Bukan Sekadar Mengasuh tapi Menumbuhkan, KKN-PPM UMBY Kelompok 22 Dorong Orang Tua Terapkan Pola Asuh Positif

Pola Asuh Positif

Magelang – Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang yang membutuhkan perhatian dan pendampingan dari orang tua. Tidak hanya kebutuhan fisik, anak juga membutuhkan kasih sayang, komunikasi, perhatian, serta stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kesibukan orang tua dan keterbatasan informasi mengenai pola asuh terkadang membuat kebutuhan perkembangan anak belum mendapatkan perhatian secara optimal.

Berangkat dari kondisi tersebut, KKN-PPM XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 22 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Parenting pada 3 dan 5 Agustus 2026 di Dusun Gumuk, Desa Muneng, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pada 3 Agustus 2026, sosialisasi dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin yasinan ibu-ibu dan diikuti oleh 43 peserta. Kegiatan ini menyasar para ibu yang hadir dalam yasinan sebagai peserta sosialisasi.

Pemilihan kegiatan yasinan sebagai bagian dari pelaksanaan sosialisasi menjadi salah satu strategi agar edukasi parenting dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan tidak mengganggu aktivitas rutin warga.

Suasana yang akrab dan kekeluargaan membuat proses penyampaian materi berlangsung lebih santai sehingga peserta dapat lebih leluasa menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan terkait pengasuhan anak.

Menurut Ibu Lastri, salah satu warga Dusun Gumuk yang menjadi partisipan, “Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman baru mengenai pola asuh sekaligus berbagi pengalaman satu sama lain dalam mengasuh anak.” Di akhir acara, panitia memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran para peserta.

Sementara itu, sosialisasi kedua dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 bersamaan dengan kegiatan Posyandu. Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 23 balita, 23 ibu balita, dan 6 lansia.

Pada kesempatan ini, edukasi parenting diberikan kepada ibu balita sebagai bagian dari upaya menggabungkan pemantauan kesehatan dengan edukasi mengenai tumbuh kembang dan pengasuhan anak.

Penggabungan kegiatan Posyandu dan sosialisasi parenting menjadi ruang edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya tumbuh kembang dan pengasuhan anak. Dengan demikian, informasi yang diterima masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga kebutuhan stimulasi, komunikasi, dan pengasuhan.

Salah satu kader Posyandu, Ibu Erna, yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan Posyandu, menyampaikan, “Kegiatan ini menambah pemahaman warga bukan hanya mengenai kesehatan fisik tetapi juga kesehatan psikis anak.” Sesi akhir acara ditutup dengan pembagian bingkisan untuk para peserta yang hadir.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah “Membangun Pola Asuh Positif untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak.” Materi disampaikan oleh anggota KKN-PPM UMBY dari Program Studi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN 48 UMBY Gelar Edukasi Manajemen Pemeliharaan Ternak dan Pembuatan Silase di Dusun Klebutan, Magelang

Penyampaian materi dilakukan menggunakan presentasi PowerPoint dan dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab. Setiap kegiatan berlangsung kurang lebih satu jam.

Selama mengikuti kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dengan menyimak materi dan aktif menyampaikan pertanyaan mengenai pengalaman pengasuhan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi tersebut, orang tua diajak memahami bahwa pola asuh bukan sekadar bagaimana memberikan aturan kepada anak, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang aman, hangat, dan mendukung.

Orang tua diperkenalkan pada pentingnya memberikan apresiasi, mendengarkan anak, berkomunikasi dengan bahasa yang baik, menetapkan batasan secara konsisten, serta menghindari kekerasan fisik maupun verbal dalam proses pengasuhan.

Antusiasme peserta juga terlihat dari pertanyaan yang muncul dalam sesi diskusi. Salah satu hal yang banyak dibahas adalah bagaimana orang tua sebaiknya merespons anak yang memiliki tingkat aktivitas tinggi dan sering dianggap “nakal”.

Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa anak yang aktif tidak otomatis dapat disebut nakal. Perilaku anak perlu dilihat berdasarkan situasi dan tahap perkembangannya, sekaligus tetap diarahkan dengan batasan yang jelas dan komunikasi yang baik.

Pemahaman tersebut penting agar orang tua tidak terburu-buru memberikan label negatif kepada anak, melainkan berusaha memahami kebutuhan dan perilaku anak sebelum menentukan respons pengasuhan yang tepat.

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pola asuh tidak hanya berkaitan dengan aturan, tetapi juga dengan cara orang tua memahami dan merespons perilaku anak dalam keseharian.

Selain membahas pola asuh positif, peserta juga diberikan pemahaman mengenai stimulasi tumbuh kembang anak yang dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah.

Bermain bersama, membacakan cerita, mengajak anak berbicara, memberikan kesempatan melakukan aktivitas secara mandiri, serta melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari menjadi contoh aktivitas yang dapat dilakukan orang tua dalam mendampingi anak.

Pembahasan ini menekankan bahwa dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak selalu bergantung pada fasilitas yang mahal, tetapi juga pada waktu, perhatian, komunikasi, dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dua kegiatan tersebut, KKN-PPM UMBY Kelompok 22 berupaya menghadirkan edukasi parenting yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan membahas persoalan pengasuhan yang mereka temui sehari-hari.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya parenting, terutama dalam membangun komunikasi dan hubungan yang positif antara orang tua dan anak.

Melalui pemahaman mengenai pola asuh positif dan stimulasi tumbuh kembang, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung proses tumbuh kembang anak.


Penulis: Tim KKN-PPM UMBY Angkatan XLIX
Kelompok 22 Dusun Gumuk, Desa Muneng, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses