Gelar Bimbingan Teknis untuk Membekali 10 Kader Dusun dengan Pengetahuan Pengawasan, Edukasi, dan Pencegahan Bahan Pangan Berbahaya
Bantul, MMI – Dalam upaya memperkuat pengawasan keamanan pangan tingkat dusun, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang dinaungi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) sosialisasi pembentukan kader keamanan pangan dusun pada Kamis, 24 Juli 2026, di rumah Kepala Dukuh, dan pada Sabtu, 26 Juli 2026, di Balai Dusun Pundung.
Langkah strategis ini diambil untuk membekali para calon kader keamanan pangan Dusun Pundung dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam pengawasan, edukasi, dan penanganan masalah keamanan pangan langsung di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Adapun nama-nama kader keamanan pangan dusun tersebut di antaranya yaitu Suharyanti, Trias Puri Tika, Eni Widyastuti, Sudarwanti, Iffah Nurafni Astuti, Lilis Paramita, dan Titisyana Ningtyas selaku Kader Masyarakat; Murti Ningsih dan Suci Nur Aini selaku Kader Keluarga; serta Fela Febriana selaku Kader Sekolah. Kehadiran kader di tingkat dusun dibentuk dalam upaya mencegah peredaran bahan pangan berbahaya sekaligus menekan risiko penyakit akibat cemaran.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dukuh dan Ketua RT serta diikuti oleh 10 calon kader keamanan pangan Dusun Pundung yang terdiri dari tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Dukuh Pundung, Gunita Kumara, S.Pd., menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Beliau menyampaikan bahwa kader yang diberikan bimbingan teknis akan menjadi kader yang membawa perubahan untuk membangun kesadaran warga Dusun Pundung dalam memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman serta bermutu secara berkelanjutan.
Selama kegiatan bimbingan teknis, para peserta secara intensif dibekali berbagai materi mendasar mengenai prinsip keamanan pangan, pemahaman tentang cemaran fisik, kimia, maupun mikrobiologi, hingga cara mengidentifikasi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai 5 kunci keamanan pangan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Melalui bimbingan teknis tersebut, para calon kader keamanan pangan dusun resmi dikukuhkan dan siap menjalankan peran aktifnya dalam pengawasan berkala serta edukasi di wilayah Dusun Pundung. KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Mercu Buana Yogyakarta berharap pembentukan kader keamanan pangan dusun ini mampu menciptakan budaya keamanan pangan yang kuat dan mandiri, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah Dusun Pundung secara signifikan.
Penulis:
- Faustina Auidina Esika
- Valiant Adi Putra
- Oktafiana Amanda Putri Ramadhani
- Ripky Eka Fatria
- Annisa Mustikaningrum
- Markus Lintang Ferdy Cahyono
- Fitriani
- Panca Paramita Wahyu Mutiarasasi
- Euro Gilbert Tinus RG
- Dwi Ayuna Kusumaningtiyas
Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Peternakan, Agroteknologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















