Peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia menuntut adanya inovasi pangan yang rendah kalori, tinggi serat, dan memiliki indeks glikemik rendah. Penelitian ini mengembangkan selai berbasis sorgum dan puree buah sebagai alternatif pangan fungsional.
Dengan komposisi 70% puree buah dan 7% sorgum, produk ini memanfaatkan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin alami untuk mendukung manajemen berat badan.
Melalui pendekatan riset, edukasi gizi, dan pemanfaatan teknologi pelacakan gizi, inovasi ini diharapkan dapat diakses secara luas serta berkontribusi pada pencapaian SDGs.

Dipelopori oleh tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, produk selai berabsis sorgum dan puree buah bernama SORG+ hadir sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.
“Kami percaya bahwa pangan sehat bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi juga harus terjangkau dan lezat bagi penyandang obesitas,” ungkap Siraja Wahaja mahasiswa Teknik Pangan 2025 selaku ketua tim.
BACA JUGA: Obesitas pada Remaja: Masalah Serius yang Sering Kali Dianggap Remeh
Melalui metode formulasi berbasis sorgum dan puree buah yang tinggi serat, inovasi ini menawarkan alternatif selai rendah gula dan tinggi dalam serat namun tetap memiliki rasa manis alami dan tekstur lembut.
Selai ini memanfaatkan sorgum sebagai sumber serat tidak larut dan antioksidan, serta puree buah seperti nanas dan stroberi yang kaya vitamin.
Kombinasi keduanya menghasilkan produk dengan indeks glikemik rendah yang membantu mengontrol gula darah. Baik melalui riset laboratorium maupun uji coba pada komunitas penyandang obesitas, tim peneliti menekankan pentingnya edukasi gizi, portion control, mindful eating, dan substitusi pangan.
Dengan rasio formulasi yang seimbang, yakni 70% puree buah dan 7% sorgum, pendekatan fungsional dapat diterapkan untuk mendukung manajemen berat badan secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, inovasi SORG+ terlebih dulu melakukan uji lab untuk mengetahui informasi nilai gizi, kemudian melakukan sertifikasi halal dan rekognisi ahli gizi sebelum mengadakan riset lebih lanjut terhadap konsumen.
Selanjutnya, inovasi SORG+ mengadakan roadshow guna memberikan edukasi serta melakukan uji organoleptik pada berbagai kalangan konsumen terutama penyandang obesitas, diantara nya, SORG+ turut meramaikan acara GEREX ITS 2026 dengan mengadakan roadshow untuk mengetahui respon masysrakat terhadap inovasi SORG+.
Kemudian, SORG+ juga melakukan riset langsung terhadap konsumen penyandang obesitas.
“Sebagai penyandang obesitas, saya perlu lebih memerhatikan pola makan yang sekarang lebih selektif. Apalagi di luar sana memang banyak produk yang banyak gula. Saya mencoba selai stroberi SORG+ yang bikin kenyang jauh lebih lama berkat serat tinggi dari sorgumnya, sehingga membantu saya dalam mengontrol keinginan untuk makan berlebih,” tutur David, penyandang obesitas berusia 21 tahun yang menjelaskan bahwa inovasi SORG+ dapat mebantu mengatur pola makan para penyandang obesitas.
Kedepannya, menurut ketua tim, inovasi SORG+ diharapkan menjadi titik awal pemerataan akses pangan sehat bagi penyandang obesitas di Indonesia, dan menjadi wadah untuk menjembatani kebutuhan gizi seimbang masa kini dengan inovasi produk pangan dari kampus.Inisiatif Selai Sorgum-Puree turut mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Penulis:
1. Siraja Wahaja
2. Imelya Urivaturosiah
3. Evan Febrianto
4. Fajerin Muhammad Habibie
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














