Meningkatkan Peran Bank Sampah di RW 19 Kelurahan Mustikajaya Solusi Inovatif untuk Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Peran Bank Sampah di RW 19 Kelurahan Mustikajaya
Foto bersama dengan Pengurus Bank Sampah.

Sejak Maret hingga September 2025, Tim PKM Universitas Esa Unggul bersinergi dengan Bank Sampah Berseri 19 di RW 19 Mustikajaya menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat dengan memberikan solusi untuk pencatatan nasabah Bank Sampah tersebut menggunakan pencatatan yang lebih baik dengan menggunakan aplikasi dan penyuluhan ke warga guna meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai nasabah aktif Bank Sampah.

Upaya pengelolaan sampah di tingkat RW di Kota Bekasi semakin terstruktur. Bank Sampah Berseri 19, Perumahan Graha Harapan RW 19 Mustikajaya, kini mulai merasakan dampak positif dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Esa Unggul, dengan sumber pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, tahun anggaran 2025.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

PKM ini menerapkan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang pendanaanya berasal dengan fokus pada kemitraan antar warga, institusi pendidikan, dan pengelola Bank Sampah, menanggapi dua tantangan utama: sistem pencatatan keuangan yang masih manual dan sederhana, serta rendahnya jumlah nasabah dibandingkan potensi warga di sekitar lokasi.

Pengurus bank sampah sedang memilah-milah barang-barang bekas yang diserahkan warga ke bank sampah.

Tahapan Pelaksanaan

Pada bulan Maret 2025, Ketua PKM melakukan pendekatan awal kepada Ketua Bank Sampah Berseri 19, menjelaskan rencana kegiatan, serta menyiapkan dan menandatangani Surat Pernyataan Kerja Sama.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 23 Mei 2025, proposal pendanaan PKM resmi disetujui oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Baca Juga: Mahasiswa KKN 93 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wujudkan Dusun 1 Desa Nanjungjaya Lebih Bersih dengan Program Bank Sampah

Memasuki 23 Juli 2025, dilakukan koordinasi lebih mendalam dengan pengurus Bank Sampah. Hasil pengamatan awal mengungkap bahwa pencatatan keuangan perlu disempurnakan, dan bahwa warga belum maksimal menjadi nasabah.

Maka direncanakan dua aktivitas utama: pembangunan aplikasi pencatatan keuangan, serta penyuluhan kepada masyarakat.

Tanggal 13 Agustus 2025 menjadi momen penting: Tim PKM bersama mahasiswa turun langsung ke lapangan. Kegiatan operasional Bank Sampah berlangsung—warga menyerahkan barang bekas, petugas melakukan pencatatan penerimaan, barang ditampung dan kemudian dijual ke pengepul.

TIM PKM melaksanakan penyuluhan ke Warga RW 1.

Pada hari yang sama, aplikasi uji coba digunakan untuk pencatatan transaksi; penyuluhan juga digelar agar warga lebih memahami pentingnya keterlibatan sebagai nasabah aktif.

Tahap berikutnya, untuk periode September 2025, adalah pengenalan aplikasi secara rutin kepada pengurus Bank Sampah dan pelaksanaan uji coba operasional aplikasi dalam aktivitas harian Bank Sampah.

Baca Juga: Menabung Sampah Menjadi Berkah: KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Hidupkan Bank Sampah di Desa Wonomulyo

Pelibatan Stakeholder

TIM PKM Rapat koordinasi dengan Pengurus Bank Sampah.

Program ini melibatkan beberapa pihak, yaitu:

  • Tim PKM dari Universitas Esa Unggul (dosen & mahasiswa) sebagai pelaksana utama;
  • Ketua dan Pengurus Bank Sampah Berseri 19 sebagai mitra pelaksana di lapangan;
  • Warga RW 19 Mustikajaya sebagai calon dan aktif nasabah;
  • Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, sebagai pemberi dana dan pengatur regulasi.

Inovasi & Solusi

Dua solusi menonjol dari PKM ini:

  1. Aplikasi Pencatatan Keuangan – Dirancang khusus untuk mencatat penerimaan barang bekas dan transaksi keuangan nasabah. Dengan aplikasi ini, diharapkan pencatatan menjadi lebih akurat, transparan, dan mudah diakses.
  2. Penyuluhan dan Edukasi Warga – Program penyuluhan terkait manfaat menjadi nasabah, serta pentingnya rutin menyerahkan barang bekas agar bank sampah dapat beroperasi optimal.

Baca Juga: Implementasi Program Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di MA AI Kautsar: Gerakan Bank Sampah

Hasil Awal & Kendala

Sejumlah hasil awal telah terlihat:

  • Warga kini lebih rutin menyerahkan barang bekas terutama ketika Bank Sampah membuka kesempatan penerimaan pada pekan ke‑2 setiap bulan.
  • Pengurus sudah mulai memakai aplikasi uji coba untuk mencatat penerimaan dan transaksi, meski masih dalam tahap adaptasi.

Di sisi lain, beberapa kendala juga muncul:

  • Pelatihan bagi pengurus masih diperlukan agar penggunaan aplikasi lebih efektif.
  • Jadwal pengumpulan barang bekas kadang tidak tetap, karena kesadaran warga belum merata dan koordinasi internal masih perlu ditingkatkan.

Manfaat & Harapan ke Depan

Manfaat yang diantisipasi dari program ini mencakup:

  • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Bank Sampah.
  • Bertambahnya jumlah nasabah aktif dan meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan penyerahan barang bekas.
  • Terbukanya peluang ekonomi sirkular dan pendapatan tambahan untuk komunitas lokal.

Harapan ke depannya:

  • Program ini berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya sementara; aplikasi bisa diakses langsung oleh nasabah.
  • Aplikasi yang dikembangkan bisa disempurnakan dan menjadi model untuk bank sampah lain di Bekasi atau daerah lain.
  • Dukungan pemerintah daerah dan pihak swasta agar skala pemanfaatan teknologi dan penyuluhan semakin meluas.
Bank Sampah mendapatkan kunjungan dari Pegawai Kecamatan Bidang Lingkungan.

Baca Juga: Bank Sampah Retno Bersinar 1 Dorong Kesadaran Lingkungan di Desa

Penutup

Dengan kerja sama erat antara Universitas Esa Unggul, Bank Sampah Berseri 19, dan masyarakat RW 19 Mustikajaya, keberlanjutan program ini sangat diharapkan. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, menuju pengelolaan sampah yang profesional, transparan, dan inklusif.

Kutipan

“Dengan aplikasi ini, pencatatan keuangan Bank Sampah kami menjadi lebih rapi dan warga bisa melihat pergerakan keuangannya dengan baik,” ujar Ketua Pengurus Bank Sampah Berseri 19.

“Kami berharap warga RW 19 tidak hanya menjadi nasabah sekali, tetapi aktif secara rutin menyerahkan barang bekas sehingga manfaatnya dirasakan bersama,” tambah Ketua Tim PKM Universitas Esa Unggul.

Penulis:
1. Ika Baskara
2. Menik Indrati
3. Sophiyanto Wuryan
Mahasiswa Universitas Esa Unggul

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses