Bogor, MMI — Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) memberikan pembekalan pengetahuan sistem kamera pengawas (CCTV) kepada warga Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada 18 Juni 2026.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Instalasi Sistem CCTV sebagai Solusi Keamanan Lingkungan kepada Masyarakat di Desa Singasari Kabupaten Bogor” ini diikuti perangkat desa, ketua rukun tetangga dan rukun warga, serta anggota kelompok ronda lingkungan.
Kegiatan berangkat dari kondisi keamanan desa yang selama ini masih bertumpu pada ronda malam dan penjagaan manual. Pola pengawasan seperti itu memiliki jangkauan terbatas, sangat bergantung pada kehadiran petugas, dan tidak menyisakan bukti visual ketika terjadi gangguan keamanan.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi pengawasan belum berkembang karena warga belum memiliki gambaran memadai mengenai jenis perangkat, cara pemasangan, maupun cara perawatannya.
“Sebelum warga memutuskan membeli dan memasang perangkat, mereka perlu paham dulu perangkat seperti apa yang cocok, bagaimana memasangnya, dan bagaimana merawatnya agar tidak cepat rusak. Pengetahuan itulah yang kami bekali lebih dahulu,” ujar ketua tim pengabdian, Radimas Putra Muhammad Davi Labib, M.T.

Materi pembekalan disusun dalam empat bagian. Bagian pertama membahas urgensi sistem pemantauan, mulai dari fungsi CCTV sebagai pencegah tindak kejahatan, pemantauan langsung melalui telepon pintar, penyediaan barang bukti rekaman, hingga efisiensi pengawasan yang tidak lagi menuntut penjagaan fisik di setiap sudut.
Bagian kedua mengenalkan jenis-jenis kamera pengawas beserta fitur kamera pintar masa kini seperti pelacakan gerak (motion tracking), audio dua arah, penglihatan malam (night vision), serta pilihan penyimpanan rekaman pada kartu memori maupun layanan awan (cloud).
Bagian ketiga membahas cara pemasangan dan pengoperasian perangkat, termasuk penentuan titik pemasangan, penyambungan daya, serta pengaturan akses pemantauan melalui aplikasi di telepon pintar.
Bagian keempat menekankan perawatan rutin, yaitu pembersihan lensa dan pelindung kamera secara berkala menggunakan kain mikrofiber, pemeriksaan kondisi adaptor dan kabel, pengecekan berkala kartu memori agar perekaman berulang tetap berjalan, serta pembaruan perangkat lunak kamera untuk menutup celah keamanan jaringan.
Pembekalan ditutup dengan sesi peragaan alat dan tanya jawab. Pada sesi peragaan, tim memperlihatkan cara kerja kamera pengawas pintar jenis indoor yang lensanya dapat digerakkan dari jarak jauh, dilengkapi mikrofon dan pengeras suara dua arah, pemberitahuan otomatis ketika mendeteksi gerakan, serta perpindahan otomatis ke mode penglihatan malam saat kondisi gelap. Peserta diberi kesempatan mencoba langsung pengoperasian perangkat melalui aplikasi telepon pintar.
Untuk mengukur hasilnya, peserta mengerjakan tes sebelum pembekalan (pretest) dan tes sesudah pembekalan (posttest). Rata-rata nilai delapan peserta yang mengikuti kedua tes naik dari 76,25 menjadi 92,50 atau meningkat 21,31 persen.
Seluruh peserta mencapai nilai minimal 75 setelah pembekalan, padahal sebelumnya hanya 37,5 persen yang mencapai batas tersebut. Simpangan baku nilai juga turun dari 15,98 menjadi 7,07, yang menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih merata.
“Materinya mudah diikuti dan langsung terlihat alatnya, jadi kami punya bekal kalau nanti desa memasang kamera pengawas,” kata salah satu peserta pembekalan.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian membuka pendampingan bagi warga yang hendak memasang kamera pengawas di lingkungannya, termasuk pendampingan pemilihan titik pemasangan dan spesifikasi perangkat yang sesuai kebutuhan desa.
Hasil kegiatan juga sedang disiapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah sebagai rujukan bagi desa lain dengan permasalahan serupa.
Baca Juga: Analisis Manfaat Penggunaan PLN Mobile pada Bagian Pelayanan Pelanggan di PLN ULP Medan Baru
Selain ketua tim, kegiatan ini melibatkan Dr. Baso Maruddani, M.T., Priangga Pratama Putra Haryanto, M.Pd., dan Ade Ayu Rahmawati, M.T., serta dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika, yaitu Muhammad Raihan Akramil Faathir dan Muhammad Rafa Fadhlurahman.
Kegiatan didanai Fakultas Teknik UNJ melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Fakultas (PPM-WBF) Tahun 2026.
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengenalan teknologi tepat guna di tingkat desa, serta SDGs nomor 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Penulis:
1. Radimas Putra Muhammad Davi Labib, S.T., M.T.
2. Dr. Baso Maruddani, M.T.
3. Priangga Pratama Putra Haryanto, M.Pd.
4. Ade Ayu Rahmawati, M.T.
Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















