Kepribadian Manusia

Opini.
Sumber gambar: Pixabay.com

Arti dari kepribadian manusia atau personality berasal dari kata persona. Kata tersebut merujuk pada kedok atau topeng, yaitu sebuah penutup muka yang kerap digunakan oleh pemain drama panggung. Di mana hal tersebut menggambarkan sebuah perilaku, kepribadian, dan watak seseorang.

Biasanya topeng tersebut digunakan oleh para pemain drama di Zaman Romawi. Bagi bangsa Roma, “persona” memiliki arti tentang bagaimana seseorang tampak di hadapan orang lain. Secara umum, kepribadian seseorang merujuk pada bagaimana mereka tampil dan memberikan kesan bagi orang lain.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa definisi kepribadian secara umum itu bersifat lemah. Sebab, mereka hanya menilai perilaku seseorang bisa diamati saja dan tidak menganggap bahwa mungkin ciri-ciri tersebut akan berubah seiring berjalannya waktu.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Peran Orang Tua dalam Proses Perkembangan Kepribadian Anak

Selain itu, definisi tersebut juga tergolong lemah karena sifatnya yang evaluatif atau menilai. Bagaimanapun, pada dasarnya kepribadian seseorang tidak bisa dinilai dengan “baik” atau “buruk”. Sebab hal itu bersifat netral.

Menurut Agus Sujanto dkk (2004), mengungkapkan bahwa kepribadian seseorang merupakan suatu totalitas psikofisik yang cukup kompleks dari tiap individu. Sehingga akan tampak dalam tingkah laku mereka yang unik.

Kemudian, kepribadian menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim, mengatakan bahwa kepribadian merupakan tingkah laku dan sifat khas seseorang yang bisa membedakannya dengan individu lain.

Selain itu, mereka juga menuliskan bahwa personality adalah sebuah integrasi dari karakteristik yang terstruktur, minat, pola tingkah laku, kemampuan dan juga potensi yang dimiliki oleh seseorang. Itu artinya, kepribadian adalah semua hal dari diri seseorang yang diketahui oleh orang lain.

Berdasarkan teori Hippocrates-Galenus, kepribadian khas seseorang muncul karena adanya dominasi salah satu unsur. Untuk mempermudah pembahasan mengenai kepribadian, berikut terangkum empat jenis kepribadian mendasar seseorang:

Baca Juga: Belajar Ilmu Kesehatan Mental itu Penting, Benarkah?

1. Koleris

Jenis kepribadian ini biasanya menggambarkan seseorang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang-orang dengan jenis kepribadian koleris sangat terkenal dengan sikap analitis, logis, praktis, dan langsungnya serta terkenal sangat cerdas.

Orang dengan kepribadian koleris ini tidak selalu bisa menjadi teman baik atau orang yang ramah karena mereka lebih suka sendirian daripada berada di perkumpulan orang berkepribadian lemah. Orang dengan kepribadian koleris juga kerap tidak menyukai pembicaraan singkat dan sangat menikmati sebuah pembicaraan yang mendalam dan bermakna.

Orang dengan jenis kepribadian koleris idealnya suka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki minat profesional yang sama dengannya. Adapun beberapa pekerjaan yang cocok untuk seorang koleris yaitu pekerjaan yang terkait dengan industri seperti pengelolaan, teknologi, statistik, teknik, dan programming.

2. Melankolis

Orang-orang dengan jenis kepribadian melankolis biasanya adalah tipe orang yang mencintai keluarga, dan teman-teman. Melankolis tidak terlalu menyukai hal baru atau petualangan alias lebih suka tradisi. Jenis kepribadian melankolis cenderung menolak untuk bekerja di luar kota atau luar negeri karena mereka enggan berjauhan dengan rumah serta orang-orang tersayang mereka.

Soal kehidupan sosial, jenis kepribadian melankolis adalah juaranya. Tipe orang ini dikenal sangat berusaha memberi kontribusi pada komunitas dan memiliki jiwa sosial tinggi. Mereka juga memiliki kepribadian yang baik serta sangat teliti dan akurat.

Karier yang cocok untuk orang dengan jenis kepribadian melankolis adalah dalam bidang sosial, antara lain pekerjaan di bidang pengelolaan atau manajemen, akuntansi, pekerjaan sosial, atau bagian administrasi.

Baca Juga: Kenapa Harus Belajar Psikologi?

3. Plegmatis

Orang dengan kepribadian plegmatis adalah orang yang sangat cinta damai. Mereka cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha untuk menengahi orang lain. Mereka suka mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat dengan orang lain. Hal inilah yang membuat mereka menjadi tipe pasangan yang setia dan bisa menjadi orang tua yang penuh kasih.

Orang dengan kepribadian plegmatis juga suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, keluarga jauh, bahkan tetangga. Sifat buruk seorang plegmatis adalah sering memendam masalah karena merasa tidak enak dengan orang lain.

Dalam mengambil keputusan, ia juga kerap lama karena harus mementingkan orang lain lebih dulu. Meski mereka memiliki unsur kepribadian yang dingin, mereka juga suka membantu orang lain. Mereka juga memiliki karakter yang sabar dan lembut. Oleh karena itu, pekerjaan yang cocok dengan jenis kepribadian ini adalah perawat, guru, psikolog, atau konseling.

4. Sanguinis

Meski memiliki kepribadian yang panas, orang dengan jenis kepribadian sanguinis dikenal sangat hidup alias optimis, ringan, riang, ceria, dan aktif. Orang dengan jenis kepribadian ini sangat suka petualangan dan memiliki toleransi yang sangat tinggi. Mereka mudah bergaul dan mudah mencairkan suasana yang kaku menjadi lebih menyenangkan.

Mereka juga sangat percaya diri dan dapat dipercaya. Mereka sangat suka dengan hiburan. Oleh karena itu, ketika bosan, mereka akan cari variasi hiburan lain. Sayangnya, kadang sifat ini memengaruhi performa kerja mereka karena mereka cepat merasa bosan dan langsung mencari distraksi yang lebih menyenangkan.

Orang berkepribadian dikenal sangat kreatif dan cocok menjadi seniman. Mereka dianggap akan berhasil jika memilih karier di industri hiburan. Mereka cocok dengan pekerjaan di industri kreatif karena kemampuan alami mereka. Orang dengan jenis kepribadian sanguinis sangat cocok bekerja pada bidang pekerjaan yang berhubungan dengan marketing, travel, fashion, memasak atau kuliner, atau olahraga.

Penulis:
1. Adinda Mediana 
2. Amelia Tirana Sita
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Pamulang 

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI