Prof. Kusmardi, Guru Besar FKUI, Raih Gelar Doktor Ilmu Dakwah

Prof Kusmardi Doktor Ilmu Dakwah (2)
Foto suasana ujian Terbuka Doktor. Prof. Kusmardi membelakangi kamera, berhadapan dengan para penguji, pembimbing, dan Rektor UIA selaku pimpinan sidang.

Jakarta, MMI — Prof. Dr. Dr. Drs.  Kusmardi, M.S., Guru Besar di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral pada Program Studi Ilmu Dakwah, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Jakarta.

Pencapaian tersebut diraih melalui disertasi yang mengkaji konsep penciptaan manusia dalam Al-Qur’an dalam perspektif dakwah apologi dan sains modern. Studi Doktoral ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya beliau menempuh studi doktoral di FKUI dan FKH IPB University. Pada ujian Doktoral kali ini, beliau dinyatakan lulus summa cum laude dengan IPK sempurna (4,0) dengan kelulusan tepat waktu 6 semester (tahun 2023-2026).

Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Dakwah Prof. Kusmardi  dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 13.00–14.30 WIB di Ruang Executive Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jakarta.

Disertasi yang dipertahankan berjudul “Menjawab Kritik terhadap Konsep Penciptaan Manusia dalam Al-Qur’an: Pendekatan Dakwah Apologi untuk Sains Modern.” Judul tersebut sekaligus memperlihatkan karakter lintas disiplin dari penelitian Prof. Kusmardi, yang mempertemukan kajian Al-Qur’an dan dakwah dengan perspektif ilmu pengetahuan modern.

Foto undangan ujian Sidang Terbuka (Promosi Doktor) Prof. Kusmardi
Foto undangan ujian Sidang Terbuka (Promosi Doktor) Prof. Kusmardi

Menghubungkan Ilmu Kedokteran, Dakwah, dan Sains Modern

Sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof.  Kusmardi, memiliki latar belakang akademik yang kuat dalam bidang kedokteran dan ilmu kesehatan. Karena itu, pemilihan tema penciptaan manusia dalam Al-Qur’an memiliki relevansi khusus dengan perjalanan keilmuannya.

Melalui disertasi ini, kajian tentang penciptaan manusia tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan keagamaan, tetapi juga dibawa ke dalam ruang dialog dengan perkembangan sains modern. Pendekatan dakwah apologi digunakan untuk menjawab berbagai kritik terhadap konsep penciptaan manusia dalam Al-Qur’an.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini menjadi sebuah upaya untuk membangun dialog antara wahyu dan ilmu pengetahuan, khususnya ketika berbagai konsep keagamaan berhadapan dengan perkembangan pemikiran ilmiah kontemporer.

Dalam penyelesaian disertasinya, Prof. Kusmardi dibimbing oleh Prof. Dr. Daud Rasyid, M.A., Guru Besar Ilmu Dakwah dan Hadist Universitas As-syafi’iyah, sebagai Promotor dan Dr. Badrah Uyuni, Lc., M.A. sebagai Kopromotor.

Majelis penguji terdiri atas Abdul Hamid, Lc., M.Kom.I., Ph.D. juga tercatat sebagai Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta.  Penguji kedua,  Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail, M.A., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI); serta Dr. Andy Hadiyanto, S.Pd., M.A., Cendekiawan islam, Dosen Fakultas Pendidikan Agama Islam yang menjabat Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta periode 2024–2029.

Menambah Dimensi Keilmuan

Perolehan gelar Doktor Ilmu Dakwah ini memberikan dimensi baru dalam perjalanan akademik Prof. Kusmardi. Selama ini, kiprahnya sebagai akademisi dan Guru Besar FKUI berada dalam lingkungan ilmu kedokteran, pendidikan, penelitian, serta pengembangan mutu akademik.

Kini, perjalanan akademiknya diperluas melalui kajian ilmu dakwah dan pemikiran Islam. Disertasi yang membahas kritik terhadap konsep penciptaan manusia dalam Al-Qur’an menjadi titik temu antara pengalaman keilmuan di bidang kedokteran dengan kajian dakwah dan sains modern.

Karya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan dakwah intelektual, khususnya dalam menghadapi berbagai pertanyaan dan kritik terhadap ajaran Islam yang muncul seiring perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Prof Kusmardi Doktor Ilmu Dakwah (3)
Foto Prof Kusmardi setelah dinyatakan lulus dengan summa cumlaude dengan IPK sempurna (4,0)

 

Dari Ruang Kedokteran ke Ruang Dakwah

Pencapaian ini menjadi gambaran bahwa pengembangan keilmuan tidak selalu harus berlangsung dalam batas-batas satu disiplin. Pengalaman panjang di bidang kedokteran dapat menjadi modal untuk memasuki dan memperkaya kajian keislaman, sebagaimana ditunjukkan Prof.  Kusmardi,  melalui disertasinya.

Dengan diraihnya gelar Doktor Ilmu Dakwah, Prof. Kusmardi kini melengkapi perjalanan akademiknya dengan perspektif multidisiplin—mempertemukan kedokteran, sains modern, Al-Qur’an, dan dakwah dalam satu ruang kajian ilmiah.

Selamat kepada Prof.  Kusmardi atas pencapaian akademik ini. Semoga ilmu yang diperoleh semakin memperluas kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kedokteran, pendidikan, dan dakwah Islam.

Penulis: Rahmat Al Kafi/red

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *