Mahasiswa ITS Kembangkan Fishballer, Teknologi Modular Pengolah Lele untuk Dukung Produktivitas UMKM Gading

Pelatihan Mitra Sesi 1 (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Surabaya, MMI – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi teknologi bernama Fishballer untuk membantu meningkatkan produktivitas UMKM Gading, salah satu usaha pengolahan ikan lele yang berada di Kelurahan Rungkut Kidul, Kota Surabaya.

Pengembangan teknologi tersebut dilaksanakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) sebagai upaya menghadirkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra di lapangan.

Program tersebut dilaksanakan pada periode Mei s.d. September, dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pengembangan teknologi, implementasi alat, pelatihan pengoperasian, hingga pendampingan kepada mitra.

UMKM Gading memproduksi berbagai olahan berbahan dasar ikan lele, seperti bakso lele, dimsum lele, dan kerupuk lele.

Dalam proses produksinya, mitra menghadapi sejumlah kendala, terutama pada tahapan pengolahan bahan baku yang membutuhkan waktu cukup lama, kapasitas produksi yang terbatas, serta beberapa proses yang masih dilakukan secara manual.

Selain itu, proses pengolahan ikan menghasilkan bagian sisa seperti kepala, tulang, kulit, dan organ dalam yang belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal.

Fishballer sebagai Teknologi Pengolahan Lele

Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa ITS mengembangkan Fishballer, sistem pengolahan ikan lele yang mengintegrasikan beberapa tahapan produksi dalam satu rangkaian teknologi.

Sistem ini membantu proses pemotongan ikan, pemisahan daging dari kulit dan tulang, pengolahan daging, hingga pengadukan adonan.

Selain pengolahan daging dan adonan, program ini turut mendorong pemanfaatan hasil samping produksi melalui pendekatan zero waste production, yaitu upaya untuk meminimalkan bagian ikan yang berakhir sebagai limbah.

Kepala, tulang, kulit, dan organ dalam diarahkan agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan yang memiliki nilai guna, termasuk sebagai bahan baku untuk pengolahan lebih lanjut.

Pemanfaatan hasil samping tersebut diharapkan dapat membantu UMKM Gading mengurangi limbah organik sekaligus membuka peluang pengembangan produk turunan.

Selain memberikan manfaat dari sisi lingkungan, hasil samping pengolahan ikan juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila telah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Pelatihan dan Pendampingan kepada Mitra

Setelah teknologi dikembangkan, tim PKM-PI ITS juga melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra.

Pelatihan mencakup pengoperasian Fishballer, prosedur keselamatan kerja, perawatan rutin, serta pemahaman mengenai pengelolaan hasil samping produksi.

Tim turut menyusun buku panduan agar mitra dapat menggunakan dan merawat teknologi secara mandiri setelah rangkaian program berakhir.

Melalui program ini, mahasiswa ITS tidak hanya berupaya meningkatkan efisiensi pengolahan lele, tetapi juga mendorong penerapan proses produksi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diarahkan agar teknologi yang diterapkan tidak berhenti setelah kegiatan PKM selesai, tetapi dapat terus digunakan dan dirawat secara mandiri oleh mitra.

Kehadiran Fishballer menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan mitra.

Dengan mengintegrasikan beberapa tahapan pengolahan, pendampingan penggunaan teknologi, serta pemanfaatan hasil samping produksi, program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha pengolahan ikan lele di UMKM Gading.

Dokumentasi


Penulis: Muhammad Rafi Fauzan
Mahasiswa Prodi Teknik Elektro Otomasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 


Dosen Pengampu: Ira Dwitasari, S.T., M.T.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *