Bangun Mental Juara, Dosen Pendidikan Sejarah UNJA Dampingi Mahasiswa Lewat Bengkel Prestasi

Pendampingan Prestasi Mahasiswa

JAMBI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi melaksanakan kegiatan “Bengkel Prestasi: Inisiasi dan Pendampingan Kelompok Mahasiswa Berorientasi Kompetisi dalam Membentuk Karakter dan Mental Juara” pada 11 September 2026.

Kegiatan ini diketuai oleh Anny Wahyuni, M.Pd., bersama tim yang terdiri atas Yoan Mareta, M.Pd., Merci Robbi Kurniawanti, M.Pd., Lisa Rukmana, M.Pd., dan Devi Itawan, M.A. Program tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Jambi serta Ikatan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (IMAPENSA) sebagai mitra.

Program Bengkel Prestasi dirancang sebagai ruang pembinaan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan menulis ilmiah, serta kesiapan mengikuti berbagai kompetisi akademik dan nonakademik.

Tidak hanya berfokus pada hasil kompetisi, program ini juga menekankan pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menghadapi tantangan.

Ketua tim pengabdian, Anny Wahyuni, M.Pd., menyampaikan bahwa Bengkel Prestasi diharapkan menjadi wadah yang mampu mendorong mahasiswa agar lebih berani mengembangkan potensi dan terlibat aktif dalam berbagai kompetisi.

“Bengkel Prestasi tidak hanya diarahkan agar mahasiswa mampu menghasilkan proposal atau karya untuk mengikuti kompetisi. Lebih dari itu, kami ingin membangun keberanian, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta mental untuk terus belajar dari proses dan evaluasi,” ujar Anny.

BACA JUGA: Dosen FT UNJ Bekali Warga Desa Singasari Pengetahuan Pemasangan dan Perawatan CCTV

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui lima tahapan utama, yakni identifikasi kebutuhan, inisiasi program, pelatihan, pendampingan intensif, serta evaluasi dan refleksi. Pada tahap awal, tim pengabdian melakukan pemetaan terhadap kemampuan serta pengalaman mahasiswa dalam mengikuti berbagai kompetisi.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang cukup tinggi untuk berkompetisi, tetapi masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengembangkan ide, menyusun argumentasi ilmiah, hingga menyesuaikan karya dengan standar penilaian kompetisi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa kemudian dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan minat, potensi, dan jenis kompetisi yang ingin diikuti.

Pembentukan kelompok diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif. Mahasiswa dapat saling bertukar gagasan, melakukan diskusi kritis, membagi peran, dan membangun pengalaman bersama dalam proses menghasilkan karya yang berkualitas.

Mahasiswa juga mengikuti pelatihan serta writing clinic yang berfokus pada teknik menemukan ide kreatif, merumuskan masalah, menyusun proposal, mengembangkan argumentasi, menggunakan sumber referensi, hingga melakukan penyempurnaan karya.

Program Bengkel Prestasi juga mengarahkan mahasiswa untuk mengenal dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai jenis kompetisi, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Inovasi (Pro-Ide), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), hingga kompetisi karya tulis ilmiah lainnya.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui proses diskusi, review, revisi, serta penyempurnaan karya bersama dosen pendamping. Dengan proses tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan proposal yang lebih baik, tetapi juga terbiasa menerima kritik dan melakukan perbaikan.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi serta belum optimalnya sistem pembinaan prestasi yang berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui Bengkel Prestasi, tim pengabdian berupaya membangun ekosistem prestasi di lingkungan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Jambi. Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menunggu adanya perlombaan, tetapi mulai mempersiapkan gagasan dan karya sejak lebih awal.

Mental juara yang ingin dibentuk dalam kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai keinginan untuk selalu menang. Mental juara dipahami sebagai kemampuan mahasiswa untuk tetap konsisten, berani mencoba, menerima kegagalan sebagai bagian dari proses, serta terus meningkatkan kualitas diri.

Ke depan, Bengkel Prestasi diharapkan dapat berkembang menjadi program pembinaan mahasiswa yang berkelanjutan dan mampu melahirkan lebih banyak mahasiswa yang aktif, kreatif, inovatif, serta memiliki kesiapan untuk bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Melalui program ini, mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jambi diharapkan semakin memiliki keberanian untuk menunjukkan potensi, menghasilkan karya, serta membawa nama baik program studi dan universitas melalui berbagai ajang kompetisi.


Penulis: Anny Wahyuni


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *