Tim Pengabdi PSDKU UB Kediri Latih Pengolahan Buah Bogem dan Teknologi Kepiting Soka di Trenggalek

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Trenggalek – Tim Pengabdian kepada Masyarakat PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan pelatihan pengolahan buah bogem dan teknologi kepiting soka bagi masyarakat pesisir yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kejung Samudra, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal yang bernilai ekonomi sekaligus mendorong praktik produksi yang berkelanjutan.

Program pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui Program BIMA. Tim pengabdian diketuai oleh Andi Masriah, S.Pi., M.Si. dengan anggota R. Adharyan Islamy, S.Pi., M.P. dan M. Khairul Anam, S.Pi., M.P.

Ketua Tim Pengabdian, Andi Masriah, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa wilayah pesisir Trenggalek memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar potensi tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan pengolahan buah bogem (Sonneratia caseolaris) menjadi produk pangan inovatif. Buah bogem yang merupakan salah satu hasil mangrove pesisir diolah menjadi sirup karamel bogem dan selai bogem yang dapat digunakan sebagai bahan isian Mangtar (Nastar Mangrove). Produk-produk tersebut diperkenalkan sebagai alternatif usaha mikro yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomis hasil mangrove.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada usaha skala rumah tangga. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena produk olahan bogem dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai oleh-oleh khas daerah pesisir Trenggalek.

Selain pelatihan pengolahan buah bogem, tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai teknologi kepiting sokasebagai salah satu peluang usaha perikanan bernilai tinggi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan budidaya kepiting soka, teknik pemeliharaan, penanganan saat fase moulting, hingga aspek bisnis dan pemasaran produk. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif usaha yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir.

Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam proses pendampingan masyarakat. Mahasiswa membantu pelaksanaan pelatihan, fasilitasi diskusi kelompok, serta pendokumentasian kegiatan sehingga proses transfer pengetahuan dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara bijaksana dan berkelanjutan. Pengolahan buah bogem menjadi produk bernilai tambah merupakan contoh penerapan ekonomi sirkular yang dapat mengurangi pemborosan sumber daya sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Program pengabdian ini secara langsung mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan keterampilan masyarakat, pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih produktif. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, peningkatan nilai tambah produk, dan pengenalan praktik produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Melalui dukungan pendanaan DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Tim Pengabdi PSDKU Universitas Brawijaya Kediri berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, mendorong lahirnya produk unggulan berbasis mangrove dan perikanan, serta menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Trenggalek.


Penulis:
1. Aisyah Tia Utomo
2. Fachriza Ramadhan
3. Indya Syifa Widyadhari
4. Yoeridita
5. Bayu Akbar Mubarok
6. Devo Navaro
7. RTMS An Najla
8. Dwi Intana
9. Wanda Hiramawan
10. Arya Bayu Bintoro
11. Joshua Roosevelt Paulus
12. Cantika Dwi Agustina
13. Muhammad Faiz
Mahasiswa Program Studi Akuakultur, Universitas Brawijaya PSDKU Kediri


Dosen Pengampu: Andi Masriah, S.Pi., M.Si.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses