Magelang, MMI — Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLIX Kelompok 49 meluncurkan website resmi Dusun Gerdu, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (12/8).
Peluncuran ini menjadi bagian dari program “Gelar Potensi Gerdu” yang berfokus pada optimalisasi website dan kanal Youtube sebagai media promosi digital dusun. Program berlangsung selama masa KKN, yakni 23 Juli hingga 23 Agustus 2026.
Kegiatan ini digagas lima mahasiswa lintas program studi UMBY di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Budi Sulistiyo Jati, S.Kom., M.Eng.
Program ini lahir dari kebutuhan warga Dusun Gerdu akan sarana promosi digital yang representatif, mengingat potensi hasil pertanian holtikultura dan produk UMKM setempat selama ini belum banyak dikenal masyakarat luas.
Website yang beralamat di dusungerdu.site tersebut memuat profil resmi dusun, data demografi warga, serta katalog produk pertanian.
Fikri I. Lampunu, anggota tim yang membangun website tersebut, menjelaskan bahwa website dipilih karena dapat di akses publik kapan saja melalui satu alamat domain, tanpa terikat aturan algoritma media sosial.
Ia menambahkan bahwa keberadaan website juga berfungsi sebagai identitas resmi yang membuat dusun gerdu terlihat lebih professional dan mudah ditemukan lewat mesin pencari seperti Google.
Selama proses penyusunan, tim melakukan pendataan langsung ke warga untuk memastikan informasi demografi dan katalog produk yang ditampilkan akurat. Website ini juga dirancang sebagai arsip terpusat bgi dokumentasi kegiatan dan data dusun agar tidak mudah hilang.
Selain website, tim turut mengelola kanal Youtube dusun yang memuat video profil Dusun Gerdu berdurasi panjang. Video tersebut menggambarkan kegiatan pertanian, peternakan, serta suasana keseharian warga secara menyeluruh.
Video profil Dusun Gerdu diputar perdana dalam sesi screening bersama warga yang digelar sebelum diunggah ke kanal YouTube resmi.
Anggota tim, Prima Exgla, menuturkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi saat menyaksikan video tersebut, karena sebagian besar warga baru pertama kali melihat dusun mereka didokumentasikan secara profesional.
Di samping pengembangan website dan YouTube, tim turut membekali warga dengan materi pengelolaan media sosial, khususnya teknik menyusun hook atau pembuka konten agar lebih menarik perhatian audiens.
Baca Juga: KKN Tematik Keamanan Pangan UMBY Resmi Bentuk Kader Keamanan Pangan di Dusun Pundung
Materi yang disampaikan Aulia Ramadhani ini mencakup beberapa pendekatan, seperti hook berbasis fakta menarik, pertanyaan, rasa penasaran, hingga ajakan langsung kepada penonton.
Menurutnya, pemilihan kalimat pembuka sangat menentukan apakah audiens akan melanjutkan menonton konten hingga selesai atau tidak. Materi ini disampaikan secara sederhana agar mudah dipraktikkan warga saat membuat konten promosi produk mereka sendiri di media sosial.
Tim juga mendampingi warga dalam menyusun strategi promosi hasil tani dan produk UMKM, mulai dari cara memperkenalkan produk dengan bukti konkret dan harga yang jelas, hingga bersikap komunikatif saat melayani calon pembeli.
Alfian Fernanda A., anggota tim yang menangani materi ini, menjelaskan bahwa cara penyampaian dapat memengaruhi Keputusan pembeli secara signifikan meski produk yang dijual sama persis.
Ia mencontohkan kalimat promosi yang menyebutan waktu panen dan harga secara pasti, dibandingkan dengan kalimat yang terkesan ragu-ragu dan kurang menyakinkan. Melalui pendampingan ini, warga diharapkan lebih percaya diri memasarkan produk mereka sendiri sehingga hasil penjualan hasil tani dan UMKM dapat meningkat.
Program KKN ini turut menyentuh sektor peternakan melalui edukasi sanitasi kandang yang disampaikan oleh Faris Angga Wijaya. Materi ini menjelaskan pentingnya membersihkan, mencuci, melakukan desinfeksi, hingga mengelola limbah ternak secara berkala.
Menurut Faris, sanitsi kandang yang rutin dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit antarternak dan menjaga produktivitas hewan ternak warga. Warga menyambut baik materi ini dan menyatakan akan menerapkannya secara berkala di kandang masing-masing.
Melalui rangkaian program yang mengombinasikan pengembangan website, kanal Youtube, dan pengelolaan media sosial ini, tim KKN-PPM UMBY Kelompok 49 berharap ketiga kanal digital tersebut dapat saling melengkapi dalam memperkenalkan Dusun Gerdu ke masyarakat luas.
Website berperan sebagai pusat informasi resmi, YouTube sebagai media dokumentasi, sementara media sosial menjadi kanal promosi yang lebih dekat dan interaktif dengan calon pembeli.
Warga Dusun Gerdu menyambut positif seluruh rangkaian program ini nukai dari video profil dan website dusun hingga pembekalan materi promosi digital yang diberikan kepada mereka.
Tim berharap warga dapat terus mengelola ketiga kanal ini secara mandiri dan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir, sehingga potensi hasil pertanian dan UMKM Dusun Gerdu terus berkembang. Informasi lebih lanjut mengenai profil dan potensi Dusun Gerdu dapat diakses melalui website resmi dusungerdu.site.
Penulis: Kelompok 49 KKN-PPM UMBY Angkatan XLIX, Dusun Gerdu, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang
1. Faris Angga Wijaya
2. Aulia Ramadhani
3. Prima Exgla
4. Alfian Fernanda A.
5. Fikri I. Lampunu
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















