Malang, MMI – Ryandaru Davin Mahendra, seorang mahasiswa peserta Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya, melaksanakan program kerja bertajuk Irigasi Tetes Sederhana Menggunakan Botol Plastik Bekas sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mengurangi limbah plastik di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Minggu (26/7/2026). Program ini merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mudah dibuat, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih melakukan penyiraman tanaman secara konvensional. Metode tersebut membutuhkan waktu, tenaga, serta penggunaan air yang relatif lebih banyak, terutama saat musim kemarau.
Di sisi lain, botol plastik bekas masih banyak ditemukan sebagai limbah rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa irigasi tetes sederhana berbahan botol bekas merupakan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus memanfaatkan limbah plastik.
Melalui program ini, mahasiswa memperkenalkan sistem irigasi tetes sederhana kepada warga dan perangkat desa, seperti ketua RT dan ketua RW, dengan memanfaatkan botol plastik bekas berukuran satu liter yang dipasang pada area tanaman.
Air di dalam botol akan menetes secara perlahan menuju akar tanaman sehingga kelembapan tanah tetap terjaga tanpa perlu penyiraman berulang. Sistem ini bekerja menggunakan prinsip gravitasi sehingga tidak memerlukan listrik maupun peralatan yang rumit. Teknologi irigasi tetes sederhana dikenal hemat biaya, mudah dirakit, dan efektif menjaga suplai air secara bertahap pada tanaman.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat yang berjumlah 70 orang dari RW 2, Dusun Krajan, Desa Sidodadi, mengenai pentingnya efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan kembali sampah plastik.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan alat irigasi tetes, mulai dari persiapan botol bekas, pemasangan alat tetes, hingga instalasi pada tanaman. Masyarakat juga diajak mempraktikkannya agar mampu membuat dan menerapkannya secara mandiri di taman toga setiap RW atau di rumah masing-masing.
Melalui program kerja ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Sidodadi dapat menerapkan irigasi tetes sederhana sebagai alternatif penyiraman tanaman yang lebih efisien. Selain membantu menghemat penggunaan air, pemanfaatan botol plastik bekas juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi limbah rumah tangga dan mendukung pelestarian lingkungan.
Setelah dua minggu sejak sosialisasi hingga pemasangan alat irigasi tetes sederhana, banyak warga yang mulai mempraktikkan fungsi alat tersebut di taman bunga milik warga pribadi. Banyak warga memberikan respons baik mengenai alat ini karena berhasil menghemat biaya air yang dikeluarkan dan penyiraman pada tanaman juga lebih efisien.
Menurut Bapak Syukur selaku warga pemilik Taman Toga, “adanya alat irigasi ini membuat saya lebih hemat air yang biasanya bisa habis 100 liter untuk 1 kebun sekarang hanya 60 liter air saja”. Pernyataan salah satu warga tersebut memberikan respons baik terhadap program kerja ini.
Program irigasi tetes sederhana ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui penerapan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan program tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Desa Sidodadi.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijaksana. Warga diberikan penjelasan mengenai cara kerja irigasi tetes, kelebihan dibandingkan penyiraman manual, serta langkah-langkah perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa penggunaan botol bekas sebagai media irigasi merupakan bentuk penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle sehingga limbah plastik memiliki nilai guna baru.
Dengan biaya yang relatif murah dan bahan yang mudah diperoleh, sistem ini dapat diterapkan oleh setiap keluarga tanpa memerlukan keterampilan khusus. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan mencoba memasang alat secara langsung pada tanaman.
Melalui pendampingan tersebut, diharapkan masyarakat mampu mereplikasi teknologi sederhana ini secara mandiri serta mengembangkannya pada berbagai jenis tanaman pekarangan. Keberlanjutan program diharapkan dapat didukung oleh pengelolaan Kebun TOGA di setiap lingkungan sehingga manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh warga.
Penulis: Ryandaru Davin Mahendra (245080500111033)
Mahasiswa Budidaya Perairan, Universitas Brawijaya
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















