Daftar Media Online yang Menerima Tulisan, Artikel, Opini & Berita

Media Online yang Menerima Tulisan
Ilustrasi Media Online. (Source: istockphoto.com)

Kamu punya artikel, opini, esai, atau tulisan lain yang ingin dibaca lebih banyak orang? Salah satu pilihannya adalah mengirimkan tulisan tersebut ke media online yang membuka ruang bagi penulis eksternal.

Namun, setiap media mempunyai mekanisme yang berbeda.

Ada media yang membuka rubrik opini dan melakukan seleksi terhadap setiap naskah yang masuk. Ada pula media yang menyediakan layanan publikasi dengan ketentuan tertentu. Jenis tulisan yang diterima juga berbeda, mulai dari opini, esai, artikel ilmiah populer, hingga berita kegiatan.

Karena itu, mencari media online yang menerima tulisan sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan apakah media tersebut menerima artikel atau tidak.

Kamu juga perlu mengetahui jenis tulisan yang diterima, karakter pembacanya, mekanisme pengiriman, serta proses editorial yang berlaku.

Berikut beberapa media online yang dapat dipertimbangkan untuk mengirim artikel, opini, tulisan, dan berita.

1. Media Mahasiswa Indonesia

Media Mahasiswa Indonesia (MMI) merupakan media online nasional yang menyediakan ruang publikasi bagi mahasiswa, dosen, pelajar, guru, akademisi, hingga masyarakat umum.

MMI menerima berbagai jenis tulisan, seperti artikel, opini, esai, artikel ilmiah populer, berita kegiatan kampus, resensi, pengalaman, karya sastra, hingga tulisan dari berbagai bidang keilmuan.

Tulisan juga tidak harus selalu membahas kehidupan mahasiswa.

Penulis dapat mengirim tulisan mengenai pendidikan, hukum, ekonomi, kesehatan, politik, pemerintahan, komunikasi, psikologi, pertanian, teknologi, teknik, sastra, lingkungan, sosial, budaya, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Naskah yang masuk akan melalui proses editorial sebelum diterbitkan.

Jika tujuanmu memang ingin menerbitkan tulisan di MMI, tersedia halaman khusus yang menjelaskan proses pengiriman dari awal sampai naskah diproses redaksi.

Baca: Kirim Artikel ke Media Mahasiswa Indonesia: Panduan Pengiriman dan Publikasi

Sebelum mengirim naskah, kamu juga sebaiknya membaca Panduan, Syarat dan Ketentuan Publikasi di Media Mahasiswa Indonesia.

Dengan demikian, artikel yang sedang kamu baca dapat digunakan untuk membandingkan beberapa pilihan media. Sementara itu, halaman Kirim Artikel menjadi panduan jika kamu sudah memutuskan melakukan publikasi melalui Media Mahasiswa Indonesia.

2. detikcom

detikcom merupakan salah satu media online nasional yang membuka ruang bagi tulisan dari luar redaksi.

Saat ini detikcom memiliki kanal Kolom yang secara eksplisit mengundang pembaca untuk menjadi bagian dari kolumnis detikcom. Jenis tulisan yang diterima mencakup opini, gagasan, sudut pandang, serta pembahasan mengenai peristiwa yang terjadi di sekitar penulis.

Naskah yang dikirim harus merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan di media lain, dan bersifat eksklusif untuk detikcom. Redaksi juga memiliki kewenangan melakukan penyuntingan terhadap naskah yang diterima.

Artinya, mengirim artikel ke detikcom tidak otomatis membuat tulisan diterbitkan. Naskah tetap melalui proses editorial.

Jika ingin mencoba, sebaiknya pelajari beberapa tulisan terbaru di kanal tersebut terlebih dahulu untuk memahami karakter tulisan yang diterbitkan. Silakan baca: Panduan dan Kolom detikcom

3. Kompas

Kompas merupakan salah satu media nasional yang banyak menjadi tujuan penulis opini.

Namun, perlu dibedakan antara berbagai platform yang berada dalam ekosistem Kompas. Menulis pada platform berbasis pengguna tidak sama dengan mengirimkan tulisan untuk dipertimbangkan oleh redaksi Kompas.

Untuk media dengan proses editorial seperti ini, kualitas argumentasi, relevansi isu, kebaruan perspektif, dan kompetensi penulis dapat menjadi bagian dari pertimbangan redaksi.

Jika ingin mengirim tulisan, periksa terlebih dahulu mekanisme kontribusi yang sedang berlaku melalui kanal resmi Kompas.

Jangan hanya menggunakan alamat email atau prosedur pengiriman yang ditemukan pada artikel lama karena mekanisme penerimaan naskah sebuah media dapat berubah.

4. Media Indonesia

Media Indonesia juga dikenal mempunyai ruang opini yang memuat pandangan mengenai berbagai persoalan publik.

Jenis media seperti ini lebih cocok untuk tulisan yang mempunyai argumentasi jelas daripada artikel yang hanya menyampaikan informasi umum.

Penulis dapat mengangkat persoalan politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hukum, sosial, lingkungan, maupun isu lain yang mempunyai relevansi terhadap masyarakat.

Jika tulisan mengandung klaim faktual, data dan sumber yang digunakan juga harus dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum mengirim, periksa ketentuan terbaru mengenai panjang tulisan, biodata penulis, format naskah, dan mekanisme pengiriman melalui kanal resmi Media Indonesia.

5. Tempo

Tempo juga menjadi salah satu media yang kerap menjadi tujuan penulis ketika ingin membawa gagasan ke ruang publik yang lebih luas.

Karakter editorial media seperti Tempo membuat penulis perlu memberikan perhatian lebih terhadap kualitas naskah.

Tulisan sebaiknya mempunyai persoalan yang jelas, argumentasi yang kuat, konteks yang memadai, dan sudut pandang yang memberikan sesuatu kepada pembaca.

Jangan sekadar mengulang informasi yang sudah banyak tersedia.

Jika ingin mengirim tulisan, periksa terlebih dahulu kanal resmi dan ketentuan kontribusi terbaru yang berlaku.

6. Kumparan

Kumparan mempunyai model publikasi yang berbeda dari proses pengiriman opini secara konvensional kepada redaksi surat kabar.

Platform tersebut mempunyai ekosistem yang memungkinkan partisipasi pengguna dalam menghasilkan konten.

Karena mekanismenya berbeda, penulis perlu memahami terlebih dahulu perbedaan antara konten pengguna dan konten yang diproduksi langsung oleh redaksi.

Model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi orang yang ingin membangun rekam jejak menulis secara digital.

Namun, kemudahan menerbitkan tulisan bukan alasan untuk mengabaikan kualitas. Tulisan tetap perlu memiliki struktur yang jelas, informasi yang benar, dan memberikan manfaat bagi pembaca.

7. Mojok

Mojok dikenal mempunyai karakter tulisan yang khas.

Banyak tulisan yang diterbitkan menggunakan pendekatan populer, personal, ringan, reflektif, bahkan humoris ketika membicarakan kehidupan sehari-hari maupun persoalan sosial.

Karakter tersebut membuat penulis sebaiknya tidak langsung mengirimkan tulisan tanpa mengenal medianya.

Baca terlebih dahulu beberapa tulisan yang sudah diterbitkan. Perhatikan cara penulis membuka artikel, membangun cerita, menyampaikan argumentasi, hingga menutup tulisan.

Tujuannya bukan meniru gaya penulis Mojok, tetapi memahami apakah tulisanmu memang cocok dengan pembaca dan karakter editorial media tersebut.

8. Tirto

Tirto merupakan pilihan lain bagi penulis yang mempunyai tulisan berbasis argumentasi, penelitian, atau kepakaran tertentu.

Saat ini Tirto secara resmi menyediakan halaman Kirim Artikel. Redaksi menyatakan menerima naskah kontribusi pembaca untuk rubrik tertentu dan mempertimbangkan naskah berdasarkan standar keredaksiannya.

Beberapa pertimbangannya antara lain kepakaran penulis, basis riset ilmiah, kebaruan informasi, dan kedekatan isu.

Tirto juga memiliki ketentuan tersendiri untuk tulisan opini, termasuk kejelasan sudut pandang dan argumentasi serta ketentuan orisinalitas naskah.

Artinya, tulisan yang dikirim tidak otomatis diterbitkan. Silakan baca di Panduan Kirim Artikel Tirto

9. Media Online Lokal dan Regional

Jangan hanya mempertimbangkan media nasional.

Indonesia mempunyai banyak media lokal dan regional yang justru dapat menjadi tempat publikasi yang lebih relevan untuk topik tertentu.

Misalnya, kamu menulis mengenai persoalan transportasi di Pontianak. Tulisan tersebut mungkin mempunyai kedekatan yang lebih kuat dengan pembaca media Kalimantan Barat daripada pembaca media nasional.

Hal yang sama berlaku untuk tulisan mengenai kebijakan pemerintah daerah, pendidikan, lingkungan, pariwisata, budaya lokal, kegiatan kampus, maupun persoalan masyarakat setempat.

Karena itu, sebelum memilih media, tanyakan:

Siapa orang yang paling membutuhkan atau berkepentingan dengan tulisan ini?

Jawabannya dapat membantu menentukan media yang tepat.

10. Media Online Mitra Media Mahasiswa Indonesia

Selain menerbitkan tulisan di Media Mahasiswa Indonesia, penulis yang menggunakan jalur publikasi MMI juga dapat memilih sejumlah media online yang bekerja sama dengan Media Mahasiswa Indonesia.

Pilihan tersebut memungkinkan tulisan diarahkan ke media yang lebih sesuai dengan tema, latar belakang penulis, bahasa, maupun target pembacanya.

Beberapa media yang tersedia antara lain:

  1. mahasiswaindonesia.id — untuk mahasiswa, dosen, pelajar, guru, dan masyarakat umum;
  2. siswaindonesia.id — terutama untuk pelajar dan guru;
  3. pemilunews.com — politik dan pemerintahan;
  4. tentangsehat.com — kesehatan dan gaya hidup;
  5. majalahsepakbola.com — olahraga, khususnya sepak bola;
  6. studentzap.com — media berbahasa Inggris dengan cakupan umum;
  7. medicalref.com — kesehatan dalam bahasa Inggris;
  8. scienceofcomputer.com — teknologi dan komputer dalam bahasa Inggris;
  9. medslat.com — media berbahasa Inggris dengan cakupan umum;
  10. suarapantau.com — media online nasional;
  11. trendberita.com — media online nasional dengan berbagai topik;
  12. agakareba.com — kebudayaan; dan
  13. aktivismahasiswa.com — mahasiswa dan aktivitas kemahasiswaan.

Pemilihan media sebaiknya disesuaikan dengan isi tulisan.

Artikel kesehatan, misalnya, lebih tepat diarahkan ke media yang memang membahas kesehatan. Tulisan mengenai politik atau pemerintahan dapat ditempatkan pada media yang mempunyai fokus pada bidang tersebut.

Sementara itu, tulisan berbahasa Inggris dapat diarahkan ke media berbahasa Inggris sesuai bidang pembahasannya.

Ketentuan publikasi pada masing-masing pilihan dapat berbeda. Karena itu, informasi teknis mengenai pilihan media dan proses publikasinya sebaiknya diperiksa melalui Panduan, Syarat dan Ketentuan Publikasi di Media Mahasiswa Indonesia.

Bagaimana Memilih Media Online yang Tepat?

Tidak ada satu media yang selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua jenis tulisan.

Media yang tepat adalah media yang mempunyai hubungan kuat antara isi tulisan, karakter media, dan pembacanya.

Jika kamu menulis persoalan daerah, media lokal dapat menjadi pilihan.

Jika mempunyai opini mengenai persoalan nasional, kamu dapat mempertimbangkan media nasional yang menyediakan ruang opini.

Jika tulisanmu berasal dari tugas kuliah, pengalaman mahasiswa, artikel ilmiah populer, kegiatan kampus, atau bidang keilmuan tertentu, media yang memang menyediakan ruang bagi mahasiswa dan akademisi dapat lebih relevan.

Karena itu, jangan menentukan media hanya berdasarkan popularitas atau besarnya trafik.

Pertimbangkan juga apakah orang yang membaca media tersebut merupakan audiens yang ingin kamu jangkau.

Periksa Hal Ini Sebelum Mengirim Artikel

Setelah menemukan media yang sesuai, jangan langsung mengirim naskah.

Baca beberapa tulisan terbaru yang sudah diterbitkan pada rubrik yang kamu incar. Dari sana, kamu dapat memahami karakter judul, panjang tulisan, kedalaman pembahasan, gaya bahasa, dan jenis topik yang biasa diterbitkan.

Periksa pula ketentuan mengenai jenis tulisan yang diterima, format naskah, identitas penulis, orisinalitas, mekanisme pengiriman, serta proses seleksinya.

Jika baru pertama kali melakukan submission, kamu dapat membaca panduan cara mengirim artikel, opini, tulisan dan berita ke media online.

Panduan tersebut membahas proses pengiriman, sedangkan artikel yang sedang kamu baca lebih berfungsi membantu menemukan media tujuan.

Apakah Artikel yang Dikirim Pasti Diterbitkan?

Tidak selalu.

Media yang menerapkan seleksi editorial mempunyai kewenangan menentukan naskah yang diterbitkan.

Tulisan yang menurutmu sudah bagus masih dapat ditolak karena topiknya tidak sesuai, argumentasinya belum cukup kuat, isu sudah pernah dibahas, momentum sudah lewat, atau redaksi mempunyai pertimbangan editorial lainnya.

Karena itu, penolakan dari satu media tidak otomatis berarti tulisanmu buruk.

Kamu dapat mengevaluasi kembali judul, pembukaan, argumentasi, data, struktur, dan kesesuaian tulisan dengan media tujuan sebelum mencoba mengirimkannya ke tempat lain.

Mekanismenya berbeda pada media yang memang menyediakan layanan publikasi berdasarkan ketentuan tertentu.

Apakah Publikasi Artikel di Media Online Gratis?

Tergantung medianya.

Ada media yang menerima naskah melalui seleksi editorial tanpa biaya. Penulis mengirimkan tulisan, redaksi melakukan penilaian, kemudian hanya naskah tertentu yang diterbitkan.

Ada pula media yang menyediakan layanan publikasi berbayar dengan mekanisme dan ketentuan tersendiri.

Keduanya tidak seharusnya dianggap sebagai proses yang sama.

Jika tujuanmu adalah mencoba menembus seleksi redaksi, media dengan sistem editorial dapat menjadi pilihan.

Sementara jika membutuhkan mekanisme publikasi berdasarkan layanan tertentu, pahami terlebih dahulu ketentuan media yang menyediakan layanan tersebut.

Untuk memahami proses publikasi secara lebih luas, kamu juga dapat membaca cara publikasi artikel ke media online.

Cara Meningkatkan Peluang Artikel Diterima Media

Tidak ada formula yang dapat menjamin sebuah tulisan diterima redaksi.

Namun, kamu dapat meningkatkan peluang dengan menulis topik yang benar-benar dipahami, memilih persoalan yang spesifik, serta menawarkan sudut pandang yang mempunyai nilai bagi pembaca.

Hindari topik yang terlalu luas dan generik.

Jika membuat klaim faktual, gunakan data yang dapat diperiksa. Bedakan antara fakta dan pendapat serta jangan menggunakan angka atau kutipan yang tidak diketahui sumbernya.

Setelah selesai, baca kembali tulisan dari sudut pandang pembaca.

Tanyakan:

Apa pengetahuan, perspektif, atau manfaat baru yang diperoleh seseorang setelah membaca tulisan ini?

Jika jawabannya belum jelas, tulisan tersebut mungkin masih perlu diperbaiki sebelum dikirim.

Kesimpulan

Ada berbagai media online yang menerima tulisan, artikel, opini, dan bentuk kontribusi lainnya dari penulis eksternal. Namun, masing-masing memiliki karakter dan mekanisme penerbitan yang berbeda.

Ada media nasional yang menerapkan seleksi editorial. Ada media lokal yang lebih relevan untuk persoalan daerah. Ada pula media dengan segmentasi tertentu, seperti mahasiswa, pendidikan, kesehatan, politik, teknologi, atau olahraga.

Karena itu, jangan sekadar mencari media online yang menerima tulisan.

Carilah media yang benar-benar sesuai dengan tulisan dan pembaca yang ingin kamu jangkau.

Setelah menentukan pilihan, periksa ketentuan terbaru dari media tersebut, sesuaikan naskah, kemudian kirim menggunakan mekanisme yang telah ditentukan.

Jika pilihanmu adalah Media Mahasiswa Indonesia atau salah satu media yang bekerja sama dengan MMI, gunakan halaman Kirim Artikel ke Media Mahasiswa Indonesia sebagai titik awal untuk memahami proses pengirimannya.

FAQ tentang Media Online yang Menerima Tulisan

1. Apa jenis tulisan yang bisa dikirim ke media online?

Jenis tulisan tergantung kebijakan masing-masing media. Beberapa menerima opini, esai, artikel ilmiah populer, resensi, berita, feature, pengalaman, hingga karya sastra.

2. Apakah semua media menerima tulisan dari masyarakat umum?

Tidak. Sebagian media membuka kontribusi untuk masyarakat umum, sedangkan media lainnya membatasi berdasarkan rubrik, tema, atau kompetensi penulis.

3. Apakah mengirim artikel ke media online gratis?

Tidak selalu. Ada media yang menggunakan mekanisme seleksi editorial tanpa biaya dan ada pula yang menyediakan layanan publikasi dengan biaya tertentu.

4. Apakah artikel yang dikirim pasti diterbitkan?

Tidak jika media menggunakan seleksi editorial. Naskah harus melewati penilaian redaksi terlebih dahulu. Media dengan model layanan publikasi dapat mempunyai mekanisme berbeda.

5. Media online apa yang cocok untuk mahasiswa?

Pilih berdasarkan topik tulisan. Media Mahasiswa Indonesia merupakan salah satu pilihan karena menyediakan ruang untuk artikel, opini, esai, tulisan akademik populer, berita kegiatan kampus, dan berbagai bidang keilmuan.

6. Apakah artikel yang sama boleh dikirim ke beberapa media sekaligus?

Periksa kebijakan masing-masing media. Beberapa media mensyaratkan naskah bersifat eksklusif dan belum diterbitkan atau dikirim ke tempat lain. detikcom, misalnya, secara eksplisit mensyaratkan tulisan Kolom bersifat eksklusif.

7. Apa yang harus dilakukan jika artikel tidak diterima?

Evaluasi kembali naskah dan kesesuaiannya dengan media tujuan. Periksa topik, judul, pembukaan, argumentasi, data, struktur, serta karakter pembacanya sebelum mengirim ke media lain.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait