Cara Membuat Berita di Media Online dari Topik hingga Dipublikasikan

Cara Membuat Berita di Media Online

Memiliki kegiatan, prestasi, atau peristiwa menarik belum otomatis berarti Anda sudah memiliki sebuah berita. Informasi tersebut masih perlu diolah agar pembaca memahami apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan dan di mana peristiwa berlangsung, serta mengapa informasi tersebut penting.

Karena itu, cara membuat berita di media online bukan hanya soal menulis beberapa paragraf lalu mengunggahnya ke internet. Prosesnya dimulai dari memilih peristiwa, menentukan sudut pemberitaan, mengumpulkan fakta, menyusun naskah, memeriksa informasi, hingga menyiapkan tulisan untuk dikirim kepada media.

Artikel ini membahas alur tersebut secara praktis, terutama bagi penulis pemula, mahasiswa, komunitas, dan organisasi yang ingin mengolah kegiatan atau peristiwa menjadi naskah berita.

Mulai dari Peristiwa, Bukan dari Template Berita

Kesalahan yang sering terjadi ketika membuat berita adalah langsung membuka dokumen dan mulai menulis tanpa menentukan informasi utama yang ingin disampaikan.

Padahal, langkah pertama adalah memahami peristiwa apa yang sebenarnya layak diberitakan.

Sebuah kegiatan dapat memiliki nilai informasi karena merupakan kegiatan baru, memiliki hasil tertentu, melibatkan pihak tertentu, menjawab persoalan, menghasilkan capaian, atau memberikan dampak yang relevan bagi pembaca.

Misalnya, sebuah organisasi mahasiswa mengadakan pelatihan kewirausahaan. Informasi yang dapat diangkat bukan sekadar bahwa pelatihan telah dilaksanakan, tetapi bisa berupa siapa yang dilatih, persoalan apa yang dibahas, siapa narasumbernya, atau hasil yang diperoleh peserta.

Apa yang Membuat Sebuah Peristiwa Layak Diberitakan?

Tidak semua aktivitas perlu dibuat menjadi berita tersendiri.

Sebelum menulis, tanyakan:

  • Apa yang terjadi?
  • Apa hal yang paling penting dari peristiwa tersebut?
  • Siapa yang terlibat?
  • Siapa yang berkepentingan mengetahui informasi tersebut?
  • Apakah terdapat fakta atau hasil yang dapat dijelaskan?
  • Apa yang membedakan kegiatan tersebut dari aktivitas biasa?

Pertanyaan tersebut membantu penulis menyaring informasi sebelum masuk ke tahap penulisan.

Pilih Satu Cerita Utama dari Sebuah Kegiatan

Satu kegiatan bisa memiliki banyak aktivitas. Namun, berita tidak harus menceritakan semuanya dengan porsi yang sama.

Pilih satu cerita utama sebagai fokus.

Jika sebuah kegiatan terdiri atas seminar, pelatihan, diskusi, dan penyerahan bantuan, misalnya, tentukan bagian mana yang paling penting bagi pembaca. Informasi lainnya dapat digunakan sebagai konteks atau informasi pendukung.

Dengan cara ini, berita menjadi lebih fokus dan tidak berubah menjadi laporan kegiatan yang panjang.

Tentukan Angle Sebelum Menulis Judul

Setelah menentukan peristiwa, tentukan angle atau sudut pemberitaan.

Angle membantu penulis menjawab pertanyaan: bagian mana dari peristiwa ini yang paling penting untuk diceritakan?

Satu kegiatan dapat memiliki beberapa angle. Sebuah pelatihan mahasiswa, misalnya, dapat diberitakan dari sisi inovasi program, masalah yang dibahas, keterlibatan masyarakat, kolaborasi dengan lembaga lain, atau hasil kegiatan.

Contoh Mengubah Kegiatan Menjadi Angle Berita

Misalnya mahasiswa melaksanakan pelatihan digital untuk pelaku UMKM.

Angle yang terlalu umum:

Mahasiswa Mengadakan Pelatihan untuk UMKM

Jika terdapat fakta yang lebih spesifik, angle dapat diarahkan pada hal yang menjadi inti kegiatan, misalnya metode pelatihan, persoalan digital yang dibahas, atau hasil yang diperoleh peserta.

Yang perlu diperhatikan, jangan membuat angle berdasarkan asumsi. Jika judul menyebut adanya peningkatan, keberhasilan, atau dampak tertentu, isi berita harus memiliki fakta yang mendukung pernyataan tersebut.

Kumpulkan Bahan Berita Sebelum Menulis

Setelah angle ditentukan, kumpulkan bahan yang diperlukan.

Gunakan unsur 5W+1H sebagai pemeriksaan awal:

  • What: apa yang terjadi?
  • Who: siapa yang terlibat?
  • When: kapan terjadi?
  • Where: di mana berlangsung?
  • Why: mengapa kegiatan atau peristiwa tersebut dilakukan?
  • How: bagaimana kegiatan atau peristiwa berlangsung?

5W+1H bukan sekadar daftar yang harus ditempelkan ke dalam artikel. Unsur tersebut digunakan untuk memastikan informasi penting tidak terlewat.

Data yang Perlu Dicatat

Sebelum menulis, periksa kembali:

  • nama orang;
  • nama organisasi atau institusi;
  • jabatan;
  • tanggal;
  • lokasi;
  • jumlah atau angka yang disebutkan;
  • nama kegiatan;
  • pernyataan narasumber;
  • hasil atau capaian yang diklaim.

Jika menggunakan kutipan, pastikan pernyataan tersebut benar-benar berasal dari narasumber.

Jika menggunakan data, pastikan sumber dan konteksnya jelas.

Susun Judul dan Lead yang Langsung ke Inti

Setelah bahan terkumpul, barulah naskah mulai disusun.

Cara Membuat Judul yang Informatif

Judul berita sebaiknya memberikan gambaran mengenai peristiwa yang dibahas.

Judul tidak perlu dibuat sensasional untuk menarik perhatian. Hindari kata-kata yang berlebihan jika tidak didukung isi berita.

Judul yang baik membantu pembaca memahami informasi utama sebelum membaca keseluruhan artikel.

Jangan pula memasukkan klaim yang tidak dapat dibuktikan hanya karena ingin membuat judul terlihat lebih menarik.

Cara Menulis Lead

Lead atau teras berita merupakan bagian awal yang memperkenalkan inti informasi.

Hindari membuka berita dengan paragraf panjang mengenai “perkembangan zaman”, “pesatnya teknologi”, atau pernyataan umum yang tidak langsung berhubungan dengan peristiwa.

Mulailah dengan fakta utama.

Pembaca seharusnya dapat memahami konteks dasar peristiwa sejak paragraf awal.

Bangun Isi Berita dengan Struktur yang Mudah Diikuti

Setelah lead, lanjutkan dengan informasi yang membantu pembaca memahami peristiwa secara lebih lengkap.

Salah satu pola yang umum digunakan dalam penulisan berita adalah piramida terbalik, yaitu menempatkan informasi yang paling penting di bagian awal, kemudian diikuti informasi pendukung.

Struktur tersebut membantu pembaca memperoleh inti berita tanpa harus menunggu sampai akhir artikel.

Gunakan 5W+1H sebagai Pemeriksaan Kelengkapan

Setelah naskah selesai, periksa apakah informasi penting dari 5W+1H sudah tersedia.

Tidak semua unsur harus ditulis dalam satu paragraf. Informasi dapat disebarkan secara alami sepanjang artikel sesuai kebutuhan.

Letakkan Informasi Terpenting Lebih Awal

Jangan menyimpan informasi utama di bagian paling akhir hanya karena ingin membuat pembaca terus membaca.

Berita seharusnya menghargai waktu pembaca. Informasi yang paling penting perlu disampaikan lebih dahulu, kemudian diperjelas dengan konteks, data, dan informasi pendukung.

Gunakan Kutipan Jika Memang Ada

Kutipan dapat memberikan perspektif langsung dari pihak yang terlibat.

Namun, kutipan tidak perlu ditambahkan hanya agar berita terlihat profesional. Jika memang tidak ada pernyataan narasumber yang relevan, jangan membuat kutipan.

Jangan mengubah pernyataan sehingga maknanya berbeda dari yang disampaikan narasumber.

Tulis dengan Bahasa Berita, Bukan Bahasa Promosi

Berita dan materi promosi memiliki tujuan yang berbeda.

Jika menulis berita tentang kegiatan organisasi, misalnya, hindari memenuhi paragraf dengan kata-kata seperti “sangat luar biasa”, “paling sukses”, “sangat bermanfaat”, atau klaim lain yang tidak memiliki dasar.

Gunakan bahasa yang:

  • jelas;
  • langsung;
  • mudah dipahami;
  • sesuai dengan fakta;
  • tidak berlebihan.

Jika sebuah kegiatan memang memiliki prestasi atau hasil tertentu, jelaskan faktanya. Biarkan pembaca menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.

Paragraf juga sebaiknya tidak terlalu panjang. Satu paragraf dapat digunakan untuk satu gagasan utama sehingga alur berita lebih mudah diikuti.

Periksa Fakta Sebelum Naskah Dikirim

Sebelum mengirim berita, lakukan pemeriksaan terakhir.

Periksa kembali nama, tanggal, lokasi, jabatan, angka, kutipan, dan klaim yang terdapat dalam artikel.

Bagian ini penting karena kesalahan yang terlihat kecil bagi penulis dapat menjadi masalah ketika informasi sudah dipublikasikan.

Untuk pemberitaan media siber, Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers menetapkan bahwa pada prinsipnya berita harus melalui verifikasi. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.

Pedoman Pemberitaan Media Siber — Dewan Pers

Checklist Pemeriksaan Fakta

Sebelum mengirim, periksa:

  • ☐ Nama orang dan institusi sudah benar.
  • ☐ Tanggal dan lokasi sudah benar.
  • ☐ Angka dan data sudah diperiksa.
  • ☐ Kutipan sesuai dengan pernyataan narasumber.
  • ☐ Judul sesuai dengan isi.
  • ☐ Foto sesuai dengan kegiatan.
  • ☐ Tidak ada klaim yang lebih besar daripada fakta.
  • ☐ Tidak ada paragraf yang hanya berisi promosi.

Siapkan Naskah agar Siap Masuk ke Proses Redaksi

Setelah naskah selesai dan fakta diperiksa, siapkan bahan yang diperlukan untuk pengiriman.

Tergantung ketentuan media, bahan tersebut dapat berupa:

  • naskah berita;
  • judul;
  • foto dokumentasi;
  • keterangan foto;
  • identitas penulis;
  • kontak pengirim;
  • bahan pendukung lain yang diminta.

Jangan menganggap semua media memiliki prosedur pengiriman yang sama. Baca terlebih dahulu ketentuan media yang dituju.

Jika Anda sudah memiliki naskah dan ingin memahami tahap pengirimannya, MMI memiliki panduan cara mengirim artikel, opini, tulisan dan berita ke media online yang dapat digunakan sebagai rujukan lanjutan.

Setelah Naskah Jadi, Bagaimana Mengirimnya ke Media?

Pembuatan berita dan publikasi merupakan dua tahap yang berbeda.

Setelah naskah siap, kirim melalui kanal yang memang disediakan oleh media, misalnya alamat email, formulir, atau mekanisme submission lain yang tercantum pada kanal resmi media.

Jangan mengirim naskah berulang kali ke banyak kanal redaksi tanpa mengikuti ketentuan yang diberikan.

Jika Anda membutuhkan informasi mengenai media yang membuka kesempatan untuk menerima tulisan, artikel, opini, atau berita, MMI juga memiliki halaman media online yang menerima tulisan, artikel, opini dan berita.

Halaman tersebut memiliki fungsi yang berbeda dari artikel ini: artikel ini berfokus pada membuat berita, sedangkan informasi mengenai tujuan publikasi sebaiknya dicari pada halaman yang memang membahas media tujuan.

Apakah Berita yang Sudah Dibuat Pasti Diterbitkan?

Tidak.

Membuat berita dengan struktur yang baik, memeriksa fakta, dan mengikuti ketentuan pengiriman dapat membuat naskah lebih siap untuk dipertimbangkan. Namun, hal tersebut bukan jaminan bahwa setiap naskah akan diterbitkan.

Media memiliki proses editorial dan kebijakan masing-masing. Redaksi dapat menilai kesesuaian topik, kelengkapan informasi, akurasi, gaya penulisan, dan berbagai pertimbangan editorial lainnya.

Karena itu, klaim seperti “100% pasti diterbitkan” sebaiknya dihindari.

Yang dapat dikendalikan oleh penulis adalah kualitas naskah dan kepatuhan terhadap ketentuan media tujuan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Berita

Beberapa kesalahan dapat membuat naskah kehilangan fokus sebelum sampai ke tahap pengiriman.

1. Menulis Tanpa Menentukan Angle

Akibatnya, seluruh informasi dimasukkan tanpa mengetahui cerita utama yang ingin disampaikan.

2. Membuat Judul yang Lebih Besar daripada Isinya

Judul tidak boleh memberikan kesan adanya prestasi, dampak, atau fakta tertentu jika isi berita tidak membuktikannya.

3. Menjadikan Berita sebagai Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan cenderung mencatat seluruh rangkaian acara. Berita perlu menyaring informasi sehingga bagian terpenting muncul lebih awal.

4. Memasukkan Terlalu Banyak Informasi yang Tidak Relevan

Informasi yang tidak membantu pembaca memahami peristiwa justru membuat berita lebih panjang tanpa memberikan nilai tambah.

5. Mengabaikan Pemeriksaan Nama dan Data

Kesalahan nama, tanggal, lokasi, angka, atau kutipan seharusnya dapat ditemukan sebelum naskah dikirim.

6. Terlalu Banyak Bahasa Promosi

Jika tujuan utamanya adalah menyampaikan berita, informasi faktual harus lebih dominan daripada pujian terhadap kegiatan atau organisasi.

Checklist Sebelum Mengirim Berita

Gunakan daftar berikut sebagai pemeriksaan akhir:

  • ☐ Peristiwa yang diberitakan sudah jelas.
  • ☐ Angle sudah ditentukan.
  • ☐ Judul sesuai dengan isi.
  • ☐ Lead langsung menyampaikan informasi utama.
  • ☐ Unsur 5W+1H sudah diperiksa.
  • ☐ Nama dan identitas pihak yang disebut sudah benar.
  • ☐ Tanggal dan lokasi sudah benar.
  • ☐ Data dan angka sudah diperiksa.
  • ☐ Kutipan sesuai dengan pernyataan narasumber.
  • ☐ Foto relevan dengan berita.
  • ☐ Naskah sudah dibaca ulang.
  • ☐ Bahasa tidak berlebihan atau terlalu promosi.
  • ☐ Ketentuan media tujuan sudah dibaca.
  • ☐ Naskah dikirim melalui kanal yang ditentukan media.

Kesimpulan

Cara membuat berita di media online sebaiknya dimulai dari peristiwa yang jelas, bukan dari keinginan untuk sekadar menerbitkan tulisan.

Tentukan terlebih dahulu apa yang layak diberitakan, pilih angle, kumpulkan fakta, susun judul dan lead, kembangkan isi dengan struktur yang mudah diikuti, lalu periksa kembali seluruh informasi sebelum naskah dikirim.

Setelah naskah siap, ikuti ketentuan media tujuan dan gunakan kanal pengiriman resmi. Ingat bahwa naskah yang sudah dibuat dengan baik tetap tidak berarti pasti diterbitkan karena keputusan akhir berada dalam proses editorial media.

Dengan alur peristiwa → angle → bahan berita → penulisan → verifikasi → naskah final → pengiriman, Anda memiliki proses yang lebih terarah untuk mengubah kegiatan atau peristiwa menjadi berita yang layak dibaca dan siap dipertimbangkan oleh media.

Rujukan lanjutan

Jika tahap berikutnya adalah mencari cara mempublikasikan naskah yang sudah selesai, Anda dapat membaca cara publikasi artikel ke media online sebagai panduan lanjutan.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses