Mahasiswa KKN 48 UMBY Gelar Edukasi Manajemen Pemeliharaan Ternak dan Pembuatan Silase di Dusun Klebutan, Magelang

Manajemen Pemeliharaan Ternak

MAGELANG  – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 48 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan program kerja di bidang peternakan di Dusun Klebutan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini dilaksanakan setelah acara yasinan warga dan diikuti oleh masyarakat, khususnya warga yang memiliki atau berkegiatan dalam usaha peternakan. Jum’at (07/08/2026)

Program kerja tersebut mengangkat tema “Manajemen Pemeliharaan Ternak dan Pembuatan Silase”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan ternak yang baik, mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, pengelolaan kandang, pemeliharaan kesehatan, hingga pencatatan dan biosekuriti.

Manajemen ternak merupakan serangkaian kegiatan dalam mengelola usaha peternakan secara terencana agar ternak dapat tumbuh sehat, produktif, serta memberikan hasil yang optimal. Pengelolaan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian pakan, tetapi juga mencakup kebersihan dan kondisi kandang, kesehatan ternak, reproduksi, serta kebersihan lingkungan.

BACA JUGA: Lomba Mengulas Buku KKN-T Unhas: Dorong Anak Tak Hanya Membaca, tapi Juga Memahami dan Menyampaikan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 48 menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ternak.

Materi meliputi pemilihan bibit yang sehat dan bebas penyakit, pemberian pakan sesuai kebutuhan nutrisi, penyediaan air minum bersih, pengelolaan kandang yang bersih dan memiliki ventilasi baik, serta upaya menjaga kesehatan ternak melalui vaksinasi, pengobatan, karantina ternak baru, dan pengendalian parasit.

Selain manajemen pemeliharaan ternak, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pembuatan silase sebagai alternatif cadangan pakan ternak.

Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi tanpa udara atau anaerob. Teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai cadangan pakan, terutama ketika ketersediaan hijauan segar berkurang pada musim kemarau.

Masyarakat diperkenalkan dengan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat silase, seperti rumput gajah, rumput odot, jagung, sorgum, maupun limbah pertanian berupa daun jagung.

Proses pembuatan dilakukan dengan mencacah hijauan, mencampurkannya dengan bahan pendukung fermentasi seperti molase atau starter apabila diperlukan, kemudian memasukkannya ke dalam wadah dan memadatkannya hingga tidak terdapat rongga udara. Wadah selanjutnya ditutup rapat dan difermentasikan selama sekitar 21–30 hari.

Melalui kegiatan ini, kelompok KKN 48 berharap masyarakat Dusun Klebutan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan peternakan sehari-hari. Penerapan manajemen ternak yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan dan kesejahteraan ternak, mengurangi risiko penyakit dan kematian, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi dan pendapatan peternak.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN 48 UMBY dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pengetahuan yang sederhana dan aplikatif. Dengan adanya pemahaman mengenai manajemen ternak dan teknologi pembuatan silase, masyarakat diharapkan mampu mengelola peternakan secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.


Penulis:
1. Annisa Alindina
2. Daniel Baiya Pabala
3. Descha Elsa Sunmi
4. Dwi Mulatsih
5. Ipa Wahyu Safitri
6. Mitra Apriska Sirait
7. Supriyadin
8. Usa Mugni Azizu
9. Vicky Permana Sugiyono
10. Zeskind Loveressa Aprillo Thamrin
Program Studi Peternakan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)


Dosen Pengampu: Budi Sulistiyo Jati, S. Kom., M.Eng.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses