Punya makalah, skripsi, tesis, atau disertasi yang sudah selesai tetapi hanya tersimpan sebagai dokumen akademik? Karya tersebut sebenarnya dapat diolah kembali menjadi artikel ilmiah populer agar gagasan dan temuan di dalamnya lebih mudah dipahami pembaca umum.
Masalahnya, tidak semua media publikasi memiliki karakter yang sama. Media mahasiswa, portal edukasi, website kampus, dan media massa memiliki target pembaca serta ketentuan editorial yang berbeda.
Karena itu, memilih media publikasi artikel ilmiah populer sebaiknya tidak hanya didasarkan pada media yang menerima tulisan. Kamu juga perlu mempertimbangkan jenis karya yang dimiliki, topik, target pembaca, dan tujuan publikasi.
Artikel ini membahas pilihan media publikasi berdasarkan karakter karya akademik serta hal-hal yang perlu disiapkan sebelum mengirimkannya.
Apa yang Dimaksud Media Publikasi Artikel Ilmiah Populer?
Media publikasi artikel ilmiah populer adalah saluran yang digunakan untuk menyebarluaskan tulisan berbasis pengetahuan, kajian, atau hasil penelitian kepada pembaca yang lebih luas.
Artikel ilmiah populer berbeda dari artikel jurnal yang menggunakan struktur dan bahasa akademik lebih teknis. Dalam bentuk populer, gagasan ilmiah disampaikan dengan bahasa yang lebih komunikatif tanpa menghilangkan dasar informasi dan sumber yang digunakan.
Karena target pembacanya lebih beragam, bentuk penyajiannya juga perlu disesuaikan. Temuan penelitian yang ditulis untuk jurnal, misalnya, tidak selalu dapat langsung dipindahkan ke media populer tanpa penyuntingan.
Jadi, pemilihan media sebaiknya dilakukan setelah penulis memahami karya yang akan diadaptasi dan pembaca yang ingin dituju.
Karya Akademik Apa yang Bisa Diubah Menjadi Artikel Ilmiah Populer?
Tidak hanya penelitian baru yang dapat menjadi bahan artikel ilmiah populer. Makalah, skripsi, tesis, disertasi, hingga kegiatan pengabdian masyarakat juga dapat diolah selama gagasan atau temuan di dalamnya relevan untuk disampaikan kepada pembaca.
Makalah
Makalah kuliah biasanya membahas suatu persoalan berdasarkan literatur, teori, atau hasil analisis penulis. Untuk menjadikannya artikel populer, tidak semua isi makalah perlu dipertahankan.
Pilih gagasan yang paling penting, kemudian susun kembali pembahasannya agar pembaca umum dapat memahami persoalan tanpa harus mengikuti struktur makalah akademik.
Misalnya, makalah tentang perubahan perilaku mahasiswa akibat penggunaan teknologi dapat dikembangkan menjadi tulisan yang membahas fenomena tersebut dengan contoh dan konteks yang dekat dengan kehidupan pembaca.
1. Skripsi
Skripsi memiliki bahan yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi artikel populer karena biasanya sudah memiliki masalah penelitian, data, analisis, dan kesimpulan.
Namun, skripsi tidak sebaiknya disalin begitu saja. Pilih satu temuan atau persoalan yang paling menarik, kemudian bangun tulisan berdasarkan pertanyaan yang relevan bagi pembaca.
Dengan cara ini, artikel tidak terasa seperti ringkasan skripsi, tetapi menjadi tulisan baru yang mengambil manfaat dari hasil penelitian tersebut.
2. Tesis
Tesis umumnya membahas persoalan dengan analisis yang lebih spesifik. Karena itu, penulis perlu menentukan bagian mana yang paling memiliki relevansi bagi pembaca umum.
Daripada memindahkan seluruh teori dan metodologi, fokuskan artikel pada temuan utama, persoalan yang diteliti, serta apa arti temuan tersebut bagi pembaca.
3. Disertasi
Disertasi dapat memiliki pembahasan yang sangat luas dan mendalam. Tantangannya adalah menentukan satu bagian yang paling layak dikomunikasikan kepada publik.
Satu disertasi tidak harus diubah menjadi satu artikel saja. Jika terdapat beberapa temuan dengan konteks yang berbeda, masing-masing dapat dikembangkan menjadi tulisan dengan sudut pembahasan tersendiri, selama tetap menjaga orisinalitas dan ketepatan substansinya.
4. Hasil Penelitian atau Pengabdian Masyarakat
Hasil penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat juga dapat menjadi bahan artikel populer.
Penulis dapat mengambil temuan, pengalaman lapangan, persoalan yang ditemukan, atau manfaat kegiatan sebagai inti tulisan. Pendekatan seperti ini membantu pembaca memahami mengapa suatu penelitian atau kegiatan akademik memiliki relevansi di luar lingkungan kampus.
Jenis Media Publikasi Artikel Ilmiah Populer
Setelah menentukan bahan tulisan, langkah berikutnya adalah melihat karakter media yang tersedia. Tidak ada satu jenis media yang selalu paling tepat untuk semua karya.
1. Media Mahasiswa Indonesia
Media mahasiswa dapat menjadi pilihan bagi tulisan yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa, pendidikan, sosial, budaya, maupun berbagai gagasan akademik yang relevan bagi pembaca muda.
Media seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan hasil penelitian dengan bahasa yang lebih komunikatif.
Salah satu contoh dalam kategori ini adalah Media Mahasiswa Indonesia (MMI), yang menyediakan ruang bagi tulisan mahasiswa dan berbagai konten edukatif. Namun, penulis tetap perlu menyesuaikan naskah dengan ketentuan editorial media yang dituju.
2. Media atau Portal Edukasi
Portal edukasi cocok untuk tulisan yang memiliki tujuan utama memberikan pengetahuan kepada pembaca.
Topiknya dapat berupa pendidikan, sains, teknologi, sosial, lingkungan, atau bidang lain sesuai ruang lingkup masing-masing media.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan tulisan menjelaskan topik dengan jelas. Artikel yang terlalu teknis dapat sulit diterima pembaca umum meskipun sumber penelitiannya kuat.
Website Kampus atau Lembaga Pendidikan
Website kampus dapat menjadi pilihan ketika tulisan memiliki hubungan dengan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian, atau lingkungan institusi.
Jenis media ini juga relevan untuk diseminasi hasil penelitian kepada komunitas kampus dan masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan institusi.
Namun, setiap kampus memiliki kebijakan publikasi sendiri. Karena itu, penulis perlu memeriksa ketentuan dari institusi yang bersangkutan.
3. Portal Berita dan Media Massa
Portal berita atau media massa dapat menjadi pilihan ketika hasil penelitian memiliki hubungan dengan persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.
Artikel tidak cukup hanya memindahkan isi penelitian. Penulis perlu menemukan angle yang membuat temuan tersebut relevan bagi pembaca media.
Misalnya, penelitian tentang pola belajar mahasiswa dapat diolah menjadi pembahasan mengenai perubahan kebiasaan belajar, bukan sekadar memaparkan metodologi penelitian.
4. Platform Menulis Digital
Platform menulis digital memberikan ruang bagi penulis untuk membangun audiens secara lebih mandiri.
Pilihan ini dapat dipertimbangkan ketika penulis ingin mengembangkan portofolio atau komunitas pembaca. Namun, standar editorial dan tingkat kurasi setiap platform berbeda sehingga penulis tetap perlu memeriksa karakter serta kebijakan platform sebelum mengirimkan tulisan.
Bagaimana Memilih Media yang Sesuai dengan Karya Anda?
Pemilihan media akan lebih mudah jika dimulai dari karya yang sudah dimiliki.
Jika Sumbernya Makalah
Untuk makalah, pilih media yang menerima tulisan edukatif, opini, atau analisis yang dapat dipahami pembaca umum.
Gagasan utama makalah harus dibuat lebih komunikatif. Hindari membawa seluruh struktur akademik ke dalam artikel.
Jika Sumbernya Skripsi
Skripsi dapat diarahkan ke media yang memiliki pembaca mahasiswa, pendidikan, atau masyarakat umum, tergantung topiknya.
Hal terpenting adalah menentukan satu temuan yang ingin disampaikan. Jangan membuat pembaca harus memahami seluruh penelitian hanya untuk mendapatkan satu kesimpulan.
Jika Sumbernya Tesis atau Disertasi
Untuk tesis dan disertasi, pemilihan angle menjadi semakin penting. Materi yang terlalu teknis perlu disederhanakan agar tidak kehilangan pembaca sejak awal.
Pilih temuan yang memiliki relevansi lebih luas, kemudian jelaskan konteksnya menggunakan bahasa yang dapat dipahami pembaca non-akademik.
Jika Sumbernya Hasil Penelitian
Tanyakan terlebih dahulu: apa yang menarik bagi pembaca dari penelitian ini?
Jawabannya bisa berupa temuan, persoalan yang ditemukan, dampak, atau implikasi penelitian. Bagian tersebut kemudian dapat menjadi pusat artikel.
Jika Tujuannya Menjangkau Pembaca Umum
Pilih media yang memang memiliki pembaca umum dan terbiasa menerbitkan tulisan edukatif atau berbasis kajian.
Dalam kondisi ini, keterbacaan menjadi penting. Tulisan yang benar secara akademik tetapi sulit dipahami belum tentu berhasil sebagai artikel populer.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Media?
1. Target Pembaca
Pertama, tentukan siapa yang ingin membaca tulisan tersebut.
Apakah mahasiswa, akademisi, profesional, atau masyarakat umum? Jawaban ini akan memengaruhi pilihan media sekaligus gaya penulisan.
2. Topik yang Diterima
Setiap media memiliki ruang lingkup yang berbeda. Artikel tentang pendidikan belum tentu sesuai untuk media yang fokus pada teknologi, begitu pula sebaliknya.
Sebelum mengirim naskah, periksa jenis tulisan dan topik yang biasa diterbitkan.
3. Gaya Penulisan
Ada media yang lebih banyak menerbitkan opini, ada yang berfokus pada edukasi, dan ada pula yang memiliki rubrik khusus untuk analisis.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah media menerima artikel. Perhatikan juga bagaimana artikel di media tersebut ditulis.
4. Ketentuan Pengiriman
Periksa informasi seperti:
- format naskah;
- panjang tulisan;
- identitas penulis;
- kebutuhan gambar;
- ketentuan referensi;
- dan mekanisme pengiriman.
Jika ketentuan tidak tersedia secara jelas, jangan membuat asumsi. Cari informasi dari kanal resmi media tersebut.
5. Tujuan Publikasi
Tujuan publikasi juga perlu dipertimbangkan.
Jika tujuan utamanya adalah menyebarkan hasil penelitian kepada masyarakat, pilih media dengan jangkauan pembaca yang sesuai. Jika tujuan utamanya membangun portofolio tulisan, pertimbangkan pula konsistensi media dan relevansinya dengan bidang yang ingin dibangun.
Yang penting, jangan menyamakan publikasi artikel ilmiah populer dengan publikasi jurnal ilmiah. Keduanya memiliki fungsi dan karakter yang berbeda.
Cara Mengubah Makalah, Skripsi, Tesis, atau Disertasi Menjadi Artikel Populer
Memiliki karya akademik belum berarti naskah tersebut siap dikirim ke media. Karya perlu diadaptasi agar sesuai dengan format dan pembaca yang dituju.
1. Pilih Satu Gagasan atau Temuan Utama
Mulailah dengan menentukan satu hal yang ingin pembaca ingat setelah selesai membaca.
Jika skripsi membahas banyak variabel dan menghasilkan beberapa temuan, tidak semuanya harus dimasukkan ke satu artikel.
Fokus membuat tulisan yang utuh dengan satu persoalan utama.
2. Tentukan Angle untuk Pembaca Umum
Temuan penelitian perlu dikaitkan dengan pertanyaan yang relevan bagi pembaca.
Misalnya, daripada membuka artikel dengan uraian panjang tentang metode penelitian, kamu dapat memulai dari persoalan yang menjadi alasan penelitian tersebut penting.
Angle membuat hasil penelitian memiliki konteks.
3. Sederhanakan Bahasa Akademik
Istilah teknis boleh digunakan jika memang diperlukan. Namun, istilah tersebut perlu dijelaskan ketika pembaca umum kemungkinan tidak memahaminya.
Kalimat yang terlalu panjang juga sebaiknya dipecah. Artikel populer harus tetap memiliki dasar ilmiah, tetapi tidak harus terasa seperti skripsi.
4. Pangkas Bagian yang Terlalu Teknis
Tidak semua bagian karya akademik harus dipindahkan.
Tinjauan pustaka yang sangat panjang, uraian metodologi secara rinci, dan tabel yang hanya relevan untuk penelitian dapat disederhanakan atau dihilangkan jika tidak membantu pembaca memahami inti tulisan.
Yang dipertahankan adalah informasi yang benar-benar diperlukan untuk memahami argumen dan temuan.
Jika kamu masih membutuhkan panduan khusus mengenai proses menyusun artikel ilmiah populer, kamu dapat membaca cara membuat artikel ilmiah populer sebagai pembahasan lanjutan.
5. Pertahankan Data dan Sumber yang Penting
Menyederhanakan tulisan bukan berarti menghilangkan dasar ilmiahnya.
Data, hasil penelitian, dan sumber yang menjadi dasar argumen tetap perlu dipertahankan jika memang penting untuk mendukung pembahasan. Pastikan informasi tersebut berasal dari karya atau sumber yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Checklist Sebelum Mengirim Artikel ke Media
Sebelum mengirim naskah, gunakan pemeriksaan sederhana berikut:
- Fokus: apakah artikel hanya membahas satu gagasan utama?
- Pembaca: apakah bahasa sesuai dengan target pembaca?
- Substansi: apakah temuan atau argumen utama tetap akurat?
- Sumber: apakah data dan referensi sudah diperiksa?
- Originalitas: apakah tulisan bukan salinan mentah dari skripsi atau tesis?
- Pedoman: apakah naskah sesuai dengan ketentuan media?
- Format: apakah file dan identitas penulis sudah lengkap?
- Keterbacaan: apakah paragraf dan kalimat mudah diikuti?
Jika seluruh poin tersebut sudah diperiksa, naskah lebih siap untuk masuk ke proses editorial.
Setelah seluruh poin tersebut diperiksa, naskah lebih siap untuk masuk ke proses editorial. Jika sudah siap mengirim naskah, pelajari juga cara mengirim artikel melalui kanal yang sesuai.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Media Publikasi
1. Memilih Media Hanya karena Mudah Terbit
Kemudahan pengiriman bukan satu-satunya pertimbangan.
Media harus tetap sesuai dengan topik, target pembaca, dan tujuan tulisan. Media yang tepat adalah media yang membantu karya sampai kepada pembaca yang memang membutuhkan informasi tersebut.
2. Mengirim Skripsi atau Tesis Secara Mentah
Skripsi dan tesis dibuat untuk kebutuhan akademik tertentu. Artikel populer memiliki kebutuhan pembaca yang berbeda.
Menyalin seluruh isi karya akademik biasanya membuat tulisan terlalu panjang, teknis, dan kehilangan fokus.
3. Tidak Membaca Pedoman Media
Naskah yang bagus tetap bisa tidak sesuai apabila dikirim ke media yang tidak memiliki ruang untuk topik atau format tersebut.
Luangkan waktu untuk membaca ketentuan sebelum mengirim.
4. Mengabaikan Target Pembaca
Tulisan tentang hasil penelitian harus menjawab kebutuhan pembaca, bukan hanya menunjukkan bahwa penelitian telah dilakukan.
Jika targetnya masyarakat umum, jelaskan mengapa temuan tersebut penting bagi mereka.
5. Menganggap Semua Media Memiliki Fungsi yang Sama
Media mahasiswa, website kampus, portal edukasi, dan media massa dapat memiliki fungsi berbeda.
Karena itu, jangan memilih media hanya berdasarkan nama atau popularitas. Pertimbangkan kecocokannya dengan tulisan.
Setelah Memilih Media, Apa yang Harus Dilakukan?
Setelah menemukan media yang sesuai, jangan langsung mengirim naskah tanpa pemeriksaan terakhir.
Urutannya dapat dibuat sederhana:
- Tentukan angle tulisan.
- Sesuaikan naskah dengan pembaca media.
- Baca pedoman pengiriman.
- Periksa kembali data dan sumber.
- Siapkan naskah sesuai format.
- Lengkapi identitas penulis jika diperlukan.
- Kirim melalui kanal resmi media.
Jika kamu ingin memahami tahapan pengiriman secara lebih khusus, baca panduan cara publikasi artikel ke media online.
Setelah naskah dikirim, proses selanjutnya bergantung pada mekanisme editorial media yang dituju. Karena setiap media memiliki kebijakan berbeda, jangan mengasumsikan waktu terbit atau bentuk seleksi tertentu jika informasi tersebut tidak tercantum dalam pedoman resminya.
Kesimpulan
Memilih media publikasi artikel ilmiah populer tidak cukup dengan mencari media yang menerima tulisan. Karya akademik perlu ditempatkan pada media yang sesuai dengan jenis karya, topik, target pembaca, tujuan publikasi, dan karakter editorialnya.
Makalah, skripsi, tesis, disertasi, hasil penelitian, maupun pengabdian masyarakat dapat menjadi bahan artikel populer. Namun, masing-masing perlu diadaptasi dengan memilih gagasan utama, menentukan angle, menyederhanakan bahasa, dan mempertahankan informasi penting yang mendukung tulisan.
Karena itu, alurnya sebaiknya dimulai dari memahami karya → menentukan pembaca → memilih media → mengadaptasi naskah → memeriksa pedoman → mengirim artikel.
Dengan pendekatan tersebut, media publikasi bukan sekadar tempat untuk menerbitkan tulisan, tetapi menjadi bagian dari strategi agar pengetahuan dari karya akademik dapat disampaikan kepada pembaca yang tepat.
FAQ tentang Media Publikasi Artikel Ilmiah Populer
1. Apakah skripsi bisa dijadikan artikel ilmiah populer?
Bisa. Skripsi dapat diadaptasi dengan memilih temuan atau persoalan utama, kemudian menyederhanakan bahasa dan struktur agar sesuai dengan pembaca umum. Skripsi tidak perlu disalin secara keseluruhan.
2. Apakah tesis dan disertasi bisa diubah menjadi artikel populer?
Bisa. Keduanya dapat menjadi sumber artikel populer, tetapi penulis perlu memilih bagian yang paling relevan untuk pembaca. Materi yang terlalu teknis dapat disederhanakan tanpa mengubah substansi temuan.
3. Bagaimana memilih media publikasi artikel ilmiah populer?
Pertimbangkan jenis karya, topik, target pembaca, tujuan publikasi, gaya editorial, dan ketentuan pengiriman media. Jangan memilih media hanya karena mudah menerima tulisan.
4. Apakah artikel ilmiah populer harus diterbitkan di jurnal?
Tidak. Artikel ilmiah populer dan artikel jurnal memiliki fungsi, struktur, dan target pembaca yang berbeda. Artikel populer dapat diterbitkan melalui media yang memang menyediakan ruang untuk tulisan berbasis pengetahuan atau kajian bagi pembaca umum.
5. Apa yang perlu disiapkan sebelum mengirim artikel ke media?
Pastikan artikel memiliki fokus yang jelas, bahasa sesuai target pembaca, sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta format yang sesuai dengan pedoman media. Periksa kembali orisinalitas dan kelengkapan naskah sebelum dikirim.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














