Implementasi Program Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di MA AI Kautsar: Gerakan Bank Sampah

Gerakan Bank Sampah
Penyerahan TTG.

Abstrak

Permasalahan pengelolaan sampah menjadi isu global yang mendesak untuk segera ditangani. Di tingkat lokal, sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim KKN R18 Universitas pada tahun 2025 di MA Al-Kautsar, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tujuannya adalah untuk mengembangkan sebuah sistem pengelolaan sampah yang efektif melalui kegiatan edukatif seperti pemilahan, pencatatan, daur ulang, serta pelaporan yang terintegrasi. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah, serta terbentuknya struktur organisasi pengelolaan sampah sekolah yang melibatkan siswa secara aktif. Dengan pendekatan berbasis partisipatif dan edukatif, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kata Kunci: Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Sekolah.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Abstract

Waste management is a global issue that urgently requires immediate resolution. At the local level, schools, as educational institutions, play a strategic role in instilling environmentally friendly awareness and behavior. This community service activity was carried out by the University’s KKN R18 team in 2025 at MA Al-Kautsar, Simbaringin Village, Kutorejo District, Mojokerto Regency. The goal was to develop an effective waste management system through educational activities such as sorting, recording, recycling, and integrated reporting. The methods used included initial observation, outreach, training, and direct mentoring. The results of the activity showed increased student awareness of the importance of waste management, as well as the formation of a school waste management organizational structure that actively involves students. With a participatory and educational approach, this activity contributed to creating a sustainable culture of environmental awareness within the school environment.

Keywords: Waste Bank, Waste Management, School.

PENDAHULUAN

Masalah sampah di Indonesia semakin hari semakin parah. Meningkatnya jumlah penduduk dan pemanfaatan ruang dapat menyebabkan timbunan sampah terus bertambah. Namun, dalam pengelolaan sampah yang bermasalah, dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber yang berharga, bukan sampah yang tidak berguna.

Sampah pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis, organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan logam membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, tetapi memiliki nilai ekonomis jika dapat didaur ulang.

Salah satu solusi inovatif yang mulai banyak direalisasikan adalah bank sampah. Bank sampah merupakan lembaga yang dikelola masyarakat untuk mengelola sampah anorganik secara ekonomis. Kerangka kerja tersebut mengikuti bank adat seperti “menyimpan” sampah yang telah dipilah dan mendapatkan manfaat finansial. Selain itu, bank sampah mampu melibatkan masyarakat dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Akan tetapi, peran bank sampah belum sepenuhnya dipahami oleh generasi muda, khususnya siswa sekolah. Banyak siswa yang belum mengetahui cara memilah sampah dengan benar atau dampak positif pemanfaatan kembali terhadap lingkungan. Kurangnya sosialisasi dan pendidikan di lingkungan sekolah menjadi penyebab utamanya.

Sekolah seharusnya menjadi tempat utama untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui program bank sampah di sekolah, siswa dapat belajar memilah sampah, mendapatkan daur ulang, dan langsung merasakan manfaat ekonominya. Pendidikan ini tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga untuk membentuk karakter peduli lingkungan di masa mendatang.

Sudah saatnya pengelolaan sampah menjadi bagian dari program pendidikan berbasis sekolah. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memperluas pendidikan tentang sampah, serta membangun lebih banyak bank sampah berbasis sekolah. Jika generasi muda menyadari pentingnya memilah dan memanfaatkan kembali, maka lingkungan Indonesia di masa mendatang akan jauh lebih bersih dan lebih bermanfaat.

Khususnya di wilayah Simbaringin dan sekitarnya, permasalahan sampah menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan penduduk dan perekonomian. Keterbatasan sistem pengelolaan sampah, minimnya kesadaran masyarakat, dan minimnya program pendidikan nonformal merupakan faktor-faktor yang turut mendukung terwujudnya kondisi pengelolaan sampah di wilayah ini. MA Al Kautsar Simbaringin merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Dinas Agama, dengan visi menjadi madrasah unggulan yang mampu mencetak generasi muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan. Sebagai lembaga pendidikan yang mewujudkan sistem pondok pesantren, MA Al Kautsar memiliki berbagai sarana seperti asrama, kantin, pondok pesantren, perpustakaan, dan lapangan olahraga yang menyalurkan berbagai jenis sampah dalam jumlah yang sangat banyak setiap harinya.

Baca Juga: Pureco., proyek milik Mahasiswa UC: Wadah untuk Masyarakat dalam Gencarkan Pengolahan Sampah Organik menjadi Eco Enzyme Hand Soap

METODE

RANCANGAN KEGIATAN

Ruang lingkup kegiatan dalam program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pastisipatif berbasis TTG teknologi tepat guna, dengan tujuan utama meningkatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam pengelolaan sampah, mengembangkan kesadaran tentang hubungan antara kebersihan lingkungan dan kesehatan serta menciptakan sistem monitoring digital untuk pengelolaan sampah. Pendekatan ini dipilih untuk melibatkan warga sekolah secara aktif dalam proses pengelolaan sampah, memilah sampah, manfaat bank sampah. Dengan memberikan sosialisasi dan edukasi secara tatap muka kepada para siswa di Sekolah MA AL- KAUTSAR.

RUANG LINGKUP DAN OBJEK KEGIATAN

Ruang lingkup kegiatan ini berfokus pada pengajaran kepada siswa MA AL-KAUTSAR tentang cara mengelola sampah organik dan anorganik melalui gerakan bank sampah. Kegiatan ini melibatkan langsung siswa-siswi MA Al-Kautsar Simbaringin, khususnya yang tergabung dalam OSIS dan kelas 10 dan 11. Lokasi kegiatan berada di lingkungan sekolah MA Al-Kautsar, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Objek utama kegiatan ini meliputi:

  1. Tempat pemilah sampah organik; dan
  2. Proses pengelolaan.

BAHAN DAN ALAT UTAMA

Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini:

a. Ember cat

Berukuran 25kg dengan jumlah 2pcs. Wadah utama untuk menampung 2 jenis sampah.

b. Cat warna kuning dan hijau

Penanda visual:

    1. Kuning= anorganik
    2. Hijau= organik

c. Stiker anorganik dan organik

Stiker anorganik dan organik di bank sampah sebagai penanda atau label untuk membantu proses pemilihan dan pengelolaan sampah.

d. Baut/ mur

Menghubungkan kedua ember

e. Kayu tatakan mentahan

Alat penyangga agar alat tidak langsung menyentuh tanah.

f. Paku kayu

Untuk merekatkan antara ember dengan rangka kayu yang telah disiapkan. Berukuran 3- 5cm.

Baca Juga: Metode Takakura dalam Pembuatan Kompos Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Wonokasian Sidoarjo

TEMPAT

Kegiatan dilaksanakan di Sekolah MA Al-Kautsar, yang berlokasi di Jl.Raya Pacet Km.09 Mengungkung, Ringin, Simbaringin, Kec. Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pada tanggal 16 Juli 2025. Sekolah ini dipilih untuk sosialisasi karena aktivitas sekolah dengan ratusan siswa dan guru menghasilkan volume sampah harian yang cukup signifikan, terutama sampah kertas, plastik kemasan makanan, dan botol minuman.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

a. Observasi Awal dan Identifikasi Masalah

Pengamatan dilakukan terhadap kondisi pengelolaan sampah di MA-AL Kautsar, termasuk fasilitas yang tersedia dan kebiasaan siswa dalam membuang sampah.

b. Perencanaan Program

Program dirancang berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan sekolah, meliputi sistem pencatatan sampah, pemilahan, pengomposan, serta pelaporan.

c. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan utama meliputi:

Sosialisasi dan Edukasi mengenai pentingnya pemilahan dan daur ulang sampah. Pembuatan Pos Penimbangan dan Pemilahan Sampah.Pembuatan Buku Log Sampah, yang berisi data nama siswa, jenis sampah, berat, dan tanggal.

Pelatihan Pembuatan Kompos dari sampah organik (daun, sisa makanan).Pelatihan Daur Ulang untuk sampah anorganik (plastik, kardus).Pembuatan Laporan Sampah dalam bentuk infografis.

d. Evaluasi

Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan guru pembina dan siswa terkait efektivitas program dan perubahan perilaku.

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN

  1. Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemilihan dan daur ulang
  2. Penimbangan dan pemilaham
  3. Pembuatan buku log sampah, yang berisi data nama siswa, jenis sampah, berat dan
  4. Pelatihan daur ulang untuk sampah

TEKNIK ANALISIS

Analisis data deskriptif kualitatif mengenai teknologi tepat guna (TTG) berfokus pada penggambaran karakteristik dan fenomena terkait TTG, termasuk penerapannya dalam pemberdayaan masyarakat. Analisis ini bertujuan untuk memahami bagaimana TTG diimplementasikan, manfaatnya bagi masyarakat, serta kendala-kendala yang mungkin timbul.

Baca Juga: MMD UB Kelompok 49 Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot untuk Mengurangi Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mempelajari isu-isu lingkungan dapat dimulai dengan hal-hal sederhana yang selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Siswa yang inovatif dapat dengan mudah menemukan masalah dalam kehidupan mereka sendiri dan mencoba menyelesaikannya dengan kreativitas mereka. Masalah-masalah ini dapat dieksplorasi melalui kegiatan inkuiri terbimbing, yang membantu siswa dan guru belajar bagaimana menemukan masalah dan mengembangkan ide- ide baru.

Program pengelolaan sampah pemerintah menggunakan metode Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Bagian Reduce dari metode ini membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan ini sudah digunakan di beberapa supermarket, yang telah memulai aturan untuk membatasi penggunaan kantong belanja plastik. Hal ini mendorong pembeli untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain itu, pengurangan sampah, terutama untuk sampah plastik rumah tangga, sedang dipromosikan melalui program-program yang dijalankan oleh Badan Lingkungan Hidup.

Pola pengelolaan penggunaan kembali (Reuse Management) adalah cara mengelola sampah dengan memanfaatkannya kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, orang dapat menggunakan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan berulang kali. Pola pengelolaan daur ulang (Recycle Management) adalah metode di mana sampah diubah menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan hemat biaya. Misalnya, sampah plastik dapat diolah menjadi barang-barang seperti ember dan produk lain yang lebih bernilai. Beberapa anak mempelajari metode daur ulang ini dengan mengolah sampah menjadi barang-barang kreatif seperti tas, hiasan bunga, dan keranjang. Memberikan anak-anak kesempatan untuk mengolah sampah menjadi barang-barang yang indah dan berharga akan membantu mereka mendapatkan pengalaman dalam daur ulang.

Program pengolahan sampah organik dan anorganik di Madrasah Aliyah Al-Kautsar telah berhasil diterapkan sejak tahun ajaran 2023/2024. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran lingkungan siswa serta mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Melalui pendekatan edukatif dan praktis, sekolah berupaya menciptakan budaya bersih dan peduli lingkungan di kalangan warga madrasah.

Pelaksanaan program dimulai dengan sosialisasi kepada siswa, guru sebagai pendamping kegiatan tentang jenis-jenis sampah dan cara pemilahannya. Sosialisasi dilakukan melalui seminar mini, poster, dan demonstrasi langsung proses daur ulang. Pemilahan sampah dilakukan secara konsisten setiap hari dengan menyediakan dua jenis tempat sampah: hijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah anorganik. Selain itu, dibentuk kelompok lingkungan yang bertugas memastikan sistem ini berjalan lancar. Partisipasi aktif dari OSIS juga turut mendukung keberhasilan implementasi program tersebut.

Sebelum program dimulai, tim melakukan observasi awal untuk mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah di madrasah. Dari hasil observasi tersebut ditemukan bahwa belum adanya sistem pemilahan yang jelas menyebabkan sebagian besar sampah langsung dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Selain itu, masih rendahnya kesadaran siswa dalam memilah dan mengelola sampah menjadi tantangan utama dalam tahap awal implementasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan sosialisasi intensif dan edukasi langsung kepada siswa, guru sebagai pendamping kegiatan ini tentang jenis-jenis sampah dan manfaat ekonomi dari daur ulang. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang akan menjadi fondasi bagi seluruh aktivitas pengelolaan sampah di sekolah.

Sebagai langkah implementasi, tim membuat pos pemilahan dengan menggunakan dua ember cat berwarna kuning (untuk anorganik) dan hijau (untuk organik), yang diberi label stiker agar memudahkan proses pemilahan. Partisipasi aktif OSIS dan siswa kelas X dan XI menjadi motor penggerak utama dalam menjaga kelancaran sistem ini di lingkungan sekolah. Untuk sampah organik, pihak madrasah dibimbing dalam membuat kompos dari limbah dapur dan sisa makanan. Proses pengomposan sederhana dilakukan secara berkala dan hasilnya digunakan sebagai pupuk alami di area pertanian dan taman madrasah. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah organik, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk bahan produktif bagi lingkungan madrasah. Sampah anorganik seperti plastik, botol minuman, dan kertas didaur ulang menjadi produk bernilai seperti tas daur ulang, hiasan kelas, dan pot tanaman. Pelatihan daur ulang yang diberikan oleh tim KKN membuka ruang kreativitas siswa, sekaligus menjadi sarana pembelajaran seni dan kewirausahaan. Beberapa karya siswa bahkan dipamerkan dalam acara internal sekolah.

Meskipun telah menunjukkan hasil positif, masih ada tantangan dalam mempertahankan konsistensi partisipasi siswa dan guru. Ada kalanya proses pemilahan kurang disiplin dilakukan, sehingga diperlukan evaluasi rutin dan mekanisme untuk memotivasi perilaku positif. Selain itu, perlunya pelatihan lanjutan dan penyuluhan lebih mendalam untuk memperdalam pengetahuan siswa tentang teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah. Secara keseluruhan, program pengelolaan sampah organik dan anorganik di MA Al-Kautsar telah berhasil menciptakan perubahan nyata dalam pola pikir dan perilaku warga sekolah terhadap lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, program ini tidak hanya mengatasi masalah sampah di tingkat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan lingkungan berkelanjutan. Dengan komitmen bersama dan dukungan semua pihak, program ini berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis sekolah di wilayah Kutorejo dan sekitarnya.

Baca Juga: Pemanfaatan Maggot sebagai Inovasi Pengelolaan Limbah Organik dan Sumber Pakan Ternak Berkelanjutan

KESIMPULAN

Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di MA Al-Kautsar Simbaringin menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa terhadap pengelolaan sampah. Melalui pendekatan edukatif dan berbasis partisipasi, kegiatan ini mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih peduli dengan lingkungan. Penerapan sistem pemilahan, pencatatan, serta pelaporan sampah yang melibatkan siswa secara langsung menjadi model pengelolaan sampah sekolah yang dapat direplikasi di sekolah lainnya. Ke depan, perlu adanya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari kurikulum dan kegiatan rutin sekolah.

Penulis:
1. Dr. (Cand.) Fiky Two Nando, S.T., M.T.
2. Cinta Eka Nadiatus Solihah
3. Artha Jultia Saputra
4. Franklyn Mahardhika padang
5. Trixie Nadya Dwijayanti
6. Nadiah Qonita Febriana
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

DAFTAR REFERENSI

Purnami, Wahyuni, ‘Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Sekolah Untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologi Siswa’, INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA, 9.2 (2021), p. 119, doi:10.20961/inkuiri.v9i2.50083

Widiyaningrum, Priyantini, Lisdiana, and Eling Purwantoyo, ‘Evaluasi Partisipasi Siswa Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Mendukung Program Sekolah Adiwiyata’, Indonesian Journal of Conservation, 04.01 (2016), p. 2015

Ananingtyas, R. D., et al. (2023). Permainan Edukatif sebagai Media Literasi di Sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2), 134–145.

Fachrudi, A., et al. (2024). Pengaruh Permainan Edukatif terhadap Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Aktif. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 10(1), 45–56.

Kaltsum, U. (2017). Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah. Surabaya: Literasi Hijau Press. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). Panduan Pengelolaan Sampah Sekolah.

Jakarta: KLHK.

Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Jakarta.

World Bank. (2018). What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management to 2050.

Washington, DC: World Bank Publications.

 

 

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses