Sungai Jambur – “Promosi bukan hal baru bagi kami. Namun, membuat konten yang mampu menarik perhatian masyarakat luas masih menjadi tantangan terbesar.” Pernyataan Zarti Dewita, Ketua Kelompok Tenun Padi Sarumpun, menggambarkan persoalan yang dihadapi banyak UMKM di era digital. Produk berkualitas sering kali belum diimbangi dengan strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Selasa (28/072026)
Perubahan pola pemasaran yang semakin bergeser ke ranah digital menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak produk berkualitas yang masih membutuhkan strategi promosi yang tepat agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Salah satunya adalah UMKM Tenun Padi Sarumpun. Keterbatasan dalam membuat konten promosi yang menarik membuat produk-produk tenun khas daerah tersebut belum dikenal secara maksimal oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang menghadirkan solusi sederhana, tetapi relevan dengan perkembangan zaman. Pendampingan dilakukan dengan membantu proses digital marketing melalui pembuatan konten promosi di platform TikTok dan Instagram.
Strategi promosi yang diterapkan tidak sekadar merekam produk. Tim KKN mengemas video menggunakan konsep yang mengikuti tren media sosial sehingga lebih mudah menjangkau pengguna.
Pengambilan gambar dilakukan dengan memperhatikan pencahayaan, sudut pengambilan, serta penataan produk agar mampu menampilkan keindahan motif dan kualitas tenun secara maksimal. Mahasiswa juga membuat video profil singkat yang memperkenalkan sejarah, proses pembuatan, hingga keunikan Tenun Padi Sarumpun sebagai salah satu warisan budaya lokal yang patut dikenal lebih luas.
Pendekatan tersebut menjadi langkah nyata untuk membantu UMKM beradaptasi dengan pola pemasaran digital yang kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia usaha. Konten yang lebih menarik membuka peluang produk tampil di beranda media sosial dan menjangkau calon pembeli dari berbagai daerah.
Wawancara yang dilakukan pada 28 Juli 2026 memperlihatkan optimisme baru dari Ketua Kelompok Tenun Padi Sarumpun, Zarti Dewita. Ia mengaku pendampingan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang memberikan solusi atas salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi kelompoknya, yakni keterbatasan dalam membuat foto dan video promosi yang menarik.
“Ibu sangat bersyukur kepada kalian yang telah membantu promosi songket ini. Selama ini kami memang masih kurang dalam hal promosi, mulai dari teknik pemotretan hingga pengambilan gambar produk. Hasil promosi yang kalian buat hari ini bagus sekali. Terima kasih banyak, semoga kalian semua sukses.”
Ia juga berharap langkah kecil tersebut mampu memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap perkembangan usaha yang telah dirintis bersama kelompoknya.
“Harapan ibu, semoga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik dengan produk tenun kami melalui TikTok, Instagram, Facebook, maupun WhatsApp. Mudah-mudahan setelah adanya bantuan promosi ini, penjualan dan pemasaran Tenun Padi Sarumpun menjadi lebih baik ke depannya.”
Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak selalu harus dimulai dengan bantuan modal yang besar. Kemampuan memanfaatkan teknologi digital, kreativitas dalam mengemas promosi, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dapat menjadi jembatan bagi produk lokal untuk bersaing di era digital.
Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang tidak hanya membantu memperkenalkan produk Tenun Padi Sarumpun kepada masyarakat yang lebih luas, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital. Harapannya, konten-konten yang telah dibuat menjadi awal dari semakin luasnya jangkauan pasar, meningkatnya penjualan, sekaligus memperkuat eksistensi tenun khas Nagari Sungai Jambur sebagai warisan budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kehadiran media sosial memberi cara baru bagi Tenun Padi Sarumpun untuk memperkenalkan produknya. Jika sebelumnya promosi bergantung pada unggahan yang masih sederhana, kini mereka memiliki konten yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter pengguna media sosial.
Langkah kecil inilah yang diharapkan dapat memperkuat pemasaran Tenun Padi Sarumpun sekaligus memperluas jangkauan produknya ke berbagai daerah.
Penulis: Tim KKN Universitas Negeri Padang (UNP) Sungai Jambur Juli 2026
Dosen Pengampu: Sonya Nelson, M.Pd.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













