Program Pengabdian Mahasiswa Unsri Hadirkan BicaraPintar untuk Mendukung Komunikasi dan Pembelajaran Siswa Tunarungu

BicaraPintar untuk Siswa Tunarungu
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Unsri (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Palembang, MMI – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa tunarungu di Palembang. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menghadirkan BicaraPintar sebagai media pendukung bagi guru dan orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran dan komunikasi siswa tunarungu di SLB B Negeri Pembina Palembang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sriwijaya Young Innovators Program (SYIP) Universitas Sriwijaya, program kompetisi dan pendanaan inovasi bagi mahasiswa di lingkungan Universitas Sriwijaya. Program ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa, yakni Rosalinda Hizkia Amelia Manurung, Diah Suci Ramadhani, Jessica Joseph Sen, M. Abizhard Al-Farizi, dan Meyza Rahmiah Ramadhani, di bawah bimbingan Dr. Anita Desiani, S.Si., M.Kom.

BicaraPintar untuk Mendukung Komunikasi

BicaraPintar hadir dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran yang dapat membantu guru dan orang tua berkomunikasi serta mendampingi proses pembelajaran siswa tunarungu. Aplikasi berbasis AI tersebut dapat mengenali gerakan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi teks maupun suara dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, input berupa suara atau teks juga dapat direpresentasikan ke dalam bentuk bahasa isyarat.

Dr. Anita Desiani mengungkapkan bahwa pengembangan BicaraPintar ditujukan untuk membantu mengatasi hambatan komunikasi yang masih dapat ditemui dalam proses pendampingan siswa tunarungu. Menurutnya, teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu guru dan orang tua dalam memahami serta menggunakan bahasa isyarat secara lebih mudah dan interaktif.

BicaraPintar diharapkan dapat membantu guru dan orang tua dalam berkomunikasi serta mendampingi proses pembelajaran siswa tunarungu dengan memanfaatkan teknologi yang lebih interaktif,” ujar Dr. Anita.

Bagi guru dan orang tua, pendampingan pembelajaran siswa tunarungu memiliki tantangan tersendiri. Perbedaan kemampuan dalam menggunakan bahasa isyarat dapat memengaruhi proses komunikasi dan penyampaian materi.

Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada guru dan orang tua untuk mencoba langsung penggunaan aplikasi. Dengan demikian, peserta dapat mengenal fungsi BicaraPintar sekaligus memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan dalam kegiatan pendampingan pembelajaran.

Rangkaian Kegiatan Pengabdian

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan tim ke SLB B Negeri Pembina Palembang pada 3 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim memperkenalkan program pengabdian kepada pihak sekolah sekaligus berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru mengenai rencana pelaksanaan kegiatan. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pelaksanaan program dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

Setelah persiapan dilakukan, tim melaksanakan pembukaan sekaligus pelatihan pertama pada 6 Agustus 2026. Guru dan orang tua peserta diperkenalkan dengan program BicaraPintar serta mendapatkan materi awal mengenai pemanfaatan aplikasi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat teknologi yang akan digunakan selama rangkaian pengabdian berlangsung.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Sri Warih Handayani, S.Pd., selaku Kepala SLB B Negeri Pembina Palembang, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran tim mahasiswa dan inovasi BicaraPintar yang diperkenalkan kepada sekolah. Ia berharap pemanfaatan BicaraPintar dapat memberikan manfaat serta membantu mendukung guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pendampingan dan Keberlanjutan Program

Bagi tim mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi teknologi yang dapat digunakan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. BicaraPintar ditempatkan sebagai alat bantu bagi guru dan orang tua dalam mendukung komunikasi dengan siswa tunarungu. Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih interaktif tanpa mengurangi peran guru dan orang tua dalam mendampingi siswa.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini masih terus berjalan. Setelah tahap pelatihan, tim akan melanjutkan kegiatan melalui pendampingan penggunaan aplikasi dan evaluasi program. Melalui tahapan tersebut, BicaraPintar diharapkan tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pendukung komunikasi dan pembelajaran bagi siswa tunarungu.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah dalam mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk mendukung pendidikan yang lebih inklusif bagi siswa tunarungu di Palembang.

 


Penulis: Tim SYIP BicaraPintar 2026
Mahasiswa Universitas Sriwijaya


Dosen Pengampu: Dr. Anita Desiani, S.Si., M.Kom.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses