Perjalanan Seorang Mukmin Setelah Kematian: Studi Kasus Tabligh Akbar di Masjid Baiturrahim, Pondok Kelapa, Jakarta Timur

Perjalanan Seorang Mukmin Setelah Kematian
Perjalanan Seorang Mukmin Setelah Kematian (Sumber: MMI)

Siapa yang belum siap mati? Maka dari hadis Aisyah r.a.: “Barangsiapa yang benci untuk bertemu Allah, maka Allah tidak akan cinta dan benci bertemu dengannya.

Perjalanan setelah kematian, kenapa materi ini penting?

  1. Bab ini telah dibahas oleh Al-Qur’an dan hadis.
  2. Nabi kita diingatkan oleh Allah tentang materi ini dan diingatkan pula oleh Jibril.
  3. Semua kita nanti akan menuntut satu sama lain dan mereka saling menyalahkan tentang kematian.
  4. Karena materi ini juga dibahas oleh Rasulullah yang selalu siap mati untuk agama Allah dan di hadapan para sahabat.

Perbanyaklah kalian memutus kelezatan dan ingatlah kematian.

  1. Karena pada hari ini sebagian kaum muslimin menghindar dari materi kematian karena mereka telah diperbudak oleh dunia.
  2. Sebagian orang mengira baginya dan ketakutan untuk mengingat kematian.
  3. Barangsiapa yang mengingat banyak kematian, maka Allah akan memuliakannya, yaitu:
    1. Allah akan memuliakan baginya semangat beribadah.
    2. Allah muliakan baginya untuk menyegerakan taubat.
    3. Allah akan muliakan baginya dengan sifat qana’ah yang ada di dalam hatinya.
    4. Allah berikan rezeki yang mencukupi.

Dari hadis Ibnu Majah:

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda: “Dahulu ustman bin affan berdiri di depan kuburan sambil menurunkan jenazah.

Maka ada yang berkata kepada Umar bin Khattab:

Wahai ustman jika ada pembahasan surga dan neraka maka kami tidak akan melihatnya.

Sedangkan kuburan adalah jenjang akhirat pertama dan apabila ia selamat baginya dari alam barzakh, dan barangsiapa yang jauh dari alam barzakh maka ia lebih dahsyat lagi siksaannya.

Hadis Aisyah r.a.: Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:

Ya Allah aku berlindung kepadamu dari fitnah dan azab kubur.

Sehingga memohon perlindungan kepada Allah.

Dan ketika seorang majelis ilmu yang duduk di atas kami, maka ada seekor burung yang mendengar ceramah tentang kematian, dan di tangan Nabi pada saat itu ada tongkat kecil saat melakukan hajat untuk menancapkan pakaiannya.

Dan memohonlah kalian kepada Allah dari azab kubur dari orang yang dipastikan masuk surga dan para sahabatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan sesungguhnya seorang hamba yang mukmin, apakah kita mukmin?

Jawabannya: “Di sana Allah sebutkan pada surah Al-Mu’minun dari ayat 1-118.

Nabi mengatakan: para malaikat membawanya dan membuka lapisan-lapisan pintu langitnya untuk melakukan perjalanan selama 500 tahun setelah kematian, dan mereka semua mendekati selamanya sebanyak 7 lapis langit.

Dapat disimpulkan bahwa perjalanan seorang mukmin setelah kematian bukan akhir, tetapi awal kehidupan yang sebenarnya. Dunia hanya ladang, kubur adalah rumah pertama, dan surga adalah tujuan.

Seorang mukmin tidak takut mati, karena dia tahu: “Mati adalah pintu untuk bertemu dengan Dzat yang paling dia cintai yaitu Allah.”

Maka tugas kita sekarang adalah mempersiapkan bekal. Karena kita tidak tahu kapan berangkat, tetapi kita pasti akan berangkat.

اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك

Ya Allah jadikan sebaik-baik umurku adalah akhirnya, sebaik-baik amalku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari aku bertemu dengan-Mu.


Penulis: Teuku Muhammad Fauzan Robbani, S.Li
Mahasiswa Magister Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Al-Albani, N. (2021). Ahkamul Janaiz: Hukum-hukum Jenazah. Terj. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i.

Abu Ihsan. (2023). Detik-detik Menuju Surga: Perjalanan Ruh Mukmin. Yogyakarta: Pustaka Dhiya.

Ibnu Katsir. (2022). Al-Bidayah wa An-Nihayah Jilid 10: Hari Kiamat. Terj. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Barra’, U. S. A. (2021). Alam Barzakh: Kehidupan di Alam Kubur. Terj. Solo: Pustaka Arafah.

An-Nawawi. (2020). Riyadhus Shalihin: Bab Sakaratul Maut dan Jenazah. Terj. Bandung: Mizan.

Al-Buthaniy, M. (2024). Hari Akhir: Dari Kubur sampai Surga. Jakarta: Qisthi Press.

Basalamah, S. (2022). Bekal Menghadapi Kematian: Panduan Lengkap Menurut Sunnah. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

Ibnul Qayyim. (2023). Kitab Ar-Ruh: Pembahasan tentang Ruh dan Alam Setelah Mati. Terj. Jakarta: Darus Sunnah.

Rahman, A. (2021). Konsep Sakaratul Maut dalam Al-Qur’an dan Hadis serta Dampaknya terhadap Spiritualitas. Jurnal Studi Al-Qur’an, 17(2), 145–162.

Hidayat, N. (2022). Kehidupan Alam Barzakh: Analisis Tafsir Tematik QS. Al-Mu’minun: 99-100. Jurnal Al-Tadabbur, 8(1), 33–49.

Kamil, I. (2024). Kenikmatan Surga dan Kerinduan Mukmin: Studi Ayat-ayat Makkiyah. Jurnal Tafsir Al-Qur’an, 14(1), 22–40.

Wahid, R. (2025). Pendidikan Kematian di Pesantren dalam Menguatkan Iman kepada Hari Akhir. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 188–205.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses