Mahasiswa KKN Desa Purwoasri Kenalkan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan

Komposter sampah organik
Mahasiswa KKN Kelompok 40 Melakukan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) di Balai Desa Purwoasri

Mahasiswa KKN Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Kelompok 40 menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Komposter Sebagai Teknologi Tepat Guna di Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompok yang bertujuan mendukung pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di Desa Purwoasri.

Acara yang berlangsung di balai desa ini dihadiri oleh Kepala Desa Purwoasri, Bapak Imam Muhajir beserta perangkat desa, Ibu Kepala Desa selaku Ketua PKK beserta ibu-ibu PKK, dan perwakilan kelompok tani. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi dan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna berupa komposter sebagai alat daur ulang limbah rumah tangga, yang hasil olahannya berupa pupuk cair dan padat siap digunakan untuk kegiatan pertanian warga.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara serta sambutan dari Kepala Desa dan Ketua KKN Kelompok 40 yang menyampaikan tujuan dan harapan atas program yang dijalankan. Kepala Desa Purwoasri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sampah organik di desanya. Beliau berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat terus dimanfaatkan warga secara berkelanjutan untuk mendukung produktivitas pertanian desa.

“Kami sangat berterima kasih atas program yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa KKN. Dimana selama ini limbah rumah tangga langsung dibuang begitu saja atau dibakar, tapi dengan adanya program ini limbah rumah tangga khususnya yang organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk untuk pertanian. Saya minta untuk benar-benar memanfaatkan komposter ini setelah diserahkan nanti, supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Imam Muhajir, Kepala Desa Purwoasri, Rabu (29/7/2026).

BACA JUGA: KKN-Berdampak 119 UMM Dorong Pengembangan Kawasan Wisata melalui Tiga Program Unggulan

Memasuki inti acara, pemaparan materi mengenai kompos disampaikan oleh mahasiswa KKN yaitu Mbak Devi Masyita dari program studi agribisnis dan Mbak Syafarina Renata dari program studi agroteknologi selaku pemateri komposter. Materi yang disampaikan meliputi mengapa membutuhkan komposter, manfaat komposter, jenis-jenis sampah organik yang dapat diolah, tahapan proses pengomposan, hingga cara penggunaan dan perawatan alat komposter agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan komposter milik KKN Kelompok 40. Pemateri memperkenalkan bagian-bagian komposter beserta fungsi setiap komponennya, mempraktikkan cara memasukkan sampah organik, menambahkan bioaktivator, menjelaskan proses fermentasi, hingga menunjukkan cara pengambilan pupuk cair dan padat yang dihasilkan. Warga yang hadir, termasuk perwakilan PKK dan kelompok tani, turut diberi kesempatan untuk mencoba langsung tahapan demonstrasi tersebut.

Antusiasme warga semakin terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sejumlah pertanyaan diajukan seputar teknik pengomposan, penanganan bau, hingga pemanfaatan hasil pupuk untuk lahan pertanian maupun tanaman pekarangan. Diskusi ini semakin memperkaya pemahaman warga mengenai penerapan teknologi tepat guna pengolahan sampah organik di lingkungan mereka sehari-hari.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 40 kemudian menyerahkan secara simbolik empat unit komposter kepada Kepala Desa Purwoasri, Ketua PKK, perwakilan kelompok tani, dan perwakilan PKK bagian Barat. Penyerahan ini menandai harapan agar teknologi tepat guna tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, khususnya oleh kelompok tani dalam mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan di desa.

Acara ditutup dengan penyampaian ucapan terima kasih serta kesimpulan kegiatan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama peserta dan perangkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 40 Desa Purwoasri berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik dapat terus tumbuh, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.


Penulis: Rafif Aqilah Wahyudi
Anggota Hubungan Masyarakat KKN 40 Bojonegoro UPN Veteran Jawa Timur


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses