Abstrak
Pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), membuka peluang besar dalam mendukung dunia pendidikan. Namun, kendala sering terjadi di saat instruksi (prompting) yang diberikan kepada mesin kecerdasan buatan kurang lugas, jelas, dan mengenai poin penting yang diharapkan pada keluarannya, sehingga hasil desain poster kurang bahkan jauh dari harapan yang diinginkan oleh penggunanya. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan serta keterampilan digital siswa dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pembuatan poster digital secara kreatif dan bertanggung jawab. Mitra objek pada kegiatan ini adalah 34 siswa kelas X Agribisnis Ikan Hias SMK Negeri 36 Jakarta. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi koordinasi dengan mitra, survei siswa, penyampaian materi teoritis mengenai teknik prompting dan unsur desain poster, serta sesi praktikum langsung menggunakan laptop secara bergantian. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan sketsa poster manual siswa di atas kertas dengan visual poster yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berjalan sangat efektif dengan tingkat keberhasilan sebesar 87,87%, di mana 29 dari 33 siswa yang hadir berhasil menerapkan teknik prompting dengan baik dan memodifikasinya secara mandiri. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada wawasan teknologi kontemporer dan keterampilan praktis multimedia siswa untuk mendukung penyiaran informasi di lingkungan sekolah.
Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Poster Digital, Prompting, Pengabdian Masyarakat, SMK Negeri 36 Jakarta.
Pendahuluan
Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Kegiatan ini menjadi sarana aktualisasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang dikembangkan di lingkungan kampus untuk diterapkan secara langsung dalam memecahkan masalah nyata di masyarakat.
Melalui bimbingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHAMKA, Program Pengabdian Masyarakat ini mengintegrasikan peran aktif antar dosen dan mahasiswa secara kolaboratif. Hal ini bertujuan untuk mendorong kemandirian, kesejahteraan, serta peningkatan kualitas hidup mitra masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus mewujudkan nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin.
Pesatnya kemajuan teknologi digital menghadirkan banyak peluang untuk mendukung kegiatan pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial intelligence (AI). Teknologi AI dapat digunakan untuk membantu memunculkan ide, mengembangkan konsep, serta mendukung pembuatan berbagai karya digital. Salah satu contohnya adalah pembuatan poster digital, yang merupakan cara menarik dan efektif untuk menyampaikan informasi secara kreatif.
Bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mempelajari penggunaan teknologi digital merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan. Siswa tidak hanya harus memahami cara kerja teknologi tersebut, tetapi juga mampu menggunakannya secara cerdas dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, mengajarkan Kecerdasan Buatan kepada siswa dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkan penggunaannya dalam membuat poster digital dapat menjadi cara yang sangat baik untuk mendukung proses belajar serta meningkatkan kemampuan mereka. SMK Negeri 36 Jakarta adalah sekolah kejuruan yang berlokasi di Jakarta Utara dan menawarkan berbagai program untuk mengajarkan keterampilan khusus.
Lingkungan pembelajaran di sekolah ini senantiasa mengikuti perkembangan teknologi terkini yang diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Kondisi ini menjadi landasan bagi pelaksanaan sebuah proyek pengabdian masyarakat yang mengajarkan siswa cara memanfaatkan Kecerdasan Buatan / AI untuk merancang poster digital.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami peran Kecerdasan Buatan sebagai sarana berkarya seni, menguasai langkah-langkah dasar pembuatan poster digital, serta menghasilkan karya yang komunikatif dan menarik. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan digital siswa, sehingga mereka mampu memanfaatkan perangkat lunak Kecerdasan Buatan secara efektif untuk menunjang tugas sekolah maupun pembuatan proyek digital.
Metode Pelaksanaan
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini diawali dengan tahap persiapan yang matang melalui koordinasi intensif bersama pihak mitra. Tim pelaksana melakukan komunikasi langsung dan pertemuan dengan Kepala Sekolah SMKN 36 Jakarta guna menyepakati tanggal pelaksanaan, ruang tempat acara, serta mengukur kemampuan akademik awal siswa agar penyampaian materi dapat disesuaikan secara tepat.
Di samping itu, tim pelaksana juga melakukan survei dan identifikasi siswa secara acak melalui pendekatan langsung untuk memetakan karakteristik peserta yang akan menerima sosialisasi. Langkah persiapan ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke inti program di lapangan.
Memasuki tahap pelaksanaan, kegiatan dirancang secara berjenjang dan hierarkis dimulai dari pemaparan materi teoritis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan poster digital. Pada sesi awal, para siswa dikenalkan pada konsep dasar teknologi AI sebagai alat bantu yang mampu memproses teks, mencari ide, mengolah informasi, hingga menghasilkan visual gambar.
Tim menekankan bahwa keberadaan AI bukan untuk menggantikan proses berpikir kritis maupun kreativitas murni manusia, melainkan murni sebagai asisten digital untuk mempermudah visualisasi ide yang sudah dimiliki oleh pengguna. Edukasi kemudian diperdalam dengan membedah unsur-unsur penting di dalam sebuah poster digital, seperti komposisi gambar, teks, warna, bentuk, serta tata letak agar pesan yang disampaikan terlihat menarik dan komunikatif.
Berbagai contoh poster bertema kebersihan, anti-bullying, keselamatan kerja, dan promosi produk sekolah ditunjukkan untuk memberikan gambaran kontekstual sebelum siswa memulai desain mereka sendiri.
Inti dari penyampaian materi ini berfokus pada teknik prompting, yaitu seni menyusun kalimat perintah atau instruksi yang efektif untuk mesin AI. Siswa diajarkan bahwa kualitas luaran gambar yang dihasilkan sistem sangat bergantung pada kejelasan informasi input yang mereka masukkan.
Perintah yang terlalu ringkas atau bersifat umum sering kali melahirkan visual yang tidak sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, para peserta dilatih untuk menyusun komponen prompt secara detail, mencakup penentuan tema, target audiens, objek utama, palet warna, gaya visual, hingga slogan yang ingin ditampilkan.
Mereka juga diberikan pemahaman tentang batasan instruksi agar tidak memasukkan perintah yang saling bertentangan, serta mengenali kesalahan umum seperti lupa mendefinisikan tujuan gambar sebagai sebuah poster promosi. Setelah bekal teori dirasa cukup, kegiatan berlanjut pada sesi praktikum interaktif di mana para siswa diminta menuangkan ide kreatif mereka menjadi sketsa rancangan poster manual di atas kertas terlebih dahulu.
Gambar mentah ini berfungsi sebagai cetak biru taktil yang akan mereka terjemahkan ke dalam bentuk kalimat instruksi teks (prompt). Memanfaatkan fasilitas laptop dan komputer yang disediakan secara bergantian di ruang kelas, siswa memasukkan kalimat prompt tersebut ke dalam platform AI untuk menghasilkan gambar digital. Sesi ini berjalan dinamis karena siswa diajak langsung mengamati, mengevaluasi, dan membandingkan hasil visual AI dengan sketsa manual mereka.
Jika terdapat elemen gambar atau warna yang belum presisi, siswa secara mandiri belajar memperbaiki susunan kalimat perintahnya kembali hingga mendapatkan hasil akhir yang paling sesuai dengan konsep awal mereka.
Selama proses praktikum ini, tim pengabdi tidak lupa menyisipkan edukasi mengenai etika digital dan aspek perlindungan hak cipta dalam penggunaan elemen visual, serta mengingatkan siswa untuk menjaga keamanan siber dengan tidak memasukkan data pribadi ke dalam aplikasi AI.
Seluruh rangkaian aktivitas ini dapat berjalan dengan lancar berkat partisipasi aktif dan dukungan penuh dari pihak mitra. Sekolah berperan penting dalam menyediakan lokasi ruang kelas, fasilitas proyektor untuk pemaparan, perangkat komputer untuk sesi praktikum pasca-acara ice breaking, serta mengoordinasikan siswa kelas X Agribisnis Ikan Hias agar kondusif selama program berlangsung.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan, keseluruhan program diselesaikan secara terstruktur dalam dua minggu, di mana minggu pertama difokuskan untuk koordinasi serta survei mitra, dan minggu kedua dialokasikan penuh untuk eksekusi sosialisasi dan praktikum di lapangan.
Melalui metode pelaksanaan yang terencana, partisipatif, dan aplikatif ini, program berhasil memberikan dampak nyata bagi siswa dalam memahami cara kerja kecerdasan buatan untuk keperluan penyiaran informasi di lingkungan sekolah.

Hasil dan Pembahasan
Keberhasilan dan pencapaian dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dapat diukur secara konkret melalui kondisi para mitra sasaran setelah kegiatan berlangsung. Salah satu indikator utamanya tercermin dari kuantitas peserta yang mampu mengoperasikan teknologi ini secara mandiri. Berdasarkan data rekapitulasi di lapangan, dari total keseluruhan 33 siswa kelas X Agribisnis Ikan Hias SMK Negeri 36 Jakarta yang hadir berpartisipasi, sebanyak 29 siswa di antaranya terbukti sukses melakukan praktik prompting menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Pencapaian tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan program yang sangat efektif dan memuaskan, yakni mencapai angka persentase sebesar 87,87%. Indikator kesuksesan ini tidak hanya bertumpu pada kemiripan visual mutlak antara gambar yang diproduksi oleh sistem dengan sketsa di atas kertas, melainkan lebih menitikberatkan pada kapasitas dan kemandirian siswa dalam merumuskan kalimat perintah yang logis berdasarkan konsep ide awal yang telah mereka rancang sendiri.
Dinamika perkembangan kemampuan siswa tersebut terlihat jelas saat membandingkan antara sketsa poster manual hasil goresan tangan mereka di atas kertas dengan visual poster digital yang diolah oleh kecerdasan buatan. Lembaran kertas manual menjadi representasi murni dari cetak biru pemikiran kreatif siswa, sedangkan output digital dari AI berperan sebagai ruang pengembangan dari ide dasar tersebut dengan sentuhan teknologi modern.
Perbandingan komprehensif di antara keduanya mencakup beberapa aspek penting seperti keselarasan tema, penonjolan objek utama, akurasi teks informasi, kesesuaian palet warna, gaya gambar, hingga penataan susunan visual secara keseluruhan. Terjadinya beberapa perbedaan minor antara visual digital dengan gambar manual tidak dinilai sebagai kegagalan sistem, melainkan justru menjadi bahan evaluasi yang sangat edukatif.
Dari perbedaan tersebut, siswa tersadar bahwa mesin AI menerjemahkan instruksi secara tekstual, sehingga jika ada elemen gambar yang kurang presisi, hal itu menandakan bahwa deskripsi kata dalam kalimat perintah mereka masih perlu diperjelas.
Kemampuan adaptasi siswa dalam mengevaluasi dan memperbaiki struktur prompt ini menjadi capaian esensial berikutnya dalam program ini.
Ketika hasil gambar pertama yang dimunculkan oleh AI belum sepenuhnya sesuai dengan rancangan awal di kertas, siswa tidak langsung menyerah, melainkan secara aktif menambahkan informasi detail atau mengganti diksi kosakata tertentu yang dirasa kurang spesifik.
Proses perbaikan yang berulang ini secara langsung melatih ketelitian serta ketajaman berpikir siswa dalam berkomunikasi dengan teknologi. Mereka belajar secara empiris bahwa proses prompting bukanlah aktivitas instan sekali jadi, melainkan sebuah seni penyampaian gagasan secara terperinci, di mana hal yang menurut persepsi manusia sudah cukup jelas belum tentu dapat diterjemahkan dengan benar oleh AI jika tidak dituangkan secara eksplisit.
Di samping membawa dampak perubahan yang masif terhadap pola pikir dan keterampilan multimedia siswa di kelas, status capaian luaran dari program kemitraan ini juga telah berhasil didiseminasikan secara luas melalui beberapa saluran media publikasi. Dokumentasi visual berupa foto dan video keseruan selama acara berlangsung dari awal hingga akhir telah dipublikasikan secara interaktif melalui platform media sosial Instagram resmi milik tim pengusul.
Selain itu, laporan mengenai jalannya kegiatan beserta hasil capaian nyatanya juga telah disusun ke dalam format berita ilmiah populer untuk diterbitkan melalui Media Mahasiswa. Publikasi massal ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban program kemitraan masyarakat kepada publik, melainkan juga dirancang sebagai sarana edukasi eksternal bagi siswa-siswi dari sekolah lain agar terinspirasi untuk ikut memaksimalkan potensi kecerdasan buatan demi menunjang kreativitas dan kebutuhan akademis mereka sehari-hari.
Kesimpulan dan Saran
Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang mengangkat tajuk sosialisasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan poster telah berhasil diselenggarakan dengan sangat baik serta memberikan kontribusi yang nyata dan positif, baik bagi para siswa sasaran maupun bagi tim pelaksana sendiri.
Berdasarkan seluruh rangkaian implementasi serta evaluasi yang objektif di lapangan, program kemitraan ini terbukti sukses memicu peningkatan pengetahuan yang signifikan sekaligus memperluas kesadaran teknologi kontemporer para siswa. Setelah melewati sesi edukasi terstruktur, para peserta didik kini memiliki wawasan mendalam dan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan instrumen teknologi modern, khususnya perangkat kecerdasan buatan.
Di samping pengayaan di sisi teoretis, capaian esensial dari program pengabdian ini juga mewujud pada peningkatan keterampilan praktis multimedia siswa secara mandiri. Para siswa kini telah mampu merumuskan kalimat perintah yang spesifik guna memproduksi media poster digital secara personal sesuai dengan variasi kebutuhan mereka di masa depan tanpa perlu lagi bergantung pada kehadiran tim pelaksana maupun instruksi dari materi dasar yang diberikan.
Kemandirian taktis ini mengindikasikan bahwa materi pembelajaran telah terserap secara optimal, sehingga pada kasus-kasus penyiaran informasi sekolah lainnya, para siswa diharapkan mampu mengandalkan bekal pengetahuan serta jam terbang praktis yang mereka peroleh sepanjang kegiatan sosialisasi ini.
Sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan serta pengembangan kualitas program pengabdian di masa yang akan datang, beberapa rekomendasi konstruktif dapat diberikan kepada pihak mitra sekolah beserta para siswa.
Langkah awal yang sangat disarankan adalah agar para siswa bersama manajemen sekolah dapat memaksimalkan penggunaan modul panduan praktis yang telah dihibahkan oleh tim pengabdi untuk dijadikan sebagai salah satu bahan ajar penunjang bagi materi siswa baru di SMK Negeri 36 Jakarta.
Pemanfaatan modul ini secara kontinu dipercaya akan menjadi jembatan yang efektif untuk terus menambah cakrawala ilmu pengetahuan digital di lingkungan sekolah secara estafet. Lebih lanjut, pihak sekolah juga perlu mendorong pengaplikasian kecerdasan buatan yang lebih variatif dan inovatif dalam kegiatan akademis harian agar portofolio keahlian multimedia para siswa semakin mumpuni.
Proses eksplorasi teknologi lanjutan tersebut tentunya harus tetap berada di bawah pemantauan dan bimbingan aktif dari guru yang terkait dengan mata pelajaran informatika agar pemanfaatannya tetap terarah, aman, dan bertanggung jawab.
Melalui keberhasilan eksekusi seluruh tahapan program pengabdian masyarakat ini, jalinan manfaat yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi euforia sesaat selama agenda acara berlangsung, melainkan mampu menanamkan dampak jangka panjang dalam membentuk pola pikir, sikap adaptif, serta perluasan wawasan siswa terhadap pemberdayaan ekosistem kecerdasan buatan untuk mendukung gerakan digitalisasi bakat yang positif, kreatif, dan inovatif menuju gerbang Indonesia Emas.
Daftar Pustaka
Chiu, T. K. F., Xia, Q., Zhou, X., Chai, C. S., & Cheng, M. (2023). Systematic literature review on opportunities, challenges, and future research recommendations of artificial intelligence in education. Computers and Education: Artificial Intelligence, 4, 100118. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2022.100118
Crompton, H., & Burke, D. (2023). Artificial intelligence in higher education: The state of the field. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20, 22. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00392-8
García-Martínez, I., Fernández-Batanero, J. M., Fernández-Cerero, J., & León, S. P. (2023). Analysing the impact of artificial intelligence and computational sciences on student performance: Systematic review and meta-analysis. Journal of New Approaches in Educational Research, 12, 171–197. https://doi.org/10.7821/naer.2023.1.1240
Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://www.unesco.org/en/articles/guidance-generative-ai-education-and-research
Miao, F., Shiohira, K., & Lao, N. (2024). AI competency framework for students. UNESCO. https://www.unesco.org/en/articles/ai-competency-framework-students
Canva. (2026). Dasar-Dasar AI. Canva Design School. https://www.canva.com/id_id/design-school/courses/ai-essentials/
Penulis:
1. Syaiful Yudha Platoteles
2. Dinara Refalina Niti Asmara
3. Laela Fitriah
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Dosen Pengampu : Firman Noor Hasan, S.Kom., M.Ti.
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















