Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) pada saat ini menyebabkan dampak yang signifikan pada setiap aspek kehidupan manusia. Negara Indonesia merupakan salah satu dari negara yang terkena dampak perkembangan iptek tersebut.
Pada saat ini persebaran iptek sangatlah cepat, didukung dengan jaringan informasi dan komunikasi berupa internet yang mudah diakses oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia maka iptek akan tersebar luas. Pengembangan iptek banyak terjadi terutama di negara-negara barat yang maju seperti Inggris, Amerika, Belanda, dsb.
Iptek tersebut tersebar sampai ke Indonesia, tentunya mengandung berbagai muatan nilai dari negara pengembang iptek tersebut. Nilai tersebut tentu tidak hanya berisikan nilai positif saja, tetapi mengandung nilai negatif. Nilai tersebut terkadang berbenturan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, artinya nilai tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Sebagai contoh perkembangan internet dari negara barat yang banyak mengandung konten pornografi, konten pornografi tersebut mudah diakses oleh orang Indonesia, tetapi konten pornografi tersebut tidaklah sesuai dengan nilai-nilai Bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia memiliki Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dapat dijadikan sebagai landasan nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan itu maka setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang tersebar di Indonesia sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia dan tidak ada lagi suatu iptek yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila.
Baca juga: Kirim Artikel ke Media Mahasiswa Indonesia: 100% Diterbitkan!
Perkembangan IPTEK yang Pesat dan Dampaknya bagi Indonesia
Transformasi Kehidupan akibat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kamu tentu menyadari, peran Pancasila dalam pengembangan IPTEK sangat penting di era digital ini. Perkembangan IPTEK telah merombak cara hidup masyarakat Indonesia. Kini, informasi mengalir deras tanpa batas waktu dan tempat.
Teknologi canggih merasuk ke berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Transportasi, komunikasi, bahkan kesehatan mengalami lompatan besar karena IPTEK. Namun, transformasi ini membawa tantangan serius bagi nilai-nilai bangsa.
Tanpa pengendalian, perkembangan IPTEK dapat mengikis identitas nasional. Oleh karena itu, Pancasila harus dijadikan dasar dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
Perkembangan Pesat IPTEK di Abad ke-21
Di abad ke-21, kecepatan pertumbuhan IPTEK luar biasa. Inovasi muncul hampir setiap detik, dari kecerdasan buatan hingga blockchain. Generasi muda dan teknologi menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat.
Namun, perkembangan IPTEK juga mengundang banyak pertanyaan. Apakah semua teknologi sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia? Apakah teknologi digunakan untuk kebaikan bersama?
Di sinilah peran Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat relevan. Tanpa fondasi nilai, IPTEK hanya akan menjadi alat yang bisa disalahgunakan.
Peran Jaringan Informasi dan Komunikasi seperti Internet
Internet telah merevolusi komunikasi manusia. Akses terhadap informasi menjadi sangat mudah. Namun, informasi ini tidak selalu sehat atau sesuai budaya Indonesia.
Banyak nilai asing menyusup lewat media digital. Tanpa filter, masyarakat bisa kehilangan arah moral dan etika. Dalam konteks ini, fungsi Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangat dibutuhkan.
Pancasila harus menjadi kompas moral dalam menjelajahi dunia maya. Dengan demikian, IPTEK berkembang tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur bangsa.
Negara-Negara Pengembang dan Penyebar IPTEK
Negara-negara Barat seperti Amerika, Inggris, dan Belanda mendominasi pengembangan IPTEK global. Mereka menjadi pusat inovasi dan teknologi. Namun, budaya yang mereka bawa sering tidak sejalan dengan Pancasila.
Kamu harus paham, bahwa teknologi adalah hasil dari sistem nilai suatu bangsa. Oleh karena itu, penerapannya harus disesuaikan dengan nilai lokal. Jangan sampai kita meniru mentah-mentah tanpa penyesuaian.
Fungsi Pancasila dalam kemajuan IPTEK adalah menyaring dan menyesuaikan teknologi dengan karakter bangsa Indonesia. Ini penting untuk menjaga kedaulatan budaya kita di tengah arus globalisasi.
IPTEK bukanlah entitas netral. Ia dibentuk oleh nilai, norma, dan tujuan penciptanya. Maka, mengadopsi teknologi asing berarti membawa serta nilai pembuatnya. Tidak semua nilai tersebut sesuai dengan Pancasila.
Oleh karena itu, setiap pengembangan IPTEK yang sesuai dengan Pancasila harus melalui proses adaptasi dan penyaringan. Ini mencakup etika, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Dengan mengedepankan nilai Pancasila, Indonesia bisa menciptakan IPTEK yang bukan hanya canggih, tapi juga bermoral.
Dampak Nilai Asing dalam IPTEK terhadap Indonesia
Muatan Nilai Positif dan Negatif dalam IPTEK
IPTEK membawa kemudahan luar biasa dalam hidup sehari-hari. Namun, tidak semua teknologi membawa manfaat positif. Banyak juga teknologi yang menyimpan nilai-nilai negatif, terutama yang berasal dari budaya asing.
Budaya permisif, individualisme, dan materialisme adalah beberapa contoh nilai yang bertentangan dengan Pancasila. Bila tidak difilter, nilai-nilai ini bisa merusak tatanan masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, fungsi Pancasila dalam IPTEK sangat penting dalam menyaring setiap nilai dan inovasi yang datang dari luar.
Ketidaksesuaian Nilai Asing dengan Pancasila
Nilai-nilai asing seringkali tidak cocok dengan nilai luhur bangsa Indonesia. Contohnya, konten pornografi, gaya hidup bebas, dan sikap anti-sosial. Ini bertentangan dengan sila pertama dan kedua Pancasila.
Peran Pancasila dalam pengembangan IPTEK Indonesia adalah menjaga agar teknologi tetap sesuai dengan etika bangsa. Bukan menolak teknologi, tapi menyaringnya agar tidak merusak moral masyarakat.
Pancasila bukan penghambat, tetapi pemandu dalam pengembangan teknologi yang berkeadaban.
Baca juga: Pentingnya Orang Tua Memberikan Pendidikan Moral Kepada Anak Sejak Usia Dini
Pancasila sebagai Landasan Nilai dalam Penyaringan IPTEK
Peran Pancasila dalam Menyaring Konten dan Nilai Asing
Salah satu contoh nyata adalah konten pornografi yang merajalela di dunia maya. Tanpa filter, generasi muda akan terpapar konten merusak moral. Ini menjadi tantangan besar di era globalisasi.
Pancasila dan teknologi informasi harus disatukan untuk membentengi generasi muda. Pancasila menjadi tameng dalam menghadapi serangan budaya asing yang tidak sesuai.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai norma, kita dapat menyaring nilai negatif dan mengembangkan nilai positif dari IPTEK.
Mengembangkan IPTEK Berbasis Nilai-Nilai Pancasila
Pengembangan IPTEK tidak boleh dilepaskan dari budaya dan jati diri bangsa. Kita tidak boleh menjadi peniru buta. Sebaliknya, kita harus menjadi pengembang teknologi yang berjiwa nasionalis.
Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK menuntut agar setiap inovasi berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Ini adalah langkah strategis dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Kamu bisa mulai dari hal kecil, seperti menggunakan teknologi untuk pendidikan, bukan hiburan semata.
Menjadikan Pancasila sebagai Pedoman Pengembangan Ilmu
Pancasila bukan hanya ideologi, tapi fondasi dalam semua aspek kehidupan. Termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran Pancasila dalam perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk menciptakan inovasi yang bermoral.
Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai petunjuk etis. Setiap teknologi harus berkontribusi terhadap kemaslahatan umat manusia. Bukan sekadar kemajuan teknis, tapi juga nilai kemanusiaan dan moralitas.
Kamu bisa lihat bagaimana teknologi pendidikan berkembang pesat. Namun, tanpa panduan nilai, teknologi bisa menciptakan kesenjangan. Oleh karena itu, penting menjadikan Pancasila sebagai basis kebijakan IPTEK nasional.
Sikap Bijak Menghadapi Perkembangan IPTEK
Menurut saya dalam menyikapi perkembangan iptek yang sangat cepat dan luas, hendaknya bangsa Indonesia harus memahami dan menjadikan pancasila sebagai titik acuan ketika mengembangkan iptek maupun memakai suatu iptek. Dengan menerapkan pancasila dalam setiap itek, maka diharapkan bangsa Indonesia memiliki iptek yang berlandaskan pancasila.
Saat ini masyarakat tidak bisa lepas dari teknologi informasi oleh sebab itu masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan atau memanfaatkan teknologi informasi tersebut dan sebaiknya gunakan untuk hal-hal yang positif seperti dibidang pendidikan, ekonomi, politik dan bidang lainnya.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, seperti informasi mengenai gaya hidup bangsa barat yang gaya hidup bangsa barat bertentangan dengan nilai yang ada didalam Pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai Pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.
Baca juga: Kekuatan Bangsa dari Kepemimpinan yang Muda
Pentingnya Kesadaran Kolektif Bangsa
Setiap warga negara harus memiliki kesadaran kolektif. Kesadaran bahwa IPTEK harus digunakan dengan bijak. Ini tidak hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.
Peran masyarakat dalam menyikapi IPTEK sangat besar. Orang tua, guru, pemimpin lokal harus memberi teladan. Menggunakan teknologi secara produktif dan beretika adalah kunci.
Pancasila memberikan arah agar teknologi tidak disalahgunakan. Kesadaran kolektif akan memperkuat ketahanan budaya bangsa di era digital.
Menggunakan Teknologi secara Positif
Teknologi adalah alat. Bagaimana kita menggunakannya tergantung nilai yang kita anut. Jika digunakan dengan benar, teknologi bisa memperkuat pendidikan, komunikasi, dan kesejahteraan sosial.
IPTEK dan moral adalah dua sisi yang harus berjalan beriringan. Jangan sampai IPTEK mengikis etika dan nilai bangsa. Pancasila harus hadir dalam setiap penggunaan teknologi.
Kamu bisa mulai dari hal kecil, seperti menyebar informasi yang benar. Atau menghindari penyalahgunaan media sosial untuk hal negatif.
IPTEK sebagai Sarana Kemajuan Bangsa
IPTEK bisa menjadi pendorong kemajuan bangsa. Teknologi bisa mempercepat pembangunan ekonomi, pendidikan, dan politik. Namun, semua itu harus diarahkan dengan nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sebagai pengarah penggunaan teknologi memastikan IPTEK tidak digunakan untuk hal merusak. Teknologi seharusnya membawa manfaat, bukan kerugian.
Contohnya, pemanfaatan teknologi untuk UMKM, pertanian, dan pendidikan berbasis digital. Semua bisa berhasil jika dikembangkan dalam kerangka Pancasila.
Potensi Bahaya Jika Nilai Pancasila Diabaikan
a. Ancaman terhadap Moral dan Jati Diri Bangsa
Jika Pancasila diabaikan dalam pengembangan IPTEK, maka moral bangsa terancam. Kamu bisa melihat banyak contoh penyalahgunaan teknologi. Seperti konten kekerasan, penipuan digital, dan pornografi.
Ketika nilai Pancasila tidak dijadikan acuan, maka jati diri bangsa akan luntur. Anak muda lebih mengenal budaya asing daripada budaya sendiri.
Fungsi Pancasila dalam menghadapi kemajuan IPTEK adalah menjaga agar bangsa tidak kehilangan arah. Ini sangat penting untuk masa depan generasi kita.
b. Ketergantungan tanpa Kontrol terhadap Teknologi Asing
Ketergantungan terhadap teknologi asing menjadi masalah besar. Kita hanya menjadi konsumen, bukan produsen. Lebih parah lagi jika teknologi tersebut tidak sesuai dengan nilai bangsa.
Peran Pancasila dalam pengembangan IPTEK adalah memastikan kemandirian teknologi. Kita harus bisa menciptakan teknologi sendiri, yang sesuai dengan kepribadian nasional.
Ketergantungan ini tidak hanya melemahkan ekonomi, tapi juga mengancam ideologi bangsa. Oleh karena itu, penting membangun teknologi yang Pancasilais.
Arus Globalisasi dan Pengikisan Nilai Bangsa
Arus globalisasi begitu cepat merasuk kedalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh ini sudah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim, bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita.
Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek, tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Mereka menjadi korban teknologi dimana teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau jadi apa generasi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak. Hubunganya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat, dimana generasi muda merupakan penerus masa depan bangsa.
Baca juga: Pancasila Mengikuti Perkembangan Zaman
Globalisasi dan Generasi Muda
Generasi muda berada di garis depan era globalisasi. Mereka sangat akrab dengan teknologi dan budaya asing. Namun, apakah mereka juga akrab dengan Pancasila?
Globalisasi membawa dua sisi. Positif dan negatif. Tanpa filter nilai, generasi muda bisa kehilangan arah.
Generasi muda dan teknologi harus diarahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Ini penting untuk menjaga jati diri bangsa Indonesia.
Pengaruh Globalisasi dalam Gaya Hidup
Gaya hidup ala Barat kini menjadi tren. Anak muda lebih senang meniru selebriti asing daripada menghargai budaya lokal. Ini adalah efek globalisasi yang tidak difilter dengan baik.
Fenomena ini mengubah cara berpakaian, berbicara, bahkan berpikir. Banyak dari perubahan ini tidak sesuai dengan nilai sopan santun bangsa.
Fungsi Pancasila dalam perkembangan IPTEK adalah menjadi rem terhadap pengaruh budaya asing. Supaya tidak merusak nilai luhur bangsa.
Hilangnya Kepribadian Bangsa
Ketika budaya asing terus-menerus masuk tanpa filter, maka kepribadian bangsa terancam. Anak-anak lebih mengenal bahasa asing daripada bahasa daerah. Lebih suka produk luar daripada produk lokal.
Padahal, nilai-nilai bangsa Indonesia adalah warisan yang sangat berharga. Jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan ciri khas bangsa sendiri.
Pancasila adalah solusi agar teknologi bisa digunakan tanpa mengorbankan jati diri bangsa.
Menurunnya Sopan Santun dan Kepedulian Sosial
Sikap individualisme dan egoisme meningkat di era digital. Banyak orang sibuk dengan gadget, lupa bersosialisasi. Ini menunjukkan IPTEK dan moral tidak berjalan beriringan.
Padahal, sopan santun adalah bagian penting dari budaya Indonesia. Tanpa itu, masyarakat akan menjadi kaku, tidak peduli, dan mudah terpecah.
Pancasila dalam perkembangan IPTEK harus menekankan nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan kepedulian.
Akibat Jangka Panjang dari Globalisasi Tanpa Filter
Jika globalisasi terus berlangsung tanpa filter nilai, maka kerusakan moral tidak bisa dihindari. Nasionalisme akan memudar, dan rasa cinta tanah air akan menurun.
Generasi muda sebagai penerus bangsa bisa kehilangan arah. Mereka tidak lagi bangga menjadi Indonesia. Ini adalah bahaya besar yang harus diatasi segera.
Penerapan nilai Pancasila menjadi solusi untuk menjaga karakter bangsa. Inilah contoh pengembangan IPTEK yang sesuai dengan Pancasila.
Tanggung Jawab Etis Pengembang Teknologi dalam Perspektif Pancasila
Peran Ilmuwan dan Inovator dalam Menjaga Etika IPTEK
Ilmuwan dan inovator teknologi memiliki tanggung jawab besar. Mereka bukan sekadar pencipta alat, tapi juga penjaga moral dan etika. Dalam kerangka Pancasila, inovasi harus sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Peranan Pancasila dalam menghadapi pengaruh IPTEK menuntut agar para ahli teknologi bertindak bijak. Mereka tidak boleh menciptakan teknologi yang bisa membahayakan umat manusia.
Teknologi harus digunakan untuk memajukan bangsa, bukan merusaknya.
Perluasan Nilai Pancasila dalam Dunia Akademik dan Industri
Dunia pendidikan dan industri teknologi juga harus berperan aktif. Kurikulum IPTEK di sekolah dan universitas perlu ditanamkan nilai Pancasila. Dengan begitu, generasi muda paham bahwa teknologi bukan hanya soal kecanggihan.
Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencakup etika, tanggung jawab, dan keberlanjutan. Dunia industri pun harus menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keberlanjutan dalam inovasi.
Ini akan menciptakan budaya IPTEK yang Pancasilais dan berorientasi pada kepentingan publik.
Penegakan Regulasi Berbasis Nilai Pancasila
Regulasi dan kebijakan IPTEK juga harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap produk teknologi yang beredar tidak melanggar norma bangsa.
Fungsi dan peran Pancasila dalam menghadapi IPTEK adalah sebagai rambu-rambu kebijakan. Tanpa regulasi yang kuat, penyalahgunaan teknologi akan terus terjadi.
Pemerintah harus menggandeng masyarakat, akademisi, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem IPTEK yang sehat dan bermoral.
Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Menanamkan Nilai IPTEK yang Berbasis Pancasila
Peran Keluarga sebagai Lembaga Pendidikan Pertama
Keluarga memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter. Anak-anak belajar nilai dan etika pertama kali di rumah. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh dalam menggunakan teknologi.
Peran Pancasila dalam pengembangan IPTEK bisa dimulai dari rumah. Orang tua harus mengajarkan anak bagaimana menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Kamu sebagai bagian dari keluarga bisa ikut berperan aktif dalam membentuk karakter digital yang Pancasilais.
Pendidikan sebagai Wadah Penanaman Nilai IPTEK dan Moral
Sekolah dan institusi pendidikan harus menanamkan nilai Pancasila dalam penguasaan IPTEK. Pendidikan moral, kewarganegaraan, dan digital harus digabungkan.
Bagaimana peran Pancasila dalam menghadapi perkembangan dunia terutama di bidang teknologi dan IPTEK? Jawabannya ada dalam pendidikan. Anak-anak perlu belajar bahwa teknologi bukan tujuan, melainkan alat.
Dengan nilai Pancasila, mereka akan menjadi pengguna dan pengembang teknologi yang bermoral.
Kolaborasi Guru dan Pemerintah dalam Pendidikan IPTEK Berbasis Pancasila
Pemerintah dan tenaga pendidik harus bekerja sama. Kurikulum, materi ajar, dan metode pembelajaran harus menyatu dengan nilai-nilai Pancasila.
Fungsi Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah menjaga arah pendidikan IPTEK agar tidak menyimpang dari tujuan nasional.
Generasi masa depan perlu dibekali keterampilan teknologi dan karakter kuat agar bisa bersaing secara global, tanpa kehilangan kepribadian nasional.
Refleksi Kasus: Ketika IPTEK Bertentangan dengan Pancasila
Contoh Kasus Pengembangan IPTEK yang Bertentangan dengan Pancasila
Salah satu kasus nyata adalah penyalahgunaan media sosial untuk penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Ini sangat bertentangan dengan sila kedua dan ketiga Pancasila.
Contoh lainnya, penggunaan teknologi pengenalan wajah tanpa izin atau kebocoran data pribadi. Hal ini melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan.
Contoh kasus pengembangan IPTEK yang bertentangan dengan Pancasila mengajarkan kita pentingnya nilai moral dalam setiap inovasi teknologi.
Refleksi Perilaku yang Bertentangan dengan Nilai Pancasila
Banyak perilaku di dunia maya yang mencerminkan hilangnya nilai Pancasila. Misalnya, cyberbullying, ujaran kebencian, hingga konten yang merusak moral generasi muda.
Refleksi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi kita semua.
Kamu harus bijak dalam menggunakan media digital. Jadikan teknologi sebagai sarana berbagi kebaikan, bukan kerusakan.
Solusi bagi Pengembangan IPTEK yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila
Solusinya adalah memperkuat pendidikan karakter dan regulasi yang tegas. Solusi bagi pengembangan IPTEK yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila mencakup pendekatan holistik dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.
Teknologi harus dikembangkan untuk membangun bangsa. Bukan untuk menghancurkannya. Nah, Pancasila adalah jawaban untuk setiap tantangan moral di era digital.
Pancasila Dibutuhkan
Pancasila merupakan titik acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indoneia. Dalam perserbaran iptek ke Indonesia pastinya masih mengandung nilai-nilai budaya barat atau nilai dari pembuat iptek tersebut yang terkadang berisikan nilai yang bertentangan/tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia.
Untuk itu pancasila dibutuhkan sebagai acuan agar nilai-nilai yang tidak sesuai dengan pancasila dibuang, sehingga bangsa Indonesia tidak terpengaruhi dan tetap memiliki ciri khas atau identitas sebagai Bangsa Indonesia.
Baca juga: Agama Dominan yang Intoleran, Sesuaikah dengan Sila ke 1 Pancasila?
Apakah kita menyadari bahwa kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar kita ibarat pisau bermata dua, di satu sisi IPTEK memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain dapat membunuh, bahkan memusnahkan peradaban umat manusia. Contoh yang pernah terjadi adalah ketika bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia Kedua.
Dampaknya tidak hanya dirasakan warga Jepang pada waktu itu, tetapi menimbulkan traumatik yang berkepanjangan pada generasi berikutnya, bahkan menyentuh nilai kemanusiaan secara umum. Nilai kemanusiaan bukan milik individu atau sekelompok orang atau bangsa semata, tetapi milik bersama umat manusia (Kuntowijoyo, 2006: 4).
Penutup: Pancasila Menjawab Tantangan Zaman
Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi fondasi dalam setiap aspek kehidupan. Di era IPTEK dan globalisasi, peran Pancasila menjadi sangat vital. Tanpa Pancasila, IPTEK bisa menjadi ancaman, bukan berkah.
Kamu sebagai warga negara Indonesia memiliki peran penting. Jadilah pengguna teknologi yang cerdas, bermoral, dan Pancasilais.
Jika kita semua bergerak bersama, maka pengembangan IPTEK yang sesuai dengan nilai Pancasila akan menjadi kenyataan.
Sinta Romadhon
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














