Mempersiapkan Generasi Emas Digital: Siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik dibekali Pelatihan Pemrograman Bahasa C

Pelatihan Pemrograman Bahasa C
Pelatihan Pemrograman Bahasa C (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Lewat pendekatan hands-on learning dan aplikasi di ponsel pintar, sebanyak 38 siswa kelas X diajak menguasai logika berpikir komputasional sebagai fondasi teknologi modern dan IoT

Gresik, MMI – Di tengah pesatnya laju transformasi digital dan kebutuhan akan keterampilan komputasional abad ke-21, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat sukses menggelar kegiatan “Pelatihan Pemrograman Bahasa C” bagi para siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamda Gresik) pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Sebanyak 38 siswa kelas X yang belum memiliki pengalaman formal di bidang coding tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pemahaman dasar mengenai algoritma, logika pemrograman, sintaks dasar, hingga eksekusi program sederhana.

“Pemrograman bukan hanya keterampilan teknis, melainkan sarana melatih pola pikir logis, sistematis, dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) sejak dini.”

 

Atasi Keterbatasan Pembelajaran TIK di Sekolah

Langkah pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan sekunder di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kurikulum pemrograman, jumlah tenaga pendidik yang kompeten di bidang TIK, serta kurangnya fasilitas praktik komputer yang memadai.

Melihat kesenjangan tersebut, tim fasilitator menerapkan metode interaktif hands-on learning. Sesi diawali dengan analogi sederhana untuk menjelaskan konsep logika abstrak, dilanjutkan demonstrasi langsung penulisan kode program seperti instruksi klasik “Hello, World!”.

Menariknya, kepraktisan pelatihan ini semakin terasa karena siswa tidak hanya diajak melakukan coding di perangkat komputer desktop (Dev-C++), tetapi juga dipandu memanfaatkan aplikasi compiler Bahasa C langsung dari smartphone Android masing-masing.

 

Fondasi Menuju IoT dan Perguruan Tinggi

Pemilihan Bahasa C sebagai materi utama dinilai sangat strategis. Bahasa C dikenal sebagai fondasi utama ilmu komputer yang kuat dalam membentuk pemahaman variabel, tipe data, struktur kontrol, dan input pengguna.

Penguasaan Bahasa C diproyeksikan sebagai bekal penting bagi para siswa untuk pembelajaran tingkat lanjut, seperti penerapan Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler Arduino, sekaligus bekal adaptasi awal jika mereka melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Baca juga: Smart Living dengan IoT: Inovasi yang Mempermudah Aktivitas Harian

 

Peningkatan Percaya Diri Siswa

Keberhasilan pelatihan ini terukur dari hasil evaluasi pre-test dan post-test interaktif. Jika pada awal sesi mayoritas siswa belum mengenali sintaks dasar pemrograman, pada akhir sesi mereka mampu menjawab pertanyaan evaluasi dengan tepat serta menjalankan program kalkulator sederhana secara mandiri.

Suasana belajar semakin semarak dengan adanya sesi reward challenge, di mana siswa berlomba memecahkan tantangan kode program sederhana untuk mendapatkan apresiasi. Pendekatan ini terbukti efektif mengikis rasa takut siswa terhadap kerumitan dunia coding.

Melalui kegiatan berkelanjutan seperti ini, diharapkan literasi digital siswa SMA di Indonesia semakin kokoh, melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menjadi pemain utama di era Revolusi Industri 4.0.

 

Gresik, Sabtu, 9 Mei 2026
Oleh Tim Pengabdian UMG

 


Penulis: Pressa Perdana Surya Saputra
Mahasiswa Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Gresik


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses