Bagaimana Cara Membangun Kecerdasan Emosional?

Kecerdasan
Cara Membangun Kecerdasan Emosional

Pernahkah Anda bertanya, “Apa itu kecerdasan emosional? Lalu bagaimana cara membangun kecerdasan emosional pada diri saya?” Nah, dalam tulisan ini kita akan membahas mengenai cara-cara untuk membangun kecerdasan emosional dan alasan mengapa kecerdasan emosional itu begitu penting dalam kehidupan kita.

Kecerdasan emosional atau dalam bahasa ingris disengkat dengan EQ (emotional  quotiment) merupakan kemampuan pengendalian diri dan mengelola emosi diri sendiri untuk menghilangkan stres, berkomunikasi lebih efektif, meningkatkan rasa empati pada orang lain, meredakan konflik yang ada, dan mengatasi tantangan tentunya dengan cara yang positif.

Membangun kecerdasan emosional yang baik dan lebih stabil juga dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan sukses di sekolah maupun karir serta membentuk pribadi yang lebih baik. Ini akan membantu untuk terhubung degan perasaan, mengubah niat menjadi tindakan, dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi mengenai hal apa yang paling penting untuk diri.

Menggapa kecerdasan emosional begitu penting?

Mungkin Anda tahu orang-orang yang secara akademis tergolong brilian namun tidak kompeten secara sosial dan tidak berhasil di tempat kerja atau mungkin dalam hubungan pribadi mereka. Kemampuan intelektual dan kecerdasan saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Jika IQ Anda dapat membantu Anda untuk masuk ke perguruan tinggi, EQ Andalah yang akan banyak membantu dalam pengendalian stres dan emosi saat menghadapi ujian akhir. Adanya IQ dan EQ secara bersama-sama dan paling efektif saat keduanya saling membangun satu sama lain.

Pengaruh kecerdasan emosional dalam keseharian

Membangun kecerdasan emosional dapat mempengaruhi performa di sekolah atau tempat kerja Kecerdasan emosional yang tinggi akan membuat pekerjaanmu lebih terarah dan menavigasi kompleksitas sosial di tempat kerja, unggul dalam karier, berjiwa pemimpin, dan memotivasi orang lain. Bahkan saat ini banyak perusahaan yang mempertimbangkan kandidat pekerja dan menilai kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kemampuan teknis dan menggunakan kecerdasan EQ sebelum merekrut.

Yang kedua adalah kesehatan fisik dan mental. Jika tidak dapat mengelola emosi dengan benar, akan ditemui kesulitan dalam pengendalian diri atau sering stres. Hal tersebut dapat berdampak pada masalah kesehatan yang serius. Stres yang tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan naiknya tekanan darah, meningkatkan resiko serangan jantung dan sroke, menekan sistem kekebalan tubuh, dan mempercepat proses penuaan dini.

Emosi dan stres yang tidak terkontrol juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Hal itu akan membuat Anda lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi, membuat rasa tidak nyaman pada diri Anda, dan kesulitan bergaul dengan sesama. Pada akhirnya ini akan membuat Anda merasa kesepian, terisolasi, dan semakin memperburuk masalah kesehatan mental Anda. Hal pertama dalam meningkatkan kecerdasan emosional adalah belajar mengelola stres.

Membangun kecerdasan emosional

Yang pertama harus Anda miliki adalah manajemen diri. Agar dapat membangun EQ, Anda harus dapat mengendalikan emosi dalam membuat keputusan konstruktif tentang prilaku Anda sehari-hari. Ketika Anda menjadi terlalu stres, Anda akan kehilangan kendali atas emosi dan kemampuan untuk bertindak bijaksana dan tepat akan hilang.

Saat stres, Anda akan kewalahan dan tidak bisa berpikir jernih ataupun membat keputusan rasional. Emosi adalah potongan-potongan penting informasi yang memberi tahu tentang diri Anda dan orang lain. Tetapi saat stres kita menjadi kehilangan kendali dan melakukan hal tanpa memikirkan imbas ke depannya.

Dengan kemampuan pengelolaan stres dan emosi yang stabil, Anda akan dapat menerima informasi yang menganggu tanpa membuat pikiran menjadi terbebani dan dapat mengontrol diri. Anda dapat membuat pilihan yang memungkinkan untuk mengontrol perasaan dan prilaku impulsif, mengelola emosi dengan cara yang sehat, mengambil inisiatif, meindaklanjuti komitmen, dan beradaptasi denga keadaan yang berubah.

Yang kedua yang harus Anda miliki adalah esadaran diri. Mengelola stres hanya langkah awal dalam membangun kecerdasan emosional. Ilmu keterikatan menunjukan bahwa pengalaman emosional Anda saat ini kemungkinan merupakan cerminan dari pengalaman kehidupan Anda di masa lalu. Kemampuan untuk mengelola perasaan inti seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, dan suka cita tergantung pada kualitas dan konsistensi pengalaman emosional anda dimasa lalu.

Jika pengasuh Anda ketika Anda masih bayi memahami dan menghargai betul emosi Anda, kemungkinan emosi Anda telah menjadi aset berharga saat dewasa. Tetapi jika pengalaman emosional Anda saat bayi membingungkan, mengancam, atau menyakitkan, kemungkinan Anda telah mencoba menjauhkan diri dari emosi Anda. Mampu terhubung dengan emosi Anda dan memiliki hubungan momen saat perubahan pengalaman emosional Anda adalah kunci untuk memahami bagaimana emosi mempengaruhi pikiran dan tindakan Anda.

Apakah emosi Anda disertai dengan sensasi fisik yang Anda alami di tempat-tempat seperti perut, kaki, atau dada? Atau Anda mengalami perasaan dan emosi individu seperti, kemarahan, kesedihan, ketakutan, dan suka cita yang masing-masing terlukis dalam ekspresi wajah yang samar? Apakah Anda memperhatikan emosi Anda? Apakah mereka memperhatikan pengambilan keputusan anda?

Jika salah satu dari pengalaman ini tidak dikenal, Anda mungkin telah menolak atau “mematikan” emosi Anda. Untuk membangun EQ dan menjadi sehat secara emosional, Anda harus terhubung kembali dengan emosi inti Anda, menerimanya, dan merasa nyaman dengan mereka.

Meditasi dalam membangun emosi

Anda dapat memulai ini dengan metode praktik perhatian atau meditasi. Perhatian membantu menggeser pemikiran Anda dengan pemikiran menuju apresiasi saat ini, sensasi fisik dan emosional, dan membawa prespektif yang lebih besar tentang kehidupan. Perhatian menenangkan dan memfokuskan juga membuat Anda lebih sadar diri dalam prosesnya. 

Yang pertama adalah membangun kesadaran sosial. Kesadaran sosial memungkinkan Anda untuk mengenali dan menafsirkan isyarat nonverbal yang terus digunakan orang lain untuk berkomunikasi dengan Anda. Ketika sekelompok orang mengirim informasi nonverbal  serupa Anda dapat membaca dan menahami dan empati secara sosial. Untuk membangun kesadaran sosial, perhatian dalam proses sosial sangatlah penting.

Kemudian ada manajemen hubungan. Bekerja dengan baik dengan semua orang adalah proses yang dimulai dengan kesadaran emosional dan kemampuan untuk mengenali dan memahami apa yang dialami orang lain. Informasi nonverbal tidak mungkin dihindari saat berkomunikasi dengan orang lain teutama wajah dan sekitar mata, mulut, dan dahi yang membantu menyampaikan emosi Anda tanpa kata-kata. Bagian emosional otak selalu menyala, bahkan jika pesan yang ada diabaikan. Mengenali pesan nonverbal yang Anda kirimkan ke orang lain dapat memiliki peran besar dalam meningkatkan hubungan Anda.

Mengunakan humor dan bermain unruk menghilangkan stres merupakan penangkal alami. Ini akan mengurangi beban dan mempertajam pikiran dan membuat Anda lebih berempati. Belajar unruk melihat konfllik sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan orang lain karena konflik dan perbedaan pendapat tidak bisa dihindari dalam hubungan manusia. Menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan konsumtif dapat memperkuat kepercayaan antarorang. Saat konflik tidak dianggap mengancam atau menghukum itu akan menumbuhkan kebebasan serta kreativitas.

Hanifah Muslimah
Mahasiswa UIN sunan Ampel Surabaya

Editor: Sharfina Alya Dianti

Baca Juga:
Normalisasi Adanya Penyakit Mental
Calistung: Baca, Tulis, Berhitung Merupakan Upaya untuk Mencerdaskan Anak atau Sebaliknya?
Belajar dengan Imajinasi, Membantu Kecerdasan Anak

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI