Konsumsi protein harian masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata asupan protein harian penduduk Indonesia pada 2024 hanya sekitar 47,57 gram. Padahal, kebutuhan harian protein manusia sekitar 0,8 g per kg berat badan, yang artinya sebagian besar masyarakat belum mencukupi kebutuhan proteinnya hanya dari makanan pokok.
Kebutuhan ini bahkan lebih tinggi bagi para atlet dan penyuka olahraga untuk membentuk massa otot dan meningkatkan imun selama olahraga. Oleh karena itu, produk pangan fungsional Whey Protein Bar menjadi solusi tambahan asupan protein harian.
Produk Whey Protein Bar adalah produk makanan ringan berbentuk bar panjang berisi sereal dan kacang mete yang dikombinasikan dengan cokelat dan whey protein isolate sehingga tinggi protein dan energi. Produk ini ditujukan untuk remaja dan dewasa dengan mobilitas tinggi yang kerap kekurangan waktu untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, serta atlet atau penyuka olahraga untuk membentuk otot dan meningkatkan imunitas tubuh selama berkegiatan.
Whey Protein Bar mengandalkan whey protein isolate sebagai bahan utama yang merupakan protein dari proses pemisahan produk susu dengan kandungan utama β-laktoglobulin, α-laktalbumin, dan bovine serum albumin. Whey protein telah dikenal secara luas sebagai salah satu cara efektif untuk membentuk massa otot karena kandungan asam amino untuk membentuk dan memperbaiki jaringan otot cukup tinggi, bahkan hingga 26%.
Selain itu, whey protein juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menurunkan tekanan darah, melawan virus dan sel kanker, hingga mampu memperkuat sistem imun tubuh, serta kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Ada pula komponen lain yang melengkapi, yaitu sereal sebagai pemberi tekstur renyah dan pemberi energi, kacang mete sangrai sebagai pemberi rasa nutty dan protein tambahan, cokelat 80% sebagai media perekat semua bahan yang rendah gula, dan pemanis stevia sebagai pemberi rasa manis yang bebas kalori dan tidak meningkatkan gula darah.
Pembuatan Whey Protein Bar diawali dengan pembuatan bubuk whey protein isolate. Susu dipasteurisasi terlebih dahulu untuk membunuh bakteri, lalu dipisahkan padatan dan cairannya dengan metode ultrafiltrasi, yaitu penyaringan dengan pori-pori sangat kecil yang hanya melewatkan partikel whey protein dan air. Kemudian, dilakukan pengeringan dengan alat spray dryer yang menyemprotkan cairan ke ruang panas sehingga cepat mengering menjadi bubuk tanpa merusak kandungan protein di dalamnya.
Selanjutnya dilakukan pembuatan Whey Protein Bar. Cokelat 80% dilelehkan dengan metode double boiler, lalu seluruh bahan dicampur menjadi satu adonan. Setelah itu, adonan dipipihkan hingga tingginya sekitar 2 cm dan dipotong menjadi bar panjang, baru setelah itu dikemas.
Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022, produk dapat mencantumkan klaim “tinggi protein” jika mengandung setidaknya 35% dari Acuan Label Gizi 60 g per hari sehingga batas minimum protein dalam 30 gram Whey Protein Bar adalah 6,3 gram.
Dalam 1 kemasan Whey Protein Bar, digunakan whey protein isolate sebanyak 12 g sehingga dapat mencantumkan klaim “tinggi protein”. Namun, dalam proses produksi, kemungkinan terjadi penurunan kemurnian whey protein isolate yang mengakibatkan penurunan sifat fungsionalnya. Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan suhu pengeringan terlalu tinggi yang menyebabkan rusaknya protein yang mengurangi nutrisi.
Selain itu, dapat terjadi penyumbatan pada pori-pori saat ultrafiltrasi sehingga menurunkan efisiensi proses. Hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan penyalut berupa maltodekstrin untuk melindungi nutrisi whey protein dari kerusakan, serta dengan mengatur tekanan, suhu, dan laju aliran selama ultrafiltrasi atau dengan penggunaan gelombang ultrasonik untuk mengurangi penyumbatan pada pori.
Penulis: Tavania Malya Okalina
Mahasiswa Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















