Bahaya Game Mobile Legends bagi Kesehatan Tangan: Mengenal Risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Bahaya Game Mobile Legends

Permainan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) telah menjadi fenomena global yang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga gaya hidup dan cabang olahraga prestasi (esports). Dari anak-anak hingga dewasa, banyak yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menaikkan rank atau sekadar bermain bersama teman. Namun, di balik keasyikan strategi dan intensitas pertempuran di Land of Dawn, terdapat ancaman kesehatan yang sering diabaikan: kerusakan saraf pada pergelangan tangan.

Aktivitas bermain game di ponsel pintar (smartphone) melibatkan gerakan repetitif yang sangat cepat dan posisi tangan yang statis dalam waktu lama. Kondisi ini menjadi pemicu utama munculnya masalah kesehatan tangan, yang paling serius di antaranya adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau Sindrom Terowongan Karpal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

ADS: Jika tertarik mengetahui tentang Poltekkes Lampung, Anda dapat mengunjungi situs: poltekkeslampung.org

1. Apa itu Carpal Tunnel Syndrome (CTS)?

Secara medis, CTS adalah kondisi yang terjadi ketika saraf medianus, yang membentang dari lengan bawah ke telapak tangan, tertekan atau terhimpit di bagian pergelangan tangan. Saraf medianus berfungsi mengendalikan sensasi pada telapak ibu jari dan jari-jari (kecuali jari kelingking), serta mengirimkan instruksi ke otot di sekitar pangkal ibu jari.

Terowongan karpal sendiri adalah lorong sempit dan kaku yang terbentuk oleh tulang dan ligamen di pangkal tangan. Ketika jaringan di sekitarnya, seperti tendon, mengalami peradangan atau pembengkakan, ruang di dalam terowongan ini menyempit dan menekan saraf medianus. Akibatnya, penderita akan merasakan nyeri, mati rasa, hingga kelemahan pada tangan.

Baca juga: Bahaya Kecanduan Game Online Untuk Para Remaja

 

2. Mengapa Mobile Legends Sangat Berisiko?

Mungkin Anda bertanya, “Mengapa bermain game lebih berbahaya dibanding sekadar membalas pesan WhatsApp?” Jawabannya terletak pada intensitas dan mekanika gerakan.

Gerakan Repetitif Intensitas Tinggi

Dalam satu pertandingan Mobile Legends yang berdurasi 15-20 menit, ibu jari kiri Anda mungkin melakukan ratusan gerakan rotasi pada virtual joystick untuk menggerakkan hero. Sementara itu, jari kanan melakukan tekanan cepat berulang kali untuk mengeluarkan skill atau melakukan basic attack.

Posisi “Claw” atau Cengkeraman Statis

Saat bermain, tangan biasanya mencengkeram ponsel dalam posisi kaku. Posisi ini meningkatkan tekanan pada ligamen di pergelangan tangan secara konstan.

Ketegangan Otot Tanpa Rehat

Berbeda dengan membaca artikel di ponsel, bermain MLBB menuntut konsentrasi penuh yang membuat otot-otot tangan terus menegang tanpa jeda relaksasi selama pertandingan berlangsung.

Baca juga: Ketergantungan pada Teknologi Digital: Membantu atau Membahayakan?

3. Mengenali Gejala Awal: Jangan Abaikan Kesemutan

Banyak pemain sering menganggap remeh rasa pegal setelah bermain. Padahal, CTS berkembang secara bertahap. Berikut adalah tahapan gejala yang perlu diwaspadai:

Gejala Ringan

Rasa kesemutan atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, terutama setelah bermain beberapa pertandingan berturut-turut. Rasa ini seringkali hilang setelah tangan diistirahatkan.

Gejala Menengah

Rasa nyeri yang mulai menjalar ke arah lengan bawah. Terkadang penderita merasa seperti tersengat listrik pada ujung jari. Intensitas nyeri bisa meningkat pada malam hari saat tangan dalam kondisi rileks.

Gejala Berat

Tangan mulai terasa lemah. Pemain mungkin merasa sulit memegang ponsel dengan stabil atau sering menjatuhkan barang karena kekuatan genggaman berkurang. Pada tahap ini, otot di pangkal ibu jari bisa mulai mengecil (atrofi).

Baca juga: Pengaruh Game Online Terhadap Remaja dalam Kehidupan Sosial

4. Faktor Risiko: Siapa yang Paling Terancam?

Meskipun siapa saja bisa terkena CTS, data medis menunjukkan beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi:

Gender

Wanita memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar terkena CTS. Secara anatomi, terowongan karpal pada wanita cenderung lebih sempit dibandingkan pria, sehingga saraf medianus lebih mudah tertekan.

Usia

Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun, karena kelenturan jaringan ikat mulai berkurang. Namun, tren saat ini menunjukkan pergeseran ke usia yang lebih muda akibat penggunaan gawai yang ekstrem sejak dini.

Kondisi Kesehatan Penyerta

Penderita diabetes, obesitas, atau gangguan tiroid memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap peradangan saraf.

5. Langkah Pencegahan: Bermain Secara Bijak

Berhenti bermain Mobile Legends sepenuhnya mungkin sulit bagi sebagian orang, namun Anda bisa memitigasi risiko dengan langkah-langkah berikut:

Terapkan Aturan 60-15

Batasi waktu bermain maksimal 60 menit (sekitar 3-4 pertandingan). Setelah itu, wajib melakukan istirahat selama 15 menit. Selama istirahat, letakkan ponsel dan biarkan tangan dalam posisi lurus atau menggantung rileks.

Perbaiki Posisi Tangan (Ergonomi)

Hindari bermain sambil berbaring karena posisi ini menambah beban pada pergelangan tangan untuk menahan berat ponsel melawan gravitasi. Duduklah dengan posisi punggung tegak dan usahakan tangan mendapat sandaran (misalnya menggunakan bantal di pangkuan) agar pergelangan tangan tidak menggantung kaku.

Gunakan Aksesori Pendukung

Gunakan ponsel dengan ukuran yang proporsional dengan tangan Anda. Penggunaan casing yang terlalu tebal atau ponsel yang terlalu lebar bisa memaksa jari meregang melebihi batas nyamannya. Beberapa pemain profesional kini mulai menggunakan hand grip atau sarung jempol untuk mengurangi gesekan dan tekanan.

6. Latihan Peregangan (Hand Stretching) untuk Gamer

Lakukan gerakan ini setiap sebelum dan sesudah bermain untuk menjaga kelenturan terowongan karpal:

The Prayer Stretch

Tempelkan kedua telapak tangan di depan dada seperti posisi berdoa. Turunkan tangan secara perlahan hingga merasakan tarikan di pergelangan tangan. Tahan selama 15 detik.

Wrist Flexion & Extension

Luruskan tangan ke depan, gerakkan telapak tangan ke atas dan ke bawah secara bergantian dengan bantuan tangan satunya.

Finger Fans

Buka jari-jari tangan selebar mungkin, lalu kepalkan tangan dengan kuat. Ulangi 10 kali untuk melancarkan aliran darah.

7. Kapan Harus ke Dokter?

Jika rasa nyeri tetap muncul meskipun Anda sudah beristirahat selama beberapa hari, atau jika mati rasa sudah mulai mengganggu aktivitas harian seperti menulis atau memegang sendok, segera konsultasikan ke dokter saraf.

Penanganan CTS tahap awal biasanya cukup dengan pemberian obat anti-inflamasi, penggunaan splint (penyangga pergelangan tangan) saat tidur, atau terapi fisik. Namun, jika saraf sudah terjepit secara permanen, prosedur bedah minor mungkin diperlukan untuk memperlebar terowongan karpal.

Kesimpulan: Menjaga Keseimbangan Antara Hobi dan Kesehatan

Mobile Legends adalah sarana hiburan yang luar biasa, namun kesehatan tangan adalah aset jangka panjang yang tidak bisa digantikan dengan skin atau rank tertinggi sekalipun. Menjadi pemain yang cerdas berarti tahu kapan harus berjuang di pertandingan dan kapan harus memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

Jangan biarkan ambisi mengejar “Mythical Glory” membuat Anda kehilangan fungsi normal tangan Anda di masa depan. Bijaklah dalam mengatur waktu, perhatikan postur, dan dengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh Anda.

Penulis: Sulkhan
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes)

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait