SMART KETO FAMILY–RESILIENCE: Edukasi Digital dan Pendampingan Keluarga Pascabencana untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
SMART KETO FAMILY–RESILIENCE (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Padang, MMI – Kondisi pascabencana tidak hanya menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan keluarga dalam jangka panjang. Perubahan pola makan, keterbatasan akses terhadap pangan sehat, berkurangnya aktivitas fisik, stres, gangguan istirahat, serta terganggunya pemantauan kesehatan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung koroner.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Dosen Universitas Syedza Saintika Padang melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “SMART KETO FAMILY–RESILIENCE: Edukasi Digital dan Pendampingan Keluarga Pascabencana untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner” kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang memperoleh pendanaan melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan dirancang sebagai bentuk pemberdayaan keluarga dengan mengintegrasikan edukasi kesehatan, pola makan sehat adaptif, aktivitas fisik, self-care, kesehatan mental, penguatan ketahanan keluarga (family resilience), serta pemanfaatan teknologi digital.

Program SMART KETO FAMILY–RESILIENCE dilaksanakan oleh tim multidisiplin Universitas Syedza Saintika Padang yang diketuai oleh Ns. Vino Rika Nofia, M.Kep., dengan anggota tim Dr. Ibrahim, M.Biomed. dan Imrah Sari, M.Kom. Kolaborasi keilmuan dalam tim menjadi salah satu kekuatan program, terutama dalam mengintegrasikan aspek kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular dengan pemanfaatan teknologi informasi sebagai media edukasi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua orang mahasiswa sebagai fasilitator lapangan. Mahasiswa berperan membantu proses edukasi, mendampingi keluarga dalam menggunakan media pembelajaran digital, membantu pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta mendukung dokumentasi kegiatan. Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) agar mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Ns. Vino Rika Nofia, M.Kep., menjelaskan bahwa upaya pencegahan penyakit jantung koroner perlu dimulai dari lingkungan terdekat seseorang, yaitu keluarga. Terlebih pada kondisi pascabencana, keluarga membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dan mempertahankan perilaku sehat meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

SMART KETO FAMILY–RESILIENCE tidak hanya memberikan informasi tentang kesehatan jantung. Program ini dirancang agar keluarga mampu memahami faktor risiko, mengenali kebiasaan yang perlu diperbaiki, saling mendukung, dan secara bertahap membangun perilaku hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ns. Vino Rika Nofia, M.Kep.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian tahapan yang meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi program, edukasi kesehatan, pelatihan dan pendampingan keluarga, pemanfaatan media edukasi digital, monitoring perilaku sehat, serta evaluasi perkembangan peserta.

Dalam kegiatan edukasi, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai penyakit jantung koroner dan faktor risikonya, pola makan sehat dan pendekatan ketogenik adaptif, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, self-care, serta pentingnya dukungan keluarga dalam mempertahankan perilaku sehat.

Salah satu keunggulan program ini adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemberdayaan keluarga. Tim mengembangkan modul digital SMART KETO FAMILY–RESILIENCE, video edukasi, infografis, serta media pembelajaran berbasis digital yang dapat diakses kembali oleh masyarakat setelah kegiatan tatap muka selesai. Keluarga juga diarahkan melakukan monitoring kebiasaan sehat melalui checklist sederhana sehingga perkembangan perilaku dapat diamati secara bertahap.

Dalam implementasinya, Dr. Ibrahim, M.Biomed. turut memperkuat substansi kesehatan dan aspek biomedis dalam edukasi pencegahan penyakit tidak menular. Sementara itu, Imrah Sari, M.Kom. berperan mendukung pengembangan dan implementasi media edukasi serta teknologi digital yang digunakan dalam program. Sinergi tersebut menjadikan SMART KETO FAMILY–RESILIENCE tidak hanya sebagai kegiatan penyuluhan, tetapi sebagai model edukasi keluarga yang memadukan ilmu kesehatan dengan inovasi teknologi.

Tidak hanya keluarga, kader kesehatan juga dilibatkan secara aktif sebagai bagian penting dari keberlanjutan program. Kader dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjadi fasilitator edukasi, mendampingi keluarga, membantu monitoring perilaku kesehatan, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.

Keterlibatan Puskesmas Lubuk Buaya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SMART KETO FAMILY–RESILIENCE. Kolaborasi antara perguruan tinggi, Puskesmas, kader kesehatan, mahasiswa, dan keluarga sasaran diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Program ini juga diarahkan agar tidak berhenti setelah periode pendanaan berakhir. Tim pengabdian merencanakan penguatan keberlanjutan melalui integrasi SMART KETO FAMILY–RESILIENCE ke dalam kegiatan promotif dan preventif Puskesmas Lubuk Buaya, khususnya Posbindu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) dan edukasi kesehatan keluarga. Sebagai penguatan kelembagaan, direncanakan pula penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS)/MoU antara Universitas Syedza Saintika Padang dan Puskesmas Lubuk Buaya terkait implementasi dan pemanfaatan luaran program secara berkelanjutan.

Melalui mekanisme tersebut, modul digital, video edukasi, media promosi kesehatan, instrumen monitoring, serta media digital SMART KETO FAMILY–RESILIENCE diharapkan tetap dapat dimanfaatkan oleh Puskesmas dan kader sebagai bagian dari kegiatan edukasi kesehatan masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, praktik, monitoring kebiasaan sehat, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki (ownership) terhadap program sehingga perubahan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sehat keluarga.

Program SMART KETO FAMILY–RESILIENCE juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-Being, terutama dalam penguatan upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular serta peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Universitas Syedza Saintika Padang terus memperkuat perannya dalam menghilirkan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Kolaborasi antara dosen lintas keilmuan, mahasiswa, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga diharapkan menghasilkan model pemberdayaan yang aplikatif, adaptif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan dalam mendukung pencegahan penyakit jantung koroner.

Tujuan akhirnya bukan sekadar keluarga mengetahui cara hidup sehat, tetapi keluarga mampu melakukannya, saling menguatkan, memantau kesehatannya, dan mempertahankan kebiasaan tersebut secara mandiri. Karena dari keluarga yang tangguh, kita dapat membangun masyarakat yang lebih sehat dan lebih siap menghadapi berbagai perubahan,” tutup Ns. Vino Rika Nofia, M.Kep.

SMART KETO FAMILY–RESILIENCE — Keluarga Sehat, Jantung Kuat, Masyarakat Tangguh Pascabencana.


Penulis:

  1. Ns. Vino Rika Nofia, M.Kep
  2. Dr. Ibrahim, M.Biomed
  3. Imrah Sari, M.Kom

Dosen Universitas Syedza Saintika 


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses