Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Sistem Informasi Manajemen
Ilustrasi Sistem Informasi Manajemen (Foto: MMI Arts)

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi mengelola sumber daya manusia (SDM).

Sistem Informasi Manajemen (SIM), khususnya Human Resource Information System (HRIS), tidak lagi hanya digunakan untuk menyimpan data karyawan, tetapi juga mendukung otomatisasi administrasi, integrasi data, pengambilan keputusan, dan pengelolaan kinerja.

Artikel ini bertujuan menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan SDM serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya.

Penelitian menggunakan metode studi literatur terarah dengan menelaah artikel ilmiah yang membahas HRIS, digital HRM, transformasi digital SDM, dan efisiensi pengelolaan karyawan.

Literatur ditelusuri melalui Google Scholar serta laman jurnal dan penerbit ilmiah dengan kata kunci “Sistem Informasi Manajemen SDM”, “Human Resource Information System”, “HRIS”, “digital HRM”, dan “HRM efficiency”.

Literatur yang dipilih terutama berasal dari periode 2020–2026 dan relevan dengan fokus penelitian.

Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM dapat meningkatkan efisiensi melalui empat mekanisme utama, yaitu otomatisasi pekerjaan administratif, integrasi dan akurasi data, dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data, serta standardisasi proses pengelolaan SDM.

Namun, manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis karena dipengaruhi oleh kesiapan pengguna, kompetensi digital, kualitas sistem, integrasi antarsistem, keamanan data, serta penerimaan karyawan.

Dengan demikian, penerapan SIM perlu dipandang bukan hanya sebagai investasi teknologi, tetapi sebagai perubahan proses dan tata kelola SDM yang melibatkan aspek teknologi dan manusia secara bersamaan.

Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen, Human Resource Information System, Manajemen Sumber Daya Manusia, Efisiensi, Transformasi Digital

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan dalam berbagai aktivitas organisasi, termasuk pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Pengelolaan SDM yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual mulai bergeser menuju penggunaan sistem digital yang memungkinkan organisasi menyimpan, mengolah, dan memanfaatkan data karyawan secara lebih terintegrasi.

Perubahan tersebut semakin penting karena fungsi SDM tidak hanya berkaitan dengan kegiatan administratif, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan organisasi.

Salah satu bentuk penerapan teknologi tersebut adalah Human Resource Information System (HRIS).

HRIS merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola informasi dan berbagai aktivitas SDM, seperti data karyawan, absensi, penggajian, rekrutmen, pelatihan, hingga evaluasi kinerja.

Saputri et al. (2024) menunjukkan bahwa penggunaan HRIS dapat meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi pekerjaan seperti penggajian, pengelolaan kehadiran, dan rekrutmen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat mengurangi pekerjaan administratif yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.

Selain meningkatkan efisiensi administratif, perkembangan digital HRM juga memperluas peran sistem informasi dalam pengambilan keputusan.

Jayanti dan Irmayani (2024) menemukan bahwa sistem informasi SDM dapat mendukung pemrosesan informasi yang lebih cepat dan akurat, pengambilan keputusan berbasis data, transparansi, serta optimalisasi alokasi sumber daya manusia.

Namun, penerapan teknologi dalam pengelolaan SDM tidak selalu menghasilkan manfaat secara otomatis.

Bratamanggala (2023) mengidentifikasi beberapa tantangan transformasi digital SDM, antara lain kesenjangan kompetensi teknologi, kompleksitas integrasi sistem, masalah privasi dan keamanan data, serta resistensi terhadap perubahan.

Di sisi lain, transformasi digital memberikan peluang berupa peningkatan efisiensi operasional dan penggunaan data untuk mendukung pengambilan keputusan.

Penelitian mengenai digital HRM juga menunjukkan bahwa penerimaan pengguna merupakan bagian penting dari keberhasilan teknologi.

Theres dan Strohmeier (2024), melalui meta-analisis terhadap 134 penelitian primer dengan 768 effect sizes, menunjukkan bahwa penerimaan dan penggunaan teknologi merupakan bagian penting dalam menjelaskan implementasi digital HRM.

Mereka juga menemukan adanya perbedaan tertentu berdasarkan konteks organisasi, termasuk antara sektor publik dan swasta.

Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, dapat dilihat bahwa kajian mengenai teknologi SDM masih tersebar pada beberapa fokus.

Sebagian penelitian membahas efisiensi administratif HRIS, sebagian membahas transformasi digital, sementara penelitian lainnya menekankan penerimaan teknologi, pengambilan keputusan berbasis data, atau aspek manusia.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang untuk mengintegrasikan berbagai temuan tersebut dalam satu pembahasan yang secara khusus melihat bagaimana Sistem Informasi Manajemen berkontribusi terhadap efisiensi pengelolaan SDM sekaligus kondisi yang dapat menghambat manfaatnya.

Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada dua pertanyaan utama: (1) bagaimana Sistem Informasi Manajemen berperan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan SDM? dan (2) faktor apa saja yang mendukung atau menghambat efektivitas penerapan sistem tersebut?

Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara teknologi informasi dan efisiensi pengelolaan SDM.

Baca Juga: Transformasi Digital HR: Penerapan Sistem Informasi SDM pada Perusahaan di Indonesia

2. Tinjauan Pustaka

2.1 Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem yang digunakan organisasi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyediakan informasi yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas organisasi dan mendukung pengambilan keputusan.

Dalam konteks manajemen, informasi yang dihasilkan sistem harus dapat digunakan secara tepat waktu dan relevan sehingga membantu organisasi menjalankan proses secara lebih terstruktur.

Dalam pengelolaan SDM, konsep SIM diterapkan secara lebih spesifik melalui Human Resource Information System (HRIS) atau Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SIM-SDM).

Putri dan Kumbara (2026) menjelaskan bahwa HRIS berfungsi membantu organisasi mengelola data karyawan, proses administrasi, serta keputusan yang berkaitan dengan SDM pada tingkat administratif maupun strategis.

Dengan demikian, HRIS dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapan sistem informasi yang secara khusus mendukung fungsi manajemen SDM.

2.2 Human Resource Information System (HRIS)

HRIS merupakan sistem yang mengintegrasikan teknologi informasi dengan aktivitas pengelolaan SDM.

Sistem ini dapat mencakup pengelolaan data karyawan, absensi, penggajian, rekrutmen, pelatihan, evaluasi kinerja, dan berbagai aktivitas lainnya.

Bhatt dan Sharma (2020) melalui kajian literatur mengenai HRIS menunjukkan bahwa penelitian HRIS telah berkembang pada pembahasan mengenai manfaat, faktor yang menentukan adopsi, serta dampaknya terhadap organisasi.

Dalam perkembangannya, HRIS tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data.

Fatimah dan Hamdani (2026) menemukan bahwa HRIS dapat mendukung otomatisasi administrasi, integrasi data karyawan, penggajian, absensi, rekrutmen, pelatihan, dan penilaian kinerja.

2.3 Efisiensi Pengelolaan SDM

Efisiensi pengelolaan SDM berkaitan dengan kemampuan organisasi mencapai hasil pengelolaan SDM dengan penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya yang lebih optimal.

Efisiensi tidak hanya berarti pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi juga mencakup pengurangan pekerjaan berulang, peningkatan akurasi data, serta penggunaan informasi yang lebih tepat dalam pengambilan keputusan.

Jayanti dan Irmayani (2024) menunjukkan bahwa sistem informasi SDM dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi pemrosesan informasi, mendukung keputusan berbasis data, serta membantu optimalisasi alokasi SDM.

Oleh sebab itu, efisiensi dalam artikel ini tidak dibatasi pada penghematan waktu administratif, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas informasi dan proses pengambilan keputusan.

3. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terarah.

Metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan menyintesis hasil penelitian sebelumnya mengenai Sistem Informasi Manajemen, HRIS, transformasi digital SDM, dan efisiensi pengelolaan SDM.

Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar serta laman jurnal dan penerbit ilmiah.

Kata kunci yang digunakan antara lain “Sistem Informasi Manajemen SDM”, “Human Resource Information System”, “HRIS”, “digital HRM”, “digital transformation in HRM”, dan “HRM efficiency”.

Literatur yang menjadi sumber utama diprioritaskan pada artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020–2026 dan membahas hubungan antara teknologi informasi dengan pengelolaan SDM.

Artikel yang tidak berhubungan langsung dengan HRIS, digital HRM, transformasi digital SDM, atau efisiensi pengelolaan SDM tidak digunakan sebagai sumber utama.

Artikel yang membahas hasil penelitian berbasis studi kasus, tinjauan literatur, maupun meta-analisis tetap dipertimbangkan selama memberikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian.

Berdasarkan proses penelusuran dan pemeriksaan relevansi, digunakan 12 artikel utama sebagai dasar sintesis pembahasan.

Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan penelitian ke dalam beberapa tema, yaitu otomatisasi pekerjaan administratif, integrasi dan kualitas data, pengambilan keputusan berbasis data, penerimaan pengguna, serta tantangan penerapan teknologi.

Penelitian ini tidak menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) secara penuh karena tidak melakukan proses PRISMA secara khusus.

Oleh karena itu, istilah studi literatur terarah digunakan agar metode penelitian sesuai dengan proses penelitian yang dilakukan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta Gelar Program Pendampingan Strategi Digital Marketing dan Pengelolaan SDM pada Bisnis “Mie Lethek Cap Garuda”

4. Hasil dan Pembahasan

4.1 SIM Meningkatkan Efisiensi melalui Otomatisasi Administrasi

Salah satu kontribusi paling langsung dari SIM dalam pengelolaan SDM adalah otomatisasi pekerjaan administratif.

Aktivitas seperti pencatatan absensi, penggajian, pengelolaan data karyawan, dan administrasi rekrutmen dapat dilakukan melalui sistem digital sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan manual.

Saputri et al. (2024) menemukan bahwa HRIS memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional pengelolaan SDM karena berbagai pekerjaan administratif dapat diotomatisasi.

Penggunaan sistem tersebut memungkinkan pekerjaan seperti penggajian, absensi, dan rekrutmen dilakukan dengan waktu dan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan proses manual.

Temuan tersebut sejalan dengan Fatimah dan Hamdani (2026) yang menunjukkan bahwa HRIS dapat mempercepat berbagai proses administrasi SDM, mulai dari penggajian dan absensi sampai rekrutmen, pelatihan, dan penilaian kinerja.

Dengan demikian, manfaat otomatisasi terutama terlihat pada pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang.

Semakin banyak aktivitas administratif yang dilakukan secara manual, semakin besar peluang sistem informasi untuk mengurangi beban administratif tersebut.

Namun, otomatisasi tidak berarti seluruh pekerjaan SDM dapat digantikan oleh teknologi.

Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kondisi karyawan, pengembangan individu, dan hubungan kerja tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

4.2 Integrasi Data Meningkatkan Kecepatan dan Akurasi Informasi

Selain otomatisasi, SIM berperan dalam mengintegrasikan data SDM.

Dalam sistem manual, informasi karyawan dapat tersebar pada berbagai dokumen atau unit kerja sehingga proses pencarian dan pengolahan informasi menjadi lebih lambat.

Fatimah dan Hamdani (2026) menunjukkan bahwa HRIS dapat mengintegrasikan data karyawan dan mendukung berbagai fungsi HRM dalam satu sistem.

Integrasi tersebut memungkinkan informasi digunakan secara lebih konsisten pada berbagai proses pengelolaan SDM.

Jayanti dan Irmayani (2024) juga menunjukkan bahwa sistem informasi SDM dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi pemrosesan informasi.

Selain itu, sistem dapat mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dari kedua temuan tersebut dapat dipahami bahwa efisiensi tidak hanya berasal dari kecepatan sistem, tetapi juga dari kemampuan sistem menyediakan informasi yang lebih terorganisasi.

Data yang terintegrasi memungkinkan bagian SDM memperoleh informasi tanpa harus mengumpulkan data dari banyak sumber secara manual.

Akan tetapi, integrasi sistem juga menimbulkan kebutuhan baru terhadap kualitas data.

Jika data yang dimasukkan tidak akurat atau tidak diperbarui, sistem justru dapat menghasilkan informasi yang salah.

Dengan kata lain, digitalisasi tidak otomatis menjamin kualitas informasi apabila organisasi tidak memiliki tata kelola data yang baik.

4.3 SIM Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Peran SIM dalam pengelolaan SDM berkembang dari sekadar alat administratif menjadi alat pendukung keputusan.

Data mengenai absensi, kinerja, kompetensi, pelatihan, dan riwayat pekerjaan dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang membantu manajemen.

Jayanti dan Irmayani (2024) menemukan bahwa sistem informasi SDM mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam berbagai aktivitas, termasuk rekrutmen, pengembangan, dan retensi karyawan.

Sistem juga dapat membantu organisasi melakukan pengukuran kinerja dan penggunaan investasi SDM.

Temuan tersebut diperkuat oleh Anggraeni et al. (2026).

Dalam kajian terhadap 30 artikel, mereka menemukan bahwa integrasi AI dan HRIS berhubungan dengan efisiensi proses HR, peningkatan kualitas pengambilan keputusan, produktivitas, dan penguatan peran strategis fungsi SDM.

Dengan adanya informasi yang lebih terstruktur, manajemen dapat menggunakan data sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, evaluasi kinerja, dan berbagai kebijakan SDM lainnya.

Meskipun demikian, keputusan berbasis data tetap membutuhkan interpretasi manusia.

Data hanya memberikan informasi mengenai kondisi tertentu, sedangkan keputusan mengenai karyawan juga harus mempertimbangkan konteks organisasi dan kondisi individu.

Oleh karena itu, penggunaan SIM sebaiknya menjadi alat pendukung keputusan, bukan satu-satunya dasar keputusan.

4.4 Efisiensi Sistem Dipengaruhi oleh Penerimaan Pengguna

Penerapan sistem informasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi yang digunakan, tetapi juga dengan kemampuan dan kemauan pengguna untuk menggunakannya.

Sistem yang memiliki fitur lengkap tidak akan memberikan manfaat maksimal jika karyawan tidak memahami atau tidak bersedia menggunakan sistem tersebut.

Theres dan Strohmeier (2024) melakukan meta-analisis terhadap 134 penelitian primer dengan 768 effect sizes mengenai penerimaan dan penggunaan teknologi dalam digital HRM.

Hasilnya menunjukkan pentingnya penerimaan pengguna dalam menjelaskan implementasi teknologi HRM serta adanya variasi hubungan berdasarkan konteks penelitian.

Bratamanggala (2023) juga mengidentifikasi kesenjangan kompetensi teknologi dan resistensi terhadap perubahan sebagai salah satu tantangan transformasi digital dalam pengelolaan SDM.

Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi yang dihasilkan SIM tidak hanya bergantung pada kualitas perangkat lunak.

Organisasi perlu menyediakan pelatihan, pendampingan, serta komunikasi yang jelas mengenai tujuan penggunaan sistem.

Dengan demikian, keberhasilan implementasi SIM dapat dipandang sebagai kombinasi antara kualitas teknologi dan kesiapan manusia.

4.5 Integrasi Sistem dan Keamanan Data Menjadi Tantangan

Walaupun SIM memberikan berbagai manfaat, penerapannya juga memiliki risiko.

Bratamanggala (2023) mengidentifikasi kompleksitas integrasi sistem serta persoalan privasi dan keamanan data sebagai tantangan dalam transformasi digital SDM.

Permasalahan tersebut penting karena data SDM termasuk informasi yang bersifat sensitif, seperti identitas karyawan, informasi penggajian, riwayat pekerjaan, dan hasil evaluasi kinerja.

Oleh karena itu, peningkatan efisiensi harus berjalan bersamaan dengan pengamanan informasi.

Mirella (2025) juga menemukan bahwa HRIS dan digitalisasi SDM dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, tetapi penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, kesiapan digital, dan keamanan data.

Dengan demikian, organisasi tidak cukup hanya memilih sistem yang memiliki banyak fitur.

Sistem harus sesuai dengan kebutuhan organisasi, dapat terintegrasi dengan sistem lain, mudah digunakan, dan memiliki mekanisme keamanan yang memadai.

4.6 Efisiensi Tidak Berarti Menghilangkan Peran Manusia

Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam digitalisasi SDM adalah kecenderungan untuk terlalu menekankan efisiensi teknologi.

Ammirato et al. (2023), melalui analisis terhadap 566 artikel mengenai HRM dalam konteks Revolusi Industri 4.0, menunjukkan pentingnya mempertimbangkan perspektif teknologi, manusia, dan organisasi secara bersamaan.

Maryati et al. (2026) juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam digital HRM dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi, tetapi penerapan yang terlalu berorientasi pada teknologi dapat menimbulkan persoalan seperti resistensi dan berkurangnya perhatian terhadap kebutuhan manusia.

Hal tersebut menjadi penting karena pengelolaan SDM berbeda dengan pengelolaan aset atau mesin.

Karyawan memiliki kebutuhan, persepsi, motivasi, dan kondisi yang berbeda.

Oleh sebab itu, SIM seharusnya digunakan untuk membantu pekerjaan manusia, bukan semata-mata untuk menggantikan interaksi manusia dalam pengelolaan SDM.

4.7 Sintesis Temuan Penelitian

Berdasarkan berbagai penelitian yang dianalisis, hubungan antara SIM dan efisiensi pengelolaan SDM dapat dirangkum sebagai berikut.

Aspek Peran SIM/HRIS Dampak terhadap Efisiensi
Administrasi Otomatisasi absensi, penggajian, dan data karyawan Mengurangi waktu dan pekerjaan manual
Data Integrasi dan penyimpanan data karyawan Mempercepat akses informasi dan meningkatkan keteraturan data
Pengambilan keputusan Menyediakan informasi dan analisis SDM Mendukung keputusan berbasis data
Rekrutmen Digitalisasi proses rekrutmen Mempercepat proses dan pengelolaan kandidat
Kinerja Penyimpanan dan pemantauan informasi kinerja Memudahkan evaluasi dan pemantauan
Pelatihan Pengelolaan data kebutuhan dan riwayat pelatihan Membantu perencanaan pengembangan karyawan
Pengendalian Standardisasi proses dan dokumentasi Meningkatkan konsistensi proses
Tata kelola Pengaturan akses dan keamanan data Mengurangi risiko penggunaan data yang tidak tepat

Sintesis tersebut menunjukkan bahwa kontribusi SIM terhadap efisiensi dapat dibagi menjadi dua tingkat.

Tingkat pertama adalah efisiensi operasional, yaitu pengurangan pekerjaan manual dan percepatan proses administrasi.

Tingkat kedua adalah efisiensi manajerial, yaitu kemampuan menyediakan informasi yang lebih baik untuk mendukung keputusan.

Namun, manfaat tersebut bergantung pada beberapa kondisi.

Organisasi membutuhkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, data yang berkualitas, pengguna yang mampu mengoperasikan sistem, integrasi antarsistem, serta pengamanan informasi.

Baca Juga: Transformasi Digital sebagai Strategi Meningkatkan Efektivitas Bisnis Kuliner UMKM

5. Research Gap

Berdasarkan literatur yang dianalisis, terdapat beberapa celah penelitian yang masih dapat dikembangkan.

Pertama, penelitian mengenai HRIS masih banyak berfokus pada manfaat administratif seperti otomatisasi absensi, penggajian, dan pengelolaan data.

Sementara itu, hubungan antara efisiensi administratif dengan peningkatan kualitas pengambilan keputusan SDM masih membutuhkan pengukuran yang lebih spesifik.

Kedua, penelitian digital HRM menunjukkan bahwa penerimaan pengguna memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi.

Theres dan Strohmeier (2024) bahkan menunjukkan bahwa hasil penelitian mengenai penerimaan digital HRM dipengaruhi oleh konteks dan karakteristik penelitian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem yang sama belum tentu menghasilkan tingkat efisiensi yang sama pada setiap organisasi.

Ketiga, terdapat perbedaan antara manfaat yang dijanjikan teknologi dan kondisi implementasi di lapangan.

Kajian Bratamanggala (2023) dan Mirella (2025) menunjukkan bahwa kompetensi digital, integrasi sistem, keamanan data, anggaran, dan kesiapan organisasi dapat menjadi hambatan.

Keempat, masih diperlukan penelitian empiris yang mengukur efisiensi SIM menggunakan indikator yang lebih konkret, seperti waktu penyelesaian pekerjaan HR, biaya administrasi, tingkat kesalahan data, produktivitas bagian SDM, dan kualitas pengambilan keputusan.

Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian kuantitatif yang menguji hubungan antara kualitas penerapan HRIS dan indikator efisiensi pengelolaan SDM pada organisasi tertentu.

6. Kesimpulan

Sistem Informasi Manajemen memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.

Berdasarkan hasil studi literatur, manfaat utama SIM atau HRIS dapat dilihat melalui otomatisasi pekerjaan administratif, integrasi data, peningkatan kecepatan dan akurasi informasi, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data.

Namun, penggunaan sistem informasi tidak secara otomatis menghasilkan efisiensi.

Keberhasilannya dipengaruhi oleh kesiapan pengguna, kompetensi digital, kualitas data, kemampuan integrasi sistem, keamanan informasi, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan organisasi.

Oleh karena itu, penerapan SIM harus dilakukan dengan memperhatikan aspek teknologi sekaligus aspek manusia dan organisasi.

Keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan studi literatur sehingga tidak mengukur secara langsung tingkat efisiensi pada organisasi tertentu.

Selain itu, hasil penelitian terdahulu memiliki perbedaan metode, sektor, dan karakteristik organisasi sehingga hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasi pada seluruh organisasi.

Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan empiris, baik kuantitatif maupun studi kasus, untuk mengukur dampak penerapan SIM terhadap indikator efisiensi yang lebih konkret, seperti penghematan waktu, biaya administrasi, tingkat kesalahan data, produktivitas bagian SDM, dan kualitas pengambilan keputusan.

Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan penerapan HRIS pada organisasi dengan ukuran dan karakteristik yang berbeda.


Penulis:
1. Dwi Sulistya Wati (251010500659)
2. Haikal Nuffaiz Wibowo (251010502626)
3. Lea Putri Natalia Etwiory (251010500633)
4. Ragil Sigit Sabrian (251010500651)
5. Zevanya Gloria Patty (251010500632)
Mahaasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang


Daftar Pustaka

  1. Ammirato, S., Felicetti, A. M., Linzalone, R., Corvello, V., & Kumar, S. (2023). Still our most important asset: A systematic review on human resource management in the midst of the fourth industrial revolution. Journal of Innovation & Knowledge, 8(3), 100403. https://doi.org/10.1016/j.jik.2023.100403
  2. Anggraeni, N. L. P. N., Adil, A. S., & Santosa, D. F. (2026). Tinjauan literatur sistematis: Pengaruh AI dan HRIS terhadap kinerja organisasi. International Journal of Education, Social Studies, and Management, 5(3), 1843–1851. https://doi.org/10.52121/ijessm.v5i3.974
  3. Bhatt, M., & Sharma, K. K. (2020). Human Resource Information System: A systematic literature review on its merits, determinants, and impact. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(11s), 1095–1101.
  4. Bratamanggala, R. I. (2023). Digital transformation in human resource management: A systematic literature review. Siber International Journal of Education Technology, 1(2), 57–64. https://doi.org/10.38035/sijet.v1i2.57
  5. Fatimah, S., & Hamdani. (2026). Hubungan Human Resource Information System (HRIS) dan Human Resource Management (HRM): Telaah literatur sistematis. Bridge: Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi, 4(2), 121–138. https://doi.org/10.62951/bridge.v4i2.871
  6. Indroputri, I. A., & Sanjaya, R. (2024). Digital transformation in human resource management and its role in Gen Z career development: A systematic literature review. Petra International Journal of Business Studies, 7(1), 48–56. https://doi.org/10.9744/petraijbs.7.1.48-56
  7. Jayanti, W. E., & Irmayani, W. (2024). Peran sistem informasi akuntansi SDM dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan karyawan: Sebuah tinjauan sistematis. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi, 5(1), 50–58. https://doi.org/10.31294/justian.v5i1.4801
  8. Maryati, M., Puspita, R. S., Budiarti, I., Rahayu, S. K., & Soegoto, D. S. (2026). Humans as objects and subjects in digital human resource management: A systematic literature review. JURISMA: Jurnal Riset Bisnis & Manajemen, 16(1). https://doi.org/10.34010/jurisma.v16i1.19070
  9. Mirella, K. (2025). Analisis Human Resource Information System, Human Resource 5.0, dan Human Resource Digitalization dengan literature review metode PRISMA. Journal of Science Education and Management Business, 4(3), 644–655. https://doi.org/10.62357/joseamb.v4i3.772
  10. Putri, D., & Kumbara, V. B. (2026). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (HRIS) dalam meningkatkan kinerja organisasi: Sebuah tinjauan literatur sistematis. Ensiklopedia of Journal, 8(10).
  11. Saputri, R., Khuzaini, & Shaddiq, S. (2024). Analysis of the use of Human Resource Information Systems (HRIS) in improving human resource management efficiency. Proceeding: Islamic University of Kalimantan. https://doi.org/10.31602/piuk.v0i0.15796
  12. Theres, C., & Strohmeier, S. (2024). Consolidating the theoretical foundations of digital human resource management acceptance and use research: A meta-analytic validation of UTAUT. Management Review Quarterly, 74, 2683–2715. https://doi.org/10.1007/s11301-023-00367-z

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *