Bogor, MMI — Sebagai bentuk nyata pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan penanaman tanaman produktif dan penghijauan di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penerapan agroforestri dan konservasi lereng sebagai langkah untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi lahan masyarakat secara produktif dan berkelanjutan.
Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan memadukan tanaman produktif dan tanaman kehutanan.
Tanaman nanas dan talas ditanam sebagai komoditas produktif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara berbagai jenis pohon seperti manglid, sengon, durian, alpukat, dan balsa ditanam untuk meningkatkan tutupan vegetasi serta memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari konsep agroforestri, yaitu pengelolaan lahan dengan mengombinasikan tanaman pertanian dan tanaman berkayu dalam satu sistem.
Penerapan agroforestri diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi ekologis dan produktivitas lahan, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari hasil pertanian tanpa mengabaikan upaya menjaga kondisi lingkungan.
Dalam konteks Desa Cipelang, penerapan agroforestri juga diarahkan untuk mendukung konservasi lereng.
Keberadaan vegetasi yang beragam di kawasan dengan kondisi lereng dapat membantu menjaga struktur tanah, meningkatkan infiltrasi air, mengurangi limpasan permukaan, serta menekan potensi erosi.
Dengan demikian, kegiatan penanaman tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap risiko degradasi lahan dan bencana tanah longsor.
Kegiatan penanaman berlangsung secara gotong royong, mulai dari persiapan lahan, penentuan titik tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman awal.
Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan, karena keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh keberlanjutan pemeliharaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah talas. Selain memiliki potensi sebagai tanaman produktif, talas juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Pengembangan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa untuk menghubungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan masyarakat terhadap pengembangan talas kemudian diwujudkan melalui hasil panen. Sebagian talas yang telah dipanen oleh masyarakat dihibahkan kepada Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program.
Penyerahan hasil panen tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal Desa Cipelang.
Talas yang dihibahkan selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan produk olahan talas.
Melalui proses pengolahan, pendampingan, dan pengembangan produk, komoditas pertanian lokal tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai hasil panen, tetapi dapat memiliki nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Tim PPK Ormawa, hibah hasil panen tersebut juga menjadi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap program yang sedang dikembangkan.
Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi turut menyediakan potensi lokal yang kemudian dikembangkan bersama melalui pengetahuan, inovasi, dan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa.
Pengembangan talas ini diharapkan menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang berkelanjutan. Ke depannya, proses dapat diarahkan mulai dari pengolahan bahan baku, pengembangan produk, pengemasan, hingga peluang pemasaran.
Dengan demikian, potensi pertanian lokal dapat terhubung dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, penanaman berbagai jenis pohon seperti manglid, sengon, durian, alpukat, dan balsa menjadi investasi ekologis jangka panjang bagi Desa Cipelang.
Vegetasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan tutupan lahan, memperkuat sistem perakaran tanah, membantu mengendalikan erosi, serta meningkatkan kemampuan lahan dalam menyerap air.
Kombinasi antara tanaman kehutanan dan tanaman produktif melalui sistem agroforestri juga memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Di satu sisi, vegetasi berperan dalam menjaga fungsi ekologis dan mendukung konservasi lereng.
Di sisi lain, tanaman produktif dapat memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pangan maupun pengembangan ekonomi.
Melalui pendekatan tersebut, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya menunjukkan bahwa konservasi tidak harus berjarak dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Lahan dapat tetap dijaga fungsi ekologisnya sekaligus dimanfaatkan secara produktif melalui sistem pengelolaan yang tepat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan di Desa Cipelang.
Mahasiswa membawa pengetahuan dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, sumber daya, serta pemahaman terhadap kondisi lahan dan lingkungan setempat.
Keduanya dipadukan untuk membangun sistem pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.
Dari kegiatan penanaman hingga pemanfaatan hasil panen, rangkaian ini menunjukkan bahwa agroforestri, konservasi lereng, dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan dalam satu ekosistem program.
Bibit pohon ditanam untuk menjaga lingkungan dan memperkuat lereng, sementara tanaman produktif dikembangkan agar lahan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih hijau, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lereng dan memanfaatkan lahan secara berkelanjutan.
Dukungan masyarakat melalui hibah sebagian hasil panen talas menjadi salah satu langkah penting dalam mengembangkan potensi lokal Desa Cipelang menjadi produk bernilai tambah.
Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun Desa Cipelang yang tidak hanya lebih hijau dan produktif, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko bencana.
Melalui agroforestri dan konservasi lereng yang dipadukan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal, PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya menghadirkan pengabdian.
Penulis:
PPK Ormawa BEM FMIPA Unpak
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Matematika, Farmasi, Teknik Geologi, Universitas Pakuan
Dosen Pengampu: Dr. Didit Ardianto M.Pd.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













