Surabaya, MMI – Rasena EV Team dari Universitas Airlangga (Unair) sukses meraih pendanaan pada program Unair SustainAction, sebuah skema pengabdian kepada masyarakat yang diperuntukkan bagi civitas academica untuk turut mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).
Tim yang beranggotakan Ahmad Robiy’i, Harun Arrosyid, Rajwa Fakhry Odimemova, Glendy Prasiqbal Rayendra, Zaid Sanjaya, Dinus Pratama Pengabean, Jessica Rahma Valere Satyo, Ni Ketut Rasya Dara Danika, dan Rafiq Catur Mancora dari Program Studi Teknik Elektro, bersama Berlian Nacha Brigadiva dan Zamzami Raihanun Islami dari Program Studi Teknik Industri, ini bergerak di bawah arahan Dr. Rezi Delfianti, M.T., dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Airlangga.
Dalam program ini, Rasena menggandeng Komunitas Mata Hati, sebuah komunitas penyandang tunanetra yang giat memberdayakan para anggotanya lewat pelatihan keterampilan dan pengelolaan usaha kopi secara mandiri.
Kerja sama ini menjadi bukti konkret peran mahasiswa dalam menghadirkan inovasi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih inklusif.
Kolaborasi yang Lahir dari Kepedulian
Komunitas Mata Hati selama ini menjalankan usaha KopiCék sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi para anggotanya.
Sayangnya, proses produksinya masih terkendala pada tahap penimbangan bahan baku, sebab timbangan yang digunakan masih bersifat konvensional dan hanya menampilkan hasil secara visual.
Akibatnya, para penyandang tunanetra belum bisa melakukan penimbangan secara mandiri dan tetap bergantung pada bantuan orang lain.
Berangkat dari persoalan tersebut, tim Rasena meyakini bahwa teknologi semestinya tidak sekadar menjadi wujud inovasi, melainkan juga sarana untuk memperluas aksesibilitas bagi semua kalangan masyarakat.
Atas dasar itu, tim merancang sebuah solusi yang tidak hanya menjawab persoalan yang ada saat ini, tetapi juga membuka peluang manfaat jangka panjang.
Mengenal AURIS, Timbangan Otomatis Berbasis Suara
Sebagai jawaban atas persoalan itu, tim Rasena menciptakan AURIS (Auditory Responsive Intelligence Scale), yaitu timbangan otomatis yang dirancang secara khusus bagi penyandang tunanetra.
Alat ini dibekali fitur keluaran suara (voice output) yang dapat menyampaikan hasil penimbangan secara langsung kepada penggunanya, sehingga proses menimbang tidak lagi bergantung pada tampilan visual.
Lewat inovasi ini, pengguna diharapkan bisa memperoleh hasil timbangan yang lebih presisi sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi.
Selain menopang kegiatan usaha kopi Komunitas Mata Hati, AURIS juga disiapkan sebagai purwarupa yang dapat dikembangkan lebih jauh untuk mendukung berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lain yang dijalankan oleh penyandang disabilitas maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan teknologi ramah akses.
Pengembangan AURIS pada mulanya masih berada di tahap perancangan dan penyempurnaan perangkat.
Setelah tahapan itu rampung, tim Rasena berencana melakukan sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, serta pendampingan kepada anggota Komunitas Mata Hati agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan.

Uji Coba Langsung di Basecamp Komunitas Mata Hati
Pada 13 Agustus 2026, tim Rasena melangsungkan uji coba alat AURIS secara langsung di Basecamp Komunitas Mata Hati (KMH). Dalam sesi tersebut, hasil penimbangan yang ditampilkan AURIS terbukti sangat akurat.
Anggota KMH turut mencoba sendiri alat ini dengan menjajal berbagai variasi bahan baku serta berbagai fitur yang tersedia pada AURIS, dan seluruh hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi.
Hasil uji coba yang memuaskan ini kemudian ditampilkan pada acara sosialisasi yang digelar pada 15 Agustus 2026. Sambutan anggota KMH terhadap alat AURIS positif dan penuh antusiasme.
Mereka mengapresiasi kerja keras tim Rasena yang berhasil menghadirkan AURIS dengan kualitas yang matang, sehingga mampu menjawab kebutuhan mereka dan turut menopang keberlangsungan usaha kopi UMKM Komunitas Mata Hati.
Mendukung Pencapaian SDGs
Kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan sejumlah tujuan dalam SDGs. Kehadiran AURIS turut mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas usaha yang dijalankan penyandang disabilitas, sekaligus mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat penerapan teknologi tepat guna yang inklusif.
Di samping itu, AURIS juga berkontribusi terhadap SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses teknologi bagi penyandang tunanetra.
Kolaborasi antara tim Rasena dan Komunitas Mata Hati turut mencerminkan penerapan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Harapan untuk Masyarakat yang Lebih Inklusif
Keberhasilan meraih pendanaan Unair SustainAction menjadi titik awal bagi tim Rasena untuk merealisasikan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tim berharap AURIS tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam proses produksi kopi, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian penyandang tunanetra sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi serupa di berbagai sektor lainnya.
Ke depan, setelah proses uji coba dan penyempurnaan alat selesai, tim akan terus melaksanakan pendampingan implementasi kepada Komunitas Mata Hati.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Rasena berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya lewat pemanfaatan teknologi tepat guna.
Penulis:
Glendy Prasiqbal Rayendra
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Airlangga
Jessica Rahma Valere Satyo
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Airlangga
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













