun terakhir, Indonesia tidak mengirim jemaah haji karena pandemi, serta Arab Saudi yang tidak membuka pintunya untuk jemaah haji di luar Arab selama 2 tahun.

Diplomasi tata kelola baik Indonesia maupun Arab Saudi adalah solusi untuk implementasi yang lebih baik dari Ibadah Haji di masa depan (Subandi & Machmudi, 2022).

Dalam perdagangan bilateral, Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, merupakan aset mata uang bagi Arab Saudi. Indonesia memiliki jumlah kuota terbesar dalam ibadah haji.

Perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 7 miliar dolar AS dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Peradaban dan hubungan ekonomi antara kedua wilayah sudah berlangsung berabad-abad sebelum Islam.

Dalam sejarah modern, setelah Arab Saudi mengakui deklarasi kemerdekaan Indonesia pada 4 November 1947, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan dimulai dengan dibukanya misi Indonesia di Jeddah pada Mei 1950.

Perkembangan seperti kenaikan misi Indonesia menjadi kedutaan besar, pemindahan kedutaan besar ke Riyadh pada 1985, pembukaan konsulat Indonesia di Jeddah, perluasan kunjungan oleh pejabat dan pemimpin kedua negara, seperti kunjungan Presiden Sukarno ke Arab Saudi pada 1955, kunjungan Raja Faisal ke Indonesia pada 1970, lebih dari 40 perjanjian bilateral, dan pembukaan kembali perbatasan Saudi setelah pandemi Covid pada Desember 2021, semuanya memainkan peran kunci dalam pengembangan perdagangan bilateral (Kemlu RI, 2021).

Dalam konteks kerjasama bilateral, Indonesia dan Arab Saudi telah menandatangani sejumlah perjanjian kerjasama, termasuk terkait dengan jemaah haji dan umrah. Perjanjian-perjanjian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perdagangan hingga keamanan.

Indonesia dan Arab Saudi terus meningkatkan kerjasama mereka di berbagai bidang, menunjukkan komitmen keduanya untuk memperkuat hubungan bilateral (Bonesh, 2023).

Demikian dari bahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi telah mencapai momentum historis.

Kedua negara memiliki potensi yang tidak terbatas dan tertarik untuk meningkatkan kerjasama mereka, terutama dalam hal ekonomi, perdagangan, dan ibadah haji.

Dengan hubungan historis yang kuat dan komitmen untuk memperkuat kerjasama, Indonesia dan Arab Saudi memiliki peluang besar untuk memperluas kemitraan strategis mereka di masa depan.

Penulis: Mohammad Raihan Anwari
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Bonesh, F. (2023, October 26). Saudi Arabia and Indonesia’s bilateral trade: status and prospects. Middle East Briefing. https://www.middleeastbriefing.com/news/saudi-arabia-and-indonesias-bilateral-trade-status-and-prospects/

Kemlu RI. (2021). List of RI-Saudi Arabia Bilateral Cooperation Agreements. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. https://kemlu.go.id/riyadh/en/pages/daftar_persetujuan_kerja_sama_bilateral_ri-arab_saudi/648/information-sheet

Lai, S. (2023a, August 7). Saudi envoy sees new potential for strategic relation with Indonesia. Arab News. https://www.arabnews.com/node/2351151/world

Lai, S. (2023b, November 8). Indonesian VP hails ‘new era’ in relations with Saudi Arabia. Arab News. https://www.arabnews.com/node/2405361/world

Subandi, D., & Machmudi, Y. (2022). The role of the governments of Indonesia and Saudi Arabia in organizing the Hajj Pilgrimage 2015 – 2021. Journal of Strategic and Global Studies, 5(1). https://doi.org/10.7454/jsgs.v5i1.1106

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI