Bogor, 18 Juni 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal untuk mencegah bahaya kebakaran bagi masyarakat Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan instalasi listrik rumah tinggal guna mengurangi risiko korsleting dan kebakaran.
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya rumah tinggal yang menggunakan instalasi listrik berusia lama serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai standar keselamatan kelistrikan. Berdasarkan hasil observasi tim pengabdian, sejumlah warga masih melakukan penambahan beban listrik, penyambungan kabel secara tidak standar, serta menggunakan komponen listrik yang telah mengalami penurunan kualitas.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan instalasi listrik, seperti korsleting, panas berlebih pada kabel, kerusakan peralatan elektronik, hingga kebakaran rumah yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Bagus Tri Kuncoro, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Keselamatan instalasi listrik rumah tinggal merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali potensi bahaya listrik sejak dini serta melakukan pemeliharaan sederhana yang dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kebakaran,” ujar Bagus.
BACA JUGA: KKN Sisdamas UIN SGD Bandung Kelompok 04 Petakan Masalah, Potensi, dan Harapan Warga Desa Margamulya
Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran rumah tinggal yang dipicu oleh gangguan listrik sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai penggunaan dan pemeliharaan instalasi listrik yang aman.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya listrik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan pengecekan sederhana terhadap kondisi instalasi di rumah masing-masing sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan menghadirkan Prof. Dr. Efri Sandi, M.T., Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T., dan Dr. Inf. Sc. Aodah Diamah, M.Eng. sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar keselamatan listrik rumah tinggal, komponen instalasi listrik, standar instalasi yang aman, pemeliharaan instalasi listrik, penggunaan pengaman listrik, sistem pentanahan (grounding), serta langkah-langkah pencegahan kebakaran akibat gangguan listrik.
Prof. Dr. Efri Sandi, M.T. menjelaskan bahwa keselamatan instalasi listrik tidak hanya bergantung pada proses pemasangan, tetapi juga pada pemeliharaan yang dilakukan secara berkala.
“Instalasi listrik yang telah berusia lama perlu diperiksa secara rutin. Kabel yang mengelupas, stopkontak yang panas, sambungan yang longgar, serta MCB yang sering trip merupakan tanda-tanda awal yang harus segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan gangguan yang lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T. menyampaikan materi terkait praktik identifikasi kondisi instalasi listrik yang tidak aman dan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga keamanan instalasi rumah tinggal.
“Masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat dapat mengambil tindakan preventif dan berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila ditemukan kondisi yang berisiko,” ungkap Pitoyo.
Pada sesi berikutnya, Dr. Inf. Sc. Aodah Diamah, M.Eng. menjelaskan pentingnya edukasi berbasis teknologi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik dan budaya pencegahan kebakaran.
“Keselamatan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi instalasi listrik di lingkungan tempat tinggalnya,” tuturnya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan simulasi mengenai identifikasi instalasi listrik yang tidak aman, pemeriksaan komponen kelistrikan rumah tangga, penggunaan pengaman listrik, serta tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi indikasi korsleting atau kebakaran akibat listrik.
Masyarakat Desa Singasari terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait permasalahan instalasi listrik yang sering ditemui di rumah, mulai dari penggunaan sambungan bertumpuk, pemilihan ukuran kabel, penggunaan stopkontak tambahan, hingga cara aman menggunakan peralatan listrik berdaya besar.
Budiansyah, salah seorang peserta dari Karang Taruna, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan.
“Selama ini kami hanya menggunakan listrik seperti biasa tanpa memahami risiko yang mungkin terjadi. Setelah mengikuti penyuluhan ini, kami menjadi lebih mengerti cara mengenali instalasi listrik yang tidak aman dan bagaimana melakukan pemeriksaan sederhana di rumah,” ujarnya.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap infrastruktur kelistrikan yang aman dan andal, serta SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian memberikan materi edukasi dan mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Tim juga berharap peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi mengenai keselamatan instalasi listrik kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan keselamatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
Penulis:
– Bagus Tri Kuncoro, S.T., M.T. (0607039502)
– Prof. Dr. Efri Sandi, M.T. (0002027508)
– Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T. (0008076803)
– Dr. Inf. Sc. Aodah Diamah, M.Eng. (0019097802)
– Arya Kusuma (1513623039)
– Septi Andini Rahmawati (1513623022)
Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















