Apa Itu Artikel Ilmiah? Pengertian, Ciri, Struktur, dan Jenisnya

apa itu artikel ilmiah

Artikel ilmiah bukan sekadar tulisan dengan bahasa formal. Di dalamnya terdapat gagasan, hasil penelitian, atau kajian yang disusun secara sistematis agar dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan dalam lingkungan akademik.

Bagi mahasiswa, memahami apa itu artikel ilmiah penting sebelum mulai menyusun tulisan untuk tugas, seminar, jurnal, atau publikasi akademik. Kesalahan memahami jenis tulisan ini dapat membuat struktur, penggunaan referensi, hingga cara menyampaikan argumen menjadi tidak tepat.

Secara umum, artikel ilmiah dapat berupa tulisan yang menyajikan hasil penelitian maupun kajian atau pemikiran ilmiah. Karena itu, tidak semua artikel ilmiah memiliki struktur yang persis sama. Artikel hasil penelitian, misalnya, membutuhkan bagian metode dan hasil penelitian, sedangkan artikel nonpenelitian dapat berfokus pada pembahasan tanpa bagian metode penelitian.

Apa itu Artikel Ilmiah?

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyampaikan hasil penelitian, kajian, atau pemikiran ilmiah secara sistematis dengan menggunakan argumentasi dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu karakter pentingnya adalah orisinalitas dan kejelasan argumentasi. Artikel ilmiah tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menyajikan analisis atau pemikiran yang memiliki dasar akademik.

Dalam artikel ilmiah hasil penelitian, isi tulisan biasanya berasal dari penelitian yang telah dilakukan penulis. Hasil penelitian kemudian disusun menjadi artikel agar temuan tersebut dapat dikomunikasikan kepada komunitas ilmiah.

Panduan penulisan yang tersedia melalui GARUDA juga menunjukkan bahwa artikel ilmiah hasil penelitian umumnya mencakup judul, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan, serta daftar rujukan.

Sementara itu, artikel ilmiah tidak selalu harus berupa laporan penelitian. Artikel nonpenelitian dapat berupa kajian konseptual atau pembahasan ilmiah yang tidak memiliki bagian metode penelitian seperti artikel hasil penelitian.

Karena itu, memahami jenis artikel sejak awal akan membantu kamu menentukan struktur yang tepat.

Ciri-Ciri Artikel Ilmiah

Ada beberapa karakter yang membedakan artikel ilmiah dari tulisan informatif biasa.

1. Memiliki dasar ilmiah

Artikel ilmiah harus memiliki dasar pemikiran yang jelas. Untuk artikel hasil penelitian, dasar tersebut dapat berupa data dan hasil penelitian. Untuk artikel nonpenelitian, argumentasi tetap perlu dibangun berdasarkan teori, kajian, dan sumber akademik yang relevan.

2. Menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan

Referensi merupakan bagian penting dalam artikel ilmiah. Sumber dapat berasal dari jurnal, buku akademik, prosiding, dokumen resmi, atau sumber ilmiah lain yang relevan dengan pembahasan.

Penggunaan referensi bukan sekadar untuk memperbanyak daftar pustaka. Sumber harus benar-benar digunakan untuk mendukung argumentasi atau menjelaskan posisi pembahasan.

3. Bersifat sistematis

Gagasan dalam artikel ilmiah harus disusun dengan alur yang jelas. Pembaca perlu dapat mengikuti hubungan antara masalah, landasan pemikiran, metode jika ada, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.

Sistematika tersebut membuat artikel lebih mudah dibaca sekaligus membantu penulis menjaga pembahasan agar tidak melebar.

4. Menggunakan bahasa yang jelas dan objektif

Bahasa artikel ilmiah perlu disampaikan secara jelas, tepat, dan tidak emosional. Penulis sebaiknya menghindari pernyataan yang terlalu subjektif jika tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam artikel ilmiah, ketepatan istilah juga penting karena satu istilah dapat memiliki makna khusus dalam bidang keilmuan tertentu.

5. Memiliki kontribusi atau nilai akademik

Artikel ilmiah sebaiknya tidak hanya mengulang informasi yang sudah diketahui tanpa memberikan pembahasan. Nilai artikel dapat muncul dari temuan penelitian, analisis terhadap suatu persoalan, sintesis penelitian terdahulu, atau pengembangan gagasan tertentu.

Dengan demikian, artikel ilmiah yang baik tidak ditentukan oleh panjang tulisan, tetapi oleh kualitas isi dan kontribusinya.

Apa Fungsi Artikel Ilmiah?

Artikel ilmiah memiliki fungsi utama sebagai sarana komunikasi dan penyebaran pengetahuan.

Hasil penelitian yang hanya tersimpan sebagai laporan akan memiliki jangkauan pembaca yang terbatas. Dengan mengubahnya menjadi artikel ilmiah, temuan tersebut dapat disampaikan kepada komunitas akademik dan menjadi bagian dari diskusi keilmuan.

Artikel ilmiah juga memungkinkan peneliti lain mempelajari metode, hasil, argumentasi, atau temuan yang telah dipublikasikan. Dari sana, penelitian baru dapat dikembangkan untuk menguji, memperluas, atau membandingkan temuan sebelumnya.

Bagi mahasiswa, kemampuan memahami dan menulis artikel ilmiah juga menjadi bekal untuk mengerjakan berbagai tugas akademik. Jika kamu ingin masuk ke pembahasan teknis, kamu dapat membaca panduan cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar sebagai materi lanjutan.

Struktur Artikel Ilmiah

Struktur artikel ilmiah dapat berbeda bergantung pada jenis artikel dan pedoman jurnal yang dituju. Karena itu, jangan menganggap semua artikel harus menggunakan format yang sama.

Panduan artikel ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang, misalnya, mencantumkan struktur berupa judul, nama penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka. Panduan tersebut juga menegaskan bahwa struktur dapat disesuaikan dengan gaya selingkung jurnal.

1. Judul

Judul menggambarkan pokok persoalan yang dibahas dalam artikel. Judul sebaiknya jelas, spesifik, dan tidak membuat pembaca menebak-nebak isi tulisan.

Untuk artikel hasil penelitian, judul biasanya mencerminkan objek, variabel, atau fokus penelitian.

2. Nama Penulis dan Afiliasi

Bagian ini menunjukkan identitas penulis dan institusi yang terkait dengan tulisan.

Formatnya mengikuti ketentuan jurnal tujuan. Karena setiap jurnal dapat memiliki aturan berbeda, penulis perlu memeriksa author guidelines sebelum mengirimkan artikel.

3. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan isi artikel. Pada artikel hasil penelitian, abstrak umumnya memuat masalah atau latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan.

Abstrak harus membantu pembaca memahami isi penelitian tanpa harus membaca keseluruhan artikel terlebih dahulu.

4. Kata Kunci

Kata kunci membantu menggambarkan konsep utama yang dibahas dalam artikel.

Pilih istilah yang benar-benar mewakili topik, bukan sekadar mengulang semua kata yang terdapat pada judul.

5. Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan konteks persoalan yang dibahas dan alasan mengapa persoalan tersebut penting.

Untuk artikel hasil penelitian, pendahuluan juga dapat menunjukkan penelitian terdahulu, masalah yang belum terjawab, serta tujuan penelitian.

Pendahuluan sebaiknya mengarahkan pembaca secara bertahap dari persoalan umum menuju fokus artikel.

6. Metode

Bagian metode terutama terdapat pada artikel ilmiah hasil penelitian.

Isinya menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan, termasuk pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen jika digunakan, dan teknik analisis.

Metode perlu ditulis cukup jelas sehingga pembaca dapat memahami bagaimana hasil penelitian diperoleh.

7. Hasil dan Pembahasan

Hasil menyajikan temuan penelitian, sedangkan pembahasan menjelaskan makna dan implikasi temuan tersebut.

Keduanya dapat disajikan dalam satu bagian atau dipisahkan, tergantung pedoman jurnal.

Pembahasan tidak cukup hanya mengulang data. Penulis perlu menghubungkan temuan dengan pertanyaan penelitian, teori, atau penelitian terdahulu yang relevan.

8. Kesimpulan

Kesimpulan merangkum jawaban atas tujuan atau persoalan yang dibahas dalam artikel.

Kesimpulan sebaiknya tidak memperkenalkan informasi baru yang belum dibahas sebelumnya. Jika diperlukan, penulis dapat menambahkan implikasi atau saran yang memang berasal dari pembahasan.

9. Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat sumber yang benar-benar dirujuk dalam artikel.

Formatnya harus mengikuti gaya sitasi jurnal tujuan. Yang paling penting, sumber yang disebut dalam teks harus konsisten dengan daftar pustaka, dan sebaliknya.

Struktur Artikel Ilmiah Hasil Penelitian dan Nonpenelitian

Salah satu hal yang sering membingungkan mahasiswa adalah anggapan bahwa semua artikel ilmiah harus mempunyai metode penelitian.

Anggapan tersebut tidak selalu tepat.

Panduan penulis MARDIBASA dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung membedakan struktur artikel ilmiah hasil penelitian dan artikel ilmiah nonpenelitian. Artikel hasil penelitian memiliki bagian metode, sedangkan artikel nonpenelitian dapat menggunakan struktur pendahuluan, pembahasan, dan simpulan tanpa bagian metode penelitian.

Perbedaannya dapat dipahami secara sederhana:

Jenis Ciri Struktur
Artikel hasil penelitian Pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan
Artikel nonpenelitian Pendahuluan, pembahasan, simpulan
Artikel konseptual Fokus pada pengembangan atau analisis gagasan berdasarkan sumber ilmiah
Artikel review Fokus pada sintesis dan analisis penelitian atau literatur yang sudah ada

Karena itu, sebelum menulis, tentukan terlebih dahulu jenis artikel yang akan dibuat.

Jenis-Jenis Artikel Ilmiah

1. Artikel Penelitian

Artikel penelitian menyajikan hasil penelitian yang dilakukan penulis.

Jenis ini biasanya memiliki metode penelitian, hasil, dan pembahasan. Temuan penelitian menjadi bagian utama yang kemudian dianalisis dan dikaitkan dengan penelitian atau teori yang relevan.

2. Artikel Review

Artikel review membahas dan menganalisis sejumlah penelitian atau literatur yang sudah tersedia.

Tujuannya bukan sekadar merangkum setiap sumber, tetapi menyusun pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perkembangan suatu topik, menemukan pola, perbedaan, atau celah penelitian.

3. Artikel Konseptual

Artikel konseptual berfokus pada gagasan, teori, konsep, atau argumentasi ilmiah.

Tulisan seperti ini tidak selalu menggunakan penelitian lapangan. Namun, argumennya tetap perlu dibangun berdasarkan literatur dan penalaran akademik yang kuat.

4. Artikel Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer menggunakan dasar pengetahuan ilmiah, tetapi penyampaiannya ditujukan kepada pembaca yang lebih luas.

Bahasanya dapat dibuat lebih komunikatif dibandingkan artikel jurnal, tetapi informasi yang disampaikan tetap harus akurat dan memiliki dasar yang dapat dipercaya.

Jika kamu ingin memahami perbedaannya dengan artikel ilmiah akademik, pembahasan mengenai artikel ilmiah populer dapat menjadi materi lanjutan.

Apa Bedanya Artikel Ilmiah dengan Jurnal Ilmiah?

Artikel ilmiah dan jurnal ilmiah sering dianggap sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda.

Artikel ilmiah adalah karya tulisnya, sedangkan jurnal ilmiah adalah media atau terbitan ilmiah yang memuat artikel-artikel tersebut.

Satu jurnal dapat menerbitkan banyak artikel dari berbagai penulis dan topik yang masih berada dalam cakupan bidang jurnal tersebut.

Karena itu, ketika seseorang mengatakan ingin “menerbitkan artikel ilmiah di jurnal”, yang dimaksud adalah mengirimkan naskah artikel kepada jurnal yang sesuai untuk melalui proses editorial dan publikasi.

Untuk memahami perbedaan keduanya secara lebih khusus, kamu dapat membaca artikel perbedaan artikel dan jurnal.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Artikel Ilmiah?

Sebelum mulai menulis, ada beberapa keputusan yang sebaiknya dibuat terlebih dahulu.

Tentukan jenis artikelnya

Pastikan apakah tulisan akan berupa artikel penelitian, review, konseptual, atau jenis artikel lain sesuai tujuan dan jurnal yang dituju.

Tentukan masalah yang akan dibahas

Topik yang terlalu luas akan membuat artikel sulit memiliki fokus. Tentukan persoalan yang cukup spesifik sehingga dapat dibahas secara mendalam.

Cari referensi yang relevan

Gunakan sumber yang benar-benar berkaitan dengan topik. Jangan memasukkan referensi hanya untuk membuat daftar pustaka terlihat banyak.

Periksa pedoman jurnal

Setiap jurnal dapat memiliki author guidelines yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat mencakup struktur, format abstrak, gaya sitasi, jumlah kata, tabel, gambar, hingga format daftar pustaka.

Pastikan setiap klaim memiliki dasar

Pernyataan penting yang berasal dari penelitian atau sumber tertentu harus dapat ditelusuri. Jangan menyampaikan data, hasil penelitian, atau klaim akademik tanpa dasar yang jelas.

Kesalahan Umum dalam Menulis Artikel Ilmiah

Beberapa kesalahan dapat membuat artikel kehilangan kualitas meskipun strukturnya terlihat lengkap.

Pertama, hanya mengejar struktur tanpa memperhatikan isi. Artikel bisa memiliki judul, abstrak, metode, dan daftar pustaka, tetapi tetap lemah jika tidak memiliki argumentasi yang jelas.

Kedua, menggunakan referensi tanpa benar-benar membacanya. Referensi seharusnya digunakan untuk mendukung pembahasan, bukan sekadar dicantumkan di daftar pustaka.

Ketiga, mencampurkan artikel ilmiah dengan artikel populer. Gaya penyampaian harus disesuaikan dengan jenis tulisan dan pembacanya.

Keempat, membuat klaim terlalu besar. Kesimpulan harus sesuai dengan data dan pembahasan yang tersedia. Jangan membuat kesimpulan yang melampaui apa yang dapat dibuktikan penelitian.

Kelima, tidak mengikuti pedoman jurnal tujuan. Struktur umum dapat menjadi panduan awal, tetapi format final tetap mengikuti author guidelines jurnal yang dituju.

Sumber GARUDA yang membahas penulisan artikel ilmiah juga menekankan pentingnya kelengkapan bagian pokok, referensi yang memadai, konsistensi daftar pustaka, penggunaan bahasa baku, dan keterhubungan antara hasil penelitian dengan pembahasan.

Kesimpulan

Apa itu artikel ilmiah? Artikel ilmiah adalah karya tulis yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian, kajian, atau pemikiran ilmiah secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Tidak semua artikel ilmiah memiliki struktur yang sama. Artikel hasil penelitian umumnya memiliki metode serta hasil dan pembahasan, sedangkan artikel nonpenelitian dapat menggunakan struktur yang berfokus pada pendahuluan, pembahasan, dan simpulan.

Karena itu, langkah pertama sebelum menulis bukan sekadar mencari template, tetapi menentukan jenis artikel, tujuan penulisan, masalah yang dibahas, dan jurnal atau media publikasi yang dituju.

Setelah dasar tersebut jelas, barulah struktur, referensi, metode, pembahasan, dan format penulisan dapat disusun secara tepat.

FAQ Seputar Artikel Ilmiah

Apa yang dimaksud dengan artikel ilmiah?

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyampaikan hasil penelitian, kajian, atau pemikiran ilmiah dengan struktur dan argumentasi yang sistematis serta didukung sumber yang relevan.

Apakah artikel ilmiah harus berasal dari penelitian?

Tidak selalu. Artikel ilmiah dapat berupa artikel hasil penelitian maupun artikel nonpenelitian, seperti artikel konseptual atau kajian tertentu. Struktur keduanya dapat berbeda.

Apa saja struktur artikel ilmiah?

Secara umum, artikel hasil penelitian mencakup judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Namun, struktur final mengikuti pedoman jurnal yang dituju.

Apa perbedaan artikel ilmiah dan jurnal ilmiah?

Artikel ilmiah merupakan naskah atau karya tulisnya, sedangkan jurnal ilmiah merupakan terbitan atau wadah akademik yang memuat artikel-artikel ilmiah.

Apakah artikel ilmiah harus menggunakan referensi?

Ya, artikel ilmiah perlu menggunakan sumber yang relevan untuk mendukung argumentasi, kajian, atau hasil penelitian. Jumlah referensi bukan tujuan utama; yang lebih penting adalah kualitas dan relevansinya.

Apakah artikel ilmiah bisa ditulis oleh mahasiswa?

Bisa. Mahasiswa dapat menulis artikel ilmiah berdasarkan penelitian, tugas akademik yang dikembangkan menjadi artikel, kajian literatur, maupun topik ilmiah lain sesuai ketentuan akademik dan publikasi yang dituju.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses