Sleman, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata melaksanakan program kerja sosialisasi literasi digital yang berkolaborasi dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) di Dusun Noyokerten, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah (04/08/2026).
Kegiatan ini bertajuk “Kenali Hoaks, Lindungi Keluarga” dengan sasaran utama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Noyokerten. Ibu-ibu PKK merupakan garda terdepan dalam lingkungan keluarga dalam menjaga ketahanan informasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah-milah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Perkembangan teknologi digital saat ini membuat masyarakat semakin rentan terhadap penyebaran berita palsu (hoaks), penipuan digital, praktik judi online, hingga penawaran pinjaman online ilegal yang bisa merugikan individu maupun keluarga.
Melalui sosialisasi ini, ibu-ibu yang hadir dibekali pengetahuan dan keterampilan agar dapat mengetahui ciri-ciri informasi yang menyesatkan serta memahami lebih detail langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban kejahatan digital.
Mafindo sendiri adalah organisasi yang bergerak di bidang peningkatan literasi digital, pencegahan hoaks, dan penguatan kemampuan ibu-ibu dalam berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Materi yang disampaikan oleh Mafindo di antaranya adalah pengenalan berita palsu (hoaks), berbagai modus penipuan digital, bahaya judi online, risiko pinjaman online ilegal, serta strategi praktis dalam melindungi data pribadi sehingga mampu mengambil keputusan secara bijak di ruang digital.
Salah satu istilah yang dikenalkan oleh Mafindo adalah konsep Wakuncar, yaitu sebuah ajakan untuk menjadi masyarakat yang lebih cerdas dalam menghadapi arus informasi: Wa – Waspada terhadap setiap informasi yang diterima, Kun – Kunjungi sumber informasi resmi dan tepercaya, Car – Cari pembanding serta lakukan pengecekan fakta sebelum mempercayai ataupun menyebarkan informasi.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi. Salah satu peserta menceritakan pengalamannya ketika menerima pemberitahuan mengenai paket yang dikirim atas namanya, padahal ia tidak pernah memesannya.
Pengalaman tersebut menjadi bahan diskusi bersama Mafindo untuk mengenali salah satu modus penipuan yang saat ini marak terjadi melalui pesan singkat maupun aplikasi percakapan.
Sesi diskusi berlangsung aktif dan memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperoleh solusi berdasarkan materi yang disampaikan.
Rifky Chrystian Pananto dan Dita Dwi Fibriani selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa ibu-ibu PKK memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat, khususnya sebagai agen penyebar informasi yang berpengaruh di lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, kolaborasi antara mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 65 dan Mafindo diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan literasi digital ibu-ibu PKK sehingga dapat berkontribusi secara berkelanjutan dalam upaya pencegahan penyebaran hoaks dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
Penulis: KKN-PPM UMBY Kelompok 65 Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Puja Luna Beatrice (Ketua)
Damar Yunianto (Sekretaris)
Brawel Zoneveld Barus (Sekretaris)
Lita Anastasya Anggraini (Bendahara)
Indira Amalia Mustikawati (Humas)
Aulia Sabrina Larasati (Humas)
Muhammad Fatha Mubiena (Perkap & Korlap)
Dita Dwi Fibriani (Perkap & Korlap)
Rifky Chrystian Pananto (PDD)
Karmen Edoxia Waludow (PDD)
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













