Bogor, MMI — Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pemanenan nanas bersama masyarakat Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi pertanian lokal sekaligus upaya mendorong masyarakat untuk mengelola komoditas produktif secara berkelanjutan.
Kegiatan pemanenan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan), Tim PPK Ormawa, support system PPK Ormawa, dan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut hadir Harun selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Cipelang, bersama Zidan Nugraha, Ayu Suminar, dan M. Diyaer Kaisyar selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari Zakkee Zaakir Fauzie dan Alif Nur Setya selaku support system Tim PPK Ormawa.
Harun selaku Ketua Kelompok Tani Desa Cipelang menyampaikan bahwa tanaman nanas merupakan salah satu potensi pertanian yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.
Menurutnya, pemanenan menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat sejauh mana komoditas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Nanas ini salah satu tanaman yang cukup potensial untuk dikembangkan. Dengan adanya kegiatan bersama PPK Ormawa, kami bisa melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya berhenti di panen, tetapi masih bisa diolah dan dikembangkan menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah,” ujar Harun.
Menurut Harun, keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan pertanian juga dapat memperkuat hubungan kerja sama dalam mengembangkan potensi yang telah tersedia di Desa Cipelang.
Sementara itu, Zidan Nugraha selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan menjelaskan bahwa pemanenan nanas menjadi bagian dari rangkaian pemanfaatan potensi lokal yang dikembangkan dalam program PPK Ormawa.
“Pemanenan ini merupakan bagian dari proses yang lebih panjang. Kami tidak hanya ingin melihat nanas sebagai hasil pertanian, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Zidan.
Ayu Suminar selaku Tim PPK Ormawa menambahkan bahwa proses pemanenan juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan komoditas pertanian secara langsung bersama masyarakat.
“Kami belajar banyak dari masyarakat, terutama mengenai bagaimana tanaman nanas dibudidayakan dan dimanfaatkan. Dari sini kami mencoba menghubungkan pengalaman masyarakat dengan inovasi pengolahan yang dapat dikembangkan bersama,” ungkap Ayu.
Hal senada disampaikan M. Diyaer Kaisyar selaku Tim PPK Ormawa, yang melihat pemanfaatan nanas sebagai bagian dari upaya menciptakan keberlanjutan dari hasil pertanian masyarakat.
“Potensi lokal seperti nanas sebenarnya sudah ada dan dimanfaatkan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa terus dikembangkan. Karena itu, setelah pemanenan masih ada tahapan pengolahan, pengemasan, sampai peluang pemasaran yang bisa dikembangkan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, proses pemanenan dilakukan dengan memilih buah nanas yang telah mencapai tingkat kematangan dan siap dipanen.
Buah kemudian dipetik dengan memperhatikan kondisi tanaman agar proses pemanenan tetap menjaga keberlanjutan pertumbuhan tanaman dan kualitas hasil pertanian.
Zakkee Zaakir Fauzie dan Alif Nur Setya selaku support system Tim PPK Ormawa turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.
Keduanya membantu proses kegiatan bersama tim dan masyarakat, mulai dari persiapan hingga pengumpulan hasil panen.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang membantu kegiatan berjalan secara gotong royong.
Pemanenan nanas tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperoleh hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung proses pengelolaan komoditas pertanian yang dilakukan masyarakat, sementara masyarakat memperoleh ruang untuk berbagi pengalaman mengenai budidaya dan pemanfaatan tanaman nanas di lingkungan mereka.
Nanas merupakan salah satu tanaman produktif yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain dapat dikonsumsi secara langsung sebagai buah segar, nanas juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Pemanfaatan tersebut membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk.
Dalam konteks program PPK Ormawa, kegiatan pemanenan nanas menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengelolaan lahan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tanaman produktif tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan panen, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari rantai usaha yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Desa Cipelang.
Hasil pemanenan kemudian dikumpulkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Proses tersebut menjadi tahap awal untuk melihat potensi pengembangan nanas sebagai komoditas lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Dengan pengelolaan yang tepat, hasil pertanian diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kegiatan pemanenan juga memperkuat semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.
Setiap tahapan dilakukan melalui kerja sama, mulai dari menentukan buah yang siap dipanen, melakukan pemetikan, mengumpulkan hasil panen, hingga memilah buah berdasarkan kondisi dan kualitasnya.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan program.
Selain memberikan manfaat ekonomi, keberadaan tanaman nanas juga menjadi bagian dari pemanfaatan lahan secara produktif.
Pengembangan tanaman produktif dapat dilakukan bersamaan dengan tanaman kehutanan dalam sistem agroforestri.
Melalui kombinasi tersebut, lahan dapat tetap memberikan hasil bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga fungsi ekologis kawasan.
Pendekatan agroforestri menjadi penting dalam konteks Desa Cipelang karena pemanfaatan lahan perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan karakteristik kawasan.
Tanaman produktif seperti nanas dapat menjadi salah satu komponen yang memberikan manfaat langsung, sementara tanaman berkayu berperan dalam mendukung tutupan vegetasi dan fungsi konservasi lahan.
Melalui pemanenan nanas, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya menunjukkan bahwa pengembangan potensi pertanian lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pemanfaatan hasil pertanian secara optimal diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan mengelola lahannya secara berkelanjutan.
Ke depannya, pengembangan nanas dapat diarahkan pada peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan produk, pengemasan, serta pengembangan strategi pemasaran.
Dengan adanya pendampingan dan inovasi, komoditas nanas diharapkan dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan pemanenan nanas menjadi salah satu bukti bahwa program pemberdayaan dapat dimulai dari potensi yang telah dimiliki masyarakat.
Mahasiswa berperan dalam memberikan pengetahuan, inovasi, dan pendampingan, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama yang memiliki pengalaman serta sumber daya lokal.
Sinergi tersebut menjadi dasar dalam membangun pengelolaan potensi pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pemanenan nanas bukan hanya tentang memperoleh hasil pertanian, tetapi juga tentang bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara Kelompok Tani, masyarakat, Tim PPK Ormawa, dan support system, PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan terus mendorong terciptanya Desa Cipelang yang produktif, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Penulis: PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan
Dosen Pengampu: Dr. Didit Ardianto M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













