Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan KKN Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya tahun 2026 dilaksanakan di Perumahan Gunung Sari Indah RW 06, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya, dengan melibatkan 18 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang diawali melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat wilayah, kader, dan masyarakat, serta diskusi kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan setempat. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, program kerja dilaksanakan dalam bidang kesehatan, pendidikan, Bisnis Digital, dan lingkungan. Bidang kesehatan diwujudkan melalui program unggulan Gerakan Sehat Kedurus (GSK) berupa senam lansia, edukasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat yang diikuti sekitar 80 lansia. Bidang pendidikan meliputi pendampingan tilawah dan hafalan Al-Qur’an, edukasi menabung sejak dini, lomba mewarnai kaligrafi, dan sambung ayat. Program Bisnis Digital dilaksanakan melalui edukasi pencatatan keuangan sederhana bagi rumah tangga dan usaha. Bidang lingkungan meliputi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama Kader Surabaya Hebat serta workshop pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pelaksanaan program menunjukkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi antara mahasiswa, perangkat wilayah, kader, dan warga dalam kegiatan pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat RW 06 Kedurus.
Kata kunci: Kesehatan, Kuliah Kerja Nyata, Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, SDGs
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam memahami kondisi sosial masyarakat, tetapi juga berperan dalam mengidentifikasi permasalahan, mengenali potensi, serta merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan KKN juga menjadi sarana untuk membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung proses pemberdayaan masyarakat (Paputungan, 2023; Fauzi et al., 2023).
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada tahun 2026 melaksanakan kegiatan KKN di berbagai wilayah, salah satunya di Perumahan Gunung Sari Indah RW 06, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya. Kelompok KKN di wilayah tersebut terdiri atas 18 mahasiswa. Sebelum menentukan program kerja, mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara, serta diskusi dengan perangkat wilayah, kader, dan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta permasalahan yang memerlukan perhatian. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, kegiatan KKN diarahkan pada empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, Bisnis Digital, dan lingkungan.
Pada bidang kesehatan, kelompok lanjut usia menjadi salah satu sasaran kegiatan karena proses penuaan dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit tidak menular. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pola konsumsi gula, garam, dan lemak. Hanif dan Febriyanti (2022) menjelaskan bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap risiko terjadinya sindrom metabolik. Edukasi mengenai konsumsi gula, garam, dan lemak juga telah diterapkan sebagai salah satu upaya promotif dalam pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok lansia (Amaliah et al., 2025). Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa mengembangkan Gerakan Sehat Kedurus (GSK) sebagai program unggulan yang mengombinasikan aktivitas fisik, edukasi pola konsumsi, dan pemeriksaan kesehatan.
Bidang pendidikan diarahkan pada kegiatan pendampingan dan pembentukan kebiasaan positif pada anak. Pendampingan tilawah dan hafalan Al-Qur’an dilakukan melalui penyimakan, koreksi bacaan, serta pengulangan ayat yang memiliki karakteristik sejalan dengan metode talaqqi. Alanshari et al. (2022) menjelaskan bahwa metode talaqqimelibatkan interaksi langsung antara peserta didik dan pengajar dalam proses penyetoran serta perbaikan hafalan. Selain kegiatan keagamaan, edukasi menabung sejak dini diberikan sebagai pengenalan dasar mengenai pengelolaan uang. Alinayah et al. (2024) menunjukkan bahwa edukasi menabung dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai uang dan membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Pada program Bisnis Digital, kegiatan disesuaikan dengan karakteristik sasaran yang mayoritas merupakan orang tua dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, kegiatan difokuskan pada edukasi pencatatan keuangan sederhana untuk rumah tangga dan usaha. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi keuangan dan mengatur penggunaan dana secara lebih terencana. Rahmi et al. (2026) menjelaskan bahwa pelatihan pencatatan keuangan rumah tangga sederhana dapat membantu masyarakat memahami pengelolaan pemasukan dan pengeluaran keluarga. Pada konteks usaha, pencatatan keuangan juga diperlukan untuk membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan serta memisahkan keuangan pribadi dan usaha (Dhani et al., 2025).
Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan KKN. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan bersama Kader Surabaya Hebat melalui pemantauan jentik dan edukasi PSN 3M Plus. PSN 3M Plus merupakan upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk melalui kegiatan menguras, menutup, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta tindakan pencegahan lainnya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Selain itu, mahasiswa melaksanakan workshop pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna (Suharyani et al., 2023).
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat tersebut, program KKN di RW 06 Kedurus dirancang melalui pendekatan kesehatan, pendidikan, Bisnis Digital, dan lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi Gerakan Sehat Kedurus, pendampingan tilawah dan hafalan Al-Qur’an, edukasi menabung sejak dini, kegiatan kreatif dan keagamaan bagi anak, edukasi pencatatan keuangan sederhana, Pemberantasan Sarang Nyamuk, serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Program-program tersebut selaras dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program Gerakan Sehat Kedurus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya Target 3.3 dan Target 3.4 melalui kegiatan pencegahan penyakit, edukasi pola hidup sehat, aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan. Program pendampingan pendidikan dan kegiatan edukatif bagi anak mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.7 melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan kebiasaan positif.
Program edukasi pencatatan keuangan rumah tangga dan usaha mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya Target 8.3 melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan kegiatan usaha. Sementara itu, kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya Target 12.5 melalui upaya pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dalam pemberdayaan masyarakat melalui bidang kesehatan, pendidikan, Bisnis Digital, dan lingkungan di RW 06 Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya.
METODE
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya tahun 2026 dilaksanakan di Perumahan Gunung Sari Indah RW 06, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya. Kegiatan melibatkan 18 mahasiswa serta bekerja sama dengan perangkat RW/RT, Kader Surabaya Hebat (KSH), pengelola TPQ, dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan KKN menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan (1) pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan, fasilitas umum, dan aktivitas masyarakat; (2) wawancara dengan perangkat RW/RT, kader, dan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai permasalahan dan kebutuhan setempat; (3) diskusi kelompok untuk membahas hasil observasi dan wawancara; (4) penentuan program kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat; serta (5) dokumentasi dalam bentuk foto, video, daftar hadir, dan catatan kegiatan sebagai bukti pelaksanaan dan bahan penyusunan laporan.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, program kerja dikelompokkan menjadi bidang kesehatan, pendidikan, Bisnis Digital, dan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode edukasi, pendampingan, pemeriksaan kesehatan, permainan edukatif, demonstrasi, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing program. Monitoring dilakukan selama pelaksanaan kegiatan, sedangkan evaluasi dilakukan melalui diskusi kelompok untuk mengetahui keterlaksanaan program dan kendala yang ditemukan.
GAMBARAN PELAKSANAAN KKN
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan akhir. Kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi oleh seluruh anggota kelompok dengan melibatkan perangkat desa/kelurahan, masyarakat, serta pihak terkait sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan.
- Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan sebelum program kerja dilaksanakan. Kegiatan pada tahap ini meliputi:
- Pembentukan struktur anggota Pada tahap ini, mahasiswa membentuk struktur kepengurusan kelompok KKN yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, humas, sie acara dan perkap. Pembagian tugas bertujuan untuk memastikan setiap anggota memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan.
- Observasi dan survei lokasi Pada tahap ini, observasi dan survei lokasi dilakukan secara langsung terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di lokasi KKN. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan, sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta potensi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut.
- Identifikasi masalah Hasil observasi digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lokasi KKN. Identifikasi dilakukan melalui pengamatan langsung serta komunikasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, kader, dan masyarakat setempat.
- Penyusunan program kerja Berdasarkan hasil observasi dan identifikasi masalah, mahasiswa menyusun program kerja yang disesuaikan dengan masalah yang terdapat dilokasi KKN. Setiap program kerja dilengkapi dengan tujuan, sasaran, waktu pelaksanaan, tempat, kebutuhan alat dan bahan, penanggung jawab, serta anggaran yang diperlukan.
- Koordinasi dengan pihak terkait Pada tahap ini, dilakukan koordinasi dengan perangkat desa/kelurahan, kader, kelompok masyarakat, guru mengaji dan pihak lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan persetujuan, menentukan jadwal kegiatan, serta memastikan keterlibatan masyarakat.
- Persiapan kelengkapan Tahap ini dilakukan dengan mempersiapkan seluruh perlengkapan yang diperlukan dalam program kerja. Contoh : alat, bahan, media edukasi, konsumsi, perlengkapan administrasi, dll.
- Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan tahap utama dalam kegiatan KKN. Setiap program kerja dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai sasaran.
Berikut jadwal pelaksanaan program kerja:
Dalam pelaksanaan program kerja diperlukan beberapa kegiatan, diantaranya :
- Pembukaan kegiatan Kegiatan diawali dengan koordinasi dan penyampaian tujuan kepada sasaran. Pada tahap ini menjelaskan rangkaian kegiatan, manfaat kegiatan, serta teknis pelaksanaan.
- Pelaksanaan program kerja Pada tahap ini, program kerja dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat pada masing-masing proker. Dalam tahapan ini, mahasiswa berperan sebagai pelaksana dan fasilitator, sedangkan masyarakat dilibatkan secara aktif dalam kegiatan. Metode yang digunakan dapat berupa penyuluhan, pemeriksaan, permainan edukatif, dan demo pembuatan lilin dari minyak jelantah.
- Dokumentasi kegiatan Setiap kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto, video, maupun daftar hadir. Pada tahap ini bertujuan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan dan bahan penyusunan laporan KKN.
- Pencatatan penggunaan dana Setiap pengeluaran yang digunakan untuk mendukung program kerja dicatat dan disertai bukti transaksi. Pengeluaran dikelompokkan berdasarkan program kerja sehingga memudahkan penyusunan laporan pemasukan dan pengeluaran KKN.
- Tahap Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk memastikan program kerja berjalan sesuai dengan rencana. Monitoring meliputi kehadiran anggota, keterlibatan masyarakat, kesesuaian kegiatan dengan jadwal, penggunaan alat dan bahan, serta kendala yang ditemukan. Sedangkan evaluasi dilakukan setelah program kerja selesai. Evaluasi bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. Evaluasi dapat dilakukan melalui diskusi bersama anggota kelompok.
- Penyusunan Laporan Akhir Tahap terakhir adalah penyusunan laporan KKN. Laporan memuat seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kondisi awal lokasi, identifikasi masalah, perencanaan program kerja, pelaksanaan kegiatan, hasil dan evaluasi, penggunaan anggaran, dokumentasi, hingga kesimpulan dan saran. Dengan adanya tahapan ini, pelaksanaan KKN diharapkan dapat berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan selama maupun setelah kegiatan KKN berakhir.
Hasil dan Pembahasan
Program Kerja yang diunggulkan (Gerakan Sehat Kedurus)
Program kerja edukasi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) serta pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan pada minggu kedua KKN, yaitu Rabu, 5 Agustus 2026, di Balai RT 05, RW 06 Perumahan Gunung Sari Indah, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 80 lansia dari wilayah RW 06 Kedurus sebagai bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga pola makan dan memantau kondisi kesehatan secara rutin. Lansia merupakan kelompok penduduk berusia 60 tahun ke atas yang mengalami berbagai perubahan fisiologis sehingga lebih rentan terhadap penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan sendi akibat asam urat (Amaliah et al., 2025).
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya sindrom metabolik dan berbagai penyakit degeneratif (Hanif et al., 2022). Pelaksanaan kegiatan diawali dengan senam lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan aktivitas fisik sekaligus membangun antusiasme serta partisipasi peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Aktivitas fisik pada lansia merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kebugaran dan mendukung kualitas hidup di usia lanjut. Setelah kegiatan senam, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai batas konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI. Edukasi diberikan dengan menyampaikan informasi mengenai dampak konsumsi GGL secara berlebihan serta pentingnya membatasi asupan GGL sebagai bagian dari penerapan pola makan sehat dan pencegahan penyakit tidak menular.
Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan lansia sehingga informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pemilihan dan pengaturan makanan sehari-hari. Selain edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk deteksi dini terhadap kondisi kesehatan peserta serta sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi informasi awal bagi peserta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dan melakukan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan melalui edukasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada lansia untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung. Secara keseluruhan, program kerja edukasi GGL dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yaitu senam lansia, edukasi mengenai pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, serta pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia di RW 06 Kedurus mengenai pentingnya menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik, serta memantau kondisi kesehatan secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kualitas hidup pada usia lanjut.

Program Kerja Pendidikan
Pendampingan Tilawah dan Hafalan Al-Qur’an
Kegiatan pendampingan tilawah dan hafalan Al-Qur’an dilaksanakan di TPQ wilayah Kedurus RW 6 pada 28 dan 31 Juli serta 3 dan 7 Agustus 2026, pukul 15.00 sampai 16.30. Kegiatan diikuti sekitar 30 sampai 50 anak dengan melibatkan 7 sampai 9 mahasiswa KKN sebagai pendamping. Kegiatan diawali dengan menyimak audio bacaan Al-Qur’an selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, anak-anak secara bergantian melakukan tilawah atau menyetorkan hafalan. Mahasiswa menyimak bacaan, memberikan koreksi terhadap pelafalan yang kurang tepat, kemudian memberikan contoh bacaan untuk diulang oleh anak. Anak yang belum lancar dalam menghafal juga dibimbing melalui pengulangan ayat sampai mampu melanjutkan hafalannya. Penggunaan audio murottal relevan sebagai media pendukung dalam kegiatan hafalan karena memberikan contoh bacaan yang dapat didengarkan dan diulang oleh peserta didik (Muntofingah et al., 2024).
Proses penyimakan, setoran hafalan, koreksi, dan pengulangan bacaan tersebut juga memiliki karakteristik yang sejalan dengan metode talaqqi. Alanshari et al. (2022) menunjukkan bahwa pembelajaran tahfidz dengan metode talaqqi melibatkan setoran hafalan secara bergantian kepada pengajar sehingga terdapat interaksi langsung antara peserta didik dan pendamping.

Edukasi Menabung Sejak Dini
Pada 7 Agustus 2026, sebelum lomba mewarnai kaligrafi dimulai, mahasiswa KKN memberikan edukasi menabung sejak dini selama kurang lebih 10 menit. Materi yang disampaikan meliputi pengertian menabung, manfaat menabung, serta ajakan kepada anak untuk mulai menyisihkan sebagian uang jajan. Kegiatan ini bersifat pengenalan awal sehingga materi disampaikan secara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Pengenalan kebiasaan menabung sejak usia dini juga digunakan dalam kegiatan pengabdian Alinayah et al. (2024) sebagai sarana untuk mengenalkan nilai uang dan membangun kebiasaan menabung pada anak.

Lomba Mewarnai Kaligrafi dan Sambung Ayat
Setelah edukasi menabung, kegiatan dilanjutkan dengan lomba mewarnai kaligrafi yang diikuti 32 anak. Peserta diberikan waktu selama satu jam untuk menyelesaikan karya. Pemenang diumumkan pada hari yang sama dengan kategori Juara I, Juara II, Juara III, dan Juara Harapan I.
Selain empat hadiah lomba, mahasiswa KKN menyediakan dua hadiah tambahan melalui kegiatan sambung ayat Juz 30. Mahasiswa membacakan tiga ayat, kemudian anak yang mengetahui kelanjutan bacaan mengangkat tangan dan diminta melanjutkan tiga ayat berikutnya. Dua anak yang berhasil me lanjutkan bacaan memperoleh hadiah tambahan. Dengan demikian, terdapat 6 (enam) hadiah dalam keseluruhan rangkaian kegiatan.

Program Kerja Bisnis Digital
Pencatatan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan rumah tangga maupun usaha karena pencatatan keuangan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi keuangan dan mengatur penggunaan uang secara lebih terarah. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana juga dapat membantu keluarga dalam merencanakan serta mengevaluasi penggunaan keuangan sehari-hari (Rahmi et al., 2026).
Oleh karena itu, dilaksanakan program kerja sosialisasi pencatatan keuangan sederhana untuk rumah tangga dan usaha di wilayah RW 06 Kedurus. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Materi yang diberikan meliputi pengertian pencatatan keuangan, jenis pemasukan dan pengeluaran, manfaat pencatatan, serta cara menghitung sisa uang dari total pemasukan dikurangi total pengeluaran.
Selain itu, peserta diberikan contoh praktik pencatatan keuangan rumah tangga dan usaha serta pentingnya memisahkan uang pribadi dengan uang usaha agar kondisi keuangan dapat diketahui dengan lebih jelas (Dhani et al., 2025). Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat RW 06 Kedurus dapat membiasakan diri mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, mengontrol pengeluaran, serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala sehingga pengelolaan keuangan rumah tangga maupun usaha menjadi lebih teratur dan bijak.

Program Kerja Lingkungan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Program kerja Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilaksanakan pada minggu pertama KKN, yaitu Jumat, 31 Juli 2026, di RW 06 Perumahan Gunung Sari Indah, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) yang rutin melakukan pemantauan jentik (jumantik) setiap hari Jumat, sehingga menjadi bentuk integrasi antara program mahasiswa KKN dengan kegiatan kesehatan masyarakat yang telah berjalan di RW 06.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemantauan lingkungan dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, sejalan dengan prinsip PSN 3M Plus yang meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Selain pemantauan jentik, mahasiswa KKN memberikan tanaman daun mint kepada masing-masing RT sebagai salah satu upaya pendukung pengendalian nyamuk serta memberikan leaflet kepada warga yang berisi informasi mengenai pentingnya penerapan PSN 3M Plus di lingkungan rumah (Kementerian Kesehatan RI, 2015; Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Keterlibatan KSH dalam kegiatan ini turut mendukung keberlanjutan program karena kegiatan pemantauan jentik dapat terus dilakukan secara rutin oleh kader bersama masyarakat. Secara keseluruhan, program kerja PSN dilaksanakan melalui pemantauan jentik bersama KSH, pemberian tanaman daun mint, dan edukasi melalui leaflet. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah perkembangbiakan nyamuk secara rutin dan berkelanjutan.

Workshop Lilin Aroma Terapi dari Minyak Jelantah
Program kerja workshop demo pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dilaksanakan pada minggu kedua KKN, yaitu Sabtu, 8 Agustus 2026, di Balai RT 06, RW 06 Perumahan Gunung Sari Indah, Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu sebagai salah satu bentuk edukasi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui workshop dan demonstrasi secara langsung mengenai proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan minyak, penambahan bahan pendukung dan aroma, hingga pencetakan lilin. Melalui kegiatan praktik secara langsung, peserta dapat melihat tahapan pembuatan sekaligus memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan nilai tambah pada minyak yang sudah tidak digunakan untuk memasak (Suharyani et al., 2023). Selain itu, kegiatan serupa menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan minyak jelantah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah serta mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang lebih bernilai (Kadiri et al., 2023).
Secara keseluruhan, workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu dalam memanfaatkan minyak jelantah serta menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga secara lebih bijak.

Simpulan
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan pengalaman luas dan wawasan berharga bagi mahasiswa melalui intefraksi langsung dengan masyarakat.Berbagai inisiatif yang telah direncanakan berhasil dilaksanakan berkat dukungan warga dan aparat setempat,serta kerjasama seluruh anggota kelompok KKN.Melalui kegiatan ini,mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih nyata mengenai kondisi kehidupan dan kebutuhan masyarakat.Selain itu,program KKN menjadi wadah untuk menerapkan ilmu akademis serta mengembangkan keterampilan dalam kerjasama tim,komunikasi,dan kemampuan beradaptasi secara sosial.Secara keseluruhan,program KKN memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi mahasiswa dengan menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa taanggung jawab;hal ini sejalan sengan komitmen universitas terhadap prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Saran
Diharapkan program-program yang telah diperkenalkan selama kegiatan KKN dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan dikembangkan lebih lanjut guna memenuhi kebutuhan setempat.Selain itu,kerja sama yang telah terjalin antara masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan perlu dijaga demi memastikan keberlanjutan dampak dari program-program yang telah dilaksanakan.
Bagi peserta KKN di masa mendatang,diharapkan mereka menginisiasi program-program kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan kondisi spesifik masyarakat,sehingga manfaat dari kegiatan KKN dapat dioptimalkan.
Daftar Pustaka
Alanshari, M. Z., Ikmal, H., Muflich, M. F., & Khasanah, S. U. (2022). Implementasi metode talaqqi dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 5(3), 392–400. https://doi.org/10.31538/almada.v5i3.2623
Alinayah, S., Najmah, K. Z., Rohmawati, S., & Sari, I. R. (2024). Edukasi menabung sejak dini di RA Tunas Cendekia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(4), 1116–1119. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i4.954
Amaliah, L., Salsabila, N., & Pratiwi, Z. D. (2025). Edukasi peduli gula garam lemak sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Banten Girang. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(1), 84–89. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i1.415
Dhani, R. R., Salsabila, V. M., Susanti, M., Lestari, A. D., Muhtadi, A., & Asiyah, B. N. (2025). Pelatihan pembukuan sederhana bagi UMKM untuk meningkatkan pemahaman pencatatan keuangan. Jurnal Indonesia Mengabdi, 7(1), 44–51. https://doi.org/10.30599/nxbn8394
Fauzi, H., Hendayana, Y., Rahmah, N., Febrianti, B., Rizkha, A., Noviyanti, D., Permatasari, E., Sayeti, A. B., Ramdan, M., Dannisya, M., & Cahyani, A. D. (2023). Pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Srimukti Kabupaten Bekasi. SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 155–166. https://doi.org/10.56910/safari.v3i3.722
Hanif, R. A., & Febriyanti, E. (2022). Edukasi konsumsi gula, garam dan lemak sebagai upaya pencegahan sindrom metabolik. Jurnal Implementa Husada, 3(1), 33–38. https://doi.org/10.30596/jih.v3i1.11799
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016, February 12). Menkes: Dibanding fogging, PSN 3M Plus lebih utama cegah DBD. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, June 13). Flyer cegah DBD dengan lakukan 3M Plus dan PSN. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, June 22). Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Muntofingah, M., El Syam, R. S., & Nasokah, N. (2023). Penerapan media audio murottal untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa kelas 5 di MI Ma’arif NU 01 Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga tahun pelajaran 2023/2024. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(1), 172–184. https://doi.org/10.59246/alfihris.v2i1.669
Paputungan, F. (2023). Implementasi KKN sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Budaya, 3(2), 161–176. https://doi.org/10.47918/jeac.v3i1.1262
Rahmi, A., Septiani, R. P., Jaenudin, J., & Munandar, A. N. I. (2026). Peningkatan literasi keuangan keluarga melalui pelatihan pencatatan keuangan rumah tangga sederhana berbasis akuntansi. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 1323–1329. https://doi.org/10.31604/jpm.v9i3.1323-1329
Suharyani, I., Nuriansyah, W. A., Ulfa, S. B., Sopiah, S. S., Akbar, W. R., Naros, D. N., Savira, J., Mursalim, A. H., Ghazany S., M. R. A., & Hajar, S. (2023). Utilization of waste cooking oil into aromatherapy candles. Community Empowerment, 8(12), 2094–2100. https://doi.org/10.31603/ce.10790
Penulis:
1. Mohammad Faruqil Asy’ari
2. Ananda Nurul Putri Madinah P.I
3. Nia Ludia Puspita
4. Robiatul Adawiyah
5. Diana Safitri Dewi Wulan R
6. Silfiyah
7. Veny Rahmadani
8. Nanda Nur Indahsari
9. Zida Ismatul Muayyadah
10. Syahrina Nailatul Kamila
11. Badriyatus Sholichah
12. Sekar Pamilih
13. Avril Faricha Zida
14. Maura Magnalia Chanda¹
15. Rohmatul Hidayah
16. Nasyrul Fuadi
17. Isma Aulianurnirmasari
18. Nur Dhurrotul Churil Aini
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)
Dosen Pengampu: Sa’bania Hari Raharjeng, S.Gz.RD., M.P.H.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














