Mahasiswa USG Ciptakan GURIHORA, Bubuk Penyedap Alami dari Bandeng dan Rumput Laut untuk Ibu PKK Ujungpangkah

bubuk penyedap alami
Tim PKM-PM Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar rangkaian pelatihan pembuatan penyedap rasa alami berbahan dasar ikan bandeng dan rumput laut di Kecamatan Ujungpangkah (Foto: Dok. Pribadi)

Gresik, MMI – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar rangkaian pelatihan pembuatan penyedap rasa alami berbahan dasar ikan bandeng dan rumput laut pada 5 Agustus 2026 di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik (5/8/2026).

Program bertajuk “GURIHORA” ini menyasar 13 anggota aktif Ibu PKK setempat sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat pesisir terhadap penyedap rasa sintetis, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga berbasis potensi perikanan lokal.

Kegiatan ini berlangsung dengan dukungan mitra yang beralamat di Jalan Maskiriman Nomor 01, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Ujungpangkah.

Sebagian besar peserta pelatihan berasal dari keluarga nelayan dan petambak yang sehari-hari akrab dengan hasil laut, namun belum banyak mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Ketua tim pelaksana, Aqna Futya Muqtafa, menjelaskan bahwa Ujungpangkah dikenal sebagai kawasan minapolitan dan dijuluki “kampung bandeng” karena menjadi salah satu pusat produksi ikan bandeng (Chanos chanos) di Gresik.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Meski begitu, pola konsumsi masyarakat setempat masih sangat bergantung pada penyedap rasa sintetis seperti Monosodium Glutamate (MSG), yang jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti hipertensi, obesitas, hingga gangguan metabolisme.

“Ikan bandeng dan rumput laut yang melimpah di Ujungpangkah selama ini kebanyakan hanya dijual mentah dengan harga rendah. Padahal keduanya mengandung asam glutamat alami yang bisa menghasilkan cita rasa umami, sehingga berpotensi besar dikembangkan menjadi penyedap alami pengganti MSG,” ujar Aqna.

Diolah Jadi Bubuk, Dikemas Dua Varian

Program GURIHORA mengembangkan penyedap alami berbentuk bubuk berbahan dasar ikan bandeng dan rumput laut jenis Sargassum, dengan dua varian kemasan: toples untuk konsumsi rumah tangga dan saset untuk distribusi lebih luas.

Rumput laut Sargassum dipilih karena kandungan asam glutamat dan asam aspartatnya yang tinggi, serta kandungan alginat yang turut memperkaya rasa gurih pada produk.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama: identifikasi dan persiapan, perencanaan program, sosialisasi dan edukasi, pelatihan produksi, praktik mandiri oleh mitra, hingga pendampingan usaha.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Pada tahap sosialisasi, tim memberikan pemahaman kepada Ibu PKK mengenai dampak penggunaan MSG berlebihan dan pentingnya pola konsumsi sehat.

Pada tahap pelatihan, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pengolahan bahan baku, proses pembuatan penyedap alami, hingga pengemasan produk yang menarik dan higienis.

“Kami sengaja merancang tahap pelatihan berbasis praktik langsung atau learning by doing, karena metode ini terbukti lebih efektif membuat keterampilan benar-benar dikuasai oleh mitra, bukan sekadar teori,” tambah Aqna.

“Menurut saya, inovasi ini sangat bagus dan memiliki manfaat. Semoga semakin maju dan bisa dikenal lebih luas,” ujar Khosifatul Mulik, S.Pd., M.AP., selaku lurah Desa Ujungpangkah.

“Produk ini inovatif dan bermanfaat. Semoga terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kasmawati, selaku kepala BUMDes Ujungpangkah.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Bukan Sekadar Produk, tapi Perubahan Perilaku

Selain edukasi dan pelatihan, program ini juga menekankan pendampingan usaha, mulai dari strategi pemasaran produk, pengelolaan usaha sederhana, hingga pemanfaatan Koperasi Merah Putih sebagai mitra distribusi.

Koperasi dinilai penting sebagai fasilitator dalam penyediaan bahan baku, pendampingan usaha, serta akses pemasaran produk olahan masyarakat.

Dosen pendamping tim, Yusuf Taufik Hidayat, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa produk, tetapi juga pada perubahan perilaku dan keberlanjutan jangka panjang.

“Ibu PKK memiliki posisi strategis dalam membentuk pola konsumsi rumah tangga. Ketika kapasitas dan keterampilan mereka diperkuat, dampaknya akan langsung terasa pada kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” jelasnya.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Sebagai indikator keberhasilan, tim menetapkan sejumlah target: peningkatan pengetahuan mitra sebesar 30–50 persen berdasarkan hasil pre-test dan post-test, minimal 80 persen peserta mampu memproduksi penyedap alami secara mandiri, serta harapan agar sebagian peserta dapat mulai merintis usaha rumah tangga berbasis penyedap alami ini.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan.

Rata-rata persentase responden yang memilih kategori “sangat setuju” meningkat dari 57,69% pada pre-test menjadi 75,39% pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 17,70 poin persentase.

Apabila ditinjau berdasarkan setiap indikator pertanyaan, terdapat peningkatan pada 9 dari 10 indikator yang diukur.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa materi yang diberikan mampu memperkuat pemahaman peserta, terutama terkait dampak penggunaan MSG berlebihan dan potensi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif penyedap pangan.

Luaran kegiatan turut mencakup buku pedoman mitra, pengelolaan media sosial untuk edukasi dan publikasi, artikel pengabdian, hingga produk yang siap dipasarkan melalui mitra.

Melalui program GURIHORA, tim PKM-PM Universitas Sunan Gresik berharap kelompok Ibu PKK Ujungpangkah dapat semakin mandiri dalam mengelola pola konsumsi keluarga yang lebih sehat, sekaligus menjadi pelopor usaha rumah tangga berbasis olahan perikanan dan kelautan.

Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan.

bubuk penyedap alami
Foto: Dok. Pribadi

Penulis:
1. Aqna Futya Muqtafa (25121013)
2. Valia Romadhoni (25121037)
3. Kafi (25121017)
Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Sunan Gresik


Dosen Pengampu: Yusuf Taufik Hidayat, S.Pi., M.Si.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *