Cara Publikasi Berita KKN ke Media Massa Online: Panduan untuk Mahasiswa

Cara Publikasi Berita KKN ke Media Massa Online Panduan untuk Mahasiswa
Ilustrasi Gambar Artikel Cara Publikasi Berita KKN ke Media Massa Online Panduan untuk Mahasiswa. (Source: MMI Arts)

Program KKN sudah selesai dilaksanakan, kegiatan bersama masyarakat sudah berjalan, dokumentasi sudah tersedia, tetapi tidak ada satu pun berita yang dipublikasikan. Kondisi seperti ini cukup disayangkan karena berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa akhirnya hanya tersimpan dalam laporan atau dokumentasi internal kelompok.

Padahal, publikasi berita KKN dapat membantu masyarakat yang lebih luas mengetahui program yang telah dilakukan. Kegiatan sederhana seperti pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, literasi digital, pengelolaan lingkungan, atau program pendidikan dapat menjadi informasi yang bermanfaat apabila ditulis dengan sudut pandang yang tepat.

Publikasi juga dapat menjadi dokumentasi digital kegiatan. Berbeda dari unggahan media sosial yang cepat bergeser dari linimasa, artikel berita memiliki struktur informasi yang lebih lengkap dan dapat ditemukan kembali melalui mesin pencari.

Karena itu, publikasi berita KKN sebaiknya tidak dipikirkan sebagai pekerjaan setelah program selesai. Sejak kegiatan berlangsung, tim sudah dapat mengumpulkan data, mendokumentasikan proses, mencatat narasumber, dan menentukan kegiatan yang berpotensi menjadi berita.

Artikel ini membahas cara mempublikasikan kegiatan KKN menjadi berita, mulai dari memilih kegiatan yang layak diberitakan, menentukan angle, menulis naskah, menyiapkan dokumentasi, hingga mengirimkannya ke media yang sesuai.

Apa itu Publikasi Berita KKN?

Publikasi berita KKN adalah proses menyusun dan menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan Kuliah Kerja Nyata dalam bentuk berita untuk pembaca umum melalui media online atau media massa.

Materi berita dapat berasal dari berbagai kegiatan yang benar-benar dilakukan mahasiswa, seperti:

  • pendampingan UMKM;
  • pelatihan pemasaran digital;
  • edukasi kesehatan;
  • literasi digital;
  • pengelolaan sampah;
  • program pendidikan;
  • pendampingan administrasi desa;
  • pengembangan produk masyarakat;
  • kegiatan sosial dan budaya;
  • pemetaan potensi desa;
  • konservasi lingkungan.

Namun, tidak berarti setiap kegiatan harus dibuat menjadi satu berita.

Kegiatan rutin yang tidak memiliki perkembangan atau informasi baru dapat digabungkan dengan kegiatan lain yang masih memiliki hubungan. Sebaliknya, satu kegiatan sederhana dapat menjadi berita yang menarik jika memiliki masalah yang jelas, proses yang konkret, keterlibatan masyarakat, serta hasil yang dapat dijelaskan.

Tujuan publikasi bukan sekadar membuat nama kelompok KKN muncul di internet. Berita yang baik harus membantu pembaca memahami apa yang dilakukan, mengapa kegiatan tersebut diperlukan, siapa yang terlibat, bagaimana prosesnya, dan apa hasil yang dapat diketahui.

Mengapa Kegiatan KKN Perlu Dipublikasikan?

Publikasi membuat informasi mengenai kegiatan KKN dapat menjangkau pembaca di luar lokasi pelaksanaan. Program yang dilakukan di satu desa, misalnya, dapat diketahui oleh mahasiswa, perguruan tinggi, komunitas, maupun masyarakat di daerah lain.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari publikasi kegiatan KKN.

1. Menjadi Dokumentasi Publik

Berita dapat menjadi dokumentasi mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Artikel dapat mencatat nama kegiatan, lokasi, waktu, pihak yang terlibat, latar belakang program, proses pelaksanaan, dan hasil yang diperoleh.

Dokumentasi tersebut berbeda dari laporan KKN. Laporan biasanya dibuat untuk kebutuhan akademik atau administratif, sedangkan berita ditulis agar informasi dapat dipahami oleh pembaca umum.

2. Menyebarkan Praktik Baik

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi referensi bagi kelompok lain.

Misalnya, sebuah kelompok KKN melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk membuat katalog produk digital. Jika proses dan hasilnya ditulis dengan baik, mahasiswa atau masyarakat di daerah lain dapat memperoleh gambaran mengenai pendekatan yang digunakan.

Namun, hindari klaim seperti “berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat” apabila tidak ada data yang mendukungnya.

Tuliskan hasil berdasarkan apa yang benar-benar dapat diamati atau diverifikasi.

3. Mendokumentasikan Kolaborasi

Kegiatan KKN biasanya melibatkan berbagai pihak, bukan hanya mahasiswa.

Pemerintah desa, sekolah, puskesmas, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, dan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari kegiatan.

Berita yang baik menjelaskan kontribusi para pihak tersebut secara proporsional.

4. Membentuk Jejak Digital Kegiatan

Publikasi online dapat menjadi bagian dari dokumentasi digital kelompok, program, maupun institusi.

Karena itu, informasi dasar seperti nama mahasiswa, perguruan tinggi, lokasi, narasumber, jabatan, tanggal kegiatan, dan data lain harus diperiksa sebelum berita dikirim.

Kesalahan pada informasi tersebut dapat menimbulkan masalah bagi pihak yang disebutkan dalam berita.

Kegiatan KKN Seperti Apa yang Layak Diberitakan?

Tidak semua kegiatan KKN otomatis memiliki nilai berita yang sama.

Sebelum menulis, tanyakan:

  • Apa masalah yang ingin diselesaikan?
  • Mengapa kegiatan tersebut diperlukan?
  • Siapa yang menjadi sasaran?
  • Apa yang dilakukan mahasiswa?
  • Siapa yang terlibat?
  • Apa hasil yang dapat diamati?
  • Apakah terdapat data pendukung?
  • Apakah ada pernyataan dari masyarakat atau mitra?

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut belum dapat dijawab, kumpulkan informasi tambahan terlebih dahulu.

Misalnya, judul:

Mahasiswa KKN Mengadakan Sosialisasi kepada Masyarakat

masih terlalu umum.

Bandingkan dengan:

Mahasiswa KKN Dampingi Pelaku UMKM Desa dalam Membuat Katalog Produk Digital

Judul kedua memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kegiatan, sasaran, dan bentuk pendampingan.

Inilah salah satu kunci publikasi KKN: bukan sekadar memberitakan bahwa sebuah kegiatan berlangsung, tetapi menemukan informasi yang membuat kegiatan tersebut relevan bagi pembaca.

Cara Membuat Berita KKN untuk Dipublikasikan

Setelah menentukan kegiatan yang layak diberitakan, tahap berikutnya adalah mengubah informasi kegiatan menjadi naskah berita.

1. Tentukan Satu Angle Berita

Satu kegiatan dapat memiliki beberapa sudut pemberitaan.

Misalnya, kelompok KKN mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik. Kegiatan tersebut dapat ditulis dari beberapa angle:

  • persoalan sampah di lokasi KKN;
  • metode pengolahan sampah yang diperkenalkan;
  • keterlibatan kelompok masyarakat;
  • hasil pelatihan;
  • kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah desa;
  • rencana keberlanjutan program.

Pilih satu angle utama.

Jangan memasukkan seluruh kegiatan kelompok selama satu bulan ke dalam satu berita jika kegiatan tersebut tidak memiliki hubungan yang kuat.

Berita yang fokus biasanya lebih mudah dipahami daripada tulisan yang hanya berisi daftar panjang program kerja.

2. Kumpulkan Informasi dengan 5W+1H

Sebelum menulis, pastikan unsur dasar berita tersedia:

What: Apa kegiatan yang dilakukan?

Who: Siapa penyelenggara, peserta, mitra, dan narasumber?

When: Kapan kegiatan berlangsung?

Where: Di mana kegiatan dilaksanakan?

Why: Mengapa kegiatan tersebut dilakukan?

How: Bagaimana kegiatan berlangsung dan apa hasilnya?

Jangan hanya mengandalkan ingatan satu anggota kelompok.

Periksa kembali rundown kegiatan, catatan lapangan, daftar peserta, dokumentasi, nama narasumber, materi pelatihan, serta data yang digunakan.

Jika artikel menyebut angka seperti jumlah peserta atau hasil kegiatan, pastikan angka tersebut benar-benar tersedia dan dapat diverifikasi.

3. Buat Judul yang Spesifik

Judul berita KKN sebaiknya langsung menunjukkan inti peristiwa.

Hindari judul seperti:

Kegiatan Mahasiswa KKN di Desa Sukamaju

atau:

KKN Mahasiswa Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat

Judul tersebut terlalu umum dan mengandung klaim yang belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Judul yang lebih informatif misalnya:

Mahasiswa KKN Dampingi UMKM Desa Sukamaju Menyusun Katalog Produk Digital

atau:

Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik bagi Warga Desa

Judul tidak perlu dibuat sensasional. Hindari kata seperti “sukses besar”, “luar biasa”, atau “mengubah kehidupan masyarakat” apabila tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

4. Tulis Lead yang Langsung ke Inti

Paragraf pertama atau lead harus membantu pembaca segera memahami peristiwa utama.

Contohnya:

Mahasiswa KKN Universitas X mengadakan pelatihan pembuatan katalog produk digital bagi pelaku UMKM di Desa Y, Kabupaten Z. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu peserta menyusun informasi produk secara lebih terstruktur untuk kebutuhan pemasaran.

Setelah lead, artikel dapat menjelaskan latar belakang masalah, proses kegiatan, tanggapan peserta, kutipan narasumber, serta rencana tindak lanjut.

Tidak perlu memasukkan seluruh informasi dalam satu paragraf pembuka.

5. Gunakan Kutipan dari Narasumber yang Benar-Benar Diwawancarai

Kutipan dapat membuat berita lebih hidup sekaligus memberikan perspektif dari pihak yang terlibat.

Namun, jangan membuat kutipan sendiri kemudian mengatasnamakannya kepada kepala desa, dosen pembimbing, peserta, atau tokoh masyarakat.

Catat pernyataan narasumber ketika wawancara atau lakukan konfirmasi kembali jika diperlukan.

Kutipan yang baik memberikan informasi tambahan, bukan sekadar mengulang isi paragraf sebelumnya.

Misalnya, jika narasi sudah menjelaskan bahwa pelatihan diikuti sejumlah peserta, kutipan narasumber dapat digunakan untuk menjelaskan kebutuhan peserta, kendala yang dihadapi, atau rencana setelah kegiatan.

Periksa kembali nama dan jabatan narasumber sebelum naskah dikirim.

6. Siapkan Foto Dokumentasi

Foto merupakan bagian penting dari berita kegiatan KKN.

Pilih dokumentasi yang:

  • menunjukkan kegiatan utama;
  • memiliki kualitas gambar yang cukup;
  • memperlihatkan proses atau interaksi;
  • relevan dengan isi berita;
  • tidak dipenuhi watermark;
  • memiliki keterangan yang jelas.

Jangan hanya mengandalkan foto kelompok yang sedang berpose.

Jika kegiatan berupa pelatihan, misalnya, dokumentasikan proses penyampaian materi, praktik peserta, interaksi dengan masyarakat, hasil pekerjaan, atau aktivitas utama lainnya.

Untuk kegiatan yang melibatkan anak-anak, pasien, data kesehatan, atau kelompok rentan, perhatikan privasi dan ketentuan yang berlaku sebelum foto digunakan untuk publikasi.

7. Periksa Nama, Data, dan Informasi Kegiatan

Sebelum mengirim berita, lakukan pemeriksaan fakta.

Pastikan:

  • nama mahasiswa benar;
  • nama perguruan tinggi benar;
  • lokasi kegiatan benar;
  • tanggal kegiatan benar;
  • nama narasumber benar;
  • jabatan narasumber benar;
  • jumlah peserta sesuai data;
  • angka dan informasi penting dapat diverifikasi;
  • foto sesuai dengan kegiatan yang diberitakan.

Kesalahan kecil dalam nama atau lokasi dapat mengurangi kredibilitas berita.

Cara Publikasi Berita KKN ke Media Online

Setelah naskah selesai, langkah berikutnya adalah menentukan media yang sesuai.

Tidak semua media memiliki karakter dan ketentuan publikasi yang sama. Karena itu, sebelum mengirimkan berita, periksa terlebih dahulu apakah media tersebut menerima berita kegiatan mahasiswa dan bagaimana mekanisme pengirimannya.

Secara umum, alurnya dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pilih media yang relevan dengan target pembaca.
  2. Periksa kanal pengiriman resmi.
  3. Siapkan naskah berita.
  4. Siapkan foto dan keterangan pendukung.
  5. Sertakan identitas penulis atau kelompok.
  6. Kirim melalui kanal yang ditentukan media.
  7. Ikuti proses editorial.
  8. Periksa kembali berita setelah dipublikasikan.

Jika kamu sudah memiliki naskah dan membutuhkan panduan yang lebih spesifik mengenai proses pengiriman berita KKN, pembahasannya dapat dilanjutkan melalui artikel Cara Mengirim & Publikasi Berita KKN Mahasiswa ke Media Online.

Dengan begitu, artikel ini tetap berfungsi sebagai panduan membuat dan mempublikasikan berita, sedangkan artikel tersebut lebih fokus pada proses pengiriman.

Informasi yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengirim Berita

Agar proses pengiriman lebih mudah, siapkan seluruh informasi sebelum menghubungi media.

Beberapa informasi yang biasanya diperlukan antara lain:

  • nama penulis;
  • nama kelompok jika tulisan dibuat bersama;
  • program studi;
  • nama perguruan tinggi;
  • lokasi kegiatan;
  • nama dosen pembimbing jika relevan;
  • alamat email;
  • nomor kontak pengirim;
  • judul berita;
  • naskah berita;
  • foto dokumentasi;
  • keterangan foto.

Tidak semua media membutuhkan informasi yang sama. Karena itu, ikuti ketentuan media yang dituju.

Untuk informasi mengenai berbagai media yang menerima tulisan dan berita, kamu juga dapat melihat daftar media online yang menerima tulisan, artikel, dan berita sebagai referensi awal.

Format Berita KKN yang Mudah Dipahami

Berita KKN tidak harus menggunakan struktur yang rumit.

Untuk sebagian besar kegiatan mahasiswa, struktur berikut sudah cukup:

  1. Judul yang menjelaskan kegiatan utama.
  2. Lead yang merangkum peristiwa penting.
  3. Latar belakang mengenai masalah atau kebutuhan masyarakat.
  4. Proses kegiatan yang menjelaskan apa yang dilakukan.
  5. Data atau hasil yang dapat diverifikasi.
  6. Kutipan narasumber yang memberikan perspektif tambahan.
  7. Tindak lanjut atau konteks keberlanjutan jika tersedia.

Urutannya dapat disesuaikan dengan karakter berita.

Yang terpenting, pembaca dapat memahami apa yang terjadi, mengapa kegiatan dilakukan, siapa yang terlibat, dan apa informasi penting yang dapat dipelajari dari kegiatan tersebut.

Berita KKN, Press Release, dan Laporan KKN: Apa Bedanya?

Ketiganya sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda.

Berita KKN ditulis untuk pembaca umum. Fokusnya pada peristiwa, fakta, konteks, narasumber, dan informasi yang memiliki nilai bagi publik.

Press release KKN merupakan bahan informasi yang disiapkan oleh tim, organisasi, atau institusi untuk disampaikan kepada media. Redaksi dapat menyunting dan mengolahnya sesuai kebijakan editorial.

Laporan KKN merupakan dokumen akademik atau administratif yang mengikuti pedoman perguruan tinggi. Isinya dapat jauh lebih lengkap daripada berita karena digunakan untuk dokumentasi dan evaluasi program.

Karena itu, jangan langsung mengirim laporan KKN yang panjang kepada redaksi dan mengharapkan dokumen tersebut diterbitkan sebagai berita.

Pilih kegiatan yang paling relevan, ambil informasi utamanya, kemudian susun menjadi berita yang fokus dan mudah dipahami.

Contoh Topik Berita KKN

Kegiatan tidak harus berskala besar untuk dapat menjadi berita.

Beberapa contoh topik yang dapat dikembangkan antara lain:

  • pendampingan UMKM membuat katalog produk;
  • pelatihan pencatatan keuangan sederhana;
  • edukasi keamanan digital;
  • pelatihan pembuatan kompos;
  • pendampingan perpustakaan desa;
  • program literasi anak;
  • pelatihan fotografi produk;
  • pemetaan potensi wisata desa;
  • pengembangan kebun pangan;
  • kegiatan konservasi lingkungan;
  • digitalisasi informasi desa;
  • edukasi kesehatan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Namun, daftar tersebut bukan berarti semua kegiatan harus diberitakan.

Kegiatan yang ditulis harus benar-benar dilaksanakan. Jangan mengubah rencana program menjadi berita seolah-olah kegiatan tersebut sudah selesai.

Peran Tim Publikasi dan Dokumentasi KKN

Jika kelompok KKN memiliki tim publikasi dan dokumentasi, tugasnya sebaiknya tidak hanya mengambil foto untuk media sosial.

Tim tersebut dapat membantu:

  • membuat daftar kegiatan yang berpotensi diberitakan;
  • mencatat informasi penting;
  • mengumpulkan data;
  • mendokumentasikan proses;
  • mencatat narasumber;
  • menyimpan foto secara teratur;
  • menulis naskah;
  • menyiapkan keterangan foto;
  • mengarsipkan tautan berita yang sudah terbit.

Pembagian tugas sejak awal akan mengurangi masalah yang sering terjadi setelah KKN selesai: dokumentasi tersedia, tetapi tidak ada yang mengetahui tanggal kegiatan, nama peserta, jumlah penerima manfaat, atau pernyataan narasumber.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Publikasi Berita KKN

1. Berita hanya berisi pujian

Hindari penggunaan kata seperti “sukses”, “luar biasa”, atau “sangat bermanfaat” secara berulang tanpa menjelaskan buktinya.

Pembaca membutuhkan informasi, bukan sekadar pujian terhadap kelompok KKN.

2. Tidak menjelaskan masalah yang ditangani

Berita yang hanya menjelaskan bahwa mahasiswa mengadakan acara belum memberikan banyak informasi.

Jelaskan mengapa kegiatan tersebut dilakukan dan kebutuhan apa yang ingin dijawab.

3. Membuat kutipan sendiri

Kutipan harus berasal dari pernyataan narasumber yang benar-benar diperoleh.

Jangan membuat kalimat kemudian menuliskannya sebagai ucapan seseorang yang tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut.

4. Membesar-besarkan dampak

Kegiatan satu hari tidak otomatis membuktikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat meningkat atau masalah sosial telah terselesaikan.

Gunakan klaim yang sesuai dengan bukti.

5. Tidak memeriksa identitas

Kesalahan nama, gelar, jabatan, perguruan tinggi, atau lokasi dapat mengurangi kepercayaan pembaca terhadap berita.

6. Foto hanya berupa foto bersama

Foto kelompok penting sebagai dokumentasi, tetapi foto proses kegiatan sering memberikan informasi yang lebih kuat kepada pembaca.

7. Menulis berita terlalu lama setelah kegiatan

Semakin lama jarak antara kegiatan dan penulisan, semakin besar kemungkinan detail penting terlupakan.

Karena itu, catat informasi penting ketika kegiatan berlangsung.

Bagaimana Membuat Publikasi KKN Lebih Terencana?

Publikasi sebaiknya direncanakan sejak awal KKN, bukan baru dipikirkan setelah seluruh program selesai.

Pada awal program, kelompok dapat menentukan siapa yang bertugas mendokumentasikan kegiatan, siapa yang mencatat data, siapa yang melakukan wawancara, dan siapa yang menyusun naskah.

Buat penyimpanan dokumentasi yang teratur berdasarkan tanggal dan nama kegiatan. Simpan foto asli, catatan kegiatan, data peserta, materi, serta informasi narasumber dalam satu sistem arsip yang mudah diakses anggota tim.

Setelah kegiatan selesai, segera pilih apakah kegiatan tersebut layak menjadi berita.

Jika layak, tentukan angle, susun naskah, periksa fakta, lalu kirimkan melalui kanal resmi media yang dituju.

Cara tersebut lebih efektif daripada mengumpulkan ratusan foto tanpa informasi pendukung dan baru mencoba mengingat detail kegiatan setelah KKN selesai.

Publikasi KKN Bukan Sekadar Glorifikasi

Publikasi kegiatan KKN sebaiknya tidak berubah menjadi tulisan yang hanya mengagungkan kelompok mahasiswa.

Masyarakat bukan sekadar latar belakang foto, sementara mahasiswa bukan satu-satunya pihak yang berperan dalam setiap kegiatan.

Jika program dilaksanakan bersama pemerintah desa, kelompok masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, atau mitra lainnya, kontribusi mereka perlu disebut secara proporsional.

Pendekatan tersebut membuat berita lebih akurat sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan KKN merupakan proses kolaborasi.

Hindari pula narasi seolah-olah mahasiswa datang untuk “menyelamatkan” masyarakat. Program KKN berlangsung dalam konteks masyarakat yang sudah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan sendiri.

Berita yang baik menjelaskan apa yang dilakukan mahasiswa, bagaimana masyarakat terlibat, apa yang benar-benar dihasilkan, serta apa yang masih perlu dilanjutkan.


Periksa Berita Sebelum Dikirim ke Media

Sebelum menekan tombol kirim, lakukan pemeriksaan sederhana:

  • Judul sesuai isi berita.
  • Lead langsung menjelaskan peristiwa utama.
  • Unsur 5W+1H tersedia.
  • Nama dan jabatan narasumber sudah diperiksa.
  • Data dan angka sesuai catatan.
  • Kutipan berasal dari pernyataan yang benar-benar diperoleh.
  • Foto relevan dengan kegiatan.
  • Tidak ada klaim berlebihan.
  • Tidak ada paragraf yang hanya mengulang informasi.
  • Naskah sudah dibaca ulang.
  • Identitas penulis atau kelompok sudah lengkap.
  • Kanal pengiriman media sudah diperiksa.

Checklist ini sederhana, tetapi dapat membantu mengurangi kesalahan sebelum naskah masuk ke proses editorial.

Kesimpulan

Publikasi berita KKN bukan sekadar mengunggah dokumentasi kegiatan ke internet. Agar memiliki nilai bagi pembaca, kegiatan perlu diolah menjadi berita yang memiliki informasi jelas, angle yang fokus, data yang dapat diverifikasi, kutipan yang benar, serta dokumentasi yang relevan.

Mulailah dengan memilih kegiatan yang layak diberitakan. Setelah itu, kumpulkan informasi 5W+1H, tentukan sudut pemberitaan, buat judul yang spesifik, tulis lead yang langsung ke inti, dan lengkapi berita dengan data serta kutipan narasumber.

Jangan lupa memeriksa nama, lokasi, tanggal, angka, foto, dan informasi penting sebelum naskah dikirim.

Publikasi yang baik tidak harus membuat kegiatan KKN terlihat spektakuler. Yang lebih penting adalah membuat pembaca memahami persoalan, proses, kolaborasi, dan hasil kegiatan secara jujur dan proporsional.

Dengan cara tersebut, berita KKN tidak hanya menjadi dokumentasi kelompok, tetapi juga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat yang menghadapi persoalan serupa.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses