Kulon Progo, MMI – Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah galon sebagai bahan pembuatan ember tumpuk untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos dan air lindi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Padukuhan Siwalan, Kalurahan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pelatihan pemanfaatan limbah galon dan pengolahan sampah organik rumah tangga ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah dapur, seperti sisa sayuran dan bahan organik lainnya, sebagai bahan dasar pembuatan kompos dan air lindi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 peserta yang merupakan anggota kelompok ibu-ibu PKK Padukuhan Siwalan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Unit II.D.2 berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah dapur secara sederhana dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan limbah galon sebagai ember tumpuk juga diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan sampah yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga sekaligus menghasilkan kompos dan air lindi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman.
Tim mahasiswa KKN UAD Unit II.D.2 terdiri atas 9 mahasiswa, yaitu Bagus Al Mujadid, Eris Isneni, Meisya Shafa Putri Nabila, Racima Sinaisy, Muhammad Naffis Khoirulich, Asri Indah Lestari, Mumtaz Dayyana, Ranti Elvin Azkia, dan Ezra Salsa.
Pelatihan dan pendampingan pemilihan sampah organik dan anorganik dengan metode ember tumpuk dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2026, bertempat di Balai Kalurahan Sentolo.
Pelaksanaan kegiatan tersebut didampingi oleh Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD Siti Kurnia Widi Hastuti, SKM., MPH., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Materi disampaikan oleh Meisya Shafa Putri Nabila dan Racima Sinaisy, yang mencakup pengelolaan sampah, definisi sampah, jenis sampah, bahaya sampah bagi kesehatan, perilaku membuang sampah yang benar, cara pengelolaan sampah dengan 3R, pengelolaan sampah organik dengan ember tumpuk, pupuk organik, dan cara pembuatannya.
Selanjutnya, mahasiswa KKN UAD bersama ibu-ibu PKK melakukan praktik pembuatan ember tumpuk dan pengisian ember tumpuk dengan sampah organik di salah satu kediaman anggota ibu-ibu PKK.
Tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan sampah organik dan anorganik yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di waktu yang akan datang, misalnya dengan pemanfaatan sampah dapur sebagai bahan pembuatan kompos dan air lindi untuk menyuburkan tanaman.
Shafa dan Racima selaku penanggung jawab program menyampaikan bahwa banyak warga yang masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi masalah pada lingkungan sekitar.
Padahal, jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik, hal tersebut bisa menjadi penyelesaian masalah sampah organik dan anorganik.
Siti Kurnia Widi Hastuti menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menjadi sarang penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.
Melalui inovasi ember tumpuk dari galon bekas ini, kita tidak hanya mengurangi sampah anorganik di lingkungan, tetapi juga mengolah sampah dapur organik menjadi pupuk yang higienis serta menciptakan lingkungan pemukiman yang jauh lebih bersih dan sehat.
Bapak Agus Sumarno selaku Dukuh Siwalan menyampaikan harapannya bahwa setelah adanya kegiatan tersebut, pengetahuan masyarakat semakin meningkat terkait pemanfaatan sampah organik dan anorganik serta pemanfaatan hasil kompos dan air lindi.
Beliau juga berharap masyarakat dapat mempraktikkan secara langsung hasil pelatihan tersebut secara berkelanjutan.
Selain itu, dengan adanya pupuk kompos, diharapkan masyarakat dapat menghemat biaya daripada harus membeli pupuk kompos.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan yang ada di setiap rumah.
Semboyan ketahanan pangan yang disampaikan adalah “Nandur apa yang dipangan, mangan apa yang ditandur.”
Harapannya, setiap rumah memiliki ketahanan pangan sehingga hasil yang ditanam dapat dimanfaatkan dan diolah untuk kebutuhan pangan sehari-hari.
Penulis: KKN Reguler ke-159 Unit ll.D.2
1. Asri Indah Lestari (2300004043)
2. Ezra Salsa (2300011242)
3. Muhammad Naffis Khoirulloh (2300011334)
4. Eris Isneni (2300013365)
5. Ranti Elvin Azkia (2300013415)
6. Meisya Shafa Putri Nabila (2300023240)
7. Bagus Al Mujadid (2300023242)
8. Racima Sinaisy (2300014178)
9. Mumtaz Dayyana (2300018044)
Mahasiswa Prodi Universitas Ahmad Dahlan
Dosen Pengampu: Siti Kurnia Widihastuti S.KM., M.PH.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Raahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













