Penang, Malaysia, MMI – Pengalaman KKN Internasional tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengabdi secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami praktik hubungan internasional secara langsung. Hal tersebut dirasakan oleh 16 perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan kunjungan silaturahmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang pada 13 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut didampingi oleh mitra KKN Internasional 2026, yaitu pengelola Sanggar Bimbingan (SB) PERMAI Penang, Bapak Agung Kertajaya, dan disambut oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia Penang, Bapak Wanton Saragih Sidauruk, bersama Konsul I dan Konsul II Pensosbud.
Pertemuan diawali dengan silaturahmi dan sambutan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Penang, sekaligus pengenalan kegiatan KKN yang sedang dilaksanakan mahasiswa di SB PERMAI Penang. Dalam kesempatan tersebut, pihak KJRI Penang juga turut memberikan pemaparan mengenai berbagai tugas dan fungsi perwakilan Indonesia di luar negeri.
Beberapa hal yang dibahas meliputi pelayanan kekonsuleran, perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), pelayanan keimigrasian, peningkatan hubungan ekonomi serta terbukanya kesempatan kerja di pabrik semikonduktor, hingga pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Penang.
Bagi mahasiswa, pemaparan tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana perwakilan Indonesia menjalankan perannya di luar negeri.
“Berkunjung ke KJRI Penang memberikan pengalaman dan wawasan baru yang sangat berkesan bagi kami selama KKN Internasional UMM. Kesempatan untuk bisa berdiskusi langsung bersama Bapak Wanton Saragih Sid., selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, menjadi pengalaman berharga untuk memahami lebih dekat peran Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada WNI sekaligus menjalankan diplomasi di luar negeri. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi kami di masa mendatang,” ujar Muh. Ikhlas, salah satu mahasiswa Hubungan Internasional UMM.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi secara langsung mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan WNI di Malaysia.
Salah satu pembahasannya yaitu persoalan pekerja migran Indonesia yang mengalami dugaan penipuan setelah datang ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Dalam studi kasus tersebut, berbagai dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan paspor diambil secara paksa setelah tiba di Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan pekerja migran tersebut mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia karena kehilangan dokumen-dokumen penting miliknya.
Menanggapi studi kasus tersebut, pihak KJRI menyampaikan bahwa permasalahan tersebut dapat diproses dan akan dibantu melalui mekanisme yang berlaku. Pembahasan tersebut memberikan gambaran langsung kepada mahasiswa mengenai pentingnya peran perwakilan Indonesia dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI yang menghadapi permasalahan di luar negeri. Tak hanya itu, pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik diplomasi secara langsung.
Kunjungan tersebut turut membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara UMM dan KJRI Penang. Konsul Jenderal Republik Indonesia Penang, Wanton Saragih Sidauruk, menyampaikan harapannya agar hubungan dan kemitraan yang telah terjalin dapat berkelanjutan di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan kemitraan ini dapat terus berlanjut. Kapan pun mahasiswa UMM datang ke Penang, baik untuk magang ataupun kegiatan lainnya, kami akan menyambutnya dengan baik,” ujar Bapak Wanton.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata dari mahasiswa KKN Internasional UMM kepada Konsul Jenderal Republik Indonesia Penang. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara PERMAI Penang, KJRI Penang, dan Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa selama menjalankan KKN di Malaysia.

Penulis:
- Hanif Roihan Putra Afrianto
- Raudhatul Jannah
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen Pengampu: Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















