Kisah perubahan yang dihadirkan KKN UNP Jilid VII di Jorong Koto Panjang, Nagari Dalko, melalui revitalisasi Kampung Bunga, penguatan infrastruktur, serta edukasi lingkungan bersama siswa MIN 8 Agam.
Dulu kawasan ini dikenal sebagai Kampung Bunga. Namun, seiring berjalannya waktu, keindahan yang menjadi kebanggaan masyarakat Jorong Koto Panjang, Nagari Dalko, mulai memudar. Tanaman liar tumbuh dan menutupi sebagian besar bunga di sepanjang jalan sehingga fasilitas sederhana seperti jembatan hampir tidak berfungsi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 menghadirkan program unggulan “Peduli Lingkungan Hidup” dengan tujuan menghidupkan kembali Kampung Bunga sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Menghidupkan Kembali Ruang yang Pernah Menjadi Kebanggaan
Revitalisasi Kampung Bunga menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Sejak 9 Juli 2026, suasana pagi di Jorong Koto Panjang tampak lebih hidup. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang bersama masyarakat secara rutin melaksanakan gotong royong, membersihkan kawasan, hingga memangkas tanaman liar.

Upaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan penataan empat Taman Asoka yang menjadi salah satu ikon kawasan. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 12 Juli 2026 dan berlangsung setiap Minggu pagi dengan melibatkan mahasiswa serta warga sekitar. Melalui kerja sama tersebut, kawasan yang sempat kurang terawat perlahan berubah menjadi ruang hijau yang lebih asri dan menarik, sekaligus memperindah wajah Jorong Koto Panjang.




Perubahan tersebut tidak berhenti pada penataan taman. Pada 21 Juli 2026, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang melanjutkan kegiatan revitalisasi dengan membersihkan jembatan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat di Jorong Koto Panjang. Semak belukar yang menutupi area jembatan dibersihkan sehingga keberadaannya kembali terlihat, sementara besi jembatan yang mulai berkarat dicat ulang agar tampak lebih rapi sekaligus terlindungi dari kerusakan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan estetika lingkungan, tetapi juga menghadirkan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat serta memperkuat kepedulian bersama terhadap pemeliharaan fasilitas publik.
Gambar 7. Pembersihan rumput sekitar jembatan dan pengecatan jembatan
Sebagai bagian dari penataan kawasan, mahasiswa turut menginisiasi pembuatan plang “Selamat Datang” dan “Selamat Jalan” di perbatasan Jorong Koto Panjang dan Dama Gadang. Kegiatan ini diawali dengan pencarian bahan kayu pada 27 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan hingga pemasangan plang di lokasi yang telah ditentukan. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memudahkan masyarakat dan pengunjung mengenali wilayah, tetapi juga menjadi simbol semangat bersama dalam menjaga lingkungan dan identitas jorong.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penataan ruang publik dan peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat.
Menanamkan Kepedulian Sejak Usia Dini
Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui penataan ruang dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendidikan kepada generasi muda. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa UNP Jilid VII memanfaatkan kegiatan Muhadarah Jumat di MIN 8 Agam sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada 24 Juli 2026, bertempat di musala sekolah, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan melalui penyampaian materi yang sederhana dan mudah dipahami. Antusiasme siswa menunjukkan bahwa menanamkan kebiasaan baik dapat dimulai dari momen-momen sederhana dalam lingkungan sekolah.


Pada Jumat terakhir, tepatnya 31 Juli 2026, pelaksanaan program edukasi tersebut dilanjutkan dengan kegiatan praktik bagi siswa kelas IV, V, dan VI. Setelah rangkaian Muhadarah selesai, para siswa diajak membuat kerajinan dari sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan bimbingan mahasiswa, kemasan plastik disulap menjadi hasil karya yang menarik. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mengajarkan bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan baik.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah MIN 8 Agam yang menilai bahwa program mahasiswa KKN UNP 2026 di Jorong Koto Panjang tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada peserta didik, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang yang telah melaksanakan berbagai kegiatan edukatif di MIN 8 Agam. Materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau disebut dengan PHBS serta praktik pemanfaatan sampah plastik disampaikan dengan cara menarik sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Kami berharap kebiasaan baik yang telah ditanamkan ini dapat terus diterapkan oleh seluruh warga sekolah,” ujar Kepsek MIN 8 Agam.
Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Zuryati, salah seorang guru MIN 8 Agam. “Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti penyampaian materi maupun praktik mambuat kerajinan dari sampah plastik. Melalui kegitan ini, peserta didik tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar berkreasi dan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Ibu Zuryati.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Ibu Ta selaku tenaga tata usaha MIN 8 Agam. Ia menilai bahwa mahasiswa KKN UNP 2026 mampu membangun kerja sama yang baik dengan pihak sekolah sehingga seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan tertib dan lancar.
“Kami melihat mahasiswa KKN UNP 2026 terutama di jorong Koto Panjang bekerja dengan penuh semangat dan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah maupun para peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan tertib, memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, serta menjadi motivasi bagi kami untuk terus membiasakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.”
Melalui pendekatan yang memadukan edukasi dan praktik, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mengenalkan pemanfaatan kembali sampah plastik melalui kreativitas sejak usia dini.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNP Ajarkan Siswa SDN 06 Padang Birik-birik Cerdas Bermedia Sosial
Dampak yang Mulai Terlihat
Perubahan di Jorong Koto Panjang memang belum selesai dalam hitungan minggu, tetapi hasilnya mulai dapat dirasakan oleh masyarakat. Kampung Bunga yang sebelumnya tampak kurang terawat kini kembali lebih tertata. Jalan menuju kawasan tersebut telah dibersihkan, berbagai tanaman hias mulai menghiasi lingkungan, sementara jembatan yang menjadi akses masyarakat telah dibersihkan dari semak belukar dan dicat ulang sehingga kembali terlihat rapi.
Di sisi lain, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemanfaatan sampah plastik di MIN 8 Agam juga mendapat sambutan antusias dari para siswa. Secara keseluruhan, sekitar 95% program kerja yang direncanakan berhasil direalisasikan selama masa pengabdian.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wali Jorong Koto Panjang. Menurutnya, pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN menunjukkan tingkat kematangan yang sangat baik. Ia menilai perubahan yang telah dilakukan mulai terlihat, terutama pada penataan Kampung Bunga yang kini lebih bersih dan tertata. Berbagai tanaman yang telah ditanam memang belum memperlihatkan keindahan secara maksimal, namun dengan kondisi tanah yang subur di wilayah tersebut, ia optimistis bunga-bunga itu akan mulai bermekaran pada akhir tahun sehingga kawasan Kampung Bunga akan semakin indah.
Meski demikian, masih ada proses yang membutuhkan waktu. Tanaman-tanaman yang telah ditanam tidak dapat tumbuh dan berbunga secara instan. Keberlanjutan program ini bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawat dan menjaga lingkungan yang telah dibangun bersama. Dengan demikian, manfaat dari program KKN diharapkan tidak berhenti saat masa pengabdian berakhir, tetapi terus berkembang sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mahasiswa KKN, Wali Jorong Koto Panjang bahkan memberikan “empat jempol” sebagai simbol penilaian yang sangat baik terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Apresiasi tersebut menjadi cerminan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat, tetapi juga dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan lingkungan dan kehidupan sosial di Jorong Koto Panjang.
“Bapak memberikan empat jempol untuk seluruh mahasiswa KKN yang telah mengabdi di Jorong Koto Panjang. Selama pelaksanaan KKN, bapak melihat semangat, kerja sama, dan tanggung jawab yang luar biasa dari anak-anak mahasiswa bapak. Program-program yang dijalankan tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Koto Panjang. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang anak-anak bapak berikan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal yang bermanfaat, dan semoga silaturahmi yang telah terjalin sesama kita tetap terjaga,” ujar Bapak Wali Jorong.
Baca juga: Mahasiswa UNP Bawa Tenun Padi Sarumpun Menembus Pasar Digital
Menjaga Perubahan agar Tetap Tumbuh
Masa pelaksanaan KKN memang memiliki batas, tetapi nilai yang ditinggalkannya tidak seharusnya berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Revitalisasi Kampung Bunga, penguatan infrastruktur, serta edukasi lingkungan di MIN 8 Agam menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat. Keberlanjutan perubahan tersebut akan sangat bergantung pada semangat gotong royong yang telah terbangun selama program berlangsung.
Lebih dari sekadar menyelesaikan rangkaian kegiatan, KKN UNP Jorong Koto Panjang Jilid VII menjadi bukti bahwa perubahan dapat lahir dari kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah nagari, dan pihak sekolah. Ketika setiap pihak mengambil peran, sekecil apa pun kontribusinya, lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan lestari bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.
Pada akhirnya, lingkungan yang bersih memang tidak datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kepedulian yang dipelihara, kerja sama yang terus dijaga, dan komitmen untuk merawat apa yang telah dibangun. Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi pijakan bagi lingkungan yang lebih baik di masa depan.
Penulis:
1. Adila Ramadani
2. Adilla Saputri
3. Afifah Intan Lestari
4. Afiza Gafur
5. Agitio Trianda Putra Mardatila
6. Aisyah Zahra
7. Angel Cinta Claudia
8. Annisa Ulfaiza
9. Atikah Putri Lubis
10. Audina Fathiirur Rahma
11. Azumi Hikmah Hidayati
12. Dian Okta Ramadhani
13. Fahri Dwi Setiawan
14. Fatur Rohman
15. Fitria
16. Hilma Dwi Putri
17. Khairiyah El-Wardah
18. Lutfi Efendi
19. Muhammad Deko Sahre
20. Muhammad Wahyu
21. Nabila Putri Alda
22. Novi Rahmayuni
23. Nurul Fadhila Tunnisa
24. Rhadika Putri Utami
25. Salmelia Andini
26. Siti Fauziah
27. Suci Ramandha Putri
28. Syafitri Wilis
29. Syahira Nuran Vadjal
30. Zulfia Ayu Rahmalia
Mahasiswa KKN UNP Jorong Koto Panjang
Dosen Pembimbing Lapangan: Donny Fernandez, S.Pd, M.Sc.
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















