JEMBER — Tim Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) KARIPA 2026 Universitas Jember melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan dan pembelajaran di MTs Hidayatul Mubtadi’in, Dusun Glagasan, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 3–14 Agustus 2026 tersebut mengangkat pembelajaran ekosistem kebun kopi melalui pemanfaatan media pembelajaran kontekstual serta pengenalan agro-ecoliteracy dan bio-entrepreneurship.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar IPA yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Materi ekosistem, khususnya hubungan antarmakhluk hidup dalam rantai dan jaring-jaring makanan, disajikan melalui media yang memungkinkan peserta didik tidak hanya membaca materi, tetapi juga mengamati, berdiskusi, menyusun, dan memvisualisasikan hubungan antarorganisme.
Pelaksanaan program melibatkan 50 peserta didik, yang terdiri atas 1 kelas VII dengan 10 peserta didik dan 2 kelas VIII dengan masing-masing 20 peserta didik. Perubahan jumlah kelas tersebut menyesuaikan kondisi pembagian kelas pada semester ganjil 2026. Pada semester sebelumnya, kelas VII terdiri atas dua kelas, sedangkan pada saat program dilaksanakan kelas VII menjadi satu kelas sehingga implementasi juga melibatkan peserta didik kelas VIII.
Mengenal Ekosistem melalui KARIPA
Rangkaian kegiatan dimulai pada 3 Agustus 2026 melalui kegiatan pretest dan pembelajaran menggunakan KARIPA (Kartu Ringkas Pembelajaran IPA). Peserta didik terlebih dahulu dibagi dalam kelompok, kemudian mengamati dan mempelajari materi yang disajikan dalam KARIPA.
Media tersebut menjadi pengantar untuk mengenalkan konsep ekosistem melalui konteks kebun kopi. Peserta didik kemudian mengerjakan studi kasus, berdiskusi bersama kelompok, dan menyampaikan hasil pembahasannya melalui presentasi.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghubungkan konsep IPA dengan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka. Potensi kebun kopi di lingkungan sekitar menjadi konteks pembelajaran untuk memahami hubungan antara komponen biotik, abiotik, serta interaksi antarmakhluk hidup dalam ekosistem.
Belajar Rantai Makanan melalui Kartu Interaktif
Pada 4 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan mengulas kembali materi sebelumnya melalui Kartu Ekosistem Interaktif. Media berbentuk kartu tersebut digunakan dalam aktivitas kelompok untuk membantu peserta didik mengenali organisme dan menyusun hubungan makan dan dimakan.
Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah menyusun rantai makanan menggunakan kartu organisme. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan urutan organisme yang tepat, kemudian menyampaikan hasil penyusunan kepada kelompok lain dan menjawab pertanyaan yang terdapat pada kartu.
Setelah aktivitas menggunakan kartu, pembelajaran diperkuat melalui Alat Peraga 3D Ekosistem Kebun Kopi. Media tersebut digunakan sebagai visualisasi konkret untuk membantu peserta didik melihat hubungan antarkomponen ekosistem, mulai dari siklus ekosistem, tingkat konsumen, rantai makanan, hingga jaring-jaring makanan. Peserta didik mengamati bagian-bagian media dan membaca kotak informasi yang tersedia untuk menghubungkan visualisasi dengan hasil diskusi sebelumnya.

Rangkaian pembelajaran pada pertemuan kedua kemudian diakhiri dengan posttest untuk mengetahui pemahaman peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Dari Potensi Kopi Menjadi Karya
Pembelajaran berlanjut pada 13 Agustus 2026 dengan mengulas kembali materi dan memberikan penekanan pada agro-ecoliteracy serta bio-entrepreneurship. Peserta didik tidak hanya diajak memahami lingkungan kebun kopi sebagai ekosistem, tetapi juga mengenal potensi kopi yang dapat dimanfaatkan menjadi produk sederhana.
Dalam kegiatan proyek, peserta didik membuat gantungan kunci berbahan kopi menggunakan kain goni berukuran kecil yang diisi dengan biji kopi asli. Seluruh bahan dan peralatan telah dipersiapkan oleh tim sehingga peserta didik dapat langsung terlibat dalam proses pembuatan produk. Sebanyak 50 gantungan kunci dihasilkan dalam kegiatan tersebut. Produk yang dibuat kemudian dipersiapkan untuk ditampilkan dalam kegiatan pameran sederhana antarkelas.
Selain menghasilkan karya, setiap peserta didik yang mengikuti kegiatan memperoleh gantungan kunci hasil buatannya sendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar dan keterampilan yang telah dilakukan.
Pameran Sederhana Hasil Karya Peserta Didik
Rangkaian program ditutup pada 14 Agustus 2026 melalui kegiatan pameran sederhana. Produk gantungan kunci yang telah dibuat ditata di meja dan dapat dilihat oleh peserta didik dari kelas lain. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap hasil karya peserta didik sekaligus memperkenalkan pemanfaatan potensi kopi dalam bentuk produk sederhana.
Respons positif juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta didik menyampaikan antusiasmenya terhadap aktivitas pembelajaran menggunakan kartu interaktif.
“Ibu, seru belajarnya dengan kartu game yang menyusun rantai makanan ini, mau belajar bareng lagi, Bu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media yang melibatkan aktivitas langsung dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik.
Pembelajaran yang Berangkat dari Potensi Lokal
Kegiatan PROMAHADESA KARIPA 2026 tidak hanya berfokus pada penyampaian materi IPA, tetapi juga menghubungkan pembelajaran dengan potensi lingkungan sekitar. Melalui KARIPA, Kartu Ekosistem Interaktif, dan Alat Peraga 3D, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bertahap, mulai dari memahami konsep, melakukan aktivitas kelompok, hingga memvisualisasikan hubungan dalam ekosistem.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui proyek sederhana berbahan kopi sebagai bentuk pengenalan pemanfaatan potensi lokal dan bio-entrepreneurship. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membuka wawasan peserta didik mengenai hubungan antara lingkungan, pembelajaran, dan potensi ekonomi lokal.
Kegiatan PROMAHADESA KARIPA 2026 dilaksanakan bersama MTs Hidayatul Mubtadi’in dengan dukungan kepala sekolah Muhamad Agus Alamul Huda, S.T., guru pendamping Nuzulul Mukaromah, serta guru Eko Budi Raharjo, S.Pd. Program ini dibimbing oleh Lailatul Nuraini, S.Pd., M.Pd., CIQnR., M.C.E.
Program ini dilaksanakan oleh Tim PROMAHADESA KARIPA 2026 Universitas Jember yang terdiri atas Rina Dwi Rahayu sebagai ketua, bersama Hani Rizki Maulida, Bagus Akmalul Yaqin, Dian Eka Raharjo, Dimas Halim Perdana, Moch. Asrofi Hamdani, Agustin Putri Mardiawan, Putri Kholifatun Nisa’, Haikal Oke Wicaksono, dan Vivian Muzayyadah sebagai anggota. Tim memiliki latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Manajemen, hingga Teknologi Informasi, yang mendukung pelaksanaan program secara multidisiplin.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim PROMAHADESA KARIPA 2026 berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat peserta didik memahami konsep, tetapi juga mendorong mereka untuk belajar, berkarya, dan berdaya.
Belajar, Berkarya, Berdaya.
Informasi dan dokumentasi kegiatan:
Instagram: @promahadesa.karipa2026
Penulis:
– Rina Dwi Rahayu
– Hani Rizki Maulida
– Bagus Akmalul Yaqin
– Dian Eka Raharjo
– Dimas Halim Perdana
– Moch. Asrofi Hamdani
– Agustin Putri Mardiawan
– Putri Kholifatun Nisa’
– Haikal Oke Wicaksono
– Vivian Muzayyadah
Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ)
Dosen Pengampu: Lailatul Nuraini, S.Pd., M.Pd., CIQnR., M.C.E.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI

















