7 Cara Menulis Artikel Ilmiah yang Baik dan Benar

Cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar
Ilustrasi mesin ketik kuno. (Source: Pixabay.com)

Seorang mahasiswa, dosen, peneliti atau penulis ilmiah harus menguasai dengan baik cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar.

Kemampuan ini akan banyak dibutuhkan selama menjalani perkuliahan dan juga ketika menulis makalah, artikel, skripsi atau bahkan jurnal ilmiah.

Menulis artikel ilmiah adalah suatu keahlian yang sangat penting dalam dunia akademis.

Bacaan Lainnya
DONASI

Artikel ilmiah tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan penelitian dan temuan, tetapi juga sebagai alat untuk berbagi pengetahuan dengan komunitas ilmiah.

Tapi sebelum lanjut membaca artikel ini, yang ingin mengirim artikel, berita, opini atau tulisan lainnya ke Media Mahasiswa Indonesia (media yang saat ini Anda baca) silakan baca ketentuannya di link berikut: Cara Kirim Artikel ke Media Mahasiswa Indonesia

Kelebihan mengirim artikel ke Media Mahasiswa Indonesia karena memiliki pembaca yang cukup tinggi. Menurut data Ubersuggest pada Januari 2023, Situs Media Mahasiswa Indonesia: mahasiswaindonesia.id dikunjungi sekitar 70.016 pembaca per bulan atau sekitar 2.333 pembaca per hari.

Data Ubersuggest Media Mahasiswa Indonesia
Data Pembaca Media Mahasiswa Indonesia menurut Ubersuggest

Berikut kami rangkum panduan lengkap cara menulis artikel yang baik dan benar. Semoga dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. 

1. Pemilihan Topik yang Relevan

Sebelum mulai menulis, pilihlah topik penelitian yang relevan dan menarik. Pastikan topik tersebut memiliki kontribusi yang berarti terhadap bidang studi Anda.

Memilih topik artikel ilmiah yang relevan merupakan langkah kritis dalam proses penulisan.

Sebuah topik yang baik seharusnya tidak hanya menarik perhatian penulis, tetapi juga memiliki nilai signifikan dalam konteks penelitian atau kontribusi terhadap pemahaman di bidang tertentu.

Berikut adalah beberapa langkah untuk membantu Anda memilih topik yang relevan:

Kenali Bidang Studi Anda

Tinjau kembali pengetahuan dan minat Anda di bidang studi tertentu dan identifikasi tren terkini, masalah, atau pertanyaan yang belum terjawab dalam bidang tersebut.

Pelajari Kajian Pustaka

Lakukan tinjauan literatur untuk memahami penelitian-penelitian terdahulu. Selain itu, tentukan apa yang sudah diketahui dan temukan celah pengetahuan atau pertanyaan penelitian yang belum terjawab.

Berdiskusi dengan Rekan Penelitian atau Mentor

Diskusikan ide-ide topik dengan rekan penelitian atau mentor Anda. Mereka dapat memberikan pandangan yang berharga dan membantu menyempurnakan fokus penelitian Anda.

Perhatikan Kepentingan Pribadi dan Motivasi

Pilih topik yang memotivasi dan memicu minat pribadi Anda. Semangat pribadi dapat membantu Anda melewati tantangan penelitian dengan lebih antusias.

Identifikasi Masalah yang Relevan di Masyarakat

Pertimbangkan masalah atau tantangan aktual yang ada dalam masyarakat. Pikirkan bagaimana penelitian Anda dapat memberikan solusi atau pemahaman terhadap masalah tersebut.

Perhatikan Terobosan Baru dan Inovasi:

Ikuti perkembangan terbaru dalam bidang studi Anda. Pertimbangkan untuk menyelidiki terobosan baru atau teknologi yang dapat menjadi dasar penelitian Anda.

Eksplorasi Potensi Kolaborasi

Pertimbangkan apakah topik yang Anda pilih dapat menghasilkan kolaborasi dengan peneliti lain atau lembaga riset. Kolaborasi dapat memperkaya penelitian Anda dan memberikan wawasan yang lebih luas.

Tinjau Persyaratan Jurnal atau Media

Jika Anda merencanakan untuk mengirimkan artikel ke jurnal atau Media tertentu, tinjau persyaratan dan fokus area yang mereka miliki.

Evaluasi Ketersediaan Sumber Daya

Pertimbangkan ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk penelitian Anda, termasuk akses ke peralatan, fasilitas, atau data.

Tes Kelayakan dan Kebaruan

Pastikan bahwa topik yang Anda pilih layak untuk diteliti dan memberikan kontribusi yang signifikan.

Cari tahu apakah topik tersebut masih baru atau telah banyak diteliti, dan jika sudah, coba temukan sudut pandang atau pendekatan yang baru.

Dengan merinci langkah-langkah di atas, Anda dapat lebih mudah menemukan topik penelitian yang tidak hanya relevan tetapi juga menarik untuk dijelajahi dalam artikel ilmiah Anda.  

2. Rancang Struktur Artikel dengan Rapi

Sebelum mulai menulis, rancanglah struktur artikel Anda. Karena hal ini bisa memudahkan Anda dalam menyusun artikel ke depan.

Struktur artikel ilmiah memainkan peran kunci dalam menyajikan penelitian dengan cara yang terorganisir dan mudah dipahami.

Sebuah artikel ilmiah umumnya terdiri dari bagian-bagian berikut:  

Judul (Title)

Judul harus mencerminkan dengan jelas dan singkat tentang isi artikel. Pilih kata kunci yang relevan untuk membantu pembaca memahami topik utama.

Abstrak (Abstract

Biasanya, Abstrak berisi ringkasan singkat tentang tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.

Buatlah abstrak yang dapat berdiri sendiri dan memberikan gambaran singkat kepada pembaca tentang isu utama penelitian.

Pendahuluan (Introduction)

Pada pendahuluan berisi penjelasan latar belakang, tujuan penelitian, dan pertanyaan penelitian.

Tinjau latar belakang penelitian dan contoh masalah atau pertanyaan penelitian.

Nyatakan tujuan penelitian secara jelas dan gambarkan relevansi penelitian dengan literatur terkait.

Kajian Pustaka (Literature Review)

Kajian pustaka berisi tentang ulasan tentang penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian Anda.  

Tinjau penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan topik Anda. Identifikasi celah pengetahuan yang akan diisi oleh penelitian Anda. Jelaskan kontribusi penelitian Anda terhadap literatur yang sudah ada.

Metode Penelitian (Methodology)

Bagian ini berisi deskripsi detil tentang rancangan penelitian, populasi sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data.  

Jelaskan desain penelitian, populasi sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data.

Berikan detail yang cukup agar peneliti lain dapat mengulangi penelitian Anda. Pilih pendekatan metodologi yang sesuai dengan pertanyaan penelitian Anda.

Hasil (Results)

Pada bagian hasil berisi tentang penyajian data dan hasil penelitian tanpa interpretasi.  

Sajikan data dan temuan secara obyektif tanpa interpretasi. Gunakan tabel, grafik, atau gambar untuk membantu visualisasi data. Nomori tabel dan gambar dan referensikan mereka di dalam teks.

Pembahasan (Discussion)

Pada bagian pembahasan berisi interpretasi hasil, pembahasan hubungan dengan penelitian terdahulu, dan implikasi hasil terhadap bidang studi.  

Interpretasikan hasil penelitian dan bandingkan dengan temuan penelitian sebelumnya. Identifikasi implikasi hasil terhadap bidang studi. Diskusikan keterbatasan penelitian Anda dan saran untuk penelitian masa depan.

Kesimpulan (Conclusion)

Nah, kesimpulan adalah bagian penting dalam struktur artikel ilmiah yang berisi ringkasan singkat dari temuan utama dan saran untuk penelitian selanjutnya.  

Ringkaslah temuan utama secara singkat. Jelaskan implikasi kesimpulan Anda terhadap bidang studi secara keseluruhan.

Daftar Pustaka (References)

Cantumkan semua sumber yang Anda kutip dalam artikel sesuai dengan format penulisan yang diinginkan.

Pastikan untuk mengikuti pedoman penulisan referensi yang berlaku, seperti APA, MLA, atau Chicago.

Lampiran (Appendix)

Sertakan lampiran jika diperlukan, seperti instrumen penelitian, data tambahan, atau materi pendukung lainnya.

Pastikan untuk mengikuti panduan penulisan jurnal atau artikel yang Anda targetkan, karena persyaratan format dan struktur dapat bervariasi.

Struktur yang baik membantu pembaca untuk mengikuti alur pikiran Anda dengan mudah dan memahami kontribusi penelitian Anda dengan jelas.  

3. Gunakan Bahasa Ilmiah yang Jelas dan Tepat

 Hindari penggunaan bahasa yang ambigu atau tidak jelas. Gunakan istilah ilmiah yang sesuai dan pastikan bahwa pembaca dapat dengan mudah memahami maksud Anda.

Penggunaan bahasa Indonesia ilmiah yang jelas dan tepat dalam artikel ilmiah sangat penting agar pembaca dapat memahami dengan baik setiap aspek penelitian yang Anda sampaikan.

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan bahasa Indonesia ilmiah yang efektif:  

Pilih Istilah Ilmiah yang Tepat

Gunakan istilah ilmiah yang sesuai dan baku dalam bidang studi Anda. Hindari penggunaan istilah yang ambigu atau tidak jelas.

Hindari Redundansi dan Ambiguitas

Sajikan gagasan dan informasi dengan singkat dan jelas. Hindari penggunaan kata-kata yang tidak perlu atau frase yang meragukan artinya.

Gunakan Kalimat yang Tepat dan Lurus ke Poin

Gunakan kalimat aktif untuk menghindari kebingungan. Pastikan setiap kalimat memiliki subjek, predikat, dan objek yang jelas.

Hindari Kata-kata Klise atau Umum

Hindari penggunaan kata-kata atau frasa klise yang tidak memberikan nilai tambah pada tulisan ilmiah Anda. Pilih kata-kata yang spesifik dan relevan dengan konteks penelitian.

Jaga Konsistensi dan Kontinuitas

Pertahankan konsistensi dalam penggunaan istilah, gaya penulisan, dan tata bahasa. Pastikan ada hubungan logis antara setiap paragraf dan bagian artikel.

Hindari Eksplisitasi yang Berlebihan

Gunakan eksplisitasi (pemberian definisi atau penjelasan) hanya jika diperlukan untuk memahami konsep yang kompleks. Hindari eksplisitasi yang berlebihan yang dapat membuat pembaca kehilangan fokus.

Tata Bahasa yang Tepat

Perhatikan tata bahasa yang benar, termasuk penggunaan tanda baca, kapitalisasi, dan struktur kalimat. Periksa kesalahan ejaan dan tata letak.

Sederhana namun Tepat

Sederhanakan kalimat tanpa mengorbankan keakuratan informasi. Pilih kata-kata yang tepat dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Hindari Penggunaan Bahasa Gaul atau Kolokial

Hindari menggunakan bahasa yang terlalu informal atau kolokial. Pilih kata-kata yang mencerminkan keformalan dan ketertiban dalam penulisan ilmiah.

Perhatikan Kebijakan Gaya Jurnal atau Konferensi

Selalu periksa kebijakan penulisan dari jurnal atau konferensi tempat Anda akan mengirimkan artikel. Pastikan untuk mengikuti pedoman gaya yang berlaku. Dengan memperhatikan semua aspek di atas, Anda dapat menggunakan bahasa Indonesia ilmiah dengan efektif dalam artikel Anda, memastikan bahwa pembaca dapat mengikuti dan memahami penelitian Anda dengan baik.

4. Daftar Pustaka yang Terinci

Pastikan menyertakan daftar pustaka yang lengkap dan terinci. Kutip setiap sumber yang Anda gunakan dalam artikel Anda sesuai dengan gaya penulisan yang diinginkan (APA, MLA, Chicago, dll.).

Membuat Daftar Pustaka (References) dalam artikel ilmiah memerlukan ketelitian dan konsistensi.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat Daftar Pustaka yang baik dan benar:

Kumpulkan Informasi

Kumpulkan informasi lengkap tentang setiap sumber yang Anda kutip, termasuk penulis, judul, tahun publikasi, judul jurnal (jika berlaku), penerbit, dan nomor halaman.

Gunakan Format Penulisan yang Tepat

Pilih format penulisan referensi yang sesuai dengan gaya penulisan yang diinginkan oleh jurnal atau konferensi tempat Anda mengirimkan artikel.

Perhatikan aturan terkait penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan italic.

Urutkan Daftar Pustaka

Urutkan daftar pustaka secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis.

Jika ada lebih dari satu karya dari penulis yang sama, urutkan berdasarkan tahun publikasi, dari yang paling tua ke yang paling baru.

Gunakan Gaya Penulisan yang Konsisten

Pastikan gaya penulisan referensi konsisten di seluruh artikel. Periksa apakah penggunaan huruf kapital, italic, dan tanda baca sudah sesuai dengan pedoman yang diikuti.

Format Buku

Untuk buku, cantumkan nama penulis, tahun, judul buku, kota penerbit, dan penerbit.

Contoh format APA

Nama Penulis, A. A. (Tahun). Judul Buku. Kota Penerbit: Penerbit.

Format Artikel Jurnal

Untuk artikel jurnal, cantumkan nama penulis, tahun, judul artikel, judul jurnal, volume jurnal, nomor jurnal (jika ada), dan halaman.

Contoh format APA

Nama Penulis, A. A. (Tahun). Judul Artikel. Judul Jurnal, Volume(Jumlah), Halaman-Halaman.

Format Konferensi atau Makalah Seminar

Untuk konferensi atau makalah seminar, cantumkan nama penulis, tahun, judul makalah, judul konferensi, lokasi konferensi, dan halaman.

Contoh format APA

Nama Penulis, A. A. (Tahun). Judul Makalah. Dalam Nama Editor (Ed.), Judul Konferensi (Halaman-Halaman). Kota: Penerbit.

Format Sumber Elektronik

Untuk sumber elektronik, tambahkan URL atau DOI (Digital Object Identifier) jika relevan.

Pastikan untuk menyertakan tanggal akses jika referensi bersifat dinamis atau dapat berubah.

Contoh format APA (DOI)

Nama Penulis, A. A. (Tahun). Judul Artikel. Judul Jurnal, Volume (Jumlah), Halaman-Halaman. DOI:xxxxxx

Cek dan Periksa

Cek setiap referensi untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam nama penulis, tahun, judul, atau informasi lainnya.

Periksa apakah setiap referensi tercantum dalam teks artikel dan sebaliknya.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat Daftar Pustaka yang rapi dan sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku.

Pastikan untuk selalu memeriksa pedoman penulisan dari jurnal atau konferensi tempat Anda mengirimkan artikel, karena persyaratan dapat bervariasi.

5. Perhatikan Tata Letak dan Format

Ikuti pedoman penulisan dan format yang berlaku untuk jurnal atau konferensi tempat Anda akan mengirimkan artikel. Pastikan tata letak dan format sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Tata letak atau formatting artikel ilmiah sangat penting untuk memastikan kejelasan dan keterbacaan tulisan.

Di bawah ini adalah panduan umum untuk mengatur tata letak artikel ilmiah:

Gunakan Font dan Ukuran Huruf yang Standar

Pilih font yang umum digunakan dalam penulisan ilmiah, seperti Times New Roman, Arial, atau Calibri.

Pilih ukuran huruf 12-point untuk seluruh teks artikel.

Atur Spasi dan Jarak Antar Baris

Gunakan spasi ganda atau sesuai dengan pedoman penulisan jurnal.

Pastikan jarak antar baris sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Sertakan Judul dan Subjudul yang Jelas

Judul artikel sebaiknya ditulis di tengah halaman dengan huruf kapital.

Gunakan subjudul untuk membagi artikel ke dalam bagian-bagian yang jelas.

Atur Margin dan Arah Halaman

Atur margin sesuai dengan pedoman penulisan yang diikuti (biasanya sekitar 1 inci atau 2,54 cm di semua sisi).

Tentukan arah halaman (portrait atau landscape) sesuai kebutuhan.

Sertakan Nomor Halaman

Cantumkan nomor halaman di sudut kanan atau tengah bagian bawah setiap halaman.

Nomor halaman biasanya dimulai setelah halaman judul atau abstrak.

Pilih Gaya Penomoran yang Konsisten

Gunakan penomoran yang konsisten untuk bagian-bagian artikel, seperti bagian, subbagian, tabel, dan gambar.

Buat Tabel dan Gambar dengan Jelas

Atur tabel dan gambar dengan rapi dan cantumkan nomor dan judul yang sesuai di atasnya.

Beri penjelasan yang cukup pada tabel dan gambar sehingga pembaca dapat memahaminya tanpa harus membaca teks secara rinci.

Format Daftar Pustaka

Cantumkan Daftar Pustaka di akhir artikel dengan format yang sesuai dengan pedoman penulisan yang diikuti.

Atur penomoran dan indentasi dengan konsisten.

Gunakan Gaya Penulisan yang Konsisten

Pastikan gaya penulisan Anda konsisten dalam penggunaan italic, huruf kapital, dan tanda baca.

Periksa apakah istilah atau singkatan tertentu ditulis dengan konsisten.

Perhatikan Gaya Penulisan Tabel dan Gambar

Gunakan gaya penulisan yang konsisten untuk tabel dan gambar.

Cantumkan judul dan label dengan jelas.

Sertakan Halaman Navigasi

Sertakan halaman navigasi atau daftar isi di awal artikel untuk memudahkan pembaca menemukan bagian-bagian utama.

Periksa Kekonsistenan

Periksa kesalahan tata letak, kesalahan ejaan, atau kesalahan format sebelum mengirimkan artikel.

Pastikan bahwa artikel Anda sesuai dengan pedoman penulisan yang diberikan oleh jurnal atau konferensi tempat Anda mengirimkan artikel.

Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas, Anda dapat menghasilkan tata letak artikel ilmiah yang rapi, mudah dipahami, dan sesuai dengan standar akademis.

Selalu rujuk ke pedoman penulisan yang berlaku untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan yang berlaku.

6. Periksa Kesalahan Gramatika dan Ejaan

Cek dan periksa artikel Anda untuk memastikan tidak ada kesalahan gramatika atau ejaan.

Artikel ilmiah yang baik harus bebas dari kesalahan bahasa yang dapat mengganggu pemahaman pembaca.

Periksa kesalahan gramatika dan ejaan sangat penting untuk memastikan bahwa artikel ilmiah Anda dapat dipahami dengan baik dan memberikan kesan yang profesional.

Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan kesalahan gramatika dan ejaan:

Gunakan Alat Pemeriksaan Tata Bahasa Otomatis

Gunakan perangkat lunak pengolahan kata atau alat tata bahasa otomatis seperti Grammarly atau Microsoft Word yang dapat mendeteksi dan memberi saran perbaikan untuk kesalahan gramatika dan ejaan.

Bacalah Artikel Secara Berulang-ulang

Bacalah artikel secara berulang-ulang untuk mengidentifikasi kesalahan gramatika dan ejaan yang mungkin terlewat selama penulisan awal.

Mintalah bantuan teman atau kolega untuk membaca artikel dan memberikan masukan.

Pemeriksaan Manual Kata per Kata

Periksa setiap kata per kata untuk memastikan ejaan yang benar.

Perhatikan penggunaan tata bahasa yang tepat dalam kalimat.

Revisi Secara Bertahap

Lakukan revisi secara bertahap. Fokus pada aspek tata bahasa dan ejaan pada satu tahap revisi, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya.

Prioritaskan revisi berdasarkan tingkat urgensi, seperti kesalahan gramatika mendasar terlebih dahulu.

Perhatikan Struktur Kalimat

Periksa struktur kalimat untuk memastikan bahwa setiap kalimat memiliki subjek, predikat, objek dan keterangan yang jelas.

Pastikan penggunaan tanda baca sesuai.

Periksa Penggunaan Kata dan Frasa

Periksa penggunaan kata dan frasa dengan hati-hati.

Pastikan bahwa setiap kata dan frasa mendukung arti dan tujuan yang dimaksud.

Perhatikan Gaya Penulisan dan Kalimat yang Tepat

Pastikan bahwa gaya penulisan Anda konsisten dan sesuai dengan standar penulisan akademis.

Hindari kalimat yang terlalu rumit dan pastikan kalimat bersifat jelas dan langsung.

Pentingkan Perbaikan Tata Bahasa yang Sering Terjadi

Identifikasi kesalahan tata bahasa yang sering terjadi pada penulisan Anda, seperti penggunaan kata ganda atau penulisan frasa yang ambigu.

Beri perhatian khusus pada area yang rentan terhadap kesalahan.

Rujuk Pedoman Penulisan

Rujuk ke pedoman penulisan yang diikuti, seperti APA, MLA, atau Chicago, untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan tata bahasa dan ejaan yang berlaku.

Gunakan Kamus dan Sumber Referensi

Gunakan kamus atau sumber referensi untuk memeriksa ejaan kata atau istilah teknis yang mungkin kurang familiar.

Pastikan konsistensi dalam penggunaan istilah dan ejaan.

Cek Konsistensi Format

Periksa konsistensi format artikel, termasuk format judul, subjudul, dan elemen-elemen lainnya.

Pastikan bahwa gaya penulisan dan tata letak sesuai dengan pedoman yang diikuti.

Melakukan pemeriksaan gramatika dan ejaan secara menyeluruh memerlukan waktu dan perhatian ekstra, tetapi hal ini penting untuk mencapai tingkat keakuratan dan profesionalisme yang diharapkan dalam sebuah artikel ilmiah.

7. Review dan Revisi

Setelah menyelesaikan draft pertama, berikan waktu untuk mereview dan merevisi artikel Anda.

Mintalah masukan dari rekan penelitian atau mentor untuk memperbaiki kualitas dan kejelasan tulisan.

Review dan revisi adalah tahap penting dalam penulisan artikel ilmiah. Proses ini membantu meningkatkan kualitas dan kejelasan tulisan.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk melakukan review dan revisi pada artikel ilmiah:

Beri Jeda Sejenak

Setelah menyelesaikan draft artikel, beri jeda sejenak sebelum memulai proses review.

Ini membantu Anda melihat artikel dengan pandangan yang lebih segar.

Baca Artikel Secara Keseluruhan

Baca artikel secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran umum.

Perhatikan arus dan kohesivitas tulisan.

Evaluasi Tujuan Penelitian dan Kesimpulan

Pastikan tujuan penelitian Anda jelas diungkapkan dalam pendahuluan.

Periksa apakah kesimpulan artikel mencerminkan hasil penelitian dan menjawab pertanyaan penelitian.

Periksa Alur Argumen

Pastikan setiap bagian artikel mengikuti alur argumen yang logis.

Perhatikan bagaimana setiap bagian berkaitan dengan yang lain.

Ulasan Metode Penelitian

Periksa bagian metode penelitian untuk memastikan bahwa langkah-langkah penelitian dijelaskan dengan cukup rinci dan jelas.

Pastikan ada cukup informasi untuk memungkinkan orang lain mereplikasi penelitian.

Evaluasi Hasil dan Diskusi

Pastikan hasil penelitian disajikan dengan jelas dan terkait dengan pertanyaan penelitian.

Periksa apakah diskusi memberikan interpretasi yang kuat terhadap hasil dan membandingkannya dengan penelitian sebelumnya.

Periksa Gaya Penulisan dan Bahasa

Tinjau gaya penulisan, penggunaan bahasa, dan konsistensi terminologi.

Pastikan bahwa artikel memiliki nada dan gaya penulisan yang sesuai untuk tujuan akademis.

Periksa Kesalahan Gramatika dan Ejaan

Gunakan alat pemeriksa tata bahasa seperti Grammarly atau Microsoft Word untuk mendeteksi kesalahan gramatika dan ejaan.

Lakukan pemeriksaan manual untuk memastikan ketepatan tata bahasa.

Perhatikan Struktur Kalimat

Pastikan setiap kalimat memiliki struktur yang benar dan mengkomunikasikan gagasan dengan jelas.

Hindari kalimat yang terlalu panjang atau rumit.

Periksa Tabel dan Gambar

Pastikan setiap tabel dan gambar memiliki judul yang jelas dan ditempatkan dengan benar dalam teks.

Ulas kembali apakah tabel dan gambar mendukung dengan baik teks dan analisis.

Beri Perhatian pada Daftar Pustaka

Periksa kesalahan dalam Daftar Pustaka dan pastikan referensi tercantum dengan benar sesuai format yang diikuti (APA, MLA, dll.).

Gunakan Peer Review

Minta rekan penelitian atau mentor untuk melakukan peer review pada artikel.

Terima masukan mereka dan pertimbangkan untuk membuat perubahan sesuai saran yang membangun.

Lakukan Revisi Bertahap

Lakukan revisi artikel secara bertahap, fokus pada aspek tertentu pada setiap tahap.

Prioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat urgensi.

Periksa Kembali Pedoman Jurnal, Media atau Konferensi

Pastikan artikel Anda mematuhi pedoman penulisan dari jurnal, media atau konferensi tempat Anda mengirimkan artikel.

Baca Ulang Secara Keseluruhan

Setelah melakukan revisi, baca ulang artikel secara keseluruhan untuk memastikan bahwa semua perubahan telah diterapkan dan artikel tetap konsisten.

Melakukan review dan revisi dengan cermat adalah kunci untuk menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan profesional.

Proses ini membutuhkan waktu dan perhatian ekstra, tetapi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kualitas akhir tulisan.

Kesimpulan

Menulis artikel ilmiah yang baik dan benar memerlukan perencanaan yang matang, kejelasan bahasa, dan ketelitian dalam penggunaan metode penelitian. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat kontribusi yang berarti dalam memajukan pengetahuan di bidang studi Anda.

Semoga tulisan tentang cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar ini dapat bermanfaat bagi semua.

Penulis: Rahmat Al Kafi
Pemimpin Umum Media Mahasiswa Indonesia
Ketua Umum PB IKAMI Sulsel 2020-2022

Ketua Umum Gerakan Anak Muda Palopo (AMPO)

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI