Obesitas pada Remaja: Masalah Serius yang Sering Kali Dianggap Remeh

Obesitas pada remaja
Ilustrasi Junk Food (Foto: Dok. MMI)

Saat ini, masalah obesitas semakin sering terjadi, terutama pada remaja.

Banyak orang menganggap obesitas hanya soal penampilan, padahal sebenarnya sangat berkaitan dengan kesehatan tubuh dan mental.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama meningkatnya kasus obesitas pada remaja.

Salah satu penyebab obesitas adalah pola makan yang tidak sehat.

Saat ini banyak remaja lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan rumahan yang jauh lebih bergizi.

Makanan seperti burger, kentang goreng, mi instan, dan cemilan kemasan lain yang memang terasa lezat dan praktis, tetapi umumnya mengandung lemak, gula, garam, dan kalori yang sangat tinggi.

Selain itu, minuman manis seperti boba, soda, kopi susu, dan minuman kemasan lain juga sering dikonsumsi tanpa diperhatikan kadar gulanya.

Kebiasaan ini juga didukung dengan banyak nya tren makanan baru yang tinggi lemak.

Jika dilakukan terus-menerus bisa menyebabkan penumpukan lemak dan gula pada tubuh.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga berperan penting.

Banyak remaja yang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan bermain gadget, menonton film, atau bermain game online dibandingkan berolahraga.

Baca Juga: Bahaya Fast Food dan Ancaman Obesitas

Aktivitas tersebut membuat tubuh jarang bergerak hingga penumpukan kalori terus berjalan.

Di sisi lain, sebagian remaja merasa malas berolahraga karena menganggap aktivitas tersebut terlalu membosankan dan melelahkan.

Padahal, aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki, jogging, dan bersepeda secara rutin sudah cukup membantu menjaga kesehatan dan berat badan.

Gaya hidup yang modern turut memberikan pengaruh besar terhadap meningkatnya obesitas.

Saat ini hampir semua hal dapat dilakukan dengan mudah dan cepat melalui teknologi yang ada.

Seperti kemudahan dalam memesan makanan secara online.

Kemudahan tersebut memang sangat membantu, tetapi secara tidak langsung membuat orang menjadi malas bergerak.

Selain itu, kebiasaan tidur larut malam akibat bermain ponsel atau menonton media sosial juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Kurang tidur ternyata dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar sehingga pada sebagian orang yang sering tidur larut malam cenderung lebih mudah merasa lapar.

Baca Juga: Yuk, Atasi Kasus Obesitas dengan Penerapan Gizi Seimbang

Obesitas tidak hanya soal penampilan, melainkan masalah kesehatan yang serius.

Banyak penyakit berbahaya yang berpotensi tinggi seperti fatty liver atau penumpukan lemak pada hati.

Selain itu, obesitas juga meningkatkan resiko terkena diabetes melitus, yaitu penyakit akibat tingginya kadar gula dalam tubuh.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga sering terjadi pada penderita obesitas karena adanya kelebihan lemak dalam tubuh yang memaksa jantung bekerja lebih keras memompa darah.

Dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental.

Untuk mencegah obesitas, remaja perlu mulai mengubah gaya hidup sehari-hari dengan pola hidup yang lebih sehat.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan  mulai mengubah pola makan dengan cara mengurangi makanan cepat saji.

Sebaiknya, remaja mulai mengonsumsi makanan yang sehat, penuh nutrisi, dan rutin melakukan olahraga.

Baca Juga: Perubahan Asupan Gizi dan Indeks Massa Tubuh Remaja Obesitas

Meskipun tampak sederhana, kebiasaan ini bisa sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, obesitas bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Remaja perlu lebih peduli terhadap kesehatan tubuh karena tubuh adalah investasi kita di masa depan.

Dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengatur waktu istirahat, dan menerapkan gaya hidup sehat, resiko obesitas serta penyakit berbahaya lainnya dapat berkurang.

Menjaga kesehatan bukan hanya penting diri sendiri dan sekarang, tetapi juga untuk kebaikan di masa depan serta orang-orang di sekitar kita.


Penulis: Hind Machzum Baisa
Mahasiswa Prodi Kedokteran, Universitas YARSI


Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses