PADANG, MMI – Kondisi pascabencana tidak hanya berdampak pada lingkungan dan perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi pola kehidupan keluarga, termasuk pemilihan makanan, kebiasaan makan, serta perhatian terhadap pencegahan penyakit tidak menular.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Dosen Universitas Syedza Saintika Padang berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Lubuk Buaya melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Keluarga Pascabencana Berbasis Edukasi Digital untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Pola Makan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner.”
Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada Juni 2026 bersama kelompok masyarakat dan keluarga berisiko penyakit jantung koroner di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Pelaksanaan program melibatkan tiga orang dosen, Ns. Lidya Rusdi, S.Kep. sebagai perawat Puskesmas Lubuk Buaya, serta dua mahasiswa Universitas Syedza Saintika Padang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan pendekatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman praktis tenaga kesehatan yang bekerja langsung bersama masyarakat.
Tim pengabdian diketuai oleh Ns. Andika Herlina, MP., M.Kep, dengan anggota Denos Imam Fratama, SKM., M.Kes dan Satria Efendi, S.Psi., M.Psi. Dalam implementasi program di lapangan, tim berkolaborasi dengan Ns. Lidya Rusdi, S.Kep., perawat Puskesmas Lubuk Buaya, terutama dalam mendukung koordinasi dengan masyarakat, penguatan edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, serta keberlanjutan program pada tatanan pelayanan kesehatan primer.
Keterlibatan perawat Puskesmas Lubuk Buaya menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini memungkinkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi diterapkan sesuai kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memperkuat kesinambungan program dengan kegiatan promotif dan preventif yang dilaksanakan puskesmas.
Selain dosen dan tenaga kesehatan, dua mahasiswa Universitas Syedza Saintika Padang turut terlibat aktif sebagai fasilitator lapangan dalam proses edukasi, pendampingan keluarga, penggunaan media digital, pengumpulan data evaluasi, dan dokumentasi kegiatan. Pelibatan mahasiswa merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan kompetensi akademik dalam penyelesaian masalah kesehatan nyata di masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Ns. Andika Herlina, MP., M.Kep, menjelaskan bahwa pencegahan penyakit jantung koroner perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga, melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan setiap hari, terutama dalam memilih dan mengatur pola makan.
“Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat perilaku kesehatan dibentuk. Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan informasi, tetapi mendampingi keluarga agar mampu memahami, memilih, dan menerapkan pola makan sehat secara mandiri serta berkelanjutan,” ujar Andika Herlina.
Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan berbasis digital dengan pendampingan keluarga secara terstruktur. Materi yang diberikan meliputi pengenalan penyakit jantung koroner dan faktor risikonya, hubungan pola makan dan berat badan dengan kesehatan jantung, pemilihan bahan makanan yang lebih sehat, penyusunan menu keluarga sederhana, serta kebiasaan makan yang perlu dibatasi sebagai bagian dari pencegahan penyakit tidak menular.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah e-book “Panduan Pola Makan Sehat berbasis Keluarga Pascabencana.” Media edukasi digital tersebut dirancang menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif serta dilengkapi infografis, ilustrasi, tabel, dan panduan praktis. E-book dapat diakses melalui smartphone, tablet, maupun komputer sehingga keluarga dapat mempelajari kembali materi secara mandiri setelah kegiatan tatap muka selesai.
Berbeda dengan penyuluhan kesehatan yang hanya berorientasi pada penyampaian informasi, program ini menempatkan keluarga sebagai pelaku utama perubahan perilaku kesehatan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi dalam memahami pilihan makanan, menyusun menu sehat sederhana, merencanakan pola makan keluarga, memanfaatkan media edukasi digital, serta mengevaluasi kebiasaan makan sehari-hari.
Pembagian peran tim dilakukan sesuai bidang kepakaran. Denos Imam Fratama, SKM., M.Kes memperkuat aspek kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, dan edukasi pola makan sehat. Satria Efendi, S.Psi., M.Psi berkontribusi pada penguatan aspek psikososial, motivasi, dan self-efficacy keluarga dalam mempertahankan perubahan perilaku. Sementara itu, Ns. Lidya Rusdi, S.Kep. sebagai perawat Puskesmas Lubuk Buaya berperan strategis dalam menjembatani program pengabdian dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung integrasi kegiatan edukasi dan pendampingan dengan upaya promotif-preventif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Pelaksanaan kegiatan pada Juni 2026 berlangsung secara partisipatif. Keluarga diajak berdiskusi mengenai hambatan nyata dalam menerapkan pola makan sehat, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi pilihan makanan yang realistis sesuai kondisi keluarga. Pendekatan ini membuat edukasi tidak hanya berpusat pada tim pengabdian, tetapi memberi ruang kepada masyarakat untuk menjadi bagian aktif dalam menemukan solusi kesehatan sesuai kebutuhan mereka.
Program ini diarahkan pada peningkatan keberdayaan keluarga, bukan sekadar transfer pengetahuan. Keluarga didorong agar mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam memilih makanan, menyusun menu sehat secara mandiri, meningkatkan keyakinan dalam mengelola pola makan, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sumber pembelajaran kesehatan. Keterlibatan tenaga puskesmas dan kader/perwakilan komunitas juga menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan edukasi setelah rangkaian PKM selesai.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, Good Health and Well-Being, melalui penguatan upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung koroner. Program juga mendukung SDGs tujuan ke-4, Quality Education, melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran kesehatan yang inklusif dan dapat digunakan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Lebih jauh, kolaborasi Universitas Syedza Saintika Padang dengan Puskesmas Lubuk Buaya menunjukkan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dibangun melalui kemitraan yang saling menguatkan antara akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat.
Perguruan tinggi berkontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan, sedangkan tenaga kesehatan puskesmas memperkuat relevansi program dengan kebutuhan lapangan serta mendukung kesinambungan manfaatnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Syedza Saintika Padang terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan hasil pendidikan dan keilmuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan Puskesmas Lubuk Buaya, dan masyarakat diharapkan dapat membangun budaya pencegahan penyakit yang dimulai dari keluarga sekaligus menjadi model kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang dapat dikembangkan pada komunitas lainnya.
“Ketika keluarga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan untuk menjaga kesehatannya sendiri, pencegahan penyakit tidak lagi hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tetapi menjadi kebiasaan sehat yang tumbuh dari rumah,” tutup Andika Herlina.

Penulis:
- Ns. Andika Herlina, MP., M.Kep
- Denos Imam Fratama, SKM., M.Kes
- Satria Efendi, S.Psi., M.Psi
Dosen Keperawatan, Universitas Syedza Saintika
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















