Introvert, tetapi Tidak Introvert

Litmatch
Foto: Dok. MMI

Apakah kalian sudah mengetahui, apa arti yang sebenarnya dari kalimat “introvert” tersebut?

Menurut pandangan serta pemahaman saya, arti dari kata introvert adalah di mana seseorang memiliki jiwa kepribadian yang di mana suka menarik diri dari keramaian sekumpulan orang-orang di sekitar lingkungan mereka.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pada suatu hari, ini pengalaman pribadi saya, yang mana menguji apakah saya termasuk golongan introvert kah? ekstrovert kah? ambivert kah?

Dengan mencoba men-download satu aplikasi bernama litmatch.

Di aplikasi tersebut saya bisa mengasah jiwa sosial, komunikasi yang menggunakan bahasa sopan serta santun, bersosialisasi dengan orang asing atau bisa disebut dengan orang yang baru kita kenal melalui aplikasi tersebut.

Lewat aplikasi litmatch ini, saya bisa mengerti bagaimana cara berinteraksi maupun berkomunikasi dengan orang yang baru saja kita kenal dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang amat sangat basic di kalangan pengguna aplikasi litmatch tersebut.

Di antara pertanyaannya, seperti orang mana? asli mana? cewek atau cowok? nyari apa di aplikasi ini? boleh berteman? ada Instagram? tukeran WhatsApp boleh kali? dan banyak sekali beberapa pertanyaan yang mereka ajukan untuk mengajak kita berkenalan satu sama lain.

Dari aplikasi tersebut kita bisa mencoba beberapa permainan yang amat sangat seru dan wajib untuk dicoba untuk meng-explore dan menambah pengalaman jiwa sosial kita terhadap orang baru atau bisa disebut dengan orang asing.

Di aplikasi litmatch tersebut telah disediakan beberapa fasilitas yang amat sangat rekomendasi untuk dicoba bagi pengguna yang memakai aplikasi ini.

Jadi kalo kita bosan atau gak ada kegiatan sangat cocok untuk men-download aplikasi litmatch karena aplikasi ini sangat cocok untuk menemani kalangan orang-orang yang kesepian atau yang perlu ditemenin di kala ada kesenjangan waktu kosong.

Kalian dapat mencoba bermain “soul game”, di mana kalian bisa chat-an dengan orang random yang amat seru apabila diajak chatan sesama saling fast respon.

Namun, di sana juga terdapat waktu selama bermain di soul game serta chat-annya.

Di mana diberi waktu dari aplikasi tersebut kurang lebih 3 menit untuk sepasang orang random yang tengah asyik melakukan chat-an dan berbagi cerita permainan soul game tersebut.

Permainan yang lainnya ada “voice game” yang kalian bisa coba lagi selain permainan soul game yang ada pada permainan dari aplikasi litmatch tersebut.

Permainan voice game ini kalian bisa saling teleponan dengan beberapa orang di luar kota Indonesia maupun di luar negeri.

Di voice game ini, waktu yang diberikan cukup lama untuk kalian gunakan mengobrol serta saling tukar kabar lewat teleponan.

Waktu yang diberikan dari aplikasi tersebut adalah 7 menit, tetapi dari kedua permainan yang telah disediakan dari aplikasi litmatch tersebut apabila kalian sudah merasa cocok atau bisa dikatakan sefrekuensi dengan lawan bicaranya kalian bisa saling pencet tombol ’’love” yang ada di atas sebelah kanan, itu pun untuk yang di soul game.

Dari situlah kalian bisa memperdalam perkenalan anda dengan lawan bicara yang tadi sempat bermain di soul game.

Untuk di voice game pun sama aja, yang membedakan hanya keberadaan “love” saja, kalau di voice game letak love-nya ada di bawah tepat berada di tengah-tengah antara mic serta speaker yang aktif, dengan keduanya saling menyala.

Itulah kesimpulan serta perbedaan di antara kedua permainan yang ada pada aplikasi litmatch tersebut.

Untuk memverifikasi biodata diri anda dan ikut gabung pada aplikasi litmatch tersebut juga sangat gampang serta mudah, dengan diperlukannya akun Gmail anda, nomor telepon yang aktif, mengisi beberapa biodata anda yang sudah tertera di sana.

Seperti lainnya ada nama panggilan, tanggal lahir, jenis kelamin, kepribadian yang sangat menggambarkan jati diri anda.

Setelah kalian berhasil bikin akun di aplikasi tersebut, barulah kalian bisa memilih di pengaturan mau memakai avatar yang bentukannya mau kayak gimana sesuai dengan (type) masing-masing aja.

Setelah dibuatnya akun, anda bisa mengatur di pengaturan yang terletak pada sebelah kiri pojok atas yang garis 3 itu.

Dengan kalian mengatur itu, kalian bisa sesuaikan dengan jenis kelamin mana yang kalian pilih untuk diajak berkenalan di aplikasi tersebut atau bisa kalian memilih diantara kedua jenis kelamin apabila kalian bingung untuk memilihnya untuk tetap lanjut saling berkomunikasi serta berinteraksi.

Kalian juga bisa menyesuaikan umur mau sampai berapa target orang yang mau ajak kenalan.

Di aplikasi ini juga kalian bisa mengupload serta mengunggah video atau foto yang kalian ingin bagikan kepada orang-orang yang berada di aplikasi tersebut.

Kalian dapat melihat dari notifikasi yang ada pada aplikasi litmatch karena notifikasi tersebut akan muncul dengan sendirinya apabila ada beberapa orang yang mampir (stalking) akun kita serta menyukai foto atau video yang kita upload di biodata kita.

Ada satu permainan yang amat seru untuk kalian coba mainkan.

Permainan ini telah disediakan dari aplikasi litmatch tersebut. di mana nama permainannya “party room” di mana disini kita dapat mengobrol hal-hal random serta dapat kenalan baru dengan bertemu orang-orang random serta asik untuk diajak sharing serta mengobrol.

Party room ini bisa dikatakan mirip dengan “voice game”, tetapi yang membedakannya adalah kalo kalian masuk ke permainan party room ini kalian bisa mencoba banyak hal baru yang kalian dapat lakukan.

Di dalamnya terdapat beberapa efek suara, seperti grogi, cemas, boom, kaget, senang, dan lain-lainnya, serta terdapat beberapa stiker yang amat sangat lucu dan ada beberapa stiker yang couple.

Apabila kalian udah dapat kenalan di room kalian bisa mengajaknya mencoba saling melempar stiker serta menggunakan stiker yang amat sangat lucu itu dengan saling feedback antara keduanya.

Di room ini juga kalian bisa saling mengasih sebuah emoji berupa bunga mawar, bentuk love pink, kecupan, boom, bola salju, perangko, dan kucing lucu, dan yang paling seru adalah kalian bisa saling mendapatkan feedback yang seimbang dengan diberikanya gift dari teman baru anda.

Di aplikasi litmatch tersebut kalian dapat mencari diamond dengan kalian menonton iklan yang telah tersedia dari aplikasinya setelah kalian telah usai menyelesaikan menonton iklannya nanti kalian baru bisa mendapatkan diamond tersebut setelah kalian menyelesaikan nonton iklan.

Kegunaan “diamond” itu buat apa sih di litmatch? Ya tentu ada dong kegunaannya!

Diamond yang didapatkan bisa digunakan kembali untuk memberi gift teman dekat anda jika kalian berada di party room, bisa meng-upgrade avatar kalian pada profil biodata, dan memilih bingkai untuk menghiasi avatar kalian.

Tetapi hal yang paling menyebalkannya adalah apabila kalian mau memasuki aplikasi litmatch tersebut, kalian harus menonton iklan dulu sebelum baru bisa masuk ke aplikasi itu.

Dan dengan kalian aktif di aplikasi sana diperlukannya data yang amat sangat banyak,kalo kurang tidak akan bisa nyambung pada aplikasi litmatchnya.

Dipastikan sebelum anda login ke litmatch, kuota anda cukup kalau tidak pasti ngelag parah jaringannya.

Baiklah, setelah menjelaskan kegunaan pengguna baru yang baru join di aplikasi litmatch yang di atas. mari kita lanjutkan pengalaman saya selama 2 tahun bermain aplikasi litmatch ini.

Di mana saya bergabung lagi bermain serta download aplikasi ini setelah saya lulus SMA di tahun 2024 bulan Mei karena kan saya udah punya handphone sendiri dan sudah tidak balik lagi untuk melanjutkan pendidikan sekolah saya di pesantren.

Alhasil, saya cobalah untuk join lagi bermain aplikasi litmatch ini.

Setelah saya coba beberapa permainan yang sudah saya jelaskan di atas itu,saya merasa lebih nyaman di mana saya bisa melepas diri saya yang inilah “jati diri” saya sebenarnya.

Ya, sesuai dengan judul yang dipilih oleh saya sendiri, saya merasa mulai nyaman berada di “party room”.

Karena di sana saya dapat menjadi diri sendiri tanpa menjadi orang lain untuk disukai maupun diterima di diri mereka.

Awalnya saya pas masuk room itu, saya berada di bawah yang di mana kalo di bawah itu artinya menyimak atau bisa disebut juga dengan introvert.

Seiring berjalannya waktu, saya diundanglah untuk menaiki bangku yang tersedia di room tersebut sama pemilik room tersebut, dan alhasil aku terimalah undangannya untuk menaiki bangku yang tersedia.

Mulai dari situlah saya merasa 3S: sok kenal, sok asik, dan sok dekat dengan pemilik room maupun orang-orang yang berada di room tersebut.

Dari situlah saya merasa, kayaknya gak termasuk nih diri ini ke jiwa introvert pada umumnya!

Ternyata terbuktilah dengan sendirinya bahwa diri ini tidaklah termasuk introvert, tapi juga tidak bisa dikatakan ekstrovert juga, atau mungkin masuknya ke ambivert ya? Sepertinya iya, diri ini masuknya ke sini.

Setelah diri ini tau ke mana arah jiwa sosialnya untuk mengimbangi kesosialan di tengah-tengah orang litmatch ini.

Pada akhirnya mulailah berdamai dengan keadaan yang dulunya tidak suka nge-room, open mic di room, menyimak pembicaraan, menarik diri untuk tidak mencoba hal baru dengan mengajak ngobrol orang terlebih dahulu.

Di situlah mulai berubah dengan sangat cepat, diri ini pun kaget dan terheran-heran.

Kok bisa ya, secepat ini perubahannya? Gejala awalnya apa ya kira-kira? Ini bukan dirimu yang dulu!

Tetapi mau diubah pun sudah terlanjur nyaman dengan keadaan yang seperti ini dan mulailah berdamai.

Aku nyaman dengan keadaan seperti ini dan itu membawa aku mendapatkan beberapa teman dari aplikasi litmatch ini.

Kita mulailah percakapan kita dengan saling mengirimi pesan satu sama lain di room chat handphone masing-masing, sering menghabiskan waktu untuk saling shairing serta mengobrol hal random aja sebenarnya asalkan itu membuat kita ketawa dan melupakan lelahnya seharian.

Di mana kita saling tukeran nomor WhatsApp untuk coba lebih dalam lagi pertemanan kita, dan juga beberapa kali menghabiskan waktu mengobrol dengan telponan melalui aplikasi WhatsApp tersebut.

Kalau WhatsApp aku sepi, maka aku beralih untuk mampir sebentar ke aplikasi litmatch untuk mengobrol dengan beberapa teman dekat aku lewat room-nya dia serta teman-temannya.

Jadi kalau aku belum mengantuk,aku bisa kesana dulu sampai waktu tidur aku tiba baru aku off dari aplikasi litmatch.

Aku ada cerita sedikit, di mana waktu itu aku pernah jarang aktif di sana.

Lalu, aku coba aktif lagi di litmatch itu banyak sekali notif dan orang-orang pada nge-chat aku di room chat serta mengajak aku buat ikut ngobrol sama mereka di roomnya temen aku.

Di situlah aku merasa senang, ternyata kehadiran aku aktif di litmatch itu ditunggu-tunggu oleh teman-teman aku.

Dan pada akhirnya aku menghabiskan waktu serta kegiatan aku setelah aku pulang dari kampus malam itu dengan aku aktif di sana dan banyak sekali ngobrol dan oversharing berbagi cerita keseharian aku sama teman-teman aku di sana.

Walaupun waktu jam tidurku jadi berantakan dan tidak beraturan, di sisi lain aku bahagia karena ada yang nemenin aku begadang dan mau mendengarkan oversharing cerita aku serta saling tukar cerita aku bersama teman dekatku.

Itulah cerita singkat pengalaman aku selama aku gabung di aplikasi litmatch tersebut, terima kasih litmatch sudah menemaniku di malam hari hingga ngantukku tiba.

Ini ada satu cerita yang amat sangat diluar dugaan aku, di mana waktu itu aku mengantarkan ibu kontrol ke rumah sakit untuk check lab.

Dan adalah sepasang ibu-anak yang sedang menunggu dokter kehamilan untuk memeriksa janin yang ada di dalam perut anaknya ibu tersebut.

Tetapi anehnya ibu dari anaknya itu, mengajak ngobrol aku duluan dan bertanya kamu anak kuliahan dek? Jurusan apa? Di mana universitasnya? Aku jawablah pertanyaan dari ibu-ibu itu.

“Iya bu saya anak kuliahan, FKIP (PGSD), Unpam 2 bu viktornya.”

Setelah aku dan ibu itu selesai berbincang, ibu aku nyeletuk seperti ini, “introvert bu emang anak saya.”

Lalu, ibu tersebut pun menjawab, kayaknya anak ibu gak introvert deh.

Anak ibu lebih ke arah kalo diajak ngobrol ya dia baru ngobrol, begitu pun sebaliknya.anak ibu juga gak terlalu pendiam.


Penulis: Syawalia Azzahra Setiyono (251012400166)
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses